Dia Bahagia

Dia Bahagia
Bab 8


__ADS_3

"Papah ..." ucap Qila.


Papah pun menatap Qila dengan serius.


"Jam berapa ini Qila?" ucap papah.


"Maaf Pah, tadi aku ekskul dulu," ucap Qila.


"Emang kamu pikir Papah gak tau?" ucap papah.


"Ehh ... Qila kamu udah pulang?" ucap mamah.


"Dari pihak sekolah bakalan telpon kalo ada ekskul sampai sore, tapi gak ada tuh kemana dulu kamu?" ucap papah.


"Kenapa papah jadi marah gini. Biasanya papah gak akan semarah ini," gumam Qila.


"Pah, Qila baru pulang suruh duduk dulu kita bicaranya di dalam saja," ucap mamah.


Qila pun masuk ke dalam rumah. Lalu duduk di kursi ruang tamu. Papah terus melihat ke arah Qila yang tertunduk.


"Kemana dulu?" ucap papah.


"Tadi aku ada ekskul karena aku bentar lagi harus nyanyi untuk menyambut tamu dari sekolah lain, Pah. Habis itu aku diajak pulang bareng sama temen, tapi aku laper jadi makan dulu nasi goreng," ucap Qila tertunduk.


"Sama siapa Qila?" ucap mamah.


"Temen aku cewe kok, Mah," ucap Qila berbohong.


"Aduh ... semoga papah sama mamah percaya" gumam Qila.


Papah terus menatap Qila.


"Itu kamu merah kenapa?" ucap papah.


Qila pun terkejut. Ternyata papah melihat pipi Qila yang merah. Qila pun bingung harus menjawab apa.


"I-ini tadi aku habis mewarnai Pah. Warnanya nempel ke pipi," ucap Qila dengan intonasi rendah.


Qila pun tertunduk. Tidak seperti biasanya papah marah pada Qila. Mamah pun hanya bisa diam dan merasa heran juga pada papah.


"Ya, sudah Qila sekarang kamu mandi ya," ucap mamah tersenyum.


"Fiuhh ... mamah engga marah," gumam Qila.


"Iya Mah," ucap Qila beranjak dari kursi.


Qila pun segera berjalan menaiki tangga menuju kamar.


"Kriett ...."


"Haduh ... hari ini cape banget," ucap Qila sambil merebahkan tubuhnya pada kasur.


"Qila ..." ucap Hitam.


"Dari mana sih? Dicari gak ada giliran gak dicari muncul terus," ucap Qila cemberut.


"Jadi sekarang Qila butuh aku nih," ucap Hitam.


"Engga!" ucap Qila.


"Tadi aku tuh cape banget tau gak? Mau minta bantuan sama kamu malah ngilang. Tadinya aku mau pinjam pintu kemana saja biar aku cepat pulang," ucap Qila.


"Kamu kira aku doraemon? Ya, gak punyalah," ucap Hitam


"Gak percaya! Buktinya tadi kamu bisa ubah suara aku jadi bagus pasti kamu punya kantong ajaibkan?" ucap Qila.


"Aku bukan doraemon Qila! Kekuatan aku hanya mengubah. Kantong ajaib dari mana," ucap Hitam sambil berjalan menuju mangkuk makanannya.


Qila pun hanya menatap Hitam dengan penuh kesal.


"Tapi ini suara emang beneran merdu selamanya?" ucap Qila.


"Cuma tadi aja, tapi kalo Qila ingin terus merdu seperti tadi. Gak masalah Qila bisa panggil Hitam di mana pun Qila berada. Hitam pasti muncul kalo Qila panggil," ucap Hitam.


"Kraukk ... kraukkk ...."


Dengan lahapnya Hitam menghabiskan makanannya. Qila pun hanya mengerutkan dahinya sambil menggelengkan kepalanya. Ketika melihat kucing gendut berbulu hitam itu.


"Caranya?" ucap Qila kembali bertanya.


"Tuh di atas meja ada lonceng kecil. Itu bisa Qila gunakan untuk manggil aku," ucap Hitam.


