
"Qila kamu ngapain. Malam-malam kaya gini keluar rumah?" ucap papah.
"Tadi aku laper Pah, pengen mie, tapi di rumah gak ada jadi aku beli ke toko aja," ucap Qila.
"Kenapa gak minta antar mamah. Kalo ada apa-apa gimana?" ucap papah.
"Ehh, iya Pah, tadikan waktu aku udah selesai dari toko ada teman aku. Dia lari-lari katanya ada yang ngikutin dia, tapi gak tau siapa wajahnya ditutup pake topeng," ucap Qila.
"Nah, kan, apa Papah bilang jangan keluar malam-malam. Apalagi kamu perempuan," ucap papah.
"Iya Pah, maaf," ucap Qila.
******
"Angeli ..." ucap papih sambil mencari Angelina.
Mamah pun mencari Angelina di kamarnya. Lalu ....
"Astaga Angelinaaaaaa!" teriak mamih sambil berlari ke arah Angelina yang tergeletak di lantai.
Lantai pun dipenuhi oleh darah. Mamih yang sangat kaget melihat putri satu-satunya mati mengenaskan. Membuat mamih terus menangis dan menjerit tiada hentinya.
"Aaaaaaa! Angelinaaaaaa ..." teriak mamih.
"Kenapa Mih?" ucap papih sambil menghampiri mamih.
"Apa yang terjadi, Pihhh. Kenapa ada orang yang tega membunuh Angelinaaaaa!" ucap mamih sambil tersedu-sedu menangis.
"Astaga Angelina ..." ucap papih.
"Papih, Angelina pasti masih hidup Pih, ayo bawa ke rumah sakitt Pihhh ..." ucap mamih.
"Engga Mih, Engga mungkin ini Angelina udah gak bernyawa gini. Ayo kita kuburkan Angelina Mih," ucap papih.
Malam itu menjadi malam yang penuh tangisan bagi keluarga Angelina. Angelina pun segera dikuburkan dengan layak oleh keluarganya.
******
Pagi pun telah tiba Qila telah sampai di sekolah. Hari ini hari terakhir Qila berlatih. Ada rasa bahagia yang Qila rasakan karena Qila akan berdiri di atas panggung. Dan di lihat oleh seluruh murid, tetapi Qila pun merasakan takut dan bingung Qila takut kalo sampai dia mengecewakan sekolahnya.
"Aku masuk dulu ya, Pah," ucap Qila setelah keluar dari mobil sambil tersenyum.
"Iya sayang hati-hati. Semangat belajarnya," ucap papah.
Qila pun berjalan menuju gerbang.
"Qila tunggu ..." ucap Fery.
Qila pun melihat ke arah Fery. Lalu mendelikan matanya dan berjalan kembali menuju gerbang.
"Qila ..." ucap Fery sambil menarik tangan Qila.
"Apasih? Gak usah pegang-pegang," ucap Qila.
"Aku mau ngomong sebentar," ucap Fery.
Lalu Qila pun menuruti apa kata Fery. Qila pun berdiri di sebelah Fery.
"Qila sebenarnya aku masih sayang sama kamu. Kalo balikan mau gak?" ucap Fery.
Qila pun mengangkat satu alisnya. Lalu mendelikan matanya.
"Hah apa? Gak salah dengar nih. Heh! Fery terus itu Angelina mau kemanain!" ucap Qila.
"Angelina udah meninggal," ucap Fery.
Qila terkejut hingga menjatuhkan buku yang sedang Qila pegang.
"Qila kenapa?" ucap Fery.
"Engga mungkin. Kemarin Angelina ketemu sama aku," ucap Qila menatap Fery.
"Aku suruh Rey buat nganterin Angelina sampai rumah. Karena ada yang terus kejar Angelina. Kamu bohongkan! Karena kamu pengen balikan sama aku jadi, kamu bilang kaya gitu? Iyakan?!" bentak Qila.
"Aku serius Qila. Orang yang ngejar Angelina tau rumahnya makanya dia kesana. Walaupun Angelina lari juga pasti tau," ucap Fery.
"Kenapa Fery bisa tau jelas-jelas. Kemarin hanya aku dan Rey yang tau soal ini. Heran," gumam Qila.
"Qila ..." ucap Rey menghampiri Qila.
"Ngapain kamu di sini. Bukannya masuk?" ucap Rey sambil menatap tajam ke arah Fery.
"Rey aku mau nan ..." ucap Qila.
"Ayo masuk!" ucap Rey sambil menarik tangan Qila dan membawa Qila masuk ke gerbang sekolah.
"Rey ... bentar aduh ..." ucap Qila sambil meraih buku-buku yang tidak sengaja Qila jatuhkan.
Fery pun hanya terdiam melihat Rey.
"Gagal lagi! Siapa sih Rey itu sampai segitunya dekat sama Qila," ucap Fery.
Fery pun pergi meninggalkan sekolah Qila.
