
Lalu Hendry hanya melihat ku heran, aku juga sedikit lega jika suatu saat aku menyakiti Sherly ada Hendry yang ada di samping nya.
Tidak lama kemudian aku pun pulang ke rumah. Saat aku hendak mengganti baju di kamar ku tiba tiba Hans masuk ke kamar ku.
"Apa besok kau sibuk?" Tanya Hans dingin.
"Tentu saja.. aku setiap hari sibuk... Pertanyaan bodoh." Ujarku cetus.
"Mama besok minta kita jam 10 ke bandara." Ucap nya dingin.
"Untuk apa?" Tanya ku.
"Papa dan Steve datang.. kita kan akan menikah... Dasar bodoh." Ucap nya dingin.
Tanpa berkata apa-apa lagi Hans langsung keluar dari kamar ku, aku memang benci sikap dinginnya itu. Satu sisi aku juga senang karena papa dan adikku Steve akan datang.
*******
Aku dan Hans pun ke bandara dengan satu mobil, karena papa tau kami saling akrab sementara mama menyiapkan makanan di rumah.
"Hai my Sons." Sapa papa sambil memeluk ku dan Hans.
"Hei my brothers..." Sapa Steve sambil memelukku dan Hans.
__ADS_1
"Pa, gimana perjalanannya?" Tanya ku.
"Very well, nothing problem." Jawab papa.
"Come on, let's go!" Ujar Hans.
Tanpa berkata kata lagi kami pun langsung ke parkiran mobil dan pulang. Setiba di rumah mama sangat menyambut Steve dan papa juga, walaupun mereka sudah berpisah.
"Steve sayang.... I Miss you." Sapa mama dan memeluk Steve.
"Me too, Mom... I Miss you.. I love you..." Balasnya sambil memeluk mama dan mencium pipi mama.
"Willy, antar papa dan Steve ke kamar ya, Hans bantu mama di dapur." Ujar mama.
Steve sangat akrab dengan ku dan Hans. Steve adik yang periang dan juga baik kepada kakak-kakak nya. Steve masih anak sekolahan yang berumur 16 tahun. Dia sekolah di Australia dari SMP dan SMA nya sekarang, ketika SD dia masih sekolah di sini.
Setelah mengantar papa dan Steve ke kamar, kami berkumpul lagi di meja makan. Aku sangat bahagia karena kami berkumpul layaknya keluarga yang sempurna. Aku juga melihat Hans yang tampak sangat bahagia.
"Kak Hans, kak Stephanie titip salam ke kakak." Ujar Steve.
"Bilang padanya kakak mau menikah.. kamu masih menggoda nya ya." Balas Hans Dengan tertawa kecil.
"Hahaha, aku kan memang suka menggoda pacar pacar kakak." Balas Steve lagi.
__ADS_1
"Sayang, ingat sekolah dulu yang bener." Sambung mama yg bicara tertuju pada Steve.
"Bukan begitu ma, di sana pacar pacar kak Hans seksi dan cantik cantik, aku aja kaget kak Hans mau nikah dengan cewek culun." Ujar Steve tertawa sambil menggoda Hans.
"Ish, kau ini.. justru itu kakak suka padanya... Dia itu berbeda, biasanya kakak yang di kejar-kejar wanita ini malah sebaliknya." Balas Hans santai.
"Wah, ternyata pamor kak Hans turun di sini... Malah kak Willy yang naik pamor.." ujar Steve sambil tertawa.
Ya seperti itulah adikku Steve, dia memang suka menggoda kakak kakak nya, bahkan kadang suka menjahili aku dan Hans tapi kami sangat menyayangi adikku itu.
*******
Keesokan harinya adalah hari libur, aku datang ke rumah Sherly karena papa nya sudah membaik. Kami pun duduk di ruang tamu rumah Sherly.
"Bagaimana keadaan Om sekarang?" Tanya ku sopan.
"Sudah membaik kok, Nak... Waktu itu Om hanya kaget dan sedih perusahaan Om merugi dan terancam bangkrut." Balas papanya Sherly.
"Gimana kalau saya tanam saham di perusahaan Om." Tawar ku.
"Tidak usah, Nak.. semuanya sudah Hendry yang tangani! Hendry sudah tanam modal di perusahaan Om." Tolak papanya Sherly sopan.
Aku yang telat langkah lagi dengan Hendry. Memang aku mengakui kalau Hendry memang sangat peduli dengan keluarga Sherly dan itu membuat ku semakin yakin Hendry lebih cocok dengan Sherly daripada aku.
__ADS_1