
Setelah menelponnya aku pun bergegas pergi ke rumah sakit dan melihat kondisi serketaris ku di sana. Aku melihat dia duduk dengan murung dan sedih, ntah kenapa aku jadi kasihan melihatnya. Lalu aku pun menghampiri dia dan duduk di sebelahnya.
" Kamu jangan sedih gitu. Tambah jelek loh." Sapa ku dengan mencoba menghiburnya.
"Pak Willy. Kok bapak di sini?" Tanya dia heran.
"Iya saya mau tanya tadi di telpon cuma lebih bagus tanya di sini! Saya tuh mau nanya, biaya rumah sakit ayah kamu gimana?" Tanya ku.
"Masih bayar sebagian pak, saya belum ada uang untuk bayar sisanya." Jawab serketaris ku.
"Baiklah, saya akan melunasi semua biaya rumah sakit." Jawab ku.
Sontak serketaris ku langsung kaget dan terlihat senang dan spontan dia memelukku, saat dia memelukku aku sangat kaget dan deg degan.
"Maaf pak, saya refleks!" Ujarnya.
__ADS_1
"Iya saya maklum. Pasti kamu senang sekali." Balas ku.
"Iya saya senang beban saya sedikit berkurang." Jawabnya
"Ya sudah kalau begitu jangan sedih lagi dong.. kamu itu udah jelek, jadi gak usah sedih..." Kata ku sambil mengolok-oloknya.
"Ish, bapak ini selalu buat kesal." Ujarnya padaku.
Aku pun tertawa lebar dan si culun pun ikut tertawa juga. Ntah kenapa melihat dia senang hati ku juga senang. Apalagi kalau mengejek dan mengganggunya membuat aku sangat bahagia. Padahal aku tidak pernah melakukan itu pada kekasihku.
*****
Sudah 3 hari di rumah sakit, akhirnya ayahnya keluar dari rumah sakit. Aku pun mengantar mereka ke rumah, lalu ayah si culun menyambut aku dengan hangat dan menyuruh ku untuk tinggal makan malam di rumahnya.
Kami pun makan malam bersama, si culun memasak makanan dengan lezat, aku pun sangat lahap menyantap makanannya. Karena sudah lama tidak makan masakan si culun.
__ADS_1
Sudah hampir larut, aku pun pulang dan tidak lupa pamit dengan ayahnya si culun.
******
Saat Willy pulang, ayah Nindy pun langsung bertanya pada Nindy.
"Nak, bos kamu baik sekali sama kita ya. Apa kamu pacaran dengan pemuda itu?" Tanya ayah Nindy.
"Nggak, yah! Aku sama pak Willy gak pacaran. Pak Willy itu sudah punya pacar! Nggak mungkin lah pak Willy pacaran sama aku." Jawab Nindy.
"Mana tau dia suka sama kamu." Balas ayahnya Nindy.
" Ya gak mungkin lah, yah! Pacar pak Willy itu cantik, designer dan punya butik juga! Di banding aku nggak ada apa apanya yah." Balas Nindy
Nindy memang merasa minder dengan Sherly yang cantik dan modis. Padahal sebenarnya Nindy sudah mulai menyukai Bosnya itu. Namun Nindy hanya memendam dan buang jauh perasaannya. Nindy bisa apa karena tiap harinya dia bertemu dengan Willy di kantor bahkan terkadang makan siang bersama sehingga membuat cinta Nindy ke Willy semakin bertambah tiap hari nya.
__ADS_1
Tidak terasa sudah enam bulan berlalu.
Aku dan beberapa karyawan ku pun ada perjalanan bisnis termasuk dengan serketaris ku tentunya, kami aku ke Surabaya untuk meeting dengan perusahaan lain untuk kerja sama. Aku pun tidak lupa mengabari kekasihku Sherly.