Di Antara Dua Wanita Berbeda

Di Antara Dua Wanita Berbeda
Mengenal serketarisku


__ADS_3

Ke esokan harinya aku masih memikirkan kejadian semalam. Sampai-sampai Nindy masuk aku pun tidak tau.


" Pak.. pak.. pak Willy" tegur Nindy.


"Oh iya, kamu di sini. Ada apa?" Ujar ku


" Ini dokumen yang harus bapak tanda tangan." Ucapnya sambil meletakkan dokumen di meja.


" Iya letakkan saja di sana, nanti saya tanda tangani." Ucapku dengan tidak semangat.


"Apa bapak baik baik saja? Saya lihat dari tadi murung, kata ibu saya.. kalau kita ada masalah kita harus sharing ke teman atau ke orang lain, supaya tenang pak." Katanya pada ku yang ada benarnya.


Lalu aku pun menceritakan masalahku pada si culun ini. Dan dia pun memberiku masukan dan nasehat.


"Jadi itu masalahnya ya.. menurut saya bapak terlalu cemburu pada pacar bapak, lebih baik bapak percaya padanya.. karena belum ada bukti mereka punya hubungan.. lagian sebelum dia mengenal bapak kan dia lebih dulu mengenal pria itu, makanya mereka dekat pak. Dan yang terpenting sekarang adalah dia pacar bapak." Nasehatnya pada ku.


"Tapi apa wajar teman sedekat itu?" Tanya ku lagi.


"Pak, menurut saya wajar saja. Mungkin pembantu pria itu belum datang. Kalau pun mereka ada hubungan pasti suatu saat akan di kasih petunjuk sama Tuhan." Jawabnya


"Iya benar juga kamu, mungkin aku saja yang terlalu cemburu." Ujarku.


"Gimana nanti bapak kasih dia kejutan, bapak datang ke tempat kerjanya dan kirim bunga." Pendapat nya padaku


"Benar juga ya, nanti pulang kantor aku ke butiknya." Ucapku


"Oh jadi pacar bapak punya butik ya?" Tanya dia

__ADS_1


" Iya dia punya butik dia juga designer." Jawab ku.


"Wah, hebat ya." Puji Nindy.


*****


Makan siang pun tiba, lalu Nindy mengetuk pintu ku dan membawakan makanan yang sudah di janjikan kepada ku. Aku pun sangat senang, perlahan kegalauan ku pun hilang. Aku menyantap makanannya dengan lahap karena memang masakannya Sangat enak sekali.


"Sepertinya bapak sangat suka." Ucapnya


"Iya enak. Terima kasih ya." Balas ku.


Nindy pun bahagia karena bos nya yang galak bisa juga bilang terimakasih, tapi Nindy sangat senang bisa membuat bos nya itu senang.


Sembari kami makan, aku pun bertanya tentangnya.


"Oh ya, kamu di rumah tinggal sama ibu kamu?" Tanya ku


"Oh maaf ya saya kira kamu tinggal sama ibu kamu, soalnya tadi kamu bilang ibu kamu." Ujar ku.


" Iya pak, tidak apa. Kan bapak tidak tau masalah itu." Jawabnya


"Kamu darimana belajar masak?" Tanyaku.


"Saya dari SMP sudah senang memasak, saya dulu sering membantu ibu saya masak, dan sekarang saya yang masak untuk ayah di rumah." Jawabnya


"Begitu ya. Pantas saja masakan kamu enak." Ucapku tanpa sadar sudah memujinya

__ADS_1


"Bapak bisa saja." Jawabnya


"Jangan pasang wajah seperti itu, saya tidak memuji kamu, tapi memuji ibu kamu." Kata ku cetus karena malu tadi sudah memujinya.


*****


Jam kantor pun berakhir..


Aku bergegas pergi ke toko bunga dan singgah ke butik kekasihku tanpa bilang padanya.


Sampailah aku di butik Sherly dan masuk ke dalam, di sana aku melihat ada Hendry namun aku santai saja dan menyapa kekasihku.


"Hai, sayang!" Ucap ku


"Hai, sayang kamu di sini" jawabnya


Lalu kami berpelukan dan aku langsung memberi Sherly bunga yang sudah ku beli. Sherly pun mencium pipiku.


"Ada Hendry juga di sini." Kata ku


"Iya sayang dia mampir ke sini." Jawab Sherly.


"Hm, sher, aku pamit dulu ya." Ujar Hendry sambil melihat jam tangannya.


"Loh, kok cepat sekali.. gak mau ngobrol-ngobrol lagi?" Tanya Sherly


"Ada yang mau aku datangi." Ucap Hendry.

__ADS_1


"Ya sudah hati-hati ya."  Ucap Sherly lagi.


Lalu mereka pun cipika cipiki, aku pun dalam hati senang dia sudah pergi karena bagiku dia sangat menggangu.


__ADS_2