"Rey, kemarin kamu anterin Angelina sampai rumahkan?" ucap Qila sambil menatap Rey.
Banyak pertanyaan yang Qila tanya pada Rey, tetapi Rey hanya terdiam tanpa menjawab satu kata pun. Akhirnya Qila pun kesal dan mempercepatkan langkahnya untuk meninggalkan Rey.
"Brukk!"
Qila melempar tas ke kursinya. Membuat Hanna terkejut dan menatap Qila. Qila pun duduk di kursi dengan raut wajah yang kesal.
__ADS_1
"Ada apa sayangku ... masih pagi udah marah-marah. Siapa yang udah berani bikin kesayangan gue marah kaya gini. Siapa orangnya biar gue gebukin sekarang juga," ucap Hanna.
"Kesel banget sama Rey! Ditanya gak dijawab maunya apasih? Bikin mood orang berantakan aja," ucap Qila.
Hanna langsung melihat ke sekeliling kelas mencari Rey dan ternyata Rey baru sampai di depan kelas. Hanna pun dengan cepat menghampiri Rey.
"Rey Leonard!" teriak Hanna.
"Apasih pagi-pagi dah berisik!" ucap Rey.
"Berisik-berisik sini ikut guee!" ucap Hanna sambil menarik rambut Rey dan membawa Rey ke dalam kelas.
"Akhh! Sakit Hanna! Rambut gue," ucap Rey
"Lo apain Qila hah?!" ucap Qila.
"Qila kenapa?! Wahh, lo Rey benar-benar gue kira lo polos gak nyangka gue. Ck-ck-ck ..." ucap Bimo sambil menggelengkan kepalanya.
Hanna dan Rey pun memukul tangan Bimo dengan kencang.
"Plakkk!"
"Aww! Sakit Hanna, Rey!" ucap Bimo mengusap tangannya.
"Sembarangan lo kalo ngomong!" ucap Rey.
Rey pun menghampiri Qila dan duduk di sebelah Qila. Menatap Qila yang sedang cemberut.
"Qila ..." ucap Rey sambil menggenggam tangan Qila.
Hanna dan Bimo pun saling menatap dan bertanya-tanya.
"Mereka udah jadian?" bisik Hanna
"Entah, gue gak tau kapan mereka jadian," ucap Bimo.
"Maafin Rey, tadi Rey kesal banget lihat Qila sama Fery. Makanya Rey cuekin Qila," ucap Rey.
"Tinggal ngomong juga apa susahnya," ucap Qila sambil mendelikan matanya.
"Maafin gak?" ucap Rey.
Qila pun menganggukkan kepalanya. Tak diduga setelah Rey mengusap kepala Qila. Rey pun mencium rambut Qila.
"Makasih princess," ucap Rey.
"Deg!"
Jantung Qila pun berdetak kencang.
Hanna dan Bimo pun saling menatap heran.
"Yo Bim, ke kantin," ucap Rey sambil berjalan.
"Serius? Ini gak mimpi? Rey cium rambut aku baru pertama kali aku dicium," gumam Qila.
"Rasanya ... rasanya hati aku berbunga-bungaaaaaaaa. Omaygatttt!" gumam Qila sambil senyum.
Hanna pun menatap Qila lalu menepuk pundak Qila.
"Heh?!" ucap Hanna.
"Serius pengen nanya. Kalian pacaran ya?" ucap Hanna.
Qila pun menatap Hanna sambil tersenyum.
"Hanna tolong dengerin suara aku dong. Kasih nilai ya, hari ini hari aku terakhir latihan deg-degan banget besok," ucap Qila.
"Santai aja. Aku yakin suara kamu bagus kok," ucap Hanna.
"Aku ingin tau apa kata orang jika suara aku tanpa dibantu Hitam," gumam Qila
"Dengerin ya, judul lagunya someone you loved-Lewis Capaldi," ucap Qila.
"🎶🎶🎶 Now the day bleeds into nightfall and you're here to get me through it all i let my guard down and then you pulled the rug i was getting kinda used to bring someone you loved ..."
"Prok ... prok ... prok ...."
"Wow ... bagus banget Qilaaaa. Amazing!" ucap Hanna sambil memeluk Qila.
"Beneran? Kasih nilai dong 1-10," ucap Qila tersenyum.
"Aku kasih 10 sayang," ucap Hanna.
Qila pun merasa heran.
"Apa emang benar suara aku bagus. Kalo emang benar aku gak akan minta bantuan Hitam," gumam Qila
"Qila!" ucap Hanna.
"Kok bengong sih?" ucap Hanna.
"Selamat pagi," ucap guru yang masuk ke kelas.
Murid-murid pun duduk dengan baik dan segera fokus untuk mengikuti pelajarannya.
******
"Permisi. Saya mau memanggil Qila," ucap Bu Yati.
"Masuk aja Bu. Pak Herynya lagi gak ada kok," ucap Bimo.
