
Sudah sangat larut, aku pun pamitan pada Sherly dan ibunya. Aku terus menguatkan Sherly agar tidak sedih.
"Sayang, kalau ada apa apa telpon aku ya." Ujar ku.
"Iya sayang, kamu hati hati ya di jalan." Balas Sherly.
"Iya sayang, ingat kamu jangan lupa makan.. aku gak mau kamu sakit." Balas ku lagi sambil tersenyum.
"Iya sayang. "Memelukku dan mencium pipiku.
"Ya sudah aku pulang ya.. night!" Ujarku sambil mencium pipinya.
Lalu aku pun pergi pulang ke rumah. Lalu pagi harinya pun tiba, aku sarapan bersama dengan mama dan Hans. Karena hari ini mama masak.
"Gimana keadaan papanya Sherly, nak?" Tanya mama padaku
"Masih belum sadarkan diri ma, papanya kena serangan jantung." Balas ku.
"Ya ampun, semoga papanya cepat sembuh ya.. kan pernikahan kamu tinggal 2 Minggu lagi." Ucap mama padaku.
"Mungkin pernikahan kami di tunda dulu deh ma." Balas ku.
"Jadi pernikahan Hans gimana?" Tanya mama.
"Tentu saja di laksanakan, ma." Sambung Hans.
"Kau ini keterlaluan ya.. Sherly sedang berduka." Ujar ku.
"Aku tidak peduli, yang menikah aku bukan kau." Balas Hans dingin.
__ADS_1
"Ya sudah, kita lihat nanti ya... Mama harap semuanya baik baik saja." Sambung mama.
Lalu aku pun selesai makan, aku langsung berangkat ke kantor. Sebelum arah ke kantor aku singgah membeli bunga dan mengirimkan bunga itu pada Nindy.
*******
"Ada bunga? Siapa pengirimnya?" Tanya Hans.
Karena Hans dan Nindy berangkat bersama.
"Saya juga nggak tau pak." Jawab Nindy.
"Itu ada card nya. Coba kamu lihat siapa!" Ujar Hans.
Nindy pun gugup, Nindy takut kalau Willy akan menuliskan namanya di kartu itu.
Lalu Nindy membuka kartu ucapannya dan ternyata....
Bunga yang indah untuk pagi yang indah, semangat sayang culun ku.
From: penggemar mu)
"Penggemar? Beraninya dia!" Ujar Hans lalu membuang bunga itu ke tong sampah.
"Kok di buang?" Ujar Nindy sedikit sedih namun agak kesal.
"Kamu calon istriku." Jawab Hans lalu masuk ke ruangannya.
Ketika Hans sudah masuk ke ruangannya, Nindy langsung mengambil bunga itu dan menyembunyikan bunga itu.
__ADS_1
Nindy sangat bahagia karena Willy tidak lupa padanya.
*********
Ketika siang hari pas jam makan siang ternyata Sherly datang.
"Sayang, kamu sibuk ya." Sapa Sherly
"Hai sayang, kamu datang!" Jawabku
Aku tidak tau kenapa Sherly sangat agresif akhir-akhir ini, lalu aku sadar karena aku juga yang salah karena kurang perhatian padanya.
Aku dan Sherly pun saling bermesraan, berpelukan bahkan berciuman. Karena aku lelaki normal aku lakukan saja.
****
Ketika Sherly dan Willy berciuman, ternyata ada Nindy yang datang untuk mengantarkan makan siang. Nindy sangat cemburu melihat mereka dan langsung pergi sambil menangis dengan membawa rantangnya.
Nindy langsung berlari ke kamar mandi dengan air mata.
"Sakit sekali rasanya, namun aku bisa apa? Aku memilih sendiri keputusan ini. Aku sangat mencintai pak Willy." Ujar Nindy dalam hati sambil menangis.
Setelah memenangkan hatinya dan menghapus air matanya, lalu Nindy pergi ke ruangan Hans dan memberi makanan yang sudah di bawanya itu.
"Kamu kenapa? Mata kamu sembab." Tanya Hans sambil mengunyah makanannya.
"Tidak apa apa kok pak. Tadi saya kelilipan kena debu." Jawab Nindy.
"Lain kali hati hati dong." Ujar Hans.
__ADS_1
Hans dan Nindy memang belum mesra seperti pasangan lainnya, karena Nindy masih enggan kepada Hans.