
Qila pun menarik nafasnya lalu menghembuskan dengan realex.
"Uhukkk ...."
"Rasain lo Qila. Hari ini lo gagal dan lo bakalan malu. Di hadapan semua orang," gumam Belia.
"Qila lagi sakit ya?" ucap Hanna sambil melihat ke arah Rey dan Bimo.
"Iya tuh batuk-batuk gitu," ucap Bimo.
"Engga kemarin Qila baik-baik aja kok," ucap Rey.
"Atau mungkin karena kemarin Qila jatuh. Dia jadi sakit ya," gumam Rey.
Qila tidak bisa menahan batuknya Qila malah terus menerus batuk. Qila pun bingung harus bagaimana.
"Mungkin ini saatnya aku gagal. Pasti bu Yati marah besar dan kecewa sama aku," gumam Qila.
"Uhukk ... uhukk ...."
"Pah, Qila kok batuk terus," ucap mamah.
"Iya, dari semalam Qila kenapa ya?" ucap papah.
"Meoww ...."
Hitam pun menghampiri Qila lalu diam di samping kaki Qila. Qila pun melihat ke arah Hitam tak lama Hitam pun mengubah suara Qila dan menghentikan batuk Qila. Benar saja akhirnya tenggorokan Qila sangat nyaman Qila pun mulai mengeluarkan suaranya.
"Tenggorokan aku?" gumam Qila menatap Hitam.
"Bernyanyilah princess," ucap Hitam.
Qila pun mulai bernyanyi.
"🎶🎶🎶 Kata orang cinta datang tiba-tiba baru kini ku mengalaminya ...."
"Semua tentang dia buatku terpesona ... apakah ini namanya cinta ...."
Tanpa sadar di saat Qila bernyanyi. Qila terus menatap ke arah Rey sambil tersenyum. Padahal hati Qila sedang kesal karena sikap Rey.
"Tuhan aku sedang jatuh cinta ... ku bingung harus bagaimana ingin hati nyatakan cinta ku takut dia ada yang punya ...."
"Ihh! Kok bisa sih Qila gak batuk lagi?" gumam Belia.
"Sebel ahh ... gagal mulu, tapi lihat aja masih banyak cara lain," gumam Belia.
Belia pun beranjak dari kursi. Lalu berjalan entah kemana Belia akan pergi.
Semua orang yang menonton dan mendengarkan suara. Dan sangat menikmati suara merdu yang Qila keluarkan. Rey pun tersenyum bangga memiliki Qila.
"Karena dia sungguh istimewa ....🎶🎶🎶"
"Prok ... prok ... prok ...."
"Terima kasih," ucap Qila tersenyum.
Qila pun tersenyum pada semua orang. Lalu Qila turun dari atas panggung.
"Kita bangga ya Mah, punya Qila Papah gak nyangka suara Qila merdu sekali," ucap Papah.
"Iya Pah, Mamah juga bangga sekali," ucap mamah.
Saat Qila berjalan menuju ruang musik untuk beristirahat. Qila bertemu dengan Belia dengan sengaja Belia menyiramkan air pada Qila.
"Brushhh!"
Qila pun terkejut. Lalu menatap ke arah Belia dengan bingung.
"Belia! Apa maksudnya?" bentak Qila.
"Apa maksudnya? Heh! Gue gak suka ya, lihat lo dekat sama Rey," ucap Belia.
"Oh ... gue tau lo yang udah bikin gue batuk kaya ginikan? Pantas aja kemarin lo ngasih minum ke gue. So baik banget sih jadi orang!" ucap Hanna.
"Iya! Kenapa? Karena gue gak suka lihat lo sama Rey," ucap Belia.
"Lo gak suka lihat gue sama Rey? Terus dulu kenapa lo sakitin Rey hah?! Lo pikir hati bisa dimainin gitu aja hah?" ucap Qila menatap kesal ke arah Belia.
Rey pun berjalan menuju ruang musik untuk mencari Qila.
"Qila kemana ya?" ucap Rey sambil melihat ke sekeliling arah.
"Suka-suka gue! Intinya mulai dari sekarang lo harus jauhin Rey! Kalo lo masih deketin Rey gue bakalan terus ganggu hidup lo," ucap Belia.
"Qila ..." ucap Rey sambil berlari menghampiri Qila dan Belia.
"Heh! Harusnya gue yang ngomong sama lo kaya gitu! Kenapa jadi lo," ucap Qila.
"Ehh ada apa ini? Kenapa? Qila kok basah bajunya?" ucap Rey.
Qila pun pergi meninggalkan Belia dan Rey. Rey pun menatap Belia dengan tajam lalu pergi mengejar Qila.
"Lo ... ihhh!" bentak Rey sambil menghentakkan kakinya.
"Qila ... Qila tunggu!" ucap Rey berlari.
Qila pun berhenti. Lalu melihat ke arah Rey dengan wajah kesal dan cemberut.
"Qila kenapa? Masih marah sama Rey, masih kesal?" ucap Rey.
