Di Antara Dua Wanita Berbeda

Di Antara Dua Wanita Berbeda
kemarahan Hans


__ADS_3

******


Aku yang masih berusaha meyakinkan Nindy agar hubungan ku dan dia tidak berakhir. Aku benar-benar bingung harus apa. Satu sisi aku sudah telanjur melamar Sherly dan satu sisi aku mencintai Nindy.


Setelah kami bicarakan hubungan kami, aku mengantar Nindy pulang. Ketika di jalan Nindy hanya diam saja kepadaku sambil melihat ke arah kaca jendela mobil. Aku tahu dan sadar Nindy pasti sedih dan menangis namun dia tidak berani menatap ku.


Sehingga sampailah di rumah Nindy. Dan ternyata ada Hans yang melihat kami pulang bersama, aku pun langsung gugup sambil menelan ludah ku.


"Darimana kalian?" Tanyanya tegas.


"Kami tadi..."


"Aku tidak bertanya padamu, tapi aku bertanya pada calon istriku." Ujar Hans cetus padaku.


"Kami tadi makan siang bersama pak, saya mohon jangan bertanya apa apa lagi.. saya lelah." Balas Nindy dengan sedih dan langsung masuk ke rumahnya.


"Ada apa dengan Nindy? Apa yang kau lakukan padanya?" Ujar Hans tatapan tajam.


"Kami hanya makan, itu saja. Cuma urusan kantor." Jawabku gugup.


"Dia sudah menjadi serketaris ku, apa lagi urusan mu padanya?" Tanya Hans dengan tatapan tajamnya.


"Ah sudahlah... Aku pulang dulu, kau urus saja serketaris mu itu." Ujar ku sambil masuk ke mobil dan pergi.


Aku langsung pergi dengan gugup karena gak tau harus berkata apa, karena aku tidak mau bertengkar dengan Hans.


******

__ADS_1


Hans pun langsung masuk ke rumah Nindy untuk menemui nya, namun Nindy tidak mau keluar dari kamarnya sehingga Hans memutuskan untuk pergi. Hans benar benar kesal sekali dengan Willy yang sudah membuat Nindy tidak mau bicara dengan nya.


******


Aku pun sampai ke rumah, setiba di rumah aku langsung masuk ke kamar ku. Ketika aku sedang ganti pakaian tiba tiba Hans masuk ke kamar dengan amarahnya dan langsung meninju wajah ku tepatnya di pipi kanan ku sehingga bibir ku berdarah, rasanya sangat sakit namun aku berfikir apa Nindy sudah menceritakan semuanya.


"Apa kau sudah tidak waras? Kenapa kau memukul ku..." Ucapku marah.


"Kau pantas ku pukuli bahkan itu belum cukup... Kau itu memang berengsek Willy." Balas Hans marah.


Aku terkejut dengan ucapannya dan berfikir apa Hans sudah tau dengan hubungan aku dan Nindy.


"Memangnya apa yang sudah ku perbuat?" Tanya ku penasaran.


"Gara gara kau Nindy tidak mau menemui ku.. kau pasti sudah membentak nya lagi kan... Dia itu bukan serketaris mu lagi." Jawab Hans kesal.


"Aku minta dia menjadi serketaris ku lagi.. lalu dia menolak... Itu saja!" Jawabku santai dan lega.


"Tentu saja dia menolak.. untuk melihat mu saja dia tidak mau.. awas kalau kau membuat Nindy kesal lagi." Ujar Hans kesal dan pergi dari kamarku.


Jujur aku lega karena Nindy tidak memberi tahu Hubungan kami yang sebenarnya.


******


Steve yang tidak sengaja mendengar lalu langsung menyusul Hans ke kamarnya.


"Hai kak Hans... Apa kau sibuk?" Ujar Steve.

__ADS_1


"Hai dik, tidak! Masuklah." Jawab Hans tenang.


"Begini kak, aku mau tanya sesuatu sama kakak... Apa kakak yakin mau menikah?" Tanya Steve.


"Yakin dong! Masa kakak gak mau nikah..." Jawab Hans.


"Iya tau pasti suatu saat kakak akan menikah, cuma aku heran aja playboy tampan seperti kakak kok mau cepat menikah." Ujar Steve.


"Kakak juga bingung, gak tau kenapa kakak bahagia saja menikah dengan Nindy." Ujar Hans senyum.


"Kak, mending kakak cari wanita lain saja... Daripada kakak menikah cepat nanti kakak gak bebas." Ujar Steve lagi.


"Hei anak kecil yang sok tau.... Mending kamu ke kamar dan buka buku." Ujar Hans santai.


"Kak, satu pertanyaan lagi." Ujar Steve.


"Apa itu?" Tanya Hans.


"Apa wanita itu mencintai kakak?" Tanya Steve dengan wajah sok lugu nya.


"Ntahlah! Kami masih bicara secara formal, jika bersama ku dia tidak banyak bicara.. masalah cinta setelah menikah dia pasti bisa mencintai ku." Jawabnya.


"Itu tandanya cinta sepihak kak... Tidak baik memaksakan wanita itu menikah dengan kakak... Mungkin saja dia mencintai orang lain tapi terpaksa menikah dengan kakak?" Ucap Steve yang sok dewasa.


"Sudah sudah kau ini masih onces bocah ingusan sok tau... Udah keluar sana baca buku pelajaran mu." Ujar Hans tegas.


Steve pun pergi dari kamar Hans. Sementara Hans jadi kepikiran dengan ucapan Steve tadi. Hans berfikir apa dia terlalu egois pada Nindy yang sudah memaksanya untuk menikah.

__ADS_1


__ADS_2