
"Jika aku bersungguh-sungguh untuk membanggakan sekolah ini. Aku rasa aku bisa," gumam Qila.
******
"Dret ... dret ... dret ...."
Fery pun mengeluarkan ponselnya di dalam saku celana.
"Siapa sih? Lagi sekolah juga," ucap Fery.
Fery pun mengangkat telponnya dengan kesal.
"Hallo?" ucap Fery.
"Sayang! Skincare aku habis," ucap Angelina.
"Terus?" ucap Fery.
"Terus aku pengen beli baju," ucap Angelina.
"Bukan itu maksudnya. Terus kenapa kamu bilang ke aku?" ucap Fery.
"Ihhh! Kamu itu gak peka banget sih. Aku pengen kamu beliin aku baju sama skincare. Gak mau tau kamu harus beliin!" ucap Angelina.
"Sayang! Kamu taukan aku ini masih sekolah. Uang aja masih minta ke orang tua ya, kamu juga sama minta aja ke orang tua," ucap Fery.
"Ooo ... gitu ya, sekarang? Waktu awal kamu bilang kalo kamu mau beliin apa yang aku mau sekarang mana hah?! Ya, udahlah kita putus!" ucap Angelina.
"E-ehhh ... jangan dong sayang iya deh nanti malam kita beli ya, jangan marah dong," ucap Fery.
"Oke, malam ya? Awas kalo engga," ucap Angelina.
"Dahhhh sayang aku mau masuk kelas dulu. Semangat belajarnya ya," ucap Angelina.
"Iya sayang semangat juga," ucap Fery.
"Tut ...."
"Kalo gue udah gak sayang sama cewe satu ini. Udah gue putusin ngeselin banget sih!" gumam Fery
Teman sekelas Fery pun memperhatikan Fery. Terlihat raut wajah Fery yang begitu kesal.
"Bro, ke kelas?" ucap teman-teman Fery.
"Yoi," ucap Fery.
Fery dan temannya pun segera masuk ke kelas.
******
"Kring ... kring ... kring ...."
Semua murid pun berhamburan keluar kelas untuk pulang kerumahnya masing-masing.
"Hanna! Aku duluan ya," ucap Qila.
"Eits ...." Menarik tangan Qila.
Langkah Qila pun terhenti. Lalu Qila melihat ke arah Hanna.
"Apaan?" ucap Qila.
"Ekskul sayang! Lupa lagi hah?!" ucap Hanna dengan tegas.
"Iya, inikan aku mau buru-buru Hanna," ucap Qila.
"Ya sudah aku kira kamu lupa. Aku pulang duluan ya, hari ini aku gak ada ekskul dahhh ..." ucap Hanna.
"Oke, hati-hati Hanna dahh ...." Melambaikan tangannya.
Qila pun berjalan kembali untuk segera kumpul ekskul.
"Qila ...."
"Ada yang manggil ya? Siapa sih?" gumam Qila.
Tetapi karena Qila buru-buru Qila pun tidak melihat ke arah belakang. Qila pun mengabaikannya dan segera masuk ke ruangan.
"Tok ... tok ... tok ...."
"Permisi, Bu," ucap Qila di depan pintu.
"Iya, silahkan masuk Qila," ucap bu Yati.
Qila pun duduk di salah satu kursi dengan suhu tubuh yang dingin. Karena Qila belum siap. Semua murid telah berkumpul di ruangan tersebut.
"Oke, sudah kumpul semua yang pertama Ibu akan mengetes suara Qila terlebih dahulu ya, karena kalian yang telah memilih Qila," ucap bu Yati.
Ekstrakurikuler yang di ikuti Qila adalah musik. Khusus untuk lelaki mereka akan diajarkan mengenai alat-alat musik, tetapi khusus perempuan akan diajarkan menyanyi. Di dalam ekstrakurikuler tersebut untuk menyanyi dibagi dua kelompok ada yang bernyanyi solo dan ada yang paduan suara.
"Qila silahkan maju ke depan," ucap bu Yati sambil menyilangkan tangannya.
Dengan gugup Qila pun maju ke depan berharap Qila bisa. Karena sudah lama Qila tidak melatih suaranya. Pasti akan terasa berat lagi suaranya ketika Qila memulai bernyanyi.
"Kamu akan menyanyikan sebuah lagu pilihan ibu ya, judulnya Dia Istimewa-Fransiska Juanita. Kamu tau?" ucap bu Yati menatap Qila.
"Inikan lagu favorit aku," gumam Qila.
"Iya Bu aku tau," ucap Qila.
"Kalo begitu latihan dimulai sekarang," ucap bu Yati.
Bu Yati pun berjalan menghampiri pianonya. Qila pun mulai menarik napas dengan tenang. Lalu menghembuskannya pelan.
"Aku bisa!" ucap Qila di dalam hati.
__ADS_1
"🎶🎶🎶 Kata orang cinta da ...." Suara Qila pun mulai keluar.
"Stop!" ucap Rizka.
Qila pun terkejut melihat Rizka. Padahal Rizka sejak dulu tidak pernah mengikuti ekskul musik ini.
"Ada apa?" Ucap bu Yati menatap tajam ke arah Rizka.
"Saya akan gabung di ekskul ini Bu. Dan saya bisa menggantikan Qila Bu" ucap Rizka tersenyum licik.
"Apa-apaan kamu?! Datang ke sini tiba-tiba. Bukannya bilang dulu kalo mau gabung tiba-tiba bilang mau gantiin Qila gak bisa!" Ucap bu Yati.
"Ibu akan tau nanti suara siapa yang paling bagus," ucap Rizka.
"Kenapa Rizka tiba-tiba ingin gabung di ekskul ini ya, sepertinya Rizka ingin menggagalkan aku," gumam Qila.
"Ya sudah kalo begitu Qila lanjutkan. Setelah Qila lalu kamu yang ke depan," ucap bu Yati.
Rizka pun tersenyum sombong ke arah Qila. Ada niat jahat yang akan Rizka lakukan terhadap Qila. Tak pernah berhenti Rizka untuk menggagalkan apapun yang Qila lakukan.
Tetapi ada salah satu murid yang tidak setuju bila di gantikan oleh Rizka. Karena mereka tau Rizka hanya ingin terpandang oleh orang lain.
"Bu, gak bisa gitu dong kita hanya setuju Qila yang akan bernyanyi," ucap Anggun sambil melihat ke arah Rizka.
Anggun adalah teman Qila di satu ekskul. Anggun selalu menemani Qila dan selalu bekerja sama dengan Qila.
"Iya Bu, gak setuju!" ucap seluruh murid yang ada di ruangan.
"Apa sih lo!" ucap Rizka.
"Kita tau Bu, Rizka cuma ingin dipandang oleh orang lain" ucap Anggun.
"Sembarangan lo kalo ngomong!" ucap Rizka.
Di dalam ruangan tersebut saling beradu mulut. Membuat Bu Yati marah dan kesal.
"Cukupp!!!!!" bentak bu Yati.
"Bisa diam tidak! Di sini ibu yang mengatur," ucap bu Yati dengan tegas.
Seluruh murid pun terdiam terkejut melihat bu Yati marah.
"Silahkan Qila lanjutkan," ucap Bu Yati.
Qila pun mengatur napasnya kembali. Menarik nafas lalu menghembuskannya.
"🎶🎶🎶 Kata orang cinta datang tiba-tiba baru kini ku mengalaminya ...."
"Kenapa suara aku jadi berat dan jelek begini," gumam Qila
"Semua tentang di ...."
"Stop! Qila gak usah dilanjutin," ucap bu Yati.
Qila pun menghentikan suaranya. Qila tau pasti bu Yati akan marah sebab suara Qila tidak merdu.
Qila pun menunduk malu dan Qila pun merasa sakit hati dengan ucapan bu Yati. Entah kenapa Qila pun merasa heran mungkin karena Qila sudah tidak berlatih lagi.
"Nahkan Bu apa kata saya," ucap Rizka.
Bu Yati pun menggelengkan kepalanya. Lalu mempersilahkan untuk Rizka bernyanyi.
"Silahkan Rizka," ucap bu Yati.
"Lagunya apa Bu?" Ucap Rizka.
"Sama seperti Qila," ucap bu Yati.
"Aduh gue gak tau lagunya. Gimana nih? Ahh bodo amat deh," ucap Rizka.
"🎶🎶🎶 Kata orang dia datang tiba-tibaku mencintainya ...." Rizka pun mengeluarkan suaranya.
"Pfftt ... hahahahaha," seluruh murid pun tertawa.
"Brakkk!!!"
Karena kesal bu Yati memukul meja dengan sangat keras. Membuat semua murid terkejut.
"Gak ada yang bener! Rizka kamu keluar sekarang juga! Datang-datang so bisa. Lirik aja gak tau malah ngerusak lagu orang," ucap bu Yati dengan wajah memerah penuh amarah.
Terlihat bu Yati marah sekali. Membuat se-isi kelas terdiam. Qila pun hanya tertunduk Qila merasa kecewa dengan dirinya sendiri. Sebab Qila telah mengacaukan semuanya.
"Meoww ...."
"Hitam?!" ucap Qila.
"Hitam apanya Qila?" ucap bu Yati.
Qila pun terkejut menatap ke arah bu Yati.
"E-engga Bu ini rok aku ada noda tintanya," ucap Qila.
"Kenapa Hitam bisa ada di sini sih? Dasar kucing gaib di mana-mana selalu ada. Hanya aku kali ya, yang lihat dan dengar," gumam Qila.
"Pasti Qila terkejutkan melihat aku ada di sini. Hhmm ... sepertinya Qila lagi ada masalah ya, biar Hitam bantu," ucap Hitam.
Di ruangan musik pun terjadi keheningan. Semua memilih diam tanpa bersuara karena takut bu Yati tambah marah.
"Jadi gimana ini? Siapa yang mau nyanyi?" ucap bu Yati.
Anggun pun memberanikan dirinya karena Anggun yakin Qila pasti bisa.
"Coba aja Bu tes lagi Qilanya. Mungkin tadi gara-gara ada Rizka jadi gak konsen, Bu," ucap Anggun.
"Ya sudah ulang lagi Qila. Kalo Qila masih seperti tadi suaranya ibu akan cari yang lain," ucap bu Yati.
__ADS_1
"Ohh ... jadi suara Qila jelek nih? Oke aku bantu agar suara Qila jadi bagus dan merdu," ucap Hitam.
Qila pun menarik nafas memejamkan mata Qila berharap bisa. Agar teman-teman ekskulnya tidak kecewa telah memilih Qila. Semua akan bisa jika dilakukan dengan berusaha.
"Qila tenang ya, Hitam akan bantu" ucap Hitam.
"Gimana caranya? Serahlah gimana kamu aja Hitam" gumam Qila.
Qila pun mulai mengeluarkan suaranya, tetapi jantung Qila terus berdetak kencang.
"🎶🎶🎶 Kata orang cinta datang tiba-tiba baru kiniku mengalaminya ...."
Benar saja Hitam mengubah suara Qila menjadi sangat merdu. Qila pun terkejut mendengar suaranya sendiri.
"Semua tentang dia, buatku terpesona apakah ini namanya cinta ...."
"Ku harap dia rasakan yang sama ...."
Bu Yati pun mulai tersenyum mendengarkan suara Qila, semua murid pun tersenyum.
"Qila tadi kemana ya, padahal aku pengen ajak pulang bareng," gumam Rey sambil terus melihat ke sekeliling ruangan.
"🎶🎶🎶 Tuhan aku sedang jatuh cinta ku bingung harus bagaimana ... ingin hati nyatakan cinta ku takut dia ada yang punya ...."
Akhirnya Rey pun menemukan Qila di ruangan musik tersebut.
"Qila lagi nyanyi? Merdu banget suaranya," gumam Rey sambil memperhatikan Qila dari luar.
Sebelumnya Rey tak pernah mendengarkan Qila bernyanyi solo. Biasanya Qila hanya bernyanyi paduan suara ketika upacara bendera hari Senin.
"Rasanya suara aku jadi enak gini. Pasti karena Hitam," gumam Qila sambil tersenyum.
Qila pun terus melanjutkan bernyanyinya dengan tenang hingga selesai.
"Tuhan tolong-tolong bantu aku ketuk pintu hatinya ... aku hanya ingin dia karena dia sungguh istimewa." Akhirnya lagunya pun selesai.
"Prok ... prok ... prok ...."
Se-isi ruangan pun memberikan tepuk tangan pada Qila. Qila pun tersenyum.
"Merdu sekali Qila suara kamu. Tidak salah pilihan kalian," ucap bu Yati tersenyum kepada semua murid yang ada di ruangan.
Qila pun tersenyum. Saat Qila melihat ke arah luar Rey pun memberikan jempol dan senyuman pada Qila. Membuat Qila tersenyum lalu memerah pipinya.
"Qila besok temui ibu saat istirahat ya," ucap bu Yati.
"Baik Bu," ucap Qila.
"Latihan hari ini sudah cukup terima kasih Qila. Kalian boleh pulang," ucap Bu Yati.
Qila pun berjalan menghampiri kursinya. Lalu mengambil tas dan segera berjalan keluar ruangan, tetapi langkah Qila terhenti setelah Anggun memeluk Qila dan memberi semangat.
"Semangat Qila!!!" ucap Anggun sambil memeluk Qila.
"Aaaaaa! Anggun ... makasih ya, kamu selalu dukung aku," ucap Qila tersenyum.
"Sama-sama. Aku duluan ya, dahh ..." ucap Anggun sambil berjalan keluar ruangan.
"Dahh ..." ucap Qila.
Qila pun tersenyum dengan bahagia. Lalu Qila meninggalkan ruang musik tersebut. Tadinya Qila ingin berterima kasih kepada Hitam, tetapi Hitam menghilang begitu saja.
Setelah Qila keluar dari ruang musik tersebut.
"Qila ..." ucap Rey sambil menarik tangan Qila.
Qila pun terkejut menatap Rey. Qila pikir Rey sudah pulang.
"Rey? Kaget," ucap Qila.
"Maaf ... pulang bareng yuk?" ucap Rey sambil tersenyum.
"Hhmm ... ayo!" ucap Qila tersenyum.
Rey dan Qila pun pulang berdua menyusuri jalan yang ramai. Karena hari ini motor Rey dipinjam oleh Bimo sahabatnya jadi, Rey terpaksa menunggu Qila untuk pulang bareng jalan kaki. Lagi pula Rey sengaja ingin pulang bersama Qila. Terlihat senyuman manis di bibir mereka.
Tetapi mereka berdua di ganggu oleh kucing hitam yang menyebalkan menurut Qila.
"Psstt ... cie berdua nih Qila sampai aku dilupakan," ucap Hitam.
Qila pun melirik ke arah si Hitam sambil mendelikan matanya. Berharap kucing Hitam tersebut menjauh dan tidak mengganggu Qila. Hitam dengan sengaja berjalan sambil menempelkan kepalanya pada kaki Qila.
"Ihh!!! Apaan sih yang bener jalannya nanti aku jatuh gimana?!" ucap Qila dengan tegas.
"Kenapa Qila? Oh aku jalannya terlalu deket ya?" ucap Rey.
"Bu-bukan gitu Rey ini aku lagi ..." ucap Qila.
"Krukkk!"
Sangat menyebalkan perut Qila malah berbunyi. Qila pun merasa malu.
"Aduh ... kenapa malah bunyi di depan Rey sih!" gumam Qila.
"Oh Qila laper ... tuh di depan ada nasi goreng kita makan di sana ya? Aku traktir oke," ucap Rey.
"Gak usah Rey aku juga masih ada uangnya jadi, aku bayar sendiri aja," ucap Qila.
"Gak apa-apa dari aku aja yuk!" ucap Rey.
Karena tidak mau berdebat lama. Qila pun mengangguk lalu berjalan bersama Rey menuju warung nasi goreng. Untung saja tempatnya tidak jauh.
"Loh itu bukannya Qila? Wah, dia udah punya cowo aja tuh. Gak bisa gitu dia gak boleh bahagia," ucap Fery.
Fery pun menghampiri Qila dan Rey. Lalu Fery menarik tangan Qila dengan kuat sehingga Qila menghadap ke arah Fery.
__ADS_1
"Akh!!" teriak Qila.
Tak di sangka Fery pun melayangkan tangannya tepat pada pipi Qila. Lalu menampar pipi Qila.