
Sherly dan Hendry memang sedekat itu, bahkan mereka pernah berciuman. Hendry memang mencintai Sherly, namun Sherly menganggap Hendry teman tersayang nya.
Sherly dan Hendry memang sahabat dekat, Hendry hanya bisa memendam rasa dengan Sherly.
*****
Hari pernikahan ku semakin dekat, ntah kenapa aku tidak bahagia sama sekali dengan pernikahan ku ini.
Aku, Sherly, Hans dan Nindy melakukan fitting baju bersama, karena mama yang mau kami menyiapkan pernikahan kami secara bersama.
(Fitting room cowok)
"Sepertinya kau sangat bahagia, Hans?" Tanyaku pada Hans.
Padahal dalam hati aku tidak merasa bahagia, tapi karena melihat adikku sangat bahagia aku juga ikut bahagia.
"Ya, aku sangat bahagia! Seperti nya kau tidak bahagia?." Balasnya dingin dan wajah songong.
"Aku bahagia, aku bahagia jika adikku bahagia, Hans. Aku kakak mu.. aku pasti bahagia." Balas ku tersenyum walau palsu.
Lalu Hans hanya diam tidak bicara apa pun lagi padaku. Hans hanya sibuk dengan jas pengantinnya itu.
Lalu mamaku pun datang.
__ADS_1
"Duh.. anak anak mama tampan sekali.." ujar mama.
"Makasih ma, apa jas ku sudah bagus ma?" Tanya Hans dengan bahagianya.
"Bagus, kamu tampan sekali. Kamu gimana Willy? Apa sudah cocok?" Tanya mamaku.
"Ntahlah ma, apa ini cocok untuk ku?" Tanya ku lagi.
"Jas pengantinnya sih cocok.. tapi mood anak mama yang gak cocok... Apa ada masalah, nak?" Tanya mama.
Hans langsung melihat ke arahku dengan wajah dingin nya, mama juga melihat ku serius.
"Aku baik kok ma, ada masalah aja di kantor!" Jawabku bingung.
"Kantor baik baik saja." Sambung Hans santai.
"Jangan ma, ini adalah hari yang sudah aku tunggu sejak dulu." Jawabku.
"Ya sudah, mana baiknya saja. Ya sudah kalian jaga kesehatan sampai hari H nya." Ucap mamaku.
*******
(Fitting room cewek)
__ADS_1
"Ternyata kau cantik juga ya." Ucap Sherly pada Nindy.
"Mbak Sherly juga cantik." Jawab Nindy.
"Itu jelas aku cantik..(sambil berkaca dengan gaun pengantinnya) oh ya, kamu pakai pelet apa bisa buat Hans yang tampan jatuh cinta sama kamu?" Ucap Sherly cetus.
"Maaf mbak Sherly, kenapa mbak bicara seperti itu?" Jawab Nindy sopan namun wajah sedih.
"Ya aku heran saja, pertama Willy memuji mu, sekarang Hans jatuh cinta padamu." Ucap Sherly dengan wajah tidak suka.
"Saya tidak melakukan apapun mbak. Yang jelas saya hanya berbuat baik kepada seseorang, saya sangat kagum dengan mbak Sherly karena akan menikah dengan pak Willy yang sangat baik.. saya harap mbak bisa bahagia dengan pak Willy." Balasnya pada Sherly dan pergi untuk mengganti pakaian di ruangan lain.
Lalu Sherly terdiam dan berkata dalam hatinya "Willy dan Nindy saling memuji satu sama lain.. aku memang mengakui kalau Nindy gadis yang baik... Padahal aku sudah bicara seperti itu padanya." Ucapnya dalam hati.
******
Kami pun selesai fitting baju pengantin, aku mengantar Sherly pulang dan Hans mengantarkan Nindy pulang sementara mama pulang dengan sopir.
(Ketika di mobilku)
"Sayang, aku mau ke butik, kamu antar aku ke butik ya." Ujar Sherly.
"Baiklah, nanti kamu pulang dengan siapa?" Balasku.
__ADS_1
"Bisa naik taksi kok sayang. Sepertinya kamu juga lelah sekali jadi nanti kamu bisa langsung pulang." Ucap Sherly lagi.
Lalu aku pun mengantar Sherly ke butiknya dan aku langsung pulang ke rumah.