Di Antara Dua Wanita Berbeda

Di Antara Dua Wanita Berbeda
bertemu Ibu kekasihku


__ADS_3

Sampai di kantor aku manggil Nindy ke ruangan ku. Lalu tak lama Nindy pun datang.


"Ya pak ada apa?" Tanya Nindy.


"Silahkan duduk." Ucapku


Lalu Nindy pun duduk. Lalu aku melanjutkan pembicaraan ku.


"Saya minta maaf ya kalau ada salah ucapan sama kamu." Ujar ku dengan tulus.


"Bapak tidak ada salah kok, jadi kenapa harus minta maaf." Balas Nindy.


"Ya saya merasa sikap kamu berubah ke saya.. kami sekarang juga tidak mengantar makanan ke saya." Ucapku.


"Maaf pak, yang pertama saya bukan koki tapi serketaris bapak dan kedua saya sudah bersikap layaknya serketaris, dan yang ketiga saya juga gak mungkin sama bapak terus, bukannya bapak sudah punya pacar, jadi alangkah baiknya bapak menghabiskan waktu dengan pacar bapak itu." Balas Nindy santai.


Mendengar perkataan Nindy membuat kesal dan memang ada benarnya.


"Iya benar, saya memang punya pacar, cantik lagi. Ya sudah kamu boleh pergi." Balas ku dengan sok santai.

__ADS_1


Lalu Nindy pun keluar dari ruangan ku. Aku pun jadi merasa serba salah dan bertanya tanya ada apa dengan ku.


****


Satu sisi Nindy terlihat sedih dan menguraikan air mata dan berkata dalam hatinya " seandainya bapak tau saya suka sama bapak, namun saya sadar saya tidak ada apa apanya di bandingkan Bu Sherly. Semakin saya dekat dengan bapak semakin saya terluka." Sambil menangis.


*******


Jam pulang pun tiba, saat aku keluar ruangan ku ternyata sudah ada Fuad yang berdiri dekat Nindy dan mengajaknya pulang bersama, ya aku sebenarnya ingin mengajaknya pulang namun Fuad sudah mengajaknya lebih dulu.


Aku malas pulang, lalu aku menelpon Sherly dan pergi ke butiknya. Lalu sampai lah aku di butiknya dan setelah itu kami pergi ke rumah Sherly untuk ketemu ibunya.


" Iya nak Willy, Sherly sudah cerita banyak tentang kamu." Ucap ibunya pada ku.


" Benarkah, yang jelek jelek atau yang bagus bagus ni." Ujarku sambilĀ  tertawa kecil.


" Yang bagus bagus dong tentunya." Jawab ibunya Sherly.


Lalu kami pun duduk di ruang tamu, aku pun mengobrol sopan dengan ibunya kekasihku sampai pada akhirnya ibunya Sherly bertanya tentang keseriusan ku.

__ADS_1


Ibunya Sherly pun mulai menanyakan keseriusan ku pada Sherly.


"sudah berapa lama pacaran dengan Sherly?" Tanya ibunya padaku.


Aku mulai gugup dan sedikit nelan ludah "sudah 6 bulan Tante." Jawabku


"Sudah 6 bulan ya, apa ibu kamu sudah tau kalau kamu berhubungan dengan Sherly?" Tanyanya lagi.


"Belum Tante, pasti nanti saya akan mengenalkan Sherly pada mama kok Tante, kebetulan mama lagi di luar negeri." Jawabku senyum.


"Tante tuh mau kalian ke jenjang serius, untuk apa lama lama.." ujarnya ibu Sherly.


"Iya Tan, saya juga mau serius kok dengan Sherly, secepatnya saya akan kenalkan Sherly pada mama." Balasku santai.


"baguslah kalau begitu, Tante lega mendengarnya!" ujar Ibunya Sherly.


"Ma, lagian mama gak usah khawatir... Willy pasti akan menikah dengan aku.. kami saling mencintai.. ya kan sayang!" ujar Sherly senang.


"Iya sayang!" balasku sambil tersenyum.

__ADS_1


Melihat senyum di wajah Sherly dan Ibunya membuat ku juga ikut senang, namun entah kenapa aku jadi kepikiran dengan Nindy si serketaris Culunku itu. Lalu aku mulai fokus kembali dan menghilangkan pikiran ku tentang si culun.


__ADS_2