Di Antara Dua Wanita Berbeda

Di Antara Dua Wanita Berbeda
hubungan gelap ku


__ADS_3

Lalu Nindy permisi ingin pulang dengan alasan ayahnya menelpon.


"Maaf Tante, saya harus pulang. Ayah saya sendiri di rumah." Ucap Nindy.


"Wah cepat sekali. Tapi ya sudah hati hati ya." Ucap mama.


Lalu Hans mengantarkan Nindy pulang, dan tak lama Willy juga mengantar Sherly pulang.


(Saat di mobil Hans)


"Pak, kenapa bapak bilang saya pacar bapak?" Tanya Nindy.


"Aku menyukai kamu, dan aku serius ingin menikah dengan kamu." Ucap Hans santai.


"Tapi bapak harus bicara dulu ke saya, tanya ke saya setuju atau tidak... Saya kan belum setuju untuk menikah." Ujar Nindy


"Aku tau ini mendadak.. aku mau beri kamu kejutan, lagian kita sudah dekat. Jadi aku pikir lebih baik aku langsung melamar kamu." Ucap Hans.


"Saya tidak mau menikah pak. Saya masih mau merawat ayah saya." Ujar Nindy.


"Jika Willy yang mengajak kamu menikah, apa kamu juga menolak?" Tanya Hans santai.


"Hah, apa? Aa.. itu.. itu tidak mungkin... Pak Willy sudah punya Sherly." Ujar Nindy sedikit gugup.


"Baiklah kalau begitu jangan menolak. Kita akan menikah di hari yang sama." Ucap Hans tegas.


"Tapi pak, saya tidak mencintai bapak." Ucap Nindy.


"Nanti kamu akan mencintaiku." Ujar Hans santai.


Lalu Nindy hanya diam dan murung. Nindy bingung harus berkata apa lagi. Apa dia harus pasrah. Sementara dia masih berdebar mengingat ciuman Willy tadi. Apalagi itu ciuman pertama nya.


*****


Setiba di rumah Sherly.


"Ma, tadi Willy sudah melamar ku." Ucap Sherly yang senang.


"Benarkah? Wah mama senang sekali." Ucap mama Sherly.

__ADS_1


"Sayang, bilang ke mama dong, kapan rencana pernikahan kita?" Ujar Sherly pada ku.


"Aku ikut saja sayang, kapan kamu mau aku setuju saja." Jawab ku pasrah.


"Baik lah, bagaimana dua bulan lagi." Ujar Sherly.


"Apa? Bukankah terlalu cepat?" Jawab ku kaget.


"Tante rasa tidak nak, lebih cepat lebih baik." Ucap mamanya Sherly.


Lalu aku terdiam dan pasrah saja, seharusnya aku bahagia tapi malah sebaliknya. Lalu aku pamit pulang kepada Sherly dan mamanya.


Aku masih bingung dengan perasaanku ini. Bagaimana bisa aku mencintai dua wanita sekaligus. Lalu aku pergi ke rumah Nindy.


(Di rumah Nindy)


"Mau apa lagi bapak ke sini?" Tanya Nindy cetus.


"Aku mau kamu jadi pacarku.. tapi hanya kita berdua saja yang tau." Ucapku


"Hah? Apa bapak pikir aku wanita seperti itu? Aku gak bisa." Balasnya kesal.


"Lebih baik bapak ingat lagi Sherly. Ingat dulu gimana bapak berjuang mendapatkan cintanya, jadi lebih baik bapak pergi sekarang." Ucap Nindy kesal.


"Aku juga bingung, aku sangat bahagia di dekat mu.. aku cemburu kamu dekat dengan Hans." Ujar ku lagi.


" Ya, karena bapak tidak waras. Sudah pergi sana." Ucap Nindy lalu masuk ke rumah nya.


Aku seperti orang kebingungan dan pulang ke rumah. Aku semakin hari semakin galau. Apalagi pernikahan ku tinggal dua bulan lagi.


*****


Semua pada sibuk mempersiapkan pernikahan ku, Hans, Sherly dan Nindy. Sudah sebulan berlalu, persiapan pernikahan sudah mulai selesai.


(Saat di kantor di meja Nindy)


"Apa ada Hans di dalam?" Tanya ku pada Nindy.


"Tidak pak, pak Hans sedang ada urusan di luar." Ucap Nindy yang datar.

__ADS_1


"Apa kau bahagia?" Tanya ku dengan wajah sedih.


"Nanti bisa bahagia, hanya menunggu waktu saja." Ucap Nindy datar.


"Nin, apa tidak ada sedikitpun kamu mencintai ku?" Tanya ku lagi


"Tidak." Jawabnya singkat dengan tegas.


"Baiklah, aku akan menikah dengan Sherly. Aku harap kamu bahagia ya." Ucapku dan pergi dengan sedih.


*******


Saat Willy pergi, Nindy meneteskan air matanya. "Aku juga berharap kamu bahagia, andai kita bertemu sebelum kamu mencintai Sherly." Ujarnya dalam hati.


*******


Sherly datang ke kantor Hendry dengan tujuan untuk mengundangnya di pernikahannya dan Willy.


"Hai hen, kamu sibuk?" Sapa Sherly dan memeluk Hendry


"Jika ada kamu bagaimana mungkin aku sibuk." Balasnya senang.


"Aku sangat merindukanmu. Kamu sudah jarang menemui ku." Ucap Sherly.


"Aku lebih merindukan mu, tapi apa daya. Kamu sibuk dengan kekasihmu itu." Ucap Hendry.


"Ya bagaimana lagi, aku takut dia main serong." Ucap Sherly sambil tertawa.


"Jika dia tulus mencintaimu dia tidak akan main serong, bahkan melirik wanita lain." Ujar Hendry.


Lalu Sherly terdiam karena yang dia tau Willy sering melirik Nindy.


"Ada apa kamu ke sini? Tumben!" Ujar Hendry.


Sadar dalam diam. "Oh iya aku mau kasih undangan pernikahan. Tiga Minggu lagi aku akan menikah..." Ujarnya senang.


"Benarkah? Jadi kamu sudah yakin menikah dengan dia." Balasnya dengan wajah sedikit murung.


" Ayolah, jangan murung seperti itu..." Ucap Sherly dan memeluk Hendry.

__ADS_1


"Ya kamu kan tau aku selalu mencintaimu... (Mencium kening Sherly) jika Willy menyakiti mu aku orang pertama yang akan menghajar nya." Ujar Hendry.


__ADS_2