Di Antara Dua Wanita Berbeda

Di Antara Dua Wanita Berbeda
Rencana Steve


__ADS_3

Keesokan harinya, Seperti biasa aku berkerja. Ketika aku sibuk dengan laptop ku ada Steve masuk ke ruanganku.


"Sibuk sekali, kakakku ini." Sapa Steve.


"Hei, kau di sini?" Jawabku senang.


"Ya aku penasaran sama ruang kerja kakak dan kak Hans." Balas Steve.


"Apa kau sudah ke ruangan Hans?" Tanya ku.


"Belum, apa kakak mau mengantar ku."ujarnya sambil tersenyum kecil menggeliat dahinya.


"Boleh, ayo kakak antar!" Ujarku semangat.


"Tidak perlu kak! Aku cuma becanda... Lagian aku ke sini mau minta nomor HP kak Sherly." Ujar adikku.


"For what? Don't do something wrong, ya..." Jawabku curiga.


"Slowly brother! Aku cuma mau kenal calon kakak ipar kok." Balas Steve santai.


Aku pun memberikan ponselku padanya dan menunjukkan nomer hp Sherly.


"Siapa ini sayang culunku? Apa kak Sherly culun?" Ujar Steve meledekku.


"Sini handphone kakak! Dia itu bukan siapa-siapa... Ingat jangan yang aneh-aneh ya." Balasku.

__ADS_1


"Siapa yang aneh... Mana tau kak Sherly punya dua nomor." Ujar Steve.


Tidak lama Steve pun pergi dari ruangan ku.


*******


Steve sebenarnya tau kalau culun itu adalah Nindy. Setelah Steve mendapatkan nomor Sherly dia pun langsung buat janji dengan Sherly di sebuah cafe. Lalu Sherly pun datang.


"Kamu Steve kan adiknya Willy?" Sapa Sherly yang baru datang.


"Iya kak, silahkan duduk." Balas Steve.


Lalu Sherly pun duduk.


"Apa Willy tau kita ketemu?" Tanya Sherly.


"Bilang saja Steve, nggak papa!" Balas Sherly.


"Baiklah, sebaiknya kakak jangan menikah dengan kak Willy." Ujar Steve sambil minum.


Sherly yang kaget dan menjawab "kenapa?" Jawabnya penasaran.


"Karena ada yang lebih baik untuk kakak daripada kak Willy... Kak Willy itu labil kak.. dia payah!" Ujar Steve.


"Kamu mau menggoda kakak ya." Balas Sherly tertawa.

__ADS_1


"Bukan kak. Kak Sherly bukan tipe ku.. (tersenyum) aku berkata yang sebenarnya kak, lebih baik kakak menikah sama orang yang sayang dan peduli sama kakak. Aku yakin pasti ada kok yang lebih baik." Ujar Steve.


Sherly hanya tersenyum sambil memikirkan ucapan Steve tadi. Memang dari yang dia lihat Willy memang berubah, Sherly bahkan pernah mendengar percakapannya dengan Hendry.


"Tugasku menemui kak Sherly dan bicara padanya sudah selesai, semoga saja dia paham maksudku." Ujar Steve dalam hati.


Malam hari nya Steve pun menjemput Stephanie di bandara. Diam diam Steve menyuruh Stephanie datang untuk merayu Hans kembali.


Stephanie adalah mantan pacarnya Hans, dulu Hans sangat mencintai Stephanie, mereka putus gara gara salah paham yaitu Hans kepergok tidur dengan wanita lain.


(Di bandara)


"Hello, Stephanie... You look so beautiful..." Sapa Steve.


"Thank you my boy! Are you sure Hans Will be ok?" Ucap Stephanie.


"Sure, don't afraid!" Jawab Steve.


(Stephanie bisa juga bahasa Indonesia kok, karena di Australia juga ada pelajaran bahasa)


Stephanie wanita yang cantik dan baik, dia juga sudah dekat dengan keluarga Willy Hans dan Steve. Karena Hans dan Stephanie berpacaran sejak mereka di SMP.


Lalu sampai lah Steve dan Stephanie di hotel dan Stephanie pun beristirahat sementara Steve kembali pulang.


"thanks you, Steve." ujar Stephanie.

__ADS_1


"U're welcome beauty!" ujar Steve senyum.


Lalu Stephanie pun menutup pintu kamarnya.


__ADS_2