Dia Bahagia

Dia Bahagia
Bab 37


__ADS_3

"Mah ... maafin aku ya, aku gak bisa gapai cita-cita aku dan aku gak bisa membahagiakan mamah dan papah. Karena aku harus pergi jauh dari mamah dan papah semoga kita bertemu kembali ya, Mah,"


"Qila sayang kamu mau kemana? Jangan tinggalin mamah, mamah gak mau sendiri Qila ..."


"Maaf Mah ..."


"Mimpi itu menjadi kenyataan sayang. Mungkin mimpi itu pertanda jika kamu memang akan pergi. Maafin mamah Qila, mamah belum bisa jadi orang tua terbaik buat kamu. Semoga kamu tenang di sana sayang," ucap mamah menangis.


"Maafin papah juga sayang. Papah sudah kasar sama kamu. Sampai-sampai waktu itu Papah tega menampar kamu. Maafin Papah Qila ... Papah sayang sama kamu," ucap papah menangis.


Hitam pun masuk ke dalam kamar Qila. Pandangannya tertuju pada kotak yang ada di atas meja.


"Sepertinya ini sebuah surat deh," ucap Hitam sambil membuka kotak tersebut.


"Benar ini untuk Rey, Hanna, mamah dan papah. Untuk Rey warna biru dan Hanna warna pink. Hitam harus mengantarnya sekarang juga," ucap Hitam sambil membawa kotak tersebut.


Mamah pun duduk di tepi kasur Qila, tetapi mamah melihat ke arah meja mamah pun berjalan menghampiri meja dan mengambil kotak berwarna kuning.


"Pah ... ini apa ya?" ucap mamah.


"Buka aja, Mah," ucap papah.


Mamah pun membuka kotak tersebut. Lalu mamah dan papah saling menatap.


"Surat?" ucap mamah dan papah.


Mamah pun membaca isi surat tersebut.


"Pah, Mah ... maafin Qila atas semua kesalahan Qila selama ini. Qila kadang membuat Papah dan Mamah khawatir, membuat Papah dan Mamah kesal sekali lagi maafin Qila ya, Pah, Mah,"


"Qila ucapkan terima kasih untuk Papah dan Mamah yang udah rawat Qila dari kecil hingga Qila dewasa, tapi Qila gak bisa balas kasih sayang Papah dan Mamah karena Qila harus pergi. Qila mohon sama Papah dan Mamah di saat Qila udah pergi. Qila gak mau lihat Papah dan Mamah sedih terus. Qila mohon Papah dan Mamah harus bahagia setelah Qila pergi ya. Maafin Qila, Qila gak bisa membuat Mamah dan Papah bahagia di masa depan nanti. Qila pun tidak bisa menggapai cita-cita yang Qila inginkan,"


"Pah, Mah, nanti tolong temui Qila di Jl. Sakura. Kuburkan mayat Qila dan Fery dengan layak ya, Pah, Mah." Isi di dalam surat tersebut.


"Qila ... sayang, ternyata kamu sudah merencanakan ini. Kenapa kamu melakukan ini sayang? Ada masalah apa Qila


Kenapa tidak cerita sama mamah," ucap mamah menangis.


"Kita harus temui Fery, Mah, kita harus cari tau kenapa Qila melalukan ini," ucap papah.


"Iya, Pah, besok kita kesana," ucap mamah.


Hitam pun telah selesai memberika kotak surat kepada Rey dan Hanna.


Rey pun berjalan masuk ke dalam kamarnya untuk tidur.


"Aduhh ... gue cape banget," ucap Rey.


Pandangan Rey tertuju pada kotak dan boneka yang ada di atas tempat tidur. Rey pun berjalan meraih kotak dan boneka tersebut.


"Inikan boneka yang gue kasih ke Qila? Kok bisa ada di kamar gue," ucap Rey menatap boneka tersebut.


Karena rasa penasarannya Rey pun membuka kotak tersebut. Lalu membaca suratnya.


