Dia Bahagia

Dia Bahagia
Bab 23


__ADS_3

"Dari dulu gue pendam rasa ini sendirian. Gue cinta sama lo Rey dari dulu gue sayang!" ucap Hanna sambil


menangis.


"Apa?!" ucap Qila.


Qila pun menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Rasa sesak yang dirasakan Qila setelah mengetahui sahabatnya mencintai lelaki yang sama. Benar apa yang dikatakan Belia.


Ingin rasanya Qila benci pada Hanna, tetapi apa yang harus disalahkan. Sebab rasa cinta itu datang dengan sendirinya tanpa disengaja. Qila pun hanya menangis di balik pohon tersebut.


"Gue cinta sama lo Reyyy! Gue capek terus sembunyiin rasa sakit ini gue selalu berusaha kuat. Berusaha baik-baik aja ketika lihat lo sama Qila. Padahal gue pengen teriak ..." ucap Hanna sambil menangis.


"Gue pengen teriak kalo gue cemburu, kalo gue sakit lihat itu ..." ucap Hanna.


Rey pun terkejut mendengar itu Rey bingung apa yang harus dia lakukan. Jika Rey tidak memperdulikan Hanna pasti Hanna akan bersedih dan tidak ceria seperti dulu lagi, tapi jika Rey peduli dengan perasaan Hanna perasaan Qila bagaimana.


Rey pun mencoba menenangkan Hanna Rey memeluk Hanna lalu mengusap kepala Hanna. Agar Hanna berhenti menangis, tetapi di balik pohon Qila menangis tersedu-sedu. Melihat kejadian ini hati Qila bertanya-tanya apa yang harus dia pertahankan.


"Apa yang harus aku pertahankan? Sahabat atau cinta," gumam Qila menangis.


"Udah-udah," ucap Rey sambil menghapus air mata Hanna.


"Gue harus gimana ini gue gak mau lihat Hanna nangis, tapi Qila gimana? Apalagi kalo Qila lihat ini pasti persahabatan mereka berantakan," gumam Rey.


"Rey lo juga sama, kan cinta sama gue?" ucap Hanna menatap Rey.


Rey pun terdiam menatap Hanna.


"Gue harus jawab apa?" gumam Rey.


"Gue milik Qila. Milik sahabat lo sendiri. Gue bingung jawab apa gue gak mau nyakitin lo, tapi gue gak mau nyakitin Qila juga," ucap Rey.


Hanna pun tertunduk.


"Gue yang salah kok Rey. Gue sahabat yang gak baik. Gue malah suka sama cowo sahabat gue sendiri," ucap Hanna.


"Engga-engga ... bukan salah lo," ucap Rey.


Rey pun kembali memeluk Hanna agar Hanna sedikit tenang.


Hati Qila pun merasakan sakit melihat Rey memeluk Hanna, tetapi Qila tidak mungkin marah terhadap Hanna. Kini Qila pun tau kenapa Hanna menjadi berbeda ternyata karena ini masalahnya.


"Biar lo gak sedih. Gue mau ngomong," ucap Rey menatap Hanna.


"Apa?" ucap Hanna menatap Rey.


"I love you. Gue juga cinta sama lo Hanna," ucap Rey sambil memeluk Hanna.


Hanna pun tersenyum mendengar kalimat itu.


"Makasih Rey ... gue sayang sama Rey," ucap Hanna kembali memeluk Rey.


"Maafin gue Qila bukan maksud gue nyakitin lo. Gue cuma gak mau nyakitin Hanna dan persahabatan kalian hancur," gumam Rey.


"Ke-kenapa Rey bilang cinta Hanna juga. Berarti selama ini ..." gumam Qila.


Qila pun berlari pergi dari taman itu. karena semakin sakit yang dirasakan Qila melihat Rey dan Hanna.


Hanna pun melepaskan pelukan Rey sambil tersenyum. Rey pun tersenyum kepada Hanna.


"Hari ini gue bahagia Rey walaupun Rey gak akan bisa jadiin gue pacar, tapi karena kalimat tadi gue jadi sedikit bersemangat dan merasa lega," ucap Hanna tersenyum.