Qila pun meraih lonceng tersebut. Lonceng kecil seperti hiasan, tetapi lonceng ini bukan sembarang lonceng biasa.


"Orang lain bisa lihat?" ucap Qila.


"Kriett ...."


"Bisa lihat apa Qila?" ucap mamah di balik pintu kamar Qila


Qila pun terkejut karena mamah mendengarnya. Qila pikir tidak ada mamah.


"E-engga Mah, ini aku heran kok temen aku bisa lihat hantu ya," ucap Qila berbohong.


"Aduhh ..." gumam Qila


"Ya bisa jadi dia punya turunan. Kamu belum mandi?" ucap mamah.


"Bentar Mah, aku cape. Mah, kok papah jadi marah gitu sih sama aku gak seperti biasanya?" ucap Qila.


"Ya, mungkin papah lagi ada masalah di kantor, kan Qila tau perusahaan kita sedang mengalami kerugian," ucap mamah.


"Hhmmm ... iya, Mah" ucap Qila tertunduk.


"Ya sudah Mamah mau siapin makan malam dulu ya, kamu mandi sana," ucap mamah sambil berjalan keluar kamar Qila.


Qila pun mengangguk. Lalu Qila memastikan bahwa mamah telah pergi ke dapur. Akhirnya Qila pun menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Huhhh!"


"Untung aja," ucap Qila.


"Ehh Hitam! Ini lonceng bisa dilihat orang gak?" ucap Qila.


"Bisa Qila tinggal bilang aja kalo ini hiasan. Jangan sampai hilang kalo lonceng ini hilang nanti Qila bakalan susah panggil Hitam," ucap Hitam.


Qila pun terus memperhatikan lonceng tersebut. Beberapa menit kemudian Qila pun berajak dari tempat tidur lalu segera mandi.


******


"Mah," ucap Rey.

__ADS_1


"Ya? Baru pulang?" ucap mamah.


"Iya Mah, tadi motornya dipinjam Bimo jadi Rey jalan," ucap Rey.


"Loh, motor Bimo kemana?" ucap mamah.


"Lagi dibenerin," ucap Rey.


"Kenapa gak boncengan aja sama Bimo?" ucap mamah.


"Hhmm ... engga deh hehe udah ya, Rey mau mandi dulu," ucap Rey tersenyum.


"Ada alasannya nih mau jalan kaki yakan?" ucap mamah tersenyum.


"Apasih Mah ..." ucap Rey tersenyum.


******


"Dret ... dret ... dret ...."


"Hallo ..." ucap papah pada sebuah ponsel.


"Selamat malam Pak Wijayanto maaf mengganggu," ucap manager perusahaan Anartha.


"Ya, ada apa?" ucap pak Wijayanto.


"Kami sudah melakukan berbagai macam cara Pak. Untuk mempertahankan perusahaan ini, tapi maaf Pak ternyata usaha kita tidak membuahkan hasil. Kita benar-benar mengalami kebangkrutan," ucap manager.


"Apa?!" ucap pak Wijayanto.


"Gak mungkin," ucap pak Wijayanto.


Pak Wijayanto pun terkejut setelah mendengar kabar itu.


"Maaf Pak ... Bapak bisa ke sini untuk melihat bahwa perusahaan Anartha bangkrut. Lalu kantornya pun ditutup oleh perusahaan lain Pak. Karena Bapak mempunyai utang terhadap perusahaan tersebut," ucap manager.


"Tunggu saya akan ke sana," ucap pak Wijayanto.


Qila pun selesai mandi. Lalu segera turun ke bawah menghampiri mamah. Saat Qila berjalan menuruni tangga Qila sedikit mendengar percakapan papah.


"Papah kenapa, Mah?" ucap Qila setelah Qila turun dari tangga.


"Kenapa emang?" ucap mamah heran.


"Tadi papah ada telpon. Qila dengar sedikit papah mau ke kantor," ucap Qila.


Tak lama papah pun menghampiri mamah dengan tergesa-gesa.


"Mah, bisa ikut Papah?" ucap papah.


