
****
Keesokan harinya...
Aku dan serketaris ku mempersiapkan untuk meeting nanti setelah jam istirahat. Lalu pada akhirnya jam makan siang pun tiba.
" Nindy, ayo kita makan siang." Ajak ku pada serketaris culunku.
" Duh gimana ya pak, saya sudah bawa bekal. Apa bapak mau makan masakan saya?" Tawar dia kepadaku.
" Boleh. Apa kamu membuat banyak?" Tanya ku takut nanti gak cukup.
" Banyak kok pak. Saya suka makan dengan karyawan yang lain jadi saya berniat membagi." Ujarnya.
" Baiklah, kita makan di ruangan saya saja. Nanti gak enak kalau di pantry." Balas ku
" Baik pak, saya ambil dulu makanan dan piringnya." Balasnya
Aku pun menunggu dan pada akhirnya dia datang, dia pun mulai membuka rantangnya dan menyajikan makanan untuk ku, lalu aku pun mencicipi makanannya. Aku sontak kaget ternyata makanannya enak sekali, aku gak nyangka ternyata dia pintar masak juga.
" Gimana pak? Apa enak?" Tanya Nindy
" Biasa saja. Karena saya sudah lapar makanya saya makan." Ucapku dengan gengsi ku.
Padahal aslinya enak sekali, aku sampai mau nambah, cuma gengsi sama dia.
"Kalau bapak mau nanti saya masakkan yang lebih enak lagi." Tawar serketaris culunku lagi.
"Baiklah, masak yang lebih enak dan banyak lagi ya... Siapa tau saya kelaparan." Ucap ku dengan sok jual mahal padahal aku mau sekali.
__ADS_1
" Iya pak, nanti saya masakkan yang enak untuk bapak." Balasnya lagi.
Kami pun selesai makan dan semua karyawan dan aku pastinya berkumpul di ruang meeting dan membicarakan planning produk makanan terbaru dan memasarkannya.
Selesai meeting aku menelpon kekasihku dan mengajak dia untuk makan malam bersama dan dia pun mau. Namun kami bertemu langsung di restoran saja.
Aku sudah lebih dulu sampai di restoran dan langsung memesankan nya makanan. Dan pada akhirnya Sherly datang dengan seorang lelaki, aku langsung kaget namun aku tetap tenang.
" Maaf ya sayang aku telat.." ucap kekasihku sambil cipika-cipiki
"Iya sayang gak pa-pa." Balasku santai.
"Kamu udah pesan makanannya ya, kalau gitu aku pesan satu lagi untuk teman aku." Ucap Sherly
Kekasihku pun memesan makanan dan menanyakan teman pria nya itu mau pesan apa, aku hanya menahan kesal melihat itu. Lalu setelah itu Sherly pun mengenalkan temannya itu padaku.
"Oh ya sayang, kenalin dia teman aku Hendry.. Hendry kenalkan dia pacar aku Willy."
" Kalian sudah berapa lama kenal?" Tanya ku
"Kami sudah kenal sejak SD, kami tetanggaan." Jawab Hendry
"Oh kalian tetanggaan... Kok bisa barengan ke sini?" Tanya ku lagi.
" Sayang, dia baru datang dari Singapore, jadi tadi aku jemput dia di bandara." Jawab kekasihku
"Oh kamu jemput dia, kenapa gak keluarga nya aja yang jemput?" Tanya ku lagi karena aku masih penasaran.
" Sayang..." Ujar Sherly namun di potong sama Hendry.
__ADS_1
"Biar aku yang jawab, keluarga ku masih di Singapura.. kamu tenang aja aku hanya teman dengan Sherly!" Jawab Hendry
"Iya aku kan cuma bertanya aja.. ya dah mari kita makan." Ucapku
Kami pun bergegas pulang, namun aku tidak mengantarkan Sherly pulang karena dia pulang dengan temannya itu, ntah kenapa aku jadi kesal karena melihat mereka berdua.
Setiba sampai di rumah aku mengabari Sherly lewat chat, karena aku telpon dia tidak mengangkat.
Aku
10.45 p.m
Sayang aku sudah di rumah.. kamu sudah sampai di rumah?
Namun Sherly belum juga membalas, lalu aku chat lagi.
Aku
11.15 p.m
Sayang, apa kamu sudah tidur?
Sherly masih belum membalas dan aku pun belum bisa tidur karena berfikir yang bukan bukan. Lalu tidak lama Sherly pun membalas.
Sherly
11.40 p.m
Maaf sayang baru balas, aku tadi dari rumah Hendry, bantu dia bersih-bersih kamarnya... Aku mau langsung tidur ni, lelah sekali... Selamat malam sayang....
__ADS_1
Aku pun langsung membaca dan sangat kesal karena cemburu bahwa kekasihku ada di kamar lelaki lain walaupun sekedar membantu, lalu aku tidak membalasnya karena dia akan tidur. Aku pun memejamkan mata dan tertidur.