
"Rey!" teriak Qila sambil menangis.
Tetapi tidak ada jawaban dari Rey.
"Kak, itu yang panggil Kakak di luar siapa?" ucap Stevan.
"Gak tau biarin aja," ucap Rey sambil berjalan ke kamar.
"Aku gak akan pulang! Aku gak mau kalo aku harus putus sama Rey aku sayang sama Rey!" gumam Qila.
"Brughh!"
Qila pun terjatuh. lalu duduk di tanah.
Karena rasa penasaran Stevan pun pergi keluar. Lalu terkejut melihat Qila yang duduk di tanah.
"Kakak ..." ucap Stevan menghampiri Qila.
"Kakak gak apa-apa? Kenapa Kakak gak masuk ke rumah di sini hujan Kak, ayo masuk!" ucap Stevan.
"E-engga usah. Kakak di sini aja," ucap Qila.
"Kak Rey kenapa ya? Sampai tega membiarkan kakak ini di luar kehujanan," gumam Stevan.
"Lebih baik Kakak pulang aja. Nanti Kakak sakit," ucap Stevan.
Qila pun menggelengkan kepalanya. Sambil tersenyum pada Stevan.
"De ..." teriak Rey di dalam rumah.
"Kakak, aku masuk ke rumah ya, Kakak pulang ya soalnya hujan nanti orang tua Kakak khawatir loh," ucap Stevan.
Qila pun mengangguk. Lalu Stevan pun masuk ke dalam rumah.
"Aku harus gimana lagi? Apa yang harus aku lakuinnnnn," ucap Qila sambil menangis.
******
"Mah, Qila udah tidur?" ucap papah.
"Udah sepertinya, Pah" ucap mamah.
"Tapi kok perasaan Papah. Qila gak ada di kamarnya," ucap papah.
"Itu cuma perasaan Papah," ucap mamah.
"Ehh iya, Mamah lupa Pah, tadi Mamah beliin Qila cemilan," ucap mamah sambil berjalan ke kamar Qila.
"Kriett ...."
"Qila, udah tidur?" ucap mamah.
Mamah pikir yangang sedang di selimut adalah Qila padahal itu adalah sebuah guling.
"Mamah beliin Qila cemilan. Mamah simpan di meja ya," ucap mamah sambil memperhatikan ke arah tempat tidur.
"Kok aneh ya," ucap mamah.
Mamah pun menarik selimut. Tetapi....
"Mah, sini deh," ucap papah.
Mamah pun pergi dari kamar Qila. Lalu menghampiri papah.
Akhirnya hujan pun reda, tetapi Qila masih diam di depan rumah Rey berharap Rey menghampiri Qila dan memaafkannya.
"Qila ngapain masih di situ sih. Kalo mamah tau gue yang dimarahin," ucap Rey.
Akhirnya Rey pun membuka pintu. Lalu menghampiri Qila.
Qila pun tersenyum menatap Rey.
"Aku tau Rey akan maafin akukan?" ucap Qila tersenyum.
Rey pun mengerutkan dahinya.
"Gue ke sini cuma mau nyuruh lo pulang. Nanti mamah tau gue yang dimarahin," ucap Rey.
__ADS_1
"Berdiri!" ucap Rey tegas.
Qila pun berdiri.
"Rey gak mau maafin aku? Aku harus gimana biar Rey mau maafin aku. Harus gimanaaaaa?" ucap Qila kembali menangis.
"Pulang ke rumah," ucap Rey.
"Oke, a-aku pulang tapi Rey beneran maafin akukan?" ucap Qila.
"Ya gue maafin, tapi hubungan kita tetap udah gak ada apa-apa lagi," ucap Rey.
Qila pun merasakan sakit luar biasa pada hatinya. Padahal Qila ingin mempertahankan hubungannya, tetapi Rey tetap menyuruh Qila pergi dari hidupnya.
Qila pun berjalan meninggalkan rumah Rey dengan langkah yang berat. Baru saja kemarin luka yang ada di hatinya sembuh, tetapi kini hatinya harus kembali terluka oleh cinta.
Tidak ada rasa menyesal tidak ada rasa benci di hati Qila kepada Rey yang ada dia terus menyanyangi Rey. Sehingga Qila tetap akan berjuang untuk mendapatkan kembali hati Rey.
"Jangan menyerah Qila aku yakin Rey akan kembali. Aku akan berusaha memperbaiki hubungan ini sebisa aku. Aku yakin aku bisa" gumam Qila sambil berjalan.
Dengan langkah cepat Qila berjalan. Karena Qila khawatir mamah atau papah mengetahui Qila pergi keluar rumah. Sepanjang jalan Qila terus meenggosokan kedua telapak tangannya agar tidak kedinginan.
"Gue gak suka lihat Qila sama Fery lagi, tapi kenapa sih! Qila udah tau sikap Fery yang selalu bikin Qila sakit hati, tapi masih aja baik sama Fery arrrghhhhh!" ucap Rey sambil melemparkan ponselnya.
"Gak ada orang yang pernah ngertiin perasaan gue. Gue sayang sama Qila, tapi kalo gini caranya gue gak mau," ucap Rey sambil bersandar pada pintu.
******
"Dingin banget tau gini gue gak usah keluar Rumah, tapi bosen banget kalo di rumah terus," ucap Fery.
"Aduhh ... kepala aku pusing gini astaga," ucap Qila sambil memegang kepalanya.
"Sepi gini jalan kalo sepi gini gue bukan takut sama hantu takut ada begal. Gue harus cepet" ucap Fery.
Fery pun terus melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Tanpa melihat bahwa di depan ada orang yang menyebrang.
"Aduhh, pusing gini," ucap Qila.
