Dia Bahagia

Dia Bahagia
Bab 13


__ADS_3

"Gagal gak ya kalo aku gak panggil Hitam, tapi rasanya aku ingin mengeluarkan suaraku sendiri, tapi aku takut nanti bu Yati heran mendengar suaraku menjadi berubah lagi," gumam Qila.


Bu Yati pun masuk ke dalam ruang musik.


"Untung aja gak terlalu basah. Benar-benar Rizka," gumam bu Yati.


"Qila sekarang mulai latihan ya," ucap bu Yati.


Qila malah terus melamun tanpa mendengarkan bu Yati.


"Qila?" ucap bu Yati.


"Aduh gimana ya, aku harus apa sekarang apa aku coba dulu aja ya," gumam Qila.


Bu Yati pun menepuk pundak Qila, Qila pun terkejut.


"Maaf Bu," ucap Qila.


"Kamu kenapa Qila? Pasti deg-degan ya, tenang aja ibu yakin Qila bisa," ucap bu Yati tersenyum.


Qila pun tersenyum.


"Ayo mulai," ucap bu Yati menghampiri pianonya.


Qila pun menarik nafasnya lalu menghembuskan dengan pelan. Qila mulai mengeluarkan suaranya dengan tenang.


"🎶🎶🎶 Kata orang cinta datang tiba-tiba baru kini ku mengalaminya ...."


"Qila nyanyi kenapa gak manggil aku sih. Oke Hitam ubah suaranya," ucap Hitam.


Qila pun melihat ke arah Hitam. Qila mengetahui Hitam akan mengubah suaranya. Dengan cepat Qila menghentikan Hitam.


"Jangannn!" teriak Qila.


Bu Yati pun menatap Qila dengan heran.


"Kenapa?" ucap bu Yati.


"Ehh ... maaf Bu," ucap Qila.


"Qila ayo fokus dong. Jangan mikirin yang lain fokus ayo!" ucap bu Yati.


"Iya Bu maaf ..." ucap Qila.


Qila pun melanjutkan nyanyinya. Sambil memberi kode pada Hitam. Agar tidak mengubah suaranya.


******


"Rey itu siapa sih? Penasaran gue bisa-bisanya deketin Qila. Gue harus bikin peringatan sama Rey itu," gumam Rey.


"Keren bro, mantan lo udah punya pacar lagi," ucap teman Fery.


"Siapa?" ucap Fery.


"Qila, pacaran tuh sama teman gue namanya Rey," ucap teman Fery.


"Mana?" ucap Fery.


Fery pun melihat sebuah postingan di instagram.


"Oh, jadi Rey itu pacar Qila. Dari sekarang gue bakalan bikin Rey jauh dari Qila. Karena Qila hanya milik gue," ucap Fery.


******


"Besok kamu harus siap ya, Qila," ucap bu Yati.


"Fokus ya," ucap bu Yati.


"Baik Bu kalo begitu saya boleh pulang?" ucap Qila.


"Iya silahkan," ucap bu Yati.


Qila pun segera berjalan keluar ruangan musik. Lalu Qila berjalan menuju gerbang dari tadi Rey terus memanggil Qila, tetapi karena Qila kesal Qila mengabaikannya dan terus berjalan.


"Qila tunggu ..." ucap Rey..


Tetapi Qila terus saja berjalan meninggalkan Rey.


"Qila kenapa sih hari ini?" gumam Rey.


"Rey gue pinjam ..." ucap Bimo.


"Ambil-ambil nih ... ini kuncinya," ucap Rey.


Rey pun segera berlari mengejar Qila.


"Bocah! Gue pinjam apa, dikasih apa heran ..." ucap Bimo.


"Gue mau pinjam buku. Rey benar-benar nyusahin gue, kan gue bawa motor," ucap Bimo sambil menggelengkan kepalanya.


"Gue bawa motor dua dong? Gimana bawanya?" ucap Bimo.


Qila terus berjalan sambil mempercepat langkahnyanya, sedangkan Rey terus berlari mengejar Qila


"Ihhh! Ngapain sih ngikutin terus. Bukannya pulang aja tau lagi kesel," gumam Qila.


"Qila ..." ucap Fery.


"Bisa gak sih jangan ganggu mulu!" ucap Qila menatap tajam Fery.


"Bentar aja Qila aku pengen kamu balikan sama aku ya, kamu masih sayangkan sama aku daripada sama Rey?" ucap Fery.


"Kok Fery bisa tau sih aku sama Rey?" gumam Qila.


"Sorry ya, sekali aku udah benci sama seseorang. Jangan harap kalo aku bakal balik lagi!" Menghentakkan kakinya dan kembali berjalan.


