
"Aaaaaaa!" teriak Qila.
"Prakkkk!"
Mangkuk sambalnya pun jatuh ke lantai.
Qila pun membuka mata. Ternyata ada Hanna yang menghalanginya mangkuk sambalnya pun tumpah ke lantai.
"Mau lo apasih?! Cape gue ribut mulu sama lo Rizka! Bisa gak sih sehari aja lo gak usah ganggu Qila!" ucap Hanna.
"Kalo lo cape ribut sama gue. Ngapain lo ngebelain Qila! Kenapa gak Qila aja yang ribut sam gue dan lo jangan ikut campur urusan gue sama Qila!" ucap Rizka.
"Brushhh!"
"Aaaaa!" teriak Rizka.
Hanna pun menyiram wajah Rizka dengan segelas jus yang ada di meja. Wajah Rizka dan bajunya pun basah oleh jus.
"Lo tanya kenapa gue belain mulu Qila?! karena gue punya solidaritas yang tinggi! Gak kaya sahabat lo! Gue siram lo mereka ngebelain lo? Gakkan?" ucap Hanna.
"Harusnya lo sadar sahabat lo sayang gak?! Belain lo engga hah?! Enggakan dan gue ingetin lagi sama lo ya, Rizka sekali lagi ganggu Qila. Gue bakalan bikin lo keluar dari sekolah ini! Semua murid yang ada di sekolah ini kecuali sahabat lo. Pada seneng lo keluar dari sekolah ini!" ucap Hanna.
Hanna pun menarik tangan Qila untuk keluar dari kantin.
"Hanna padahal biarin aja," ucap Qila.
"Keterlaluan banget Qila dia tuh," ucap Hanna.
"Nanti malah kamu Hanna yang dilaporin," ucap Qila.
"Bodo amat yang penting sahabat gue gak kenapa-kenapa," ucap Hanna.
"Hanna peduli banget sama aku. Bersyukur banget punya sahabat kaya dia," gumam Qila.
Rizka pun terdiam dengan baju yang basah dan kotor.
"Benar kata Hanna ketika gue ribut sama Hanna. Sahabat gue gak pernah belain gue. Mereka malah lihatin gue aja di saat gue disiram kaya gini. Mereka malah main ponsel," gumam Rizka.
"Gue gak punya sahabat yang sayang sama gue," ucap Rizka di dalam hati.
Rizka pun pergi dari kantin. Meninggalkan sahabatnya.
"Eh, itu Rizka mau kemana? Kok ninggalin kita," ucap Nazala kepada sahabatnya.
******
"Qila kemana ya, jam segini belum datang," gumam Rey.
"Rey! Nungguin siapa sih lo mabar kuy?" ucap Bimo sambil memegang ponsel.
"Engga gue lagi pengen di luar aja. Bentar lagi masuk nanti deh udah istirahat," ucap Rey.
"Nungguin Qila ya?" ucap Bimo.
"So tau lo!" ucap Rey.
"Hanna makasih ya, kamu baik banget sama aku kamu rela ribut sama Rizka demi belain aku," ucap Qila tersenyum.
"Ya, santai aja sih lagian siapa yang mau. Lihat sahabatnya diganggu sama setan di sekolah ini," ucap Hanna.
"Oh iya Han, kamu tau gak per ..." ucap Qila terhenti
"Pagi Qila. Baru datang?" ucap Rey sambil tersenyum.
Qila pun sekejap menatap Hanna. Lalu Qila kembali menatap Rey.
"E-ehh Rey, pagi juga dari tadi datangnya. Cuma tadi aku sarapan dulu di kantin," ucap Qila.
"Akhemmm!" ucap Hanna dan Bimo.
Hanna pun menjadi saling menatap dengan Bimo.
"Apaansih lo ikut-ikutan segala," ucap Hanna.
"Lah ... masalah emangnya?" ucap Bimo.
Hanna pun hanya mendelikan matanya pada Bimo.
"Ehh Qila aku baru sadar kok tumben sih kamu sarapan di kantin gak biasanya. Kenapa?" ucap Hanna menatap Qila.
"Nah, itu makanya aku mau cerita, tapi nanti deh di kelas ya," ucap Qila.
"Di sini dong aku juga pengen tau," ucap Rey.
"Jangan kepo lo Rey! Emang lagi ada masalah apa lo Qila?" ucap Bimo.
__ADS_1
"Setannnn! Lo juga sama kepo," ucap Rey mendelikan matanya pada Bimo.
"Iya, Qila cerita di sini aja kenapa?" ucap Hanna.
Qila pun sejenak terdiam karena hati Qila sangat sedih. Ketika perusahaan Anartha ditutup. Qila pun menghela napas lalu menghembuskannya dengan pelan.
"Huhhh ... ya, udah jadi gini aku sedih banget entah harus gimana. Sekarang perusahaan Anartha ditutup dan rumah pun disita. Tadi pagi biasanya ada mamah sama papah, tapi tadi gak ada. Mungkin mereka lagi cari rumah karena hari ini aku harus pindah," ucap Qila.
"Serius?!" ucap Hanna.
Qila pun mengangguk.
"Terus nanti kamu pulang gimana?" ucap Rey.
"Entah aku gak tau rumah baru aku di mana. Apalagi hari ini aku ekskul pasti pulang sore," ucap Qila.
"Kamu pulang sama aku aja Qila, tapi kamu kasih tau mamah kalo kamu pulang sama aku. Biar gak khawatir," ucap Rey.
"Emang Rey mau nungguin?" ucap Qila.
"Gak masalah," ucap Rey.
"Nah iya Qila jadi, nanti gampang cari alamat rumah baru kamu. Kalo pakai motor" ucap Hanna.