"Gue senang lihat lo bisa tersenyum lagi jangan nangis lagi ya, walaupun gue sama Qila, tapi gue sayang sama lo cinta sama lo. Gue bakalan bagi waktu ada saatnya gue sama lo dan ada saatnya gue sama Qila. Lo harus ngerti ya, jangan sampai Qila tau tentang ini," ucap Rey.


Hanna pun mengangguk sambil tersenyum.


Lalu mereka pun pergi dari taman itu. Hanna pergi menuju kantin, sedangkan Rey pergi mencari Qila.


Qila pun duduk di sebuah kursi.


"Aku akan sembunyikan ini. Lebih baik aku pura-pura gak tau aja sepertinya kalo aku pura-pura tidak tau. Rey akan tetap bersamaku dan Hanna akan tetap menjadi sahabatku," gumam Qila.


"Oke, Qila saatnya kembali tersenyum," gumam Qila sambil tersenyum.


Qila pun menghapus air matanya.


Rey pun menghampiri Qila. Lalu duduk di sebelah Qila. Qila pun terkejut untung saja Qila sudah menghapus air matanya.

__ADS_1


"Qila kok sendiri gak sama Hanna?" ucap Rey.


"Hanna ninggalin ya, udah aku sendiri aja," ucap Qila.


"Ya, udah Rey temenin ya," ucap Rey.


Qila pun tertawa.


"Hahaha ... temenin ke mana? Qila ada di sini juga gak akan pergi," ucap Qila.


"Iya temenin di sini baby," ucap Rey sambil mencubit pipi Qila.


"Aww! Sakit ihh Rey nyebelin ya," ucap Qila sambil mencubit perut Rey.


"Akhh! Galak banget sih," ucap Rey tersenyum.


Mereka berdua pun saling bercanda walaupun Qila tau apa yang sebenarnya terjadi, tapi Qila akan terus mencintai Rey dan menyayangi Rey. Walaupun sakit yang Qila rasakan setelah mendengar Rey mengatakan cinta pada Hanna.


"Aku sayang sama kamu Rey sampai kapan pun. Semoga Rey terus menyanyangi aku walaupun ada Hanna," gumam Qila.


******


"Aduh Fery bisa bantu tante gak?" ucap tante Liya.


Tante Liya adalah adik kandung dari orang tua Fery.


"Bantu apa?" ucap Fery.


"Bantu cari baby sister dong Tante cape ngurus kantor, ngurus bayi pusing tante Ferrrr," ucap tante Liya sambil menggendong anaknya.


"Aduh Tan, bawel banget sih iya nanti Fery cari gak gampang kali cari baby sister," ucap Fery.


Fery pun ingat dengan Qila yang ingin membantu keluarganya.


"Ohh iya Qila, Tan!" ucap Fery.


"Qila siapa?" ucap tante Liya.


"Teman Fery ehh bukan temen sih pokoknya itu deh ... dia lagi nyari kerja buat ngebantu keluarganya," ucap Fery.


"Ya sudah nanti kamu tanya ke Qila ya," ucap tante Liya.


"Kalo Qila mau jadi baby sister. Gue bisa ngambil kesempatan nih," ucap Fery tersenyum.


Bel pulang pun telah berbunyi. Seluruh murid berhamburan untuk pulang.


Qila pun membereskan alat tulisnya. Lalu memasukkan kembali ke tasnya.


"Rey ..." ucap Qila.


Rey pun melihat ke arah Qila.


"Tungguin ... Qila beresin dulu buku," ucap Qila.


"Hhhmm ... Qila ma-maaf ya, Rey gak bisa antar Qila pulang," ucap Rey.


Qila pun terdiam heran tidak seperti biasanya. Rey tidak bisa mengantar Qila pulang.


"Loh, kenapa?" ucap Qila.


"Emm itu ... hhmmm Rey ada urusan dulu gak apa-apa, kan?" ucap Rey.


"Oh, ya udah gak apa-apa kok aku bisa pulang sendiri," ucap Qila sedikit kecewa.


Rey pun keluar dari kelas.


"Qila, aku duluan ya bayyy ... hati-hati ya," ucap Hanna sambil melambaikan tangannya.


"Bayy ..." ucap Qila.


Qila pun merasa heran karena rasa penasarannya Qila pun memperhatikan Rey. Mencari tau kenapa Rey tidak bisa mengantar Qila pulang.


"Kok tumben sih," gumam Qila.