Rey pun melihat Qila. Lalu berjalan menghampiri Qila.


"Lo ngapain terus ganggu Qila hah?!" ucap Rey.

__ADS_1


Rey pun memukul Fery dengan kuat.


"Buaghh!" Fery pun terjatuh akibat pukulan Fery.


Qila pun berhenti berjalan. Lalu segera menghampiri Rey dan Fery.


"Berani lo sama gue?" ucap Fery sambil kembali berdiri.


Fery pun membalas pukulan Rey terjadilah keributan.


"Buaghh!"


"Udah Rey udah ... udah stopppp! Fery, Rey!" bentak Qila.


Qila pun mencoba memisahkan Rey dan Fery, tetapi Rey terus memukul Fery. Sampai Qila pun terkena pukulan oleh Rey sehingga Qila terjatuh.


"Buaghh!"


"Akhh!" ucap Qila terjatuh.


"Qila!" ucap Rey dan Fery.


Qila pun memegang pipinya sambil menatap Rey dengan kesal. Lalu Qila pun berdiri dan berjalan sendirian meninggalkan mereka sambil menangis.


"Kenapa sih! Rey nyebelin banget atau Rey hanya berpura-pura mencintai aku? Terus tadi Rey bicara apa sama Belia?" gumam Rey.


"Nah lo gak bisa bikin Qila bahagia. Lo malah bikin Qila nangis. Jadi, gue yang berhak deketin Qila! Masalah gue sama lo belum beres ya. Dan gue bakalan kasih peringatan kalo lo masih deketin Qila!" ucap Fery sambil kembali menaiki motornya.


"Heh! Apa maksud lo? Lo siapa Qila hah? Lo cuma mantannya, tapi gue pacarnya bro jadi, gue yang harusnya bilang kaya gitu," ucap Rey.


"Awas aja lo!" ucap Fery.


******


"Dret ... dret ... dret ...."


"Hallo ... Qila?" ucap papah.


"Pah, jemput Qila dong," ucap Qila.


"Kamu di sekolah?" ucap papah.


"Engga Pah, Qila kirim lokasinya ya," ucap Qila.


Qila pun mengirim lokasinya. Lalu menunggu papah sambil duduk di bawah pohon.


"Itu Qila, Reynya mana? Gak adakan kesempatan gue buat jahilin dia," ucap Belia tersenyum sambil menghampiri Qila.


"Hai ... Qila," ucap Belia.


"Eh, hai," ucap Qila tersenyum.


"Reynya mana?" ucap Belia.


"Entah, udah pulang kali," ucap Qila.


Belia pun melihat ke sekeliling. Lalu mengeluarkan botol air minum.


"Qila kamu kelihatan cape banget ini minum dulu. Nanti dehidrasi loh," ucap Belia sambil memberikan botol air.


"Oh, makasih Belia," ucap Qila.


"Kamu lagi nunggu apa?" ucap Belia.


"Tungguin papah," ucap Qila.


"Kalo gitu aku duluan pulang ya, bayy Qila hati-hati ya," ucap Belia sambil berjalan meninggalkan Qila.


Qila pun tersenyum Qila pikir Belia sangat baik kepadanya. Padahal ada niat jahat dari hati Belia.


"Meoww ...."


Qila pun melihat ke arah Hitam. Hitam pun diam duduk di samping Qila.


"Gluk ... gluk ... gluk ...."


Qila pun meminum air dari Belia sampai habis. Karena Qila sangat kehausan.


"Qila minumnya hebat," ucap Hitam.


"Haus banget," ucap Qila menatap Hitam.


"Tapi kok Hitam rasa. Ada yang aneh sama air itu Qila," ucap si Hitam.


"Tau dari mana kamu?" ucap Qila.


"Beneran loh. Hitam ngerasa aneh aja kaya ada sesuatu yang engga beres," ucap Hitam.


"Hushh ... gak boleh gitu," ucap Qila.


"Tittt ...."


"Qila ayo udah hampir malam loh," ucap papah membuka kaca mobil.


Qila pun masuk ke dalam mobil dan segera pulang bersama papah. Benar saja air yang diberikan Belia membuat Qila tidak ada hentinya batuk.


"Kamu sakit?" ucap papah.


"Uhukk ... uhukkk ...."


"Engga Pah, gak tau ini Qila kenapa," ucap Qila


"Lagi-lagi pipi kamu merah Qila? Kaya anak kecil kamu kalo mewarnai," ucap Papah.


Untung saja papah tidak menyangka yang tidak-tidak soal pipi Qila.


"Fiuhh ... untung saja," gumam Qila..


******

__ADS_1


Setibanya Rey di rumah.


