
*******
Esok harinya Stephanie menelpon Hans dan bilang dia sudah ada di hotel di kota ini. Lewat telpon tentunya karena Steve sudah memberikan nomor Hans yang baru.
"Siapa ini?" Jawab Hans.
"Ini aku. Apa kamu masih ingat?" Tanya Stephanie.
"Kau.. (kaget) kamu tau nomer ku.. ada apa kamu menelpon?" Ujar Hans.
"Aku di kota kamu sekarang... Apa bisa kita bertemu?" Ucap Stephanie.
"Baiklah, dimana?" Tanya Hans.
"Di restauran hotel Purnama.. aku tunggu ya, sekarang!" Ucap Stephanie lalu menutup telponnya.
Hans pun terburu buru menemui mantan kekasihnya itu.
(Di restauran)
"Kapan kamu datang?" Ujar Hans yang masih kaku.
"Aku dengar kamu mau menikah. Jadi aku datang!" Jawabnya murung.
"Bukannya seharusnya kamu senang? Bukankah kamu yang minta aku pergi?" Balas Hans.
"Aku sudah tau semuanya, Hans! Aku yang sudah salah paham! Tapi jika kamu bahagia dengan pernikahan mu, aku juga ikut bahagia!" Ucap Stephanie sedih.
"Jangan sedih begitu! Aku nggak bisa lihat kamu sedih.. aku senang kamu sudah tau semuanya! Jika untuk kembali seperti dulu sudah terlambat!" Balas Hans.
"Iya, aku berharap wanita itu mencintai mu lebih dari aku yang selalu mencintaimu." Balas Stephanie lagu sambil sedih dan langsung pergi.
__ADS_1
Hans pun langsung sedih mendengar perkataan Stephanie, karena sampai sekarang Hans tidak tau Nindy mencintainya apa tidak.
******
Sementara itu Hans akhir-akhir ini sibuk bertemu dengan Stephanie, dengan berbagai alasan dengan Nindy, sementara Willy juga lebih sering dekat dengan Nindy. Sementara Sherly sangat sibuk membantu ekonomi keluarganya.
Dan pihak orang tua sibuk dengan persiapan pernikahan mereka.
Namun hari pernikahan pun tiba. Hari yang di mana hari yang sedih untuk Willy dan Nindy. Namun Willy sudah berjanji pada Nindy untuk berterus terang pada hari pernikahan ini.
Namun di saat pernikahan sudah mau di mulai, Hans dan Sherly malah tidak tampak, sehingga semuanya pada heboh dan bingung.
"Willy, mana mempelai wanita kamu? Sudah jam brp ini?" Ujar mamaku.
"Aku juga tidak tau ma, lalu dimana Hans?" Tanya ku juga bingung.
"Sudah ma, lebih baik kak Willy dan kak Nindy saja yang menikah." Sambung Steve santai.
"Steve, ini bukan waktunya bercanda." Ujar mamaku.
Aku hanya diam, aku tidak tau harus bicara apa lagi.
*****
Lalu setelah 10 menit kemudian keluarlah Sherly dengan gaun pengantinnya, namun di belakang Sherly ada Hendry.
"Maaf semuanya! Saya tidak bisa menikah dengan Willy. Karena setengah jam yang lalu saya sudah menikah dengan Hendry." Ujar Sherly bahagia.
Semuanya pun kaget mendengar pernyataan Sherly yang sebenarnya aku juga terkejut tapi aku bahagia karena aku tidak perlu berkata apapun.
"Lalu aku bagaimana?" Tanya ku santai.
__ADS_1
"Aku tau kamu mencintai Nindy kan... Aku juga sadar kalau Hendry yang selalu ada untukku.." balas Sherly.
"Jadi kamu sudah tau hubungan ku dengan Nindy?" Tanya ku kaget.
"Aku tau, lagian kamu itu ternyata bukan tipe ku " ujar Sherly yang tertawa.
Aku pun ikut tertawa, karena aku lega bahwa Sherly juga bahagia. Lalu di saat kami semua tertawa, Hans datang dengan menggandeng Nindy. Aku sangat sedih karena Hans datang dan benar benar mau menikahi Nindy.
"Hei, brother! Ini aku bawakan mempelai wanita mu." Ujar Hans yang membuat ku terkejut senang.
"Jadi kau juga sudah tau Hans?" Tanya ku senang.
"Iya aku sudah tau, Nindy sudah katakan semuanya padaku... Ternyata kau itu kakak yang bodoh dan pengecut." Ujar Hans santai dan tersenyum padaku.
Lalu aku dan Hans pun saling berpelukan.
"Lalu bagaimana dengan mu Hans?" Tanya ku.
"Aku sudah balikkan dengan Stephanie! Jadi kau tidak perlu khawatir! Jawab Hans santai.
Mendengar perkataan Hans aku sangat senang sekali karena bagiku ini kejutan yang sangat indah. Lalu aku berjalan ke arah Nindy yang sangat cantik dengan gaun pengantinnya dan memegang tangannya. Lalu kami pun menikah dengan sangat bahagia.
"Akhirnya rencana ku berhasil." Ujar Steve.
"Kau ini memang nakal ya... Tapi terima kasih ya sudah menolong kakakmu ini." Balasku bahagia dan memeluk Steve.
"Tentu aku harus bantu kakak ku yang satu ini, karena kedua kakak ku kan payah!" Ucapnya santai dan tertawa.
"Apa?" Ujar ku dan Hans serentak.
Lalu aku dan Hans pun kejar kejaran dengan adikku yang nakal itu.
__ADS_1
Aku sangat senang akhirnya semuanya bahagia dan berjalan dengan baik.
The End...