"Kemana?" ucap mamah.


"Ke kantor gawat ini Mah, ayo cepetan" ucap papah.


"Ya sudah Pah, ayo," ucap mamah.


"Qila kamu tunggu di rumah ya, jangan kemana-mana," ucap mamah.


Qila pun mengangguk sambil menatap mamah dan papah. Mamah pun bersiap-siap lalu pergi bersama papah menuju kantor.


******


"Telpon Qila ah ... lagi ngapain ya?" ucap Rey sambil mengklik kontak ponsel Qila.


"Tut ... tut ... tut ...."


Ponsel Qila pun terus berbunyi, tetapi dengan sengaja Qila membiarkan beberapa menit ponselnya berbunyi.


"Dret ... dret ... dret ...."


"Siapa sih?" ucap Qila meraih ponsel.


"Rey?" gumam Qila.


Qila pun segera menjawab telpon dari Rey.


"Hallo ... Rey," ucap Qila


"Hallo ... Qila lagi apa?" ucap Rey.


"Mau makan nih," ucap Qila tersenyum.


"Ya udah Qila makan dulu nanti Rey telpon lagi. Selamat makan princess," ucap Rey.


"Tunggu! Gak apa-apa kok ... Rey temenin aku ya, sambil telponan aku sendiri nih," ucap Qila.


"Oke, mamah? Papah? Kemana?" ucap Rey.


"Lagi ke kantor ada urusan," ucap Qila.


Qila pun mengobrol lama dengan Rey sambil makan. Setelah beberapa menit Qila selesai makan Qila pun beranjak dari meja makan. Lalu berjalan ke kamar. Seperti biasanya duduk di tepi jendela sambil memandangi bintang tidak pernah terlewatkan oleh Qila.


Mereka pun masih terus telponan.


"Rey ada tugas, kan?" ucap Qila.


"Oh iya, ayo kerjain Qila nanti kita dihukum lagi," ucap Rey.


"Padahal baguskan kalo aku sama Rey dihukum jadi, ada adegan romantisnya. Aaaaaaa! Seneng banget kalo diingat-ingat," gumam Qila.


"Qila? Ayo, mau gak?" ucap Rey.


"Gak mau ah," ucap Qila.


Rey pun mengangkat satu alisnya.


"Loh kok gak mau?" ucap Rey.


"Ehh mau Rey mau ..." ucap Qila.


"Aduh ... kenapa bilang gak mau sih!" gumam Qila.


Mereka pun mengerjakan PR bersama melalui telpon. Qila ini termasuk murid yang rajin dan berprestasi di sekolahnya. Beberapa menit kemudian mereka pun telah selesai mengerjakan tugasnya.


"Akhirnya," ucap Qila dan Rey bersamaan


Mereka berdua pun langsung tertawa. Karena tidak sengaja mereka mengucapkan kalimat yang sama.


"Ehh, kok bisa samaan bicaranya," ucap Rey.


"Haha ... iya dari tadi loh. Waktu ditanya pak Hery." ucap Qila.

__ADS_1


"Hoamm ...."


Waktu menunjukkan pukul 10.00 Qila pun merasakan ngantuk. Akhirnya Qila pun pamit pada Rey untuk tidur.


"Rey, aku mau tidur ya, good night Rey bye ..." ucap Qila


"Good night too bye," ucap Rey.


"Tut ...."


Qila pun menjatuhkan tubuhnya pada tempat tidu sambil memejamkan matanya. Beberapa menit kemudian Qila telah terlelap ke dalam tidurnya, tetapi Qila terbangun ketika papah membuka pintu kamar Qila dengan sangat kencang.


"Brakkk!"


Qila pun terbangun dengan terkejut melihat ke arah papah. Wajah papah memerah penuh amarah. Qila pun menghampiri papah.


"Papah, Mamah ada apa?" ucap Qila.


"Hancur Qila ... arrghhhh! Kantor disita rumah ini pun disita" ucap papah.


"Mau tinggal di mana kita sekarang." ucap papah.


"Tenang Pah, tenang. Ini ujian untuk kita," ucap mamah.