Rey pun duduk sambil menggenggam ponsel. Rey merasa bersalah dengan sikapnya pada Qila. Apalagi tadi Rey tak sengaja memukul Qila hingga terjatuh.


"Qila pasti marah sama gue. Harus gue telpon nih," ucap Rey meraih ponselnya.


"Tut ... tut ... tut ...."


Ponsel Qila terus berdering namun Qila mengabaikannya. Karena Qila tau pasti Rey yang menelponnya. Qila pun seperti biasanya melihat bintang di langit.


"Uhukk ... uhuk ...."


"Kesel banget sama Rey, tapi kasian juga sih pasti Rey khawatir dan gelisah," ucap Qila.


"Uhukkk ... uhuk ...."


"Aduh ini kenapa batuknya gak berhenti sih uhukkk ... apalagi besokkan aku harus nyanyi gimana dong," ucap Qila.


Qila pun segera menuju ke dapur untuk mengambil minum.


"Qila?" ucap mamah.


"Uhukk ...."


"Kamu kenapa?" ucap mamah.


"Gak tau Mah, uhukk ... apalagi besok Qila harus nyanyi Mah," ucap Qila.


"Astaga, ya sudah kamu istirahat ke kamar ya, mungkin kamu kecapean," ucap mamah.


Qila pun kembali ke kamar setelah minum.


"Di telpon gak dijawab, dichat gak dibalas sampe marah kaya gini Qila. Ya udah deh besok aku kasih suprise kayanya Qila bakalan luluh hatinya," ucap Rey.


Qila segera memejamkan matanya. Karena Qila pikir batuk ini akan hilang. Jika Qila tertidur tapi nyatanya sampai pagi Qila terus batuk.


Matahari telah terbit tandanya hari telah pagi. Qila pun terbangun karena gatalnya tenggorokan.


"Uhukk ... uhukkk ...."


Qila pun membuka selimut. Lalu beranjak dari tempat tidur dan segera mandi.


"Astaga kenapa terus batuk kaya gini sih. Terus aku nyanyi gimana?" ucap Qila.


Hitam pun terus memperhatikan Qila. Yang dari malam sampai pagi tidak berhenti batuk.


"Hitam akan kasih suprise buat Qila," gumam Hitam.


******


Setibanya Qila di sekolah. Qila pun berlari ke ruang musik dengan cepat. Karena Qila hampir terlambat.


"Uhukk ...."


"Permisi Bu ..." ucap Qila.


"Masuk Qila. Kamu di make up dulu ya," ucap bu Yati.


"Uhukk ... uhukk ...."


"Qila kamu batuk?" ucap bu Yati.


"E-engga kok Bu," ucap Qila.


Qila pun di make up. Sehingga tampil berbeda seperti putri yang sangat cantik.


Seluruh murid, orang tua, dan tamu pun segera menempati kursi yang disediakan. Mereka tidak sabar ingin melihat penampilan dari murid-murid yang berbakat.


"Mamah gak sabar Pah, lihat Qila bernyanyi," ucap mamah.


"Iya Mah, Papah gak sabar," ucap papah.


"Lihat aja Qila akan gagal dan malu di depan semua orang haha ..." gumam Belia.


Rey, Bimo, dan Hanna pun duduk di kursi.


"Gak sabar pengen lihat Qilaaaaa ..." ucap Hanna tersenyum.


Semua orang sangat ingin melihat penampilan dari Qila. Padahal Qila bingung dan takut. Kalo di atas panggung nanti Qila batuk dan mengacaukan semuanya.


"Aku harus yakin aku bisa!" gumam Qila.


"Qila kamu siap?" ucap bu Yati.


Qila pun mengangguk dan segera naik ke atas panggung. Semua orang pun terkejut melihat penampilan Qila yang tidak seperti biasanya.


"Qila, cantik banget," ucap Rey.


"Tatap terus Rey sampai copot mata lo!" ucap Bimo.


"Cantik banget sumpah. Pengen duet deh sama Qila," ucap Bimo.


Rey pun menatap tajam dan memukul kepala Bimo.


"Plakkk!"


"Akhh! Sakit setann!" ucap Bimo.


"Ihh! Bisa diam gak? Berisik banget sih!" ucap Hanna.


"Nenek lampir ngamuk haha ..." bisik Bimo pada Rey.


"Hahaha ..." Rey pun tertawa.


Hanna pun hanya mendelikan matanya.


"Uhukk ...."


"Plisss Qila jangan batuk. Kamu bisa menahannya ayo dong!" gumam Qila sambil memejamkan matanya.

__ADS_1


Qila pun menarik nafasnya. Lalu menghembuskan dengan realex.


__ADS_2