Qila pun menggelengkan kepalanya sambil cemberut.
"Aku bingung harus gimana? Kenapa orang-orang gak suka lihat aku sama Rey," ucap Qila dengan lirih.
"Qila kok dengerin apa kata orang sih. Yang jalanin hubungankan kita bukan mereka," ucap Rey menatap Qila.
__ADS_1
"Ya, aku kesal aja selalu diganggu sama Belia, Fery, kadang Rizka, dan mereka semua pada gak mau aku bahagia, huhh ..." ucap Qila menghembuskan napasnya dengan kasar.
"Rizka itu disuruh buat jahilin kamu sama Belia. Sebenarnya Rizka cuma iri saat kamu terkenal sebagai anak dari perusahaa Anartha. Sekarang Rizka disuruh sama Belia," ucap Rey.
Qila pun terdiam dengan wajah cemberut.
"Udah ya Qila, kita-kita aja mereka-mereka aja jadi, kita gak usah dengerin apa kata mereka ya," ucap Rey tersenyum.
Qila pun mengangguk.
"Biar Qila gak sedih. Rey punya sesuatu buat Qila," ucap Rey sambil memberikan kotak.
Qila pun menerima kotak dari Rey. Lalu menatap Rey heran.
"Apa ini?" ucap Qila.
"Buka dong sayang ..." ucap Rey tersenyum.
Saat Qila membuka kotaknya. Ternyata isinya sebuah boneka bear berwarna Pink.
"Wow ... boneka?" ucap Qila tersenyum.
"Suka gak?" ucap Rey.
Qila pun mengangguk lalu memeluk Rey sambil tersenyum.
"Akhirnya Qila luluh juga," gumam Rey tersenyum.
"Makasih ya Rey, maaf kemarin aku kesal banget sama Rey. Reynya nyebelin sih!" ucap Qila.
"Iya gak apa-apa kok," ucap Rey sambil mengelus rambut Qila.
******
Fery pun terus memikirkan cara agar bisa mendapatkan Qila, tapi Fery harus membuat Rey jauh dari Qila.
"Gimana caranya ya, biar Rey itu jauh dari Qila," ucap Fery.
"Apa gue harus teror dia ya," ucap Fery.
******
"Dorrrr ...."
Hanna pun menepuk pundak Qila.
"Hanna kaget," ucap Qila.
"Ngapain hayoo kalian di sudut sekolah kaya gini? Berduaan lagi," ucap Bimo.
"Kaya lirik lagu tuh '🎶🎶 di sudut sekolah tempat yang kau janjikan ...' suka banget lagu ituuuuuuu!" ucap Hanna sambil memukul-mukul tangan Bimo.
"Eehhh ... sakit Hanna! Sakit woi gila lu ya," ucap Bimo.
"Pergi yuk? Di sini berisik," ucap Rey.
"Ya, kita ditinggalin kurang ajar Rey," ucap Bimo.
"Udah ah gue mau ke kelas bayyy ..." ucap Hanna sambil berlari.
"Qila sama Rey pergi. Terus Hanna juga pergi gue ditinggalin sendiri," ucap Bimo.
"Jomblo ... jomblo sabar my heart," ucap Bimo.
Bu Yati pun mencari Qila. Karena hari ini Qila harus melanjutkan bernyanyi paduan suara.
"Permisi Bu," ucap mamah.
"Ehh, orang tua Qila ya?" ucap bu Yati.
"Iya Bu" ucap Qila tersenyum.
"Hhmm ... Qilanya kemana ya? Seharusnya dia ikut latihan paduan suara juga," ucap bu Yati.
"Saya kira lagi sama ibu. Saya juga cari Qila." ucap mamah.
"Mungkin lagi di ruang musik. Kalo begitu saya permisi," ucap bu Yati.
"Baik Bu, saya bantu cari juga," ucap mamah.
Qila pun duduk bersama Rey di taman. Rey terus menatap mata Qila sambil tersenyum, sedangkan Qila terus memeluk boneka dari Rey.
"Rey nyesal banget deh kasih boneka ke Qila," ucap Rey.
"Loh kenapa? Bonekanya kemahalan ya, uang Rey habis?" ucap Qila.
"Bukan itu Rey nyesal aja gitu Qila jadi, terus meluk bonekanya daripada perhatiin Rey," ucap Rey.
Qila pun mengangkat satu alisnya. Lalu tertawa sambil menatap Rey.
"Hahahaha ... Rey lucu banget sih bisa-bisanya ya, cemburu sama boneka ya udah deh maafin aku," ucap Qila.
Tak lama mamah dan papah pun menemukan Qila di taman.
"Qila ..." ucap mamah.
"Mamah," ucap Qila sambil berdiri.
"Tante, Om," ucap Rey sambil berdiri.
Mamah dan papah pun tersenyum pada Rey.
"Dicari Bu Yati tuh. Kamu ikut paduan suara," ucap mamah.
"Baju kamu kenapa? Basah gitu," ucap papah.
