
******
Malam hari 🌙🌙🌙🌙
Aku bersiap memakai kemeja yang rapi. Mama ku juga sedang sibuk menyiapkan makanan.
Lalu Hans dan Nindy datang, aku kaget Hans membawa Nindy dan berfikir apa dia pacar adikku, lalu aku sempat murung. Ketika Hans datang dia langsung memeluk mamaku, dan mama juga melihat ke belakang tepatnya ke arah Nindy lalu tersenyum pada Hans.
"Apa dia gadis itu?" Tanya mama pelan pada Hans sambil senyum.
"Iya ma. " Jawabnya malu.
Aku yang juga mendengar percakapan mereka langsung down karena benar dugaan ku. Nindy sudah berpacaran dengan Adikku.
Lalu mama mempersilahkan Nindy masuk dan mereka langsung ke ruang makan kecuali aku karena masih menunggu Sherly.
Dan tidak lama kemudian Sherly pun datang dan aku langsung mengajaknya ke ruang makan untuk bertemu mama.
"Ma, she is my girlfriend.." ujarku dengan wajah tersenyum palsu.
"Hai, nak... (Cipika-cipiki) mama gak tahu kamu punya pacar?" Tanya mama.
"Jadi Willy belum bilang ya Tante?" Ucap Sherly dengan menatap Willy kesal.
"Hehe, aku sibuk Ma, jadi gak sempat bilang." Jawab ku ngeles
"Ya sudah ayo kita makan." Ajak mama.
__ADS_1
Lalu bibi pun mengeluarkan makanan yang sudah di masak dengan mama.
"Wah, nasi ayam hainan ya." Ucap Nindy senang.
"Kamu suka?" Tanya Hans.
"Iya aku sangat suka sekali." Jawabnya senang.
"Ternyata kesukaan kamu sama dengan Willy ya." Balas mama.
"Iya Tante, saya dan pak Willy memang suka nasi ayam hainan, pak Willy juga sup jamur." Balas Nindy.
"Hm, sepertinya kamu tau banyak tentang Willy?" Tanya mama senyum.
Sontak suasana jadi hening aku senang karena si culun masih ingat kesukaan ku, lalu aku melihat wajah Hans yang kelihatan kesal dan Sherly juga begitu.
"Oh begitu ya." Balas mama.
Kami pun menyantap makanan, aku tak lepas memandang Nindy, karena dia dan Hans duduk di depan ku, sementara Sherly duduk di sebelah kananku.
"Sudah berapa lama nak Nindy dan Hans berpacaran?" Tanya mama.
Lalu Nindy sontak kaget dan keselek dan langsung minum.
"Kami sudah berpacaran tiga hari ma." Jawab Hans
Nindy terbelalak dan heran, karena ucapan Hans tadi. Lalu dalam hatinya "apa? Pacaran? Kenapa pak Hans bilang kami pacaran?" Ucapnya dalam hati sambil melirik sekilas ke arah Willy.
__ADS_1
"Wah, selamat ya. Kalian terlihat cocok." Balas Sherly.
"Hah! Cocok dari mana? Tidak cocok sama sekali." Jawab ku cetus.
Aku yang tidak sadar, dan ketika melihat Sherly ternyata kekasihku terlihat kesal.
"Ya sudah. Lanjut lagi makannya." Ujar mama.
Kami lanjutkan makan dengan suasana hening. Aku pun berfikir untuk cari alasan ke Sherly karena dari tadi wajahnya terlihat kesal.
Ketika selesai makan, kami berkumpul di ruang tengah dan bincang bincang. Namun Sherly mengajak ku ke taman rumah.
"Ada apa sayang?" Ujarku.
"Kamu kenapa sih? Dari tadi aku lihat kamu melirik si Nindy? Kamu tuh kenapa sih?" Tanya Sherly kesal.
"Sayang... Itu perasaan kamu aja. Kamu kan tau aku cinta sama kamu." Balasku dan mencium kening Sherly.
"Ya sudah bilang ke mama kamu kalau kamu serius sama aku dan kita mau menikah?" Ucap Sherly yang sudah mereda kesalnya.
Aku nelan ludah dan Bingung dan terdiam.
"Sayang... Kok diam!" Ucap Sherly
"Oh iya, nanti aku bilang ke mama ya." Balas ku.
"Jangan nanti, tapi sekarang. Ayo!" Ujar Sherly dan menarik tanganku menuju ke ruang tengah.
__ADS_1