
Tak lama bu Yati pun datang ke kelas. Qila pun mulai melatih suaranya dengan tenang. Semuanya berjalan lancar sampai akhirnya pulang.
Sesampainya Qila di rumah.
"Kriett ...."
Qila pun masuk ke dalam kamarnya menyimpan tas di atas tempat tidurnya. Lalu Qila pun berjalan menuju jendela sambil membawa buku catatan. Qila pun menghembuskan nafasnya dengan pelan pandangannya tertuju ke arah luar.
"Tadi baru tulis surat untuk Rey. Sekarang aku tulis surat untuk Hanna," gumam Qila.
Qila pun mulai menulis di atas buku tersebut.
"Hanna, makasih ya, udah mau jadi sahabat Qila yang selalu ada buat Qila walaupun akhirnya seperti ini, tapi Qila tidak merasa benci sama Hanna rasa sayang Qila selalu ada untuk Hanna. Sekarang Rey sayang sama Hanna, kan? Perjuangan Hanna memendam rasa selama ini pada Rey akhirnya terbalas,"
"Qila bahagia banget lihat Hanna bahagia. Walaupun Qila bersedih atas semua ini, tapi tidak masalah semoga Hanna bahagia terus bersama Rey. Ingat pesan Qila jangan sakiti Rey dan jangan buat Rey bersedih Qila gak mau lihat Rey bersedih dan Qila ingin Rey terus bahagia. Maafin Qila atas semua kesalahan Qila selama ini ya." Isi di dalam surat tersebut.
"Oke, beres tinggal surat untuk mamah dan papah," ucap Qila.
"Rasanya Qila gak sanggup tulis surat untuk mamah dan papah. Seberapa sedihnya mamah dan papah nanti jika Qila pergi," gumam Qila sambil meneteskan air mata.
Qila pun mencoba menulis surat untuk mamah dan papah.
"Pah, Mah ... maafin Qila atas semua kesalahan Qila selama ini. Qila kadang membuat Papah dan Mamah khawatir, membuat Papah dan Mamah kesal sekali lagi maafin Qila ya, Pah, Mah,"
"Qila ucapkan terima kasih untuk Papah dan Mamah yang udah rawat Qila dari kecil hingga Qila dewasa, tapi Qila gak bisa balas kasih sayang Papah dan Mamah karena Qila harus pergi. Qila mohon sama Papah dan Mamah di saat Qila udah pergi. Qila gak mau lihat Papah dan Mamah sedih terus, Qila mohon Papah dan Mamah harus bahagia setelah Qila pergi ya. Maafin Qila, Qila gak bisa membuat Mamah dan Papah bahagia di masa depan nanti. Qila pun tidak bisa menggapai cita-cita yang Qila inginkan,"
"Pah, Mah, nanti tolong temui Qila di Jl. Sakura. Kuburkan mayat Qila dan Fery dengan layak ya, Pah, Mah." Isi di dalam surat tersebut.
Setelah selesai menulis Qila pun tersedu-sedu menangis. Berat sekali rasanya Qila meninggalkan papah dan mamah. Qila pun menyobekan satu per satu suratnya lalu memasukan ke dalam kotak.
"Boneka dari Rey," ucap Qila sambil meraih bonekanya.
"Aku harus pergi demi kamu. Maafin aku, ya," ucap Qila sambil memeluk bonekanya.
Qila pun memasukan boneka dari Rey ke dalam tas. Yang di dalamnya terdapat surat untuk Rey juga.
Akhirnya Hitam menemukan cara untuk mengubah hati dan pikiran manusia.
"Akhirnya ... sebelum Hitam coba ke Qila. Hitam harus coba ke burung aja deh," ucap Hitam.
Setelah selesai membuat surat. Qila pun berbaring di atas tempat tidurnya. Waktu pun sudah menunjukkan pukul 21.00 Qila pun mencoba memejamkan matanya. Tak lama Qila pun tertidur.
******
"Cuit ... cuit ... cuit ...."
Qila pun terbangun dari tidurnya. Melihat ke arah jendela yang sudah terlihat terang oleh cahaya matahari. Qila pun beranjak dari tempat tidurnya lalu segera mandi.
"Qila, udah bangun, Mah?" ucap papah.
"Lagi mandi kayanya, Pah," ucap mamah yang sedang menyiapkan sarapan.
Tak lama Qila pun berjalan menghampiri meja makan untuk sarapan.
"Pagi, Mah, Pah," ucap Qila tersenyum.
__ADS_1
"Pagi, sayang," ucap papah dan mamah.