__ADS_1
"Minumannya tumpah Pah," ucap Qila
"Dijailin Belia Om," ucap Rey.
Qila dan Rey pun saling menatap. Mamah dan papah pun mengerutkan dahinya.
"Loh, mana yang benar?" ucap mamah dan papah.
"Hhhmm ... Qila ke ruang musik dulu ya, bayy mamah, papah, Rey," ucap Qila tersenyum sambil berlari.
Qila pun berlari menuju ruang musik, tetapi benar saja Belia tak habisnya menjaili Qila. Dia mendorong Qila hingga terjatuh.
"Brughh!" Qila pun terjatuh.
"Ups! Sorry gaiss gak kelihatan haha ..." ucap Belia.
"Aww! Nyebelin banget sih lo jadi orang. Mau lo apalagi sih hah? Heran gue," ucap Qila sambil berdiri.
"Seperti tadi gue bilang jauhin Rey. Qila Anartha ... paham lo!" ucap Belia.
"Ihh! Lo itu ya ..." ucap Qila kesal.
"Qila ..." ucap bu Yati.
"Iya Bu," ucap Qila.
"Ayo ikut ibu ke ruang musik," ucap bu Yati.
Qila pun pergi bersama bu Yati ke ruang musik. Qila terus menatap tajam Belia
"Sabar Qila sabar ..." gumam Qila.
******
Sore hari pun telah tiba acara di sekolah Qila pun telah selesai berjalan dengan lancar. Yang biasanya Qila pulang bersama Rey. Karena ada mamah dan papah Qila pun pulang bersama mamah dan papah.
"Qila ... tadi kamu sibuk banget. Sampe Hanna gak ada temen loh," ucap Hanna cemberut.
"Uuuuu ... tayang. Besok main yuk? Besokkan weekand," ucap Qila.
"Ayo! Aku udah lama gak main," ucap Hanna.
"Ayo! Gue ikut dong yuk, Rey," ucap Bimo.
"Kalian pengen ikut? Hhhmm ... berarti kalian yang bayarin apa yang kita mau," ucap Hanna tersenyum.
"Dih! Gak jadi ah males banget. Yuk Rey balik gue cape nih," ucap Bimo.
"Lah, motor lo mana?" ucap Rey.
"Ada di rumah ..." ucap Bimo.
Rey pun menggelengkan kepalanya.
"Qila, ayo pulang," ucap mamah.
Qila pun mengangguk sambil berjalan menuju mobil.
"Gaess ... duluan ya," ucap Qila.
"Hati-hati Qila bayyy ..." ucap Hanna.
"Tenang aja Qila kalo Rey main-main sama cewe lain. Gue pantau gue baku hantam sekalian," ucap Bimo.
"Punya sahabat kaya lo, harus banyak istigfar sumpah," ucap Rey mendelikan matanya.
"Haha, ya, udah aku duluan ya bayy," ucap Qila sambil masuk ke dalam mobil.
"Bayyy," ucap Rey.
******
Setibanya Rey di rumah.
Saat Rey akan masuk ke dalam rumah. Langkah Rey terhenti setelah Rey melihat sebuah kotak tergeletak di lantai.
"Kotak?" ucap Rey sambil mengambil kotak tersebut.
Rey pun heran karena rasa penasarannya Rey pun membuka kotak tersebut. Ternyata....
Rey pun terkejut setelah melihat isi dari kotak tersebut. Ternyata isinya lagi-lagi sebuah boneka dan foto Rey.
"Fery! Aaargghhh!" ucap Rey.
Rey pun membuang kotak tersebut neserta foto dan bonekanya. Sebelum mamah melihat. Lalu Rey segera masuk kamar.
"Qila ..." ucap mamah menghampiri Qila di kamar.
"Iya mah?" ucap Qila menatap mamah.
"Boneka dari siapa itu? Dari Rey?" ucap mamah yang terus memperhatikan Qila memeluk bonekanya.
Qila pun mengangguk sambil tersenyum.
"Baik banget ternyata Rey," ucap mamah tersenyum.
"Ya sudah mamah mau siapin makan malam dulu ya," ucap mamah.
Qila pun mengangguk. Di dalam kamar Qila duduk di tepi jendela melihat ke arah luar sambil merasakan kebingungan.
"Apa aku dan Rey harus berakhir? Aku gak nyaman dengan semua ini ya, aku sangat menyayangi Rey, tapi apa aku sanggup menjalankan hari yang selalu diganggu oleh Belia dan Fery. Aku tidak mau," gumam Qila.
"Sekarang di mana hati ini berhasil mencintai Rey sepenuhnya. Tidak mungkin bisa aku meninggalkan Rey tujuanku ingin melihat Rey bahagia. Dan membantu melupakan seseorang yang telah menyakitinya," gumam Qila.
******
__ADS_1
"Gue bakalan cari tau tentang Qila. Mungkin ada seseorang yang bisa bantu gue untuk memisahkan Qila dan Rey. Lihat aja nanti!" ucap Belia dengan tegas.