Di Antara Dua Wanita Berbeda

Di Antara Dua Wanita Berbeda
kecemburuan Sherly


__ADS_3

******


Ternyata Sherly tidak ke butiknya melainkan pergi menemui Hendry.


"Hen..." Sapa Sherly lalu langsung memeluk Hendry sambil menangis.


"Kamu kenapa? Kok nangis? Bukannya tadi fitting baju?" Jawab Hendry.


"Ya aku memang fitting baju, aku sedih karena Willy berubah, dia sepertinya suka dengan serketaris nya itu." Jawab Sherly masih nangis di pangkuan Hendry.


"Kalau begitu batalkan pernikahan ini.. ngapain kamu nikah sama orang yang udah gak sayang sama kamu." Ujar Hendry.


"Tapi hen, aku cinta sama Willy, kalau aku putus siapa yang akan nikahi aku nanti di acara pernikahan nanti." Balas Sherly lagi.


"Kalau gak ada yang mau nikahi kamu, aku yang akan maju dan nikahi kamu." Jawab Hendry.


"Kamu jangan becanda hen, aku tuh serius..." Balas Sherly.


"Aku gak becanda, aku serius... Dari kita kecil aku memang selalu memimpikan untuk nikahi kamu.. tapi kamu nggak pernah melirik aku."


Ujar Hendry.

__ADS_1


"Ntahlah hen, aku gak tau harus apa... Untuk saat ini aku sangat bingung.." balas Sherly lagi.


"Iya aku tau perasaan kamu.. ya dah sekarang kita makan malam yuk. Pokoknya kamu jangan sedih dan galau lagi.." ucap Hendry.


Hendry memang mampu menghibur Sherly yang lagi sedih. Sherly memang sudah biasa curhat kepada Hendry.


******


Keesokan harinya aku tiba di kantor, dan ketika aku masuk ke ruangan ku ternyata ada Hendry.


"Hai, hen, ada apa kamu ke sini?" Tanya ku.


Lalu belum menjawab, Hendry langsung menonjok wajah kanan ku, Sehingga wajah ku memar merah dan darah sedikit.


Aku tidak membalas pukulannya, "sebenarnya ada apa dengan mu." Ucap ku kesal.


"Kau masih bertanya? Kalau kau sudah tidak mencintai Sherly kenapa kau masih mau menikahi Sherly." Bentak Hendry.


"Aku mencintai Sherly, kenapa kau tiba tiba seperti ini.. kalau kau mencintai kekasihku tidak seperti ini caranya." Jawab ku


"Kalau kau mencintai Sherly kenapa kau membuat dia sedih.. apa memang itu hobi mu.. hah!" Ujar Hendry marah.

__ADS_1


"Apa maksud kau bicara seperti itu? Hubungan aku sama Sherly baik baik saja.. kau itu yang sudah tidak waras... Sekarang kau pergi dari kantor ku atau aku panggil security." Balas ku tegas.


"Tidak perlu, aku memang sudah mau pergi... Kalau kau menyakiti Sherly lagi aku akan memukul wajah kau lagi." Ujar Hendry dan pergi.


*******


Aku bingung dengan sikap Hendry tadi, padahal hubungan aku dan Sherly baik-baik saja. Memang aku juga sudah curiga kalau Hendry pasti menyukai Sherly.


Sementara itu aku malas pulang ke rumah sehingga aku memutuskan untuk lembur di kantor.


Ketika aku sibuk dengan pekerjaan ku, Sherly datang.


"Hai sayang, kamu pasti belum makan. Makan yuk." Ajak Sherly.


"Sayang, kerjaan aku masih banyak sekali, kamu makan aja dulu, lagian aku juga belum lapar.." balas ku nada lembut sambil memegang pipinya dengan kedua tangan ku.


"Sayang... Aku gak mau kamu sakit... Pernikahan kita sebentar lagi loh.." ucap Sherly sambil memegang pinggang ku dengan kedua tangannya.


"Iya sayang, aku tau.. aku memang masih sibuk,, gimana kamu ajak Hendry makan bareng.. aku memang benaran sibuk banget." Ucapku lembut lagi.


Kami memang masih terlihat mesra, karena bagaimanapun Sherly adalah calon istriku.

__ADS_1


"Ya udah deh, aku makan di rumah aja, tapi kalau kamu sampai rumah kabari aku ya sayang." Ujar Sherly.


"Iya Sayang, nanti aku kabari kamu." Ucap ku lagi.


__ADS_2