"Rey ... Qila pamit pergi ya, mulai sekarang gak ada lagi yang ganggu Rey. Maafin Qila kalo selama ini Qila selalu nyakitin perasaan Rey, selalu buat Rey marah, dan kecewa, tetapi Rey tau? Qila sayang banget sama Rey dan cinta sama Rey, Qila rela melakukan apapun demi Rey bahagia. Qila harap Rey tidak sedih atas kepergian Qila. Percayalah kepergian Qila bukan karena keinginan Qila, tetapi karena Qila gak mau Rey dibunuh oleh Fery jadi, Qila memohon sama Fery untuk tidak bunuh Rey lalu Fery pun meminta agar Qila dan Fery bunuh diri bersama." Isi dalam surat.


"Sekali lagi maafin Qila, maafin Fery juga. Qila yakin Hanna bisa membahagiakan Rey. Jangan lupa Rey harus tersenyum dan bahagia setiap harinya kalo Rey sedih Qila pun ikut menangis." Isi dalam surat.


Air mata Rey pun menetes membasahi pipinya setelah membaca surat dari Qila. Rey merasa bahwa dirinya sangat bersalah atas apa yang selalu Rey lakukan pada Qila.


"Qilaaaaaaa!" teriak Rey sambil menangis.


"Kenapa lo pergi demi gue Qila ... kenapa lo sesayang ini sama gue! Kenapa Qila ... kenapaaaaa?! Padahal jelas-jelas gue selalu nyakitin lo, selalu buat lo nangis, tapi kenapa lo rela ngelakuin ini demi gue ..." ucap Rey menangis sambil memeluk boneka bear berwarna pink tersebut.

__ADS_1


"Fery! Lo jahat Fery! Ini semua berawal dari lo!" bentak Rey.


"Gue gak yakin kalo Fery ikut bunuh diri. Pasti dia masih ada di sini," ucap Rey dengan wajah memerah penuh amarah.


"Qila ... maafin gue, gue selalu jahat sama lo, gue gak tau kalo lo bakalan sesayang ini sama gue. Sampai-sampai lo lakuin ini agar gue gak dibunuh sama Fery," ucap Rey.


Rey pun bersandar pada pintu sambil memeluk bonekanya. Terlintas dipikiran Rey suara merdu Qila ketika bernyanyi. Yang selalu membuat hati Rey tenang setelah mendengar suara Qila.


"🎶🎶🎶Maafkanlah diriku


Atas semua kesalahan yang ku perbuat


Selama ini kepada dirimu


Aku berjanji akan melepasmu


Dengan senyuman yang akan kau ingat


Dan kau kenang sampai mati


Selamanya ..."


"Lupakanlah semua kenangan ini


Hancurkanlah semua mimpi-mimpi


Jangan pernah kembali


Dan takkan pernah kembali


Dan janganlah kau pernah berikan aku satu harapan


Dan karenaku ingin


"Qilaaaaaaa! Gue nyesel ... gue nyesel nyakitin lo Qila ..." teriak Rey histeris.


"Dan kamu pun tak tau hancurnya hatiku ...


Saat diriku harus melepasmu ...


Rasanya seperti terbangun dari mimpi-mimpiku


Yang indah haaa ...."


"Bila ku harus memilih


Antara hidup dan mati


Seperti aku memilih


Denganmu atau ku pergi ...."


"Haruskah aku terluka


Untuk kesekian kalinya


Tuhan cukup cukup sudah


Aku pun ingin bahagia 🎶🎶"


"Gue bodoh! Gue bodoh ... udah sia-siain lo!" teriak Rey.


"Kak Rey, kenapa?" ucap mamah menghampiri Rey yang menangis.

__ADS_1


Mamah pun membaca surat yang dipegang oleh Rey.


"Qila ... Rey," ucap mamah menatap Rey.


