Di Antara Dua Wanita Berbeda

Di Antara Dua Wanita Berbeda
Adikku Jatuh cinta


__ADS_3

Lalu kami hanya diam saja saat itu, aku hanya melihat ponselku dan Hans juga hanya melihat ponselnya. Lalu ada yang membuka pintu dan ternyata si culun datang.


"Permisi. Pak! Ini saya bawakan tehnya." Ucap Nindy dan meletakkan teh nya dengan hati hati.


"Terima kasih." Jawab Hans d


Sambil menatap wajah Nindy dengan tajam.


Aku melihat ekspresi adikku itu yang penuh hayat memandang Nindy. Apa dia suka dengan si culun. Daripada aku penasaran dan aku pun menanyai Hans setelah Nindy pergi.


"Baiklah saya permisi." Ujar Nindy.


"Tunggu, apa ruanganku sudah selesai di bersihkan?" Tanya adikku dengan Nindy.


"Ya, ruangan? Ruangan apa ya pak?" Tanya Nindy lagi dengan bingung.


"Ee. Dia serketarisku Hans. Jadi dia tidak tau.. nanti serketaris mu akan datang ke sini kalau ruanganmu sudah selesai di bersihkan." Balas ku dengan gaya sok cool.


"Apa saya sudah bisa keluar?" Tanya Nindy lagi bingung.


"Ya, keluar saja sana, tugasmu selesai." Jawabku sedikit cetus


Aku melihat wajah Nindy yang berubah tidak senang dengan ku, namun aku cuek saja, karena aku kan memang suka membuat dia kesal. Yang aku heran adikku yang setampan dan sekeren itu terus memandangi Nindy yang culun sampai dia membuka pintu dan keluar. Aku makin penasaran.

__ADS_1


"Hans, apa sudah puas memandangi serketaris ku?"tanya ku sedikit kesal namun masih terlihat santai.


"Dia cantik! Bisakah dia jadi serketarisku? Tanya adikku tanpa rasa berdosa dan meminum tehnya.


Aku pun terkejut sambil memutar-mutar dasiku karena ntah kenapa dadaku rasanya sesak mendengarnya.


"Apa? Dia serketarisku, apa kau menyukainya???" Tanya ku sedikit cemburu


"Ya aku menyukainya, dia cantik!" Jawab adikku santai.


"Ya ampun, semenjak tinggal di Australia kenapa selera menurun? Apa kau tidak salah???" Jawabku dengan wajah kesal.


"Lalu kenapa wajahmu seperti itu? Kalau bagimu dia tidak cantik jadi seharusnya kau tidak keberatan kan dia jadi serketarisku?" Balasnya tanpa rasa berdosa.


"Ya.. aku tidak menyukainya, aku sudah punya pacar, lagian seleraku lebih baik darimu." Jawabku yang sedikit terbata bata.


"Duh, kau ini semakin pede saja, kau sudah punya serketaris dan tidak bisa di ganggu gugat lagi." Balas ku.


Kenapa papa mengirim dia ke sini, sangat membuatku kesal. Apalagi dia kepedean untuk mendekati serketarisku, aku tidak akan biarkan Nindy dekat dengannya karena aku tau dia sering have sex di Australia sana.


Lalu tidak lama serketaris adikku datang dan dia pun pergi keluar dari ruanganku, ternyata adikku bukan langsung ke ruangannya tapi dia singgah di meja si culun dan mengajaknya ngobrol.


"Hai, aku tidak tau namamu. Nama kamu siapa?" Tanya Hans.

__ADS_1


"Oh iya pak, saya Nindy serketaris pak Willy." Jawab Nindy


"Saya Hans, wakil direktur baru di sini dan sekaligus adiknya Willy." Balas Hans dengan senyuman.


Lalu aku yang ada di belakang Hans melihat adikku tersenyum dengan Nindy, padahal Hans anaknya jarang senyum dengan orang lain.


"Ehem... Maaf pak Hans, saya butuh serketaris saya." Ucapku cetus.


"Baiklah Nindy, saya ke ruangan saya dulu ya." Pamitnya sambil tersenyum lebar.


Dan yang aku heran Nindy juga tersenyum padanya dan membuat ku semakin panas.


Lalu aku dan Nindy pun masuk ke ruangan ku.


"Ada apa Pak?" Tanya Nindy.


"Saya gak mau kamu dekat dekat dengan adik saya." Ujar ku santai.


"Memangnya kenapa pak? Pak Hans baik, dia ramah!" Balasnya


"Dia itu playboy, saya gak mau kamu sakit hati dengan dia." Balas ku


"Apa ini termasuk dengan pekerjaan pak? Sakit hati atau tidak itu bukan urusan bapak. apa ada yang lain pak." Ujarnya santai tapi Ngotot.

__ADS_1


"Sudahlah, pergilah.." jawab ku cetus.


Lalu Nindy pun pergi, sebenarnya yang ada di hatinya dia sedih dengan sikap Willy sehingga dia berkata dalam hatinya "andai dia tau kalau aku suka padanya, tapi dia sama sekali tidak peduli perasaan ku sama sekali." Ujar Nindy dalam hatinya.


__ADS_2