"Apa Rey pulang sama Hanna ya?" gumam Rey.


Mata Qila terus mengikuti ke mana arah Rey.

__ADS_1


"Qila ..." ucap bu Yati.


Qila pun terkejut. Lalu melihat ke arah bu Yati.


"Ehh kenapa?" ucap bu Yati.


"Astaga Bu, hehe kaget," ucap Qila tersenyum.


"Jangan ngelamun sendirian ah. Besok kumpul ekskul ya, jangan lupa kita mau adain acara oke," ucap bu Yati.


"Siap Bu," ucap Qila.


Bu Yati pun berjalan meninggalkan Qila.


"Yahhh, Rey kemana ya?" gumam Qila.


"Ahh sudahlah," gumam Qila.


Qila pun segera turun ke bawah. Lalu bergegas pulang.


Saat Qila sedang memesan taksi online. Tiba-tiba Fery muncul di hadapan Qila membuat Qila terkejut.


"Fery ..." ucap Qila.


"Duduk sebentar di sana yuk?" ucap Fery.


"Mau apa lagi? Nanti Rey marah lagi lihat aku sama Fery. Udah ya, gak usah deketin aku lagi maaf banget. Aku gak mau Rey marah lagi sama aku," ucap Qila.


"Aku kesini cuma mau nawarin kerja. Bukan mau apa-apa kok," ucap Fery.


"Kerja? Di mana?" ucap Qila tersenyum.


"Sambil duduk yuk? Pegel nih," ucap Fery.


Qila pun mengangguklalu mengikuti Fery berjalan. Mereka pun duduk di sebuah kursi.


"Jadi gimana? Kerja apa?" ucap Qila.


"Jadi, tante aku lagi butuhin baby sister soalnya tante itu sibuk banget ngurusin kantor. Apalagi sekarang suaminya lagi ada meeting di luar negri jadi, keponakan aku gak ada yang urus nah, aku inget Qila butuh kerja lagian kerja ini gak susah cuma ngurus bayi umur 8 bulan. Bisa, kan?" ucap Fery.


Qila pun mengangguk sambil tersenyum senang.


"Yessss Qila mau jadi, gue bisa makin Deket sama Qila," gumam Fery.


"Ya udah, sekarang bawa aku ke rumah tante kamu," ucap Qila.


"Ayo!" ucap Fery.


Fery pun berjalan ke arah motornya, tetapi langkah Fery terhenti setelah melihat Rey yang sedang berjalan. Sambil merangkul Hanna. Fery pun melihat ke arah Qila.


"Qila ..." ucap Fery menatap Qila.


Qila pun melihat ke arah Rey yang jaraknya lumayan jauh. Rey dan Hanna tidak menyadari bahwa Qila memperhatikannya.


"Ternyata ini alasan Rey tidak bisa mengantarku pulang. Sakit banget rasanya tapi aku gak bisa apa-apa," gumam Qila.


"Keterlaluan!" ucap Fery.


Fery pun akan menghampiri Rey, tetapi Qila menahannya. Fery pun menatap Qila dengan heran Qila pun tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


Lalu Fery pun mengusap pundak Qila. Lalu mereka pun segera pergi menuju rumah tante Liya.


"Itukan Qila sama siapa?" ucap Hanna menatap Rey.


"Udah gue duga pasti aja sama Fery. Harus berapa kali sih gue ngomong?! Qila gak pernah ngerti perasaan gue!" gumam Rey.


"Ayo Hanna!" ucap Rey sambil menggenggam tangan Hanna.


Terlihat senyum bahagia di bibir Hanna saat Rey menggenggam tangan Hanna. Baru kali ini dia merasakan hal yang sangat bahagia. Mungkin pada hari ini Hanna lupa cara untuk menangis. Tanpa berpikir ada orang yang sangat tersakiti atas kebahagiaan Hanna.


Setibanya Qila di rumah tante Liya.


"Tan ... Tante," teriak Fery di depan pintu rumah.


"Iya Ferrr, ada apa?" ucap tante Liya.


"Nih, Fery bawa baby sister," ucap Fery tersenyum.

__ADS_1


Tante Liya pun melihat ke arah Qila. Lalu mengerutkan dahinya sambil menatap Qila.


"Loh, kamukan ..." ucap tante Liya.


__ADS_2