Di Antara Dua Wanita Berbeda

Di Antara Dua Wanita Berbeda
Kedekatan Adikku dengan Serketarisku


__ADS_3

Pada saat jam istirahat Sherly datang ke kantor dan datang ke ruanganku.


"Hai sayang..." Sapa Sherly lalu mencium pipi ku.


"Hai sayang, kamu di sini.. tumben!" Kata ku manja.


"Iya setelah aku pikir pikir aku kira perhatian sama kamu." Jawabnya


"Nggak kok, aku juga paham kamu sibuk." Balasku.


"Ya dah yuk kita makan bareng.." ajak Sherly.


"Ayo sayang!" Balas ku.


Setelah aku keluar ruangan ternyata ada adikku di meja Nindy.


"Kau di sini Hans?" Tanya ku.


"Iya aku mau ajak Nindy makan siang bareng." Jawab adikku dingin.


Lalu mereka berdua pergi begitu saja. Bahkan Hans tidak menanyai siapa wanita yang ada di sampingku.


"Yang tadi siapa sayang? Pacar serketaris kamu ya?" Tanya Sherly.

__ADS_1


"Bukan, dia Hans adikku." Jawabku lesu.


"Oh, pantes mirip dengan kamu, cuma beda rambut dan penampilan aja." Balas Sherly.


"Sayang, apa dia adikku lebih tampan dari ku?" Tanya ku


"Ya kamu lah, adik kamu sombong sekali, bahkan dia tidak tanya aku." Balas Sherly


Namun aku hanya diam, dan bingung kenapa Nindy tidak menyukai ku sama sekali.


Lalu aku dan Sherly pun pergi makan. Namun ntah kenapa aku tidak semangat sama sekali, Sherly bicara panjang lebar namun aku hanya senyum dan mengiyakan Sherly, aku hanya memikirkan mereka sedang apa saat ini.


"Sayang, kamu kenapa sih?" Tanya Sherly.


"Kamu kok gak semangat kayak lagi mikirin sesuatu.. mikirin apa sih?" Tanya Sherly lagi.


"Nindy." Jawabku tidak sadar namun pelan.


"Apa?" Tanya Sherly dengan nada kuat.


"Eh, mikirin kerjaan sayang." Jawabku dengan gugup dan tersadar.


"Oh.. ya dah habis ini kita langsung ke kantor aja. Kasihan kamu lagi banyak pikiran." Ujar Sherly

__ADS_1


Aku juga bingung ada apa denganku, padahal aku sangat mencintai Sherly.


Ketika jam pulang kantor aku tidak sengaja melihat Hans dan Nindy pulang bersama. "Heh, kemarin Fuad, sekarang adikku... Dasar." Ucapku dalam hati dengan kesal.


*****


Aku pun sampai di rumah, lalu aku bertanya pada pembantuku atau Hans sudah pulang atau belum, namun Hans belum pulang, lalu ntah kenapa aku malah menunggu Hans sampai dia pulang. Dan pada akhirnya Hans pulang ke rumah jam 9 malam.


"Kau darimana? Kenapa baru pulang? Apa kau nyasar?" Tanya ku kepo.


"Ada apa dengan mu, tidak biasanya. Aku tidak mungkin nyasar, kan sudah ada google maps." Jawabnya santai.


"Lalu kau dari mana? Di sini kan kau tidak ada teman." Tanya ku lagi


"Aku dari rumah Nindy, ternyata dia pintar masak. Aku jadi makin penasaran sama dia. Aku nyaman di dekatnya." Jawabnya santai.


"Kau itu atasan di kantor, jaga image mu. Apa kata karyawan yang lain nanti." Ucapku tegas.


"Sejak kapan aku peduli kata orang? Sudahlah aku mau ke kamar.. aku mau menelpon Nindy." Jawabnya santai dan pergi begitu saja.


Aku pun makin panas mendengar itu, ternyata mereka sudah tukar nomor Hp. Aku semakin kesal dan sesak mendengarnya. Aku juga tidak tau kenapa.


Aku juga tidak habis pikir adikku yang dulu aku tau punya kekasih yang cantik dan seksi sekarang dia malah menyukai serketarisku yang culun itu, aku juga jadi khawatir dengan Serketarisku itu, aku takut Hans hanya akan menyakiti hati nya.

__ADS_1


__ADS_2