
Aku sangat senang sekali kejadian tadi malam.
(Ketika sarapan pagi)
"Wah wah... Willy kelihatannya bahagia sekali.." ucap mama sambil menggodaku.
"Mama, memangnya selama ini aku gak bahagia." Balasku senyum.
"Ya bukan begitu, waktu fitting baju kan mama lihat kamu seperti ada masalah gitu." Ucap mama.
"Ya itu karena ada masalah aja ma, bukan hal yang serius." Balas ku.
"Oh, ya! Nanti kalian telpon ya pacar pacar kalian, mama undang makan malam di rumah." Ucap mama.
"Nggak perlu lah ma, kan udah pernah makan malam di sini." Balas ku.
"Baiklah, ma! Nanti pulang dari kantor aku dan Nindy ke rumah." Sambung Hans dengan wajah datarnya itu.
"Tu, Hans aja gak keberatan! Kamu lembur lagi?" Tanya mama.
"Ya sudah, nanti aku telpon Sherly untuk datang ke rumah." Jawabku.
Aku pun bergegas pergi ke kantor, sebelum pergi aku sudah mengirim pesan pada Sherly untuk ke rumah nanti malam karena aku takut lupa.
__ADS_1
Ketika sampai di kantor aku sudah melihat Hans yang selalu nempel pada Nindy, namun aku masih ingat kejadian tadi malam jadi mood ku baik lagi. Aku lagu memikirkan bagaimana caranya agar bisa bersama Nindy lagi.
*******
Malam hari di rumah ku...
Ketika aku pulang ternyata Sherly sudah ada di rumah, sementara Hans dan Nindy belum datang.
"Hai, sayang kamu dah pulang ya." Sapa Sherly sambil memelukku dan mencium pipiku.
"Kamu dah dari tadi di sini? Kok gak telpon biar aku pulang lebih awal sayang." Balas ku.
"Gapapa! Aku tau kok kamu sibuk... Lagian aku juga baru 15 menit di sini." Jawab Sherly.
"Oh ada kok di dapur, aku nunggu di sini kamu kan tau aku gak bisa masak. Tapi ada Nindy kok bantuin Tante." Balas Sherly.
"Jadi Nindy udah di sini? Berapa lama dia di sini?" Tanya ku.
"Ya gak tau sih! Soalnya waktu aku datang dia udah di sini." Jawab Sherly.
"Nindy dari tadi siang aku suruh ke rumah." Sambung Hans yang baru masuk dari pintu depan.
Hans pun pulang ke rumah, aku senang Nindy membantu mama di dapur karena memang dia pintar memasak, sementara Sherly tidak bisa pekerjaan rumah tangga sama sekali. Aku pun mulai membanding-bandingkan mereka berdua.
__ADS_1
Lalu aku mengganti baju, sementara Sherly menunggu di ruang tengah.
Ketika aku selesai mandi, ada Nindy yang masuk ke kamar ku. Aku kaget tapi senang karena dia ada di kamar ku.
"Ya ampun, maaf! Saya gak tau bapak masih pakai handuk." Ujarnya yang gugup sambil menutup matanya lalu menolehkan wajahnya ke arah dinding.
"Tidak masalah! Ada apa kamu ke kamar ku?" Tanya ku santai.
"Iya saya di suruh Tante, kata Tante makanan sudah siap, jadi bapak di tunggu di bawah." Jawabnya yg masih menoleh ke dinding.
"Sherly mana? Kenapa bukan dia yang sampaikan?" Balasku.
"Mbak Sherly pulang pak, dia ada urusan mendadak. Masa bapak nggak tau!" Ujar Nindy jutek, Nindy jutek karena Willy bertanya tentang Sherly.
"Oh, aku belum lihat ponselku, ya sudah aku nanti akan turun!"
"Iya, saya permisi!" Ujarnya membuka pintu kamar.
"Tunggu" ucap ku.
Lalu Nindy diam hanya berdiri membelakangi ku, aku pun melangkah ke arahnya dan memeluknya dari belakang dengan masih memakai handukku tapi tidak pakai baju.
"Terima kasih.. aku mencintaimu!" Ujarku sambil memeluk Nindy dari belakang.
__ADS_1