__ADS_1
"Baik terima kasih Bimo. Qila ikut ibu," ucap bu Yati.
Rey pun berdiri lalu berjalan menuju bu Yati.
"Loh, kok malah kamu Rey?" ucap bu Yati.
"Kan suaminya Bu, hahaha ..." ucap Bimo tertawa.
"Hahaha." Semua murid pun ikut tertawa.
"Permisi Bu Rey mau ke toilet," ucap Rey tersenyum.
"Oh, ya sudah sana," ucap bu Yati.
Qila pun berjalan menghampiri bu Yati.
"Hayolohhh ... Qila masuk BK hahaha," ucap Hanna tertawa.
"Hanna!" ucap bu Yati menatap ke arah Hanna.
"Ma-maaf Bu hehe cuma bercanda ya, Qila?" ucap Hanna tersenyum.
"Hahaha ... Hanna syukurin," ucap seluruh murid.
"Berisik!" ucap Hanna.
Qila dan bu Yati pun berjalan menuju ruang musik.
"Qila sekarang kamu dispen dulu belajarnya ya, hari ini kamu harus full latihan bernyanyi, gak apa-apakan?" ucap bu Yati.
"Gak apa-apa kok Bu," ucap Qila tersenyum.
Ternyata dari tadi Rizka terus memperhatikan Qila. Dan ada niat jahat untuk menjahili Qila.
"Nah, ada Qila. Waktunya gue ngerjain Qila ahhh," ucap Rizka tersenyum.
"1 ... 2 ... 3 ..." ucap Rizka.
"Brushhh!"
Rizka pun menyiramkan air dengan sengaja ke arah Qila. Tetapi ....
"Aaaaahh!"
"Yes ... gue berhasil haha ..." ucap Rizka tertawa.
Qila pun membulatkan matanya ke arah Rizka.
"Rizka ..." ucap Qila menatap Rizka.
"Akhirnya gue berhasil jahilin lo haha ... senang banget," ucap Rizka.
Rizka pun terus tertawa terbahak-bahak. Rizka pun melihat ke arah Qila dengan terkejut. Melihat bahwa Qila baik-baik saja tidak basah terkena air. Ternyata air itu malah terkena bu Yati
"Apa maksudnya kamu hah?!" bentak bu Yati
Rizka pun terkejut.
"Bu ... Bu maaf gak sengaja Bu, aduh maaf," ucap Rizka.
"Kamu apa-apaan sih mau jahilin Qila segala? Oh, jadi, tiap hari kelakuan kamu kaya gini?! Ikut ibu sekarang," ucap bu Yati sambil menarik tangan Rizka.
"Ma-maaf Bu. Jangan bawa aku ke BK ihh ibu ..." ucap Rizka.
"Udah diam ikut ibu sekarang. Qila kamu duluan saja ke ruang musik," ucap bu Yati.
Qila pun mengangguk lalu berjalan ke arah ruang musik.
"Ihh! Kesal banget sih sama Rizka gak pernah benar kalo disuruh," ucap seseorang.
Rey pun mendekati seseorang itu ternyata Belia. Jadi, selama ini yang menjahili Qila lewat Rizka adalah suruhan Belia.
"Oh ... gitu?" ucap Rey.
Belia pun terkejut melihat Rey yang dari tadi mendengarnya.
"Rey ..." ucap Belia.
"Ada dendam apa hah?" ucap Rey sambil menatap tajam ke arah Belia.
Dari jauh Qila pun melihat Rey. Yang sedang mengobrol dengan Belia.
"Rey sama Belia lagi apa?" gumam Qila.
Mood Qila pun berubah menjadi berantakan. Membuat Qila sangat kesal pada Rey. Qila pun kembali berjalan ke ruang musik.
Sesampainya di ruang musik.
"Ihh sebel! Kenapa sih hari ini Rey nyebelin banget selalu bikin mood aku berantakan. Waktu dulu sebelum pacaran Rey selalu bikin aku tertawa tapi sekarang? Ihh kesel ... kesel ... keseellll!" ucap Qila.
Brakkk!"
"Aku nyesel putus sama kamu Rey. Aku pengen sama kamu lagi aku masih sayang," ucap Belia.
"Aku gak suka lihat kamu dekat sama ..." ucap Belia.
"Dan aku juga gak suka kamu pergi gitu aja. Tanpa memikirkan perasaan aku!" bentak Rey.
Belia pun terdiam tanpa kata.
"Apa urusannya? Kita udah putus gak ada apa-apa. Dan kamu gak perlu dendam sama Qila. Sampai suruh Rizka buat jahilin Qila setiap hari!" ucap Rey.
__ADS_1
"Ingat sekali lagi kalo sampai aku lihat kamu jahilin Qila awas aja!" ucap Rey sambil menghentakkan kakinya lalu pergi meninggalkan Belia.
"Gak bisa gitu. Rey harus kembali sama gue! Kali ini gue sendiri yang akan bikin Qila jauh dari Rey!" gumam Belia.