Di Antara Dua Wanita Berbeda

Di Antara Dua Wanita Berbeda
mengungkapkan perasaan ku pada Nindy


__ADS_3

Aku nelan ludah dan Bingung dan terdiam.


"Sayang... Kok diam!" Ucap Sherly


"Oh iya, nanti aku bilang ke mama ya." Balas ku.


"Jangan nanti, tapi sekarang. Ayo!" Ujar Sherly dan menarik tanganku menuju ke ruang tengah.


Aku gugup, namun mau nggak mau aku pun menyampaikan hal itu pada semua.


"Ma, aku dan Sherly mau menikah." Ucap ku terpaksa.


Semua terlihat senang kecuali aku, lalu aku melihat Nindy. Ternyata Nindy pun ikut tersenyum. Aku langsung berfikir apa dia sama sekali tidak menyukai ku.


"Wah bagus sekali itu! Kapan kita atur pernikahan kamu?" Tanya mama.


"Atur saja ma, aku ikut saja." Jawabku senyum fake.


"Aku juga mau menikah." Ucap Hans.


Nindy yang mendengar tersedak karena dia sedang minum.


"Wah.. wah.. anak mama sudah pada dewasa rupanya." Ujar mamaku senang.


"Kau mau nikah dengan siapa?" Tanya ku

__ADS_1


"Tentu saja dengan Nindy kekasihku." Jawab Hans sambil merangkul Nindy yang duduk di sebelahnya.


Nindy langsung terbelalak sambil melihat Hans dan berkata dalam hatinya nya "apa yang dia katakan? Aku kan bukan kekasihnya?" Ujar Nindy dalam hatinya.


"Hah! Kau itu playboy... Kau pasti bercanda." Ujar ku nyeleneh.


"Baiklah, aku akan buktikan, kita menikah di hari yang sama." Ujar Hans santai.


"Wah bagus.." ujar Sherly.


"E.. maaf, saya mau ke toilet dulu." Ucap Nindy yang berdiri dan melangkahkan kakinya ke toilet.


******


"Aduh,,, gimana ini? Kenapa aku harus terjebak di antara kedua bos ku? Bukan ini yang aku mau! Aku menyukai pak Willy kenapa pak Hans yang ingin menikahi ku." Ujarnya sambil menyandarkan kepalanya ke dinding kamar mandi.


Nindy sangat murung, lalu ada yang mengetuk kamar mandi dan Nindy membuka pintu ternyata Willy yang langsung menyelonong masuk dan mengunci pintu kamar mandi. Nindy hanya terdiam Sakin kagetnya dan takut apa Willy mendengar perkataan nya tadi.


******


Ya, aku menyusul Nindy di kamar mandi dan memaksa masuk dan mengunci pintu. Lalu aku memegang bahu Nindy dan mendorong nya pelan sehingga dia bersandar di dinding. Pada saat itu Nindy hanya menelan ludah dan gugup.


"Apa kau serius mau menikah dengan Hans?" Tanya ku pelan.


"A...a.. aku.." ujar Nindy gugup.

__ADS_1


"Kamu tolak. Aku gak mau kamu menikah dengan Hans. Kamu milikku..." Ucapku yang nekad mencium bibir nya.


Lalu aku dan Nindy berciuman untuk pertama kalinya namun aku menciumnya lebih lama. Nindy hanya terpukau malu dan terdiam kaku.


"Ingat, kau milikku.. aku mencintaimu." Ucap ku lagi dan aku mencium nya lagi.


Saat aku menciumnya Nindy tiba tiba menolak tubuhku.


"Kenapa pak Willy seperti ini? Bukankah pak Willy akan menikah dengan Sherly?" Ucapnya pelan namun dengan wajah sedih.


"Ya aku tau, namun aku bisa apa? Aku baru sadar kalau aku mencintaimu, aku selalu memikirkan mu, aku bahkan merasa kehilangan mu, aku suka mengganggu mu." Ucap ku lembut


"Aku tidak bisa pak. Aku tidak mau di cap wanita perebut pacar orang... Lagian pak Hans baik." Ucap Nindy tegas dengan suara yang pelan.


"Apa kamu mencintai Hans?" Tanya ku


"Cinta? Eh, cinta bisa tumbuh nanti nya." Ucap Nindy gugup.


"Apa kau mencintaiku?" Tanya ku lagi.


"Sudahlah, aku mau keluar, nanti yang lain bisa curiga." Ucap Nindy yang menolak ku dan langsung keluar.


******


"Aku sudah gila.... Kenapa aku mencium nya." Ucapku malu.

__ADS_1


__ADS_2