"Gak nyangka gue perusahaan Anartha yang paling terkenal sejak lama bisa bangkrut juga. Ini hati gue udah lama kosong gak ada yang isi juga," ucap Bimo menggelengkan kepalanya.
"Ye ... Bimo bucin mulu!" ucap Rey.
"Qila nanti pulang se ..." ucap Rey.
"Kring ... kring ... kring ...."
Qila dan teman-temannya pun segera masuk ke dalam kelas. Dan mengikuti pelajaran seperti biasanya.
******
"Pah, Mamah lupa loh gak sediain Qila sarapan," ucap mamah.
"Qila pegang uang gak ya? Aduh Mamah jadi khawatir, Pah," ucap mamah.
"Pegang kali Mah, kalo emang Qila gak pegang pasti dia nelpon mungkin," ucap papah sambil menyetir.
"Mah, maaf ya semuanya jadi berantakan gini. Maaf juga Papah hanya bisa beli rumah yang kecil," ucap papah.
"Ya gak apa-apa Pah, yang penting ada tempat buat tidur. Sekarang kita harus menghemat," ucap mamah.
"Iya Pah, gak apa-apa. Sekarang kita harus cepat bawa barang-barang ke rumah yang baru," ucap mamah.
"Iya, Mah" ucap papah.
******
"Pelajaran hari ini paham semuanya?" ucap pak Andy.
"Paham Pak" ucap semua murid.
Pak Andy adalah guru matematika di sekolah Qila. Bisa dibilang pak Andy ini guru yang paling tegas.
"Bapak akan kasih satu soal yang bisa menyelesaikan. Silahkan tulis di papan tulis bapak akan kasih nilai tambahan," ucap pak Andy.
"Psstt ... Qila kamu ngerti?" ucap Hanna.
"Ngerti aku mau ke depan," ucap Qila.
"Otak gue kok gak paham-paham sih. Heran," ucap Hanna.
"Makanya fokus," ucap Qila.
"Rey bisa gak lo?" ucap Bimo.
"Ajarin gue dong," ucap Bimo.
"Nanti dulu gue mau ke depan," ucap Rey.
"Sudah ada yang selesai? Silahkan ambil spidolnya di meja bapak. Lalu tulis jawabannya di papan," ucap pak Andy.
"Akhirnya beres," ucap Qila.
"Akhirnya beres," ucap Rey.
Qila dan Rey pun berlari ke arah meja pak Andy.
"Grep!" Tangan mereka pun bersamaan memegang spidol. Terjadilah tarik menarik.
"Ihh aku duluu!" ucap Qila.
__ADS_1
"Aku yang duluan Qila," ucap Rey.
"Aku dulu ahh, gak mau siniin spidolnya!" ucap Qila.
"Aku dulu!" ucap Rey.
Qila dan Rey pun tidak ingin saling mengalah.
"Ehh stop, stop! Kok jadi ribut," ucap pak Andy.
"Ya sudah, satu soal kerjakan berdua nanti bapak bagi dua nilai tambahannya," ucap pak Andy.
"Kok dibagi dua sih Pak?" ucap Qila dan Rey.
"Qila sama Rey samaan terus ... cieee jodoh," ucap Hanna.
"Akhemmm Reyyy." ucap Bimo.
"Cieeeeeee ..." ucap semua murid.
"Heh! Sudah sudah mau atau engga ini?" ucap pak Andy.
Qila dan Rey pun mengangguk. Lalu mereka berdua mengerjakan satu soal berdua.
"Kring ... kring ... kring ...."
Semua siswa pun berhamburan keluar kelas untuk ke kantin.
"Qila ayo ..." ucap Hanna.
"Qila istirahat bareng Rey, yuk?" ucap Rey.
"Engga-engga! Qila sama gue," ucap Hanna.
"Ya udah bareng-bareng aja semua ribut mulu bocah!" ucap Bimo.
"Oke, lo jangan ikut!" ucap Hanna dan Rey.
"Ehhh ..." ucap bimo.
"Ihh udah lagian aku mau ke bu Yati. Gak akan ke kantin," ucap Qila.
"Yahh ... mau ngapain?" ucap Hanna.
"Entah bu Yati yang suruh," ucap Qila.
"Yahh gagal lagi," gumam Rey.
Sepertinya Rey akan membuat rencana untuk Qila. Entah apa rencananya.
"Ya udah bayy ... semua," ucap Qila.
Qila pun berjalan menuju ruang guru.
******
"Rizka! Gue minta bantuan lo lagi dong," ucap seseorang.
"Apa lagi sih? Kemaren gagal aja lo marah-marahkan males gue ah," ucap Rizka.
"Ehh, ya udah gue minta maaf pliss dong Rizka," ucap seseorang.
"Ya udah apa?" ucap Rizka.
"Kerjain lagi Qila. Sumpah gue kesel banget lihat dia," ucap seseorang.
"Qila?" ucap Rizka.
"Eh Rey itu si Rizka lagi ngapain kepo gue," ucap Bimo.
"Aduhh, gue itu malas kalo harus ngerjain Qila lagi. Pasti nenek lampir Hanna itu tuh yang bakalan ribut sama guenya," ucap Rizka.
"Apa? Jadi, ada yang suruh Rizka buat ngerjain Qila siapa sih?" ucap Rey.
"Siapa sih itu? Gak keliatan," ucap Bimo.
"Samperin aja, ayo," ucap Bimo.
"Jangan!" ucap Rey.
"Pokoknya gue minta bantuan lo pliss," ucap seseorang.
"Ya udah bawel ahh. Gimana ngerjainnya," ucap Rizka.
"Jadi gini ..." ucap seseorang.
__ADS_1
"Hah?! Itukan ..." ucap Rey dan Bimo.