"Mau tenang gimana, Mah?" ucap papah.


"Jadi, sekarang kita bereskan semua baju dan barang-barang ya, Papah minta waktu satu hari untuk mengosongkan rumah ini jadi, sekarang bereskan dulu semuanya besok Papah sama Mamah cari rumah baru," ucap papah.


"Iya Pah, sabar ya, Pah," ucap Qila memeluk papah.


Malam sudah menunjukan pukul 00.00 yang seharusnya Qila tidur, tetapi Qila harus membereskan pakaian dan barang-barang di kamarnya.


"Hoammm ...."


Qila pun menguap sambil menggosok matanya.


"Aduh ngantuk banget," ucap Qila.


"Berantakan banget pasti Qila mau pindahan ya?" ucap Hitam.


"Hitam bisa mengubahnya menjadi selesai Qila mau?" ucap Hitam.


"Gak usah!" bentak Qila.


"Ehh tapi besok aku sekolah. Kalo gak tidur pasti gak bisa fokus nih. Ya, udah deh minta bantuan Hitam aja," gumam Qila.


"Ya udah deh bantuin," ucap Qila.


"Dengan senang hati princess," ucap Hitam.


"Tring ...."


Benar saja barang-barang dan pakaian Qila sudah selesai semua masuk ke dalam koper. Qila hanya terdiam heran berdiri mematung selama beberapa menit.


"Wow ..." ucap Qila.


"Hebatkan? Qila wajib belikan Hitam wishkas satu karung," ucap Hitam.


"Hhhmm!" Qila pun mendelikan matanya.


"Tapi makasihh Hitam. Aku sayang kamu," ucap Qila sambil menggendong Hitam.


"Hoekk ... turunin Qila!" ucap si Hitam.


Qila pun menurunkan Hitam. Lalu Qila kembali berbaring di tempat tidur. Beberapa menit kemudian Qila pun terlelap tidur.


******


"Hhhmm ...."


Qila pun terbangun lalu segera mandi. Setelah selesai mandi Qila pun seperti biasa sarapan terlebih dahulu.


"Pagi, Ma ..." ucap Qila terhenti.


Tidak seperti biasanya mamah dan papah tidak ada di meja makan.


"Lagi cari rumah kali ya," ucap Qila.


"Kok gak ada makanan di meja sih? Ahh ya, udah deh sarapan di kantin aja," ucap Qila.


Qila pun segera berangkat sekolah dengan memesan taksi online.


******


"Kak?" ucap mamah.


"Iya, Mah?" ucap Rey.


"Sekarang bisa pulang cepat gak?" ucap mamah.


"Sepertinya Rey ekskul deh Mah. Memangnya mau apa?" ucap Rey.


"Temenin mamah beli baju," ucap mamah.


"Malam aja Mah. Rey berangkat dulu ya dah ..." ucap Rey.


"Ya udah Kak. Hati-hati ya," ucap mamah.


Rey pun segera berangkat ke sekolah.


Setibanya Qila di sekolah dia langsung sarapan di kantin.


"Heh, itu si Qila?" ucap Rizka.


"Samperin skuyyy," ucap Rizka.


Rizka dan teman-temannya pun menghampiri Qila.


"Ehh, gaess ... kayanya gue gak akan iri lagi deh sama lo. karena perusahaan Anartha udah bangkrut yakan? Hahahahaha," ucap Rizka tertawa.


"Huuu ... jadi miskin dong putri kesayangan Anartha," ucap Nazala sahabat Rizka.


"Baguslah kalo gak akan iri lagi dan gak akan ganggu lagi," ucap Qila.


"Oh, perusahaannya udah bangkrut jadi gak so alim ya, jadi berani sama gue!" bentak Rizka.


"Sejak kapan gue takut sama lo? Lo itu manusia makan nasi buat apa gue takut coba?" ucap Qila.


Karena kesal Rizka pun mengambil mangkuk yang berisi sambal. Lalu melemparkan ke arah Qila.


"Aaaaaaa!" teriak Qila.

__ADS_1


__ADS_2