"Gue gak pantas disebut lelaki! Karena gue udah nyakitin lo, gue udah bikin lo nangis, gue nyesel Qila ... gue mohon lo jangan pergi dari dunia ini! Gue pengen lo ada di sisi gue lagi. Kali ini gue bakalan cinta sama lo! Gue bakalan sayang sama lo Qila. Gue mohon kembali ..." Rey pun terus menyalahkan dirinya sendiri sambil menangis.


Mamah pun memeluk Rey dan mencoba menenangkan putranya yang terus menangis.


"Udah kak ... udah jangan salahin diri kamu sendiri," ucap mamah menangis.


"Rey nyesel Mah ... Rey udah sakitin Qila dan gak pernah anggap Qila ada. Padahal Qila udah rela lakuin ini demi ..." ucap Rey terhenti.


Rey pun tak kuat menceritakan semua sikap Rey terhadap Qila. Akhirnya Rey pun kembali menangis. Mamah pun mencoba menenangkan Rey.


"Udah Kak udah ... jangan kaya gini. Nanti Qila gak akan tenang ikhlaskan kepergian Qila ya, dan jangan bersedih nanti Qila bakalan ikut sedih," ucap mamah sambil memeluk Rey dan mengusap rambut Rey.


"Dret ... dret ... dret ...."


"Mamahnya Qila telpon Rey," ucap mamah.


Mamah pun mengangkat telponnya.


"Hallo ..." ucap mamah.


Mamah Qila pun menceritakan tentang kejadian Qila. Rey pun terus menangis mendengar penjelasannya.


"Astaga, turut berduka cita ya Bu, atas kepergian Qila yang sabar ya, nanti saya dan keluarga besok akan ke rumah ibu," ucap mamah.


******


"Hanna, makasih ya, udah mau jadi sahabat Qila yang selalu ada buat Qila walaupun akhirnya seperti ini, tapi Qila tidak merasa benci sama Hanna rasa sayang Qila selalu ada untuk Hanna. Sekarang Rey sayang sama Hanna, kan? Perjuangan Hanna memendam rasa selama ini pada Rey akhirnya terbalas,"


"Qila bahagia banget lihat Hanna bahagia. Walaupun Qila bersedih atas semua ini, tapi tidak masalah semoga Hanna bahagia terus bersama Rey. Ingat pesan Qila jangan sakiti Rey dan jangan buat Rey bersedih Qila gak mau lihat Rey bersedih dan Qila ingin Rey terus bahagia. Maafin Qila atas semua kesalahan Qila selama ini ya." Isi di dalam surat tersebut.


"Qilaaaaaaa! Kenapa Lo pergi ... maafin gue, gue udah jahat sama lo. Gue udah rebut Rey dari lo. Gue gak nyangka lo pergi sekarang ... sahabat macam apa gue iniiiiii! Yang udah tega nyakitin lo Qila. Semoga lo tenang di sana Qila. Maafin gue," ucap Hanna menangis.


Malam ini pun menjadi malam yang penuh kesedihan untuk melepaskan kepergian Qila. Kini Rey menyesal atas sikapnya terhadap Qila selama ini. Rey ingin kembali mencintai Qila dengan sungguh-sungguh, tetapi waktu tidak bisa diulang kembali. Kini Qila benar-benar pergi meninggalkan Rey. Tidak ada yang mengetahui kapan seseorang akan pergi.


Maka mulai sekarang hargailah seseorang yang berjuang mencintai kita. Yang berusaha selalu ada buat kita. Sebab jika dia sudah pergi kita tidak akan bisa menemukannya kembali. Tidak akan ada orang yang sama sepertinya. Penyesalan selalu ada di akhir.


"Respect those who love you"


Selesai


.


.


.


.


.


.


.


Terima kasih😊 buat kalian yang udah support karya aku sampai bab terakhir ini. Like and comment kalian sangat berharga bagi aku. Thank you semuanya❤️


Salam manis dari Qila dan Rey. Bye ....


ig: @sasha_mrsha

__ADS_1


__ADS_2