Dia Bahagia

Dia Bahagia
Bab 31


__ADS_3

"Kamu ..." ucap Qila menatap orang tersebut.


"Plakk!"


Qila pun menampar pipi orang


tersebut. Orang tersebut adalah Fery. Dengan kesal Qila pun membentak Fery.


"Apa maksudnya kamu Fery?!" bentak Qila.


Fery pun terkejut setelah ditampar Qila. Fery hanya terdiam sambil memegang pipinya.


"Jawab! Kenapa kamu mau celakai Rey hah?!" ucap Qila.


"Kenapa sih hati kamu itu jahat banget. Rey salah apa sama kamu?!!" ucap Qila dengan kesal.


"Fery kesal sama Rey Qila! Karena dia selalu menghalangi Fery saat Fery mau deketin Qila!" bentak Fery.


"Kenapa harus dengan cara mau mencelakai Rey?! Emang gak ada cara lain apa?!" ucap Qila.


"Rey yang selalu membuat Fery kesal, membuat Fery marah, dan selalu membuat masalah sama Fery! Karena itu Fery selalu berusaha mencelakai Rey Qila!" ucap Fery.


"Aku benci sama kamu Fery! Jangan harap aku akan kembali lagi karena aku gak mau dekat sama orang yang berhati jahat!" bentak Qila.


"Oke, kalo itu mau Qila. Fery bakalan terus mencari cara untuk mencelakai Rey bahkan Fery akan membunuh Rey!" ucap Fery.


"Deg!"


Qila pun terkejut setelah mendengar Fery yang akan membunuh Rey, tetapi Qila berpikir tidak akan mungkin Fery melakukan itu. Pasti Fery hanya mengancam saja.


"Terserah! Aku akan selalu menggagalkan rencana Fery. Ingat satu lagi gak usah ganggu hidup aku dan Rey!" ucap Qila.


Qila pun menghentakkan kakinya lalu Qila pun pergi meninggalkan Fery. Raut wajah Qila memerah penuh amarah.


"Qila pikir aku hanya mengancam haha ... lihat aja akan aku tunjukkan pada Qila, Rey yang sudah tidak bernyawa," gumam Fery tersenyum jahat.


"Sampai kapan pun aku akan selalu memperhatikan Rey dan menggagalkan rencana Fery. Kenapa sih seneng banget ngurusin hidup aku dan Rey," gumam Qila sambil berjalan.


Saat Qila tiba di depan Rumah tiba-tiba kepala Qila sakit kembali. Qila pun memegang kepalanya sambil meringis.


"Akhh! Sakit ..." ucap Qila sambil memegang kepalanya.


"Ada apa dengan kepala aku ya tuhan ... kenapa terus sakit kaya gini," gumam Qila.


"Akhhh!" teriak Qila.


"Qila tadi kemana sih? Lagi sakit juga," ucap mamah.


Mamah pun mencoba keluar rumah untuk mencari Qila.


"Brughh!"


Qila pun terjatuh karena tak kuat menahan sakit kepalanya.


"Aww! Sakit banget ..." ucap Qila menangis.


Mamah pun terkejut melihat Qila yang terjatuh sambil memegang kepalanya. Lalu mamah pun berlari menghampiri Qila.


"Qila! Astaga ..." ucap mamah berlari.


"Kenapa sayang kenapa?" ucap mamah.


"Mah ... kepala Qila sakit, Mah ... gak kuat," ucap Qila menangis.


"Ayo masuk ke rumah sayang. Sini mamah bantu berdiri ..." ucap mamah sambil merangkul Qila.


"Astaga ya tuhan ... ada apa dengan Qila," ucap mamah.


Qila dan mamah pun masuk ke dalam rumah.


******


"Hubungin Qila jangan ya, Qila lagi sakit masa gue gak nanya kabarnya sih, kan dia sahabat gue juga," gumam Hanna.


"Ehh, apaansih Hanna sahabat dari mana?Ngaco banget gue," ucap Hanna.


"Bodo ah! Mending gue telpon Rey aja," ucap Hanna.


Mamah pun membantu Qila untuk berbaring di tempat tidurnya.

__ADS_1


"Sayang ... ke rumah sakit lagi yuk? Mamah khawatir," ucap mamah.


"Engga Mah, bentar lagi juga sembuh kok," ucap Qila tersenyum.


"Hhmm ... ya sudah Qila istirahat aja ya, Mamah mau kembali ke dapur dulu," ucap mamah.


Qila pun mengangguk lalu mamah berjalan keluar dari kamar Qila. Hitam pun melihat Qila yang sedang kesakitan. Akhirnya Hitam pun menghampiri Qila dan berdiam di samping Qila.


"Qila bandel banget sih tadi Hitam udah bilang jangan keluar tuh jadi, sakitkan? Udah sini Hitam hilangin rasa sakitnya," ucap Hitam.


"Jangan!" bentak Qila.


"Hitam gak tega lihat Qila kesakitan kaya gitu. Hadirnya Hitam itu buat bantuin Qila," ucap Hitam.


"Engga! Bandel banget sih jadi kucing!" ucap Qila dengan tegas.


"Ya udah kalo Qila gak mau besok Qila gak bisa sekolah tuh. Gak akan ketemu Rey dan Reynya juga bakalan makin nempel sama Hanna, " ucap Hitam.


"Hitam mau jalan-jalan dulu ah," ucap Hitam.


Qila pun terdiam memikirkan ucapan Hitam.


"Benar juga sih kalo aku gak sembuh pasti besok gak bisa sekolah. Dan gak bisa perhatiin Rey juga," gumam Qila.


"Ehh, tunggu!" ucap Qila.


"Ya udah deh aku mau. Cepat sembuhin kepala aku," ucap Qila.


"Giliran berkaitan sama Rey baru mau. Dasar manusia aneh banget kelakuannya" Bisik Hitam.


Qila pun mendengar perkataan Hitam.


"Ngomong apa lo hah?! Dasar kucing gendut gak sopan banget!" bentak Qila.


"Bercanda," ucap Hitam.


Benar saja kini rasa sakit di kepala Qila pun menghilang seketika. Qila pun tersenyum sambil memegang kepalanya.


"Ouuuuu ... makaciiihhh cayanggggg," ucap Qila menggendong Hitam.


"Hukumannya gak jadi ya, Hitam lapar nih," ucap Hitam.


"Jadi! Buat hari ini dan besok Hitam gak boleh makan," ucap Qila menatap tajam ke arah Hitam.


"Udah ah aku mau tidur," ucap Qila sambil berbaring di tempat tidurnya dan menarik selimut.


Qila pun terlelap tidur dengan sangat nyenyak.


******


"Pagi Rey," ucap Hanna tersenyum sambil duduk di sebelah Rey.


"Pagi cantik. Baru datang?" ucap Rey tersenyum.


"He-em," ucap Hanna sambil mengangguk.


Hanna pun membuka tasnya. Lalu mengeluarkan kotak yang berisi makanan. Hanna pun menyodorkan makanan tersebut pada Rey.