Di Antara Dua Wanita Berbeda

Di Antara Dua Wanita Berbeda
Mereka semakin dekat


__ADS_3

******


Ini adalah hari Minggu, sepertinya Hans masih ada di kamarnya, namun tidak lama Hans keluar dari kamarnya dan spontan aku bertanya.


"Mau kemana kamu?" Tanya ku.


"Aku mau ke taman hiburan dengan Nindy. Aku pergi dulu." Jawabnya dingin.


Ternyata mereka mau pergi ke taman hiburan, namun aku berfikir apa peduli ku, badanku pun sudah membaik. Aku mengajak Sherly ke taman hiburan juga, ntah kenapa aku juga ingin ke sana. Lalu Sherly pun mau pergi bersama ku di taman hiburan.


****


Maka sampailah aku dan Sherly ke taman hiburan, sementara mata ku ke kanan dan ke kiri mencari Hans dan Nindy.


"Kamu mencari sesuatu sayang?" Tanya Sherly.


"Oh, tidak kok sayang. Cuma lihat lihat saja kita mau naik apa dulu." Jawab ku.


" Kalau gitu kita naik kora-kora aja dulu sayang, yuk kita naik itu." Ujar Sherly.


"Iya, ayo." Jawabku pasrah.


Setelah kami naik beberapa wahana namun aku belum juga melihat mereka, sementara Sherly heboh minta naik wahana yang lain. Padahal aku ingin muntah rasanya, namun untuk membuat kekasihku senang aku pun pasrah.


Setelah itu kami berdua pun lapar lalu makan di cafe yang ada di sini. Sampai di kafe aku melihat mereka. Begitu juga Sherly melihat mereka. Lalu Sherly mengajak ku untuk menyapa mereka dan gabung makan dengan mereka.

__ADS_1


"Hai, kalian di sini?" Sapa Sherly


Namun aku diam saja, lalu Nindy melihat ku dan Sherly kaget. Hanya Hans yang biasa saja.


"Apa tidak ada tempat lain?" Ucap Hans pada ku dan Sherly.


"Hans, bisa tidak lebih baik pada pacar ku?" Jawab ku pada Hans kesal.


"Haruskah kalian di sini." Balas Hans lagi.


"Sudah sudah, sebaiknya kita pergi pak Hans." Balas Nindy.


Aku sontak kesal, kenapa Nindy malah memilih pergi, padahal aku dari tadi mencari mereka.


Lalu mereka berdua pun pergi, hanya aku dan Sherly yang tinggal untuk makan.


Aku sontak tersedak karena kebetulan aku sedang minum. "Apa? Nggak sayang aku nggak tau mereka di sini." Jawab ku ngeles.


"Ya aku heran aja lihat sikap adik kamu tadi." Ujar Sherly


"Sudah tidak usah di pikirkan, udah makan lagi." Ucapku.


Setelah selesai makan aku mengajak Sherly pulang dan mengantarkan dia pulang. Setelah aku sampai rumah, lagi lagi Hans belum pulang, aku pun langsung berfikir pasti mereka sangat bersenang-senang.


******

__ADS_1


Sudah seminggu berlalu, dan sudah seminggu juga Nindy tidak menjadi serketaris ku, dan tidak tau kenapa aku merasa kehilangan.


Pada hari ini mamaku pulang dari Australia, aku pun menjemputnya karena Hans masih sibuk.


(Setiba di bandara)


"Mom, I really Miss you." Ucapku sambil memeluk ibuku.


"Me too, dear! Kamu baik baik saja kan dengan Hans?" Tanya Ibuku


"Iya Bu, semua baik baik saja." Jawab ku.


Kami mengobrol sambil berjalan ke parkiran dan aku juga sambil membawa koper ibuku


"Oh ya sayang, Hans dua hari yang lalu menelpon mama, dia bilang sudah punya kekasih." Ujar ibuku.


"Apa? Kekasih? Siapa ma? Kok aku tidak tau?" Tanya ku kaget sekaligus penasaran.


"Wah, ternyata kalian masih tidak akrab ya... Sampai sampai adik kamu punya pacar kamu tidak tau." Ucap ibuku.


"Mama seperti tidak tau saja... Tapi siapa ma pacarnya?" Tanya ku lagi.


"Dia akan bawa nanti ke rumah.. pas makan malam nanti." Balas Ibuku.


Aku yang terus bertanya tanya dalam benakku, siapa pacar nya dan aku berharap bukan Nindy. Aku juga tidak tau kenapa berharap seperti itu.

__ADS_1


Tidak lama kami sampai ke rumah, mamaku langsung ke kamarnya karena lelah. Aku juga menelpon Sherly karena mamaku sudah kembali, karena aku berjanji akan mengenalkan Sherly pada Ibuku.


__ADS_2