Fery pun tersadar bahwa di depannya ada orang yang menyebrang. Sehingga Fery mengerem dengan sangat kuat.
"Awassss!" ucap Fery.
"Aaaaaa!" Qila pun teriak sambil memejamkan matanya.
"Brughhh!"
Fery pun terjatuh dari motornya. Untung saja Qila tidak tertabrak.
Qila pun melihat ke arah orang yang terjatuh. Lalu berlari menghampirinya.
"Astaga, kamu gak apa-apa?" ucap Qila.
"engga, gak apa-apa," ucap Fery.
Fery pun duduk sambil mengusap-usap tangannya yang sedikit terluka.
Qila pun baru tersadar bahwa itu adalah Fery.
"Qila?" ucap Fery.
"Astaga Qila malam-malam kaya gini ngapain keluar sendiri. Untung aja gak ketabrak loh," ucap Fery.
"A-aku lagi cari kerja," ucap Qila.
"Cari kerja?" ucap Fery.
"Iya, ekonomi keluarga aku lagi gak baik Fery aku pengen bantu mamah sama papah. Apalagi gaji papah sekarang sedikit," ucap Qila.
"Astaga, nanti aku bantu deh cari kerja. Sekarang kamu pulang baju kamu basah gini Qila! Kamu hujan-hujanan ya?" ucap Fery.
Qila pun mengangguk.
Di dalam kamarnya Rey tidak tenang dia terus kepikiran soal Qila.
"Qila udah ke rumah belum ya, astaga kenapa gue sejahat itu sih sama cewe sampai tega ngebiarin Qila kedinginan di luar, tapi gue kesel juga sih sama Qila," gumam Rey.
Tanpa berpikir lagi Rey pun pergi keluar rumah untuk mencari Qila.
__ADS_1
"Astaga, pasti mamah sama papah gak taukan kamu kaya gini?" ucap Fery.
Qila pun menggelengkan kepalanya.
Fery pun melepaskan jaketnya. Membuat Qila terkejut.
"Kamu mau ngapain?!" bentak Qila.
"Tenang Qila aku gak akan ngapa-ngapain kamu kok. Ini pakai jaket aku biar gak dingin," ucap Fery sambil mengenakan jaketnya pada Qila.
Rey pun akhirnya menemukan Qila.lalu Rey terhenti melihat Qila yang sedang dipakaikan jaket oleh Fery. Membuat Rey semakin geram.
"Kurang ajar!" ucap Rey.
Rey pun turun dari motornya. Lalu menghampiri Fery dengan melayangkan pukulan pada Rey.
"Buaghhh!"
"Fery ..." ucap Qila.
Fery pun terjatuh sambil menatap tajam ke arah Rey.
"Gue harus ngomong apa lagi sama lo hah?! Lo gak usah deketin Qila. Lo punya hak apa untuk deketin Qila?!" ucap Rey.
"Hahaha, terus lo mau ngapain kalo gue deketin Qila? Lo selalu memperpanjang masalah heran gue," ucap Fery.
"Kurang ajar banget lo!" ucap Rey.
Rey pun kembali akan memukul Fery, tetapi Qila menahannya.
"Stop! Rey stop!" ucap Qila.
"Rey kenapa sih? Aku bingung sama Rey tadi Rey sama sekali gak peduli sama aku dan suruh aku pulang gitu aja, tapi kenapa Rey peduli lagi?" ucap Qila menatap Rey.
"Karena gue sayang sama lo Qila! Tapi kenapa sih gak pernah ngertiin. Gue gak mau lihat lo sama Fery! Lo bisa ngertikan?!" bentak Rey
"Apa masalahnya?! Aku putus sama Fery bukan berarti aku harus jadi musuh dia! Aku cuma ingin bersikap dewasa! Rey berpikir dewasa sedikit dong!" bentak Qila.
"Bukan seperti ini yang di maksud pacaran!" bentak Qila.
Rey pun terdiam menatap Qila.
"Oke semua salah Rey, Rey gagal bahagiain Qila, Rey gak akan bisa mengerti apa yang Qila mau. Mungkin Fery lebih bisa ngertiin Qila makasih," ucap Rey lalu berjalan ke arah motor.
Qila pun terdiam. Qila merasa bersalah telah berbicara seperti itu.
"Gak seharusnya tadi aku bilang seperti itu apalagi sampai bikin Rey sakit hati gitu. Janji aku bikin Rey bahagia dan tersenyum, tapi kenapa aku malah menyakiti hati Rey," gumam Qila.
"Rey tunggu!" ucap Qila sambil menarik tangan Rey.
Rey pun melepaskan tangannya Qila. Lalu kembali berjalan.
"Rey maafin aku ... maksud aku bukan gitu Rey maafin aku!" ucap Qila sambil menarik-narik tangan Rey.
Tetapi Rey sangat kesal. Sampai akhirnya Rey melepaskan tangannya dengan kuat sehingga Qila terjatuh.
"Brughhh!"
"Aww!" ucap Qila.
"Qila ..." ucap Fery menghampiri Qila.
Rey pun tetap pergi tanpa memperdulikan Qila.
"Inget ya, masalah gue sama lo belum beres!" ucap Fery.
"Reyyy ..." ucap Qila sambil menangis.
Fery pun menghampiri Qila dan mencoba membantu Qila untuk berdiri.
Qila pun di antarkan pulang oleh Fery. Lalu Qila masuk ke rumah dengan langkah yang pelan.
"Mamah sama papah udah tidur kali ya?" ucap Qila di dalam hati.
Qila pun membuka pintu kamar dengan pelan, tetapi....
"Kriettt ...."
__ADS_1
"Qila," ucap seseorang.