Di Antara Dua Wanita Berbeda

Di Antara Dua Wanita Berbeda
kecemburuan Kekasihku


__ADS_3

Lalu Sherly duduk di samping ku dan aku pun merangkulnya tanpa peduli ada Hendry di sana. Lalu aku melihat Hendry seperti cemburu, aku yakin dia pasti ada perasaan dengan Sherly.


Lalu tidak lama Hendry pun pamit, kali ini aku tidak mencegahnya. Tinggallah aku berdua dengan Sherly, lalu kami pun bermesraan layaknya orang pacaran.


Tidak terasa malam pun tiba, aku pun makan malam di luar dengan Sherly karena dia tidak bisa masak. Selesai makan pun aku mengantar kekasihku pulang, saat mau mengantar Sherly tidak sengaja aku melihat si culun berjalan kaki di pinggir trotoar dan aku sadar aku lewat di sekitar lokasi rumahnya.


Lalu aku mengelakson dan membuka kaca mobil di sisi kiri dan menawarkan tumpangan.


"Nindy, naiklah. Saya antar kamu pulang." Sapa ku.


"Tidak pak terima kasih, saya gak enak sama Bu Sherly." Jawab Nindy


"Saya tidak masalah kok, naiklah!" Balas Sherly.


Lalu Nindy pun naik di kursi belakang.


"Kamu darimana malam malam begini?" Tanya ku pada Nindy.


"Saya dari rumah sakit, pak!" Jawab Nindy.


"Loh siapa yang sakit?" Tanya ku lagi


"Ayah saya pak! Ya maklum, ayah saya ada darah tinggi!" Balas Nindy

__ADS_1


Lalu aku pun kembali diam, lalu Sherly memegang tangan ku, tumben dia agak manja dengan ku malam itu, atau dia cemburu dengan serketaris ku. Lalu aku melihat ke kaca spion melihat Nindy melihat ke arah jendela melihat jalan.


Sementara itu dalam hati Nindy.... "Dasar gak punya perasaan, dah kayak nyamuk aku di sini, deh! Kenapa aku mau masuk tadi!" Ujar Nindy dalam hatinya


Lalu sampai di rumah Nindy, tak lupa si culun berterima kasih kepadaku, lalu aku pun pergi.


"Sayang, seperti kamu sangat dekat dengan serketaris kamu itu?" Tanya Sherly.


"Ya, namanya dia serketaris ku sayang, lagian aku juga bersikap wajar kok padanya." Jawabku santai.


Lalu Sherly pun tidak bertanya lagi, dia pun bersandar di bahu ku, lalu kami pun sampai di rumah Sherly, cuma kali ini aku tidak keluar dari mobil, kami pun berciuman lalu Sherly keluar mobil sambil melambai.


*******


"Kenapa sher? Pasti ada masalah?" Tanya Hendry.


"Iya kamu bener! Aku mau tanya sama kamu, bos sama serketaris itu bisa gak sih jatuh cinta?" Tanya Sherly


"Ya mungkin aja, kalau serketarisnya seksi dan cantik itu mungkin saja." Jawab Hendry.


"Bener juga ya! Serketaris Willy itu culun terus gayanya juga norak sih." Balas Sherly.


"Jadi apa yang kamu khawatirkan? Mending kamu tuh jangan mikir macam macam-macam, gimana kalau kita nonton film?" Ujar Hendry.

__ADS_1


"Hendry, ini tuh dah malam. Besok aku harus ke butik!" Balas Sherly.


" Ya kan bisa siang dikit perginya. Lagian kan karyawan kamu yang buka tiap pagi." Kata Hendry.


"Oke. Yok kita nonton film." Balas Sherly


Sherly dan Hendry pun menonton film romantis, mereka tidak sadar sudah larut malam. Lalu mereka terbawa situasi sampai tanpa sadar Hendry mencium bibir Sherly dengan mesra dan Sherly tidak menolak sama sekali. Setelah sadar akan hal itu mereka pun jadi salah tingkah. Sherly meminta hal ini jangan sampai Willy tau. Lalu Hendry hanya bisa nurut.


*********


Keesokan paginya, aku melihat ponselku tidak ada pesan masuk dari Sherly, dan aku berfikir positif mungkin dia sudah tidur.


Sampailah aku di kantor, dan serketaris ku tidak ada di kursinya. Lalu karyawan ku yang lain menyampaikan kalau Nindy tidak masuk hari ini di karenakan merawat ayahnya yang di rumah sakit. Mendengar hal itu aku langsung menelpon Nindy.


(Tut.....Tut.....Tut...)


"Iya halo pak." Jawab Nindy


"Kamu di rumah sakit mana? Kok gak langsung telpon saya kalau kamu izin?" Tanya ku yang ntah kenapa jadi panik.


"Iya pak, saya takut mengganggu. Saya sekarang di rumah sakit permata medical pak, kondisi ayah saya semakin drop... Maaf ya pak saya gak masuk hari ini." Ujarnya


"Iya tidak apa, kamu tenang ya jangan terlalu panik." Balas ku.

__ADS_1


"Iya pak." Balas serketaris ku.


__ADS_2