Qila pun mengambil nasi goreng dan segelas susu. Qila, mamah, dan papah pun segera memakan sarapannya.
"Mah, kemarin di kantor ada tamu dari perusahaan lain. Papah gak ngerti deh itu gak tau matanya minus atau kacanya yang terlalu jernih. Sampai-sampai waktu jalan ada kaca ditabrak Mah, hahaha bilangnya tuh 'oh, ini kaca ya, saya kira tidak ada' hahaha Papah sampai gak kuat tahan ketawa, Mah," ucap papah sambil tertawa.
"Hahaha ... ada-ada aja, ihh Papah gak baik loh ketawain orang," ucap mamah tertawa.
Qila pun hanya tersenyum menatap papah dan mamah. Yang terlihat sangat bahagia di pagi hari ini.
"Hari terakhir aku melihat senyuman indah di wajah papah dan mamah. Besok aku tidak akan bisa melihat senyuman ini," gumam Qila tersenyum.
"Cepat habiskan sayang sarapannya," ucap mamah.
Tetapi Qila terus melamun.
"Qila ..." ucap papah.
"Hah? Iya Pah," ucap Qila.
"Masih pagi udah melamun," ucap mamah tersenyum sambil mengusap rambut Qila.
Qila pun tersenyum lalu segera menghabiskan sarapannya. Setelah habis Qila pun pamit kepada mamah untuk berangkat sekolah.
Hari ini acara bazar dan band di sekolah Qila sedang di persiapkan. Sesampainya Qila di sekolah Qila pun menuju ruang musik untuk dimake up. Setelah selesai dimake up Qila pun berlatih terlebih dahulu.
Seluruh murid pun tak sabar ingin melihat penampilan band dan Qila bernyanyi. Mereka semua menempati tempat duduk.
Tak lama Qila pun berjalan ke atas panggung. Semua murid pun bertepuk tangan melihat Qila, tetapi semua orang merasakan ada yang aneh dengan Qila. Mungkin ini pertanda bahwa Qila akan pergi. Qila pun mulai menarik napasnya dengan pelan.
"Selamat pagi teman-temanku semuanya," ucap Qila tersenyum.
"Kali ini aku akan bernyanyi untuk menghibur kalian semua. Lagu yang akan aku nyanyikan berjudul 'Harus memilih-Widi Nugroho' selamat mendengarkan," ucap Qila tersenyum.
"🎶🎶 Kamu tak pernah tau bahagianya aku
Setelahku menemukan dirimu ...
Rasanya seperti bermimpi bisa mencintaimu
Yang indah haaaa ...."
Semua murid pun bertepuk tangan mendengar suara Qila.
"Bagus banget suara Qila," ucap Bimo.
"Bela terusss ..." ucap Rey.
"Lo, kenapa sih?" ucap Bimo menatap Rey.
Rey pun hanya mendelikan matanya pada Bimo.
"Bila ku harus memilih
Antara hidup dan mati
__ADS_1
Seperti aku memilih
Denganmu atau ku pergi ...."
"Haruskah aku terluka
Untuk kesekian kalinya
Tuhan cukup cukup sudah
Aku pun ingin bahagia ...."
"Kenapa hari ini rasanya ada yang berbeda dari Qila. Rasanya hari ini ingin memeluk Qila. Pikiran gue pun berpikir bahwa besok gue gak akan lihat Qila lagi. Ahh, apaansih," gumam Rey.
"Kenapa rasanya berbeda di saat Qila bernyanyi. Hati gue merasa gue ingin menghabiskan waktu untuk bermain sama Qila hari ini. Ada apasih kok gue jadi berpikir yang engga-engga tentang Qila," gumam Hanna.
"Dan kamu pun tak tau hancurnya hatiku ...
Saat diriku harus melepasmu ...
Rasanya seperti terbangun dari mimpi-mimpiku
Yang indah haaa ...."
"Bila ku harus memilih
Antara hidup dan mati
Seperti aku memilih
Denganmu atau ku pergi ...."
"Haruskah aku terluka
Untuk kesekian kalinya
Tuhan cukup cukup sudah
Aku pun ingin bahagia 🎶🎶"
"Prok ... prok ... prok ...."
Semua murid pun memberikan tepuk tangan.
Qila pun turun dari atas panggung. Lalu berjalan menuju ruangan musik.
"Luar biasa kamu Qila. Ibu bangga sama kamu," ucap bu Yati tersenyum.
"Makasih, Bu," ucap Qila tersenyum.
"Kamu istirahat dulu di sana," ucap bu Yati.
Qila pun mengangguk lalu berjalan menuju kursi.
Â
__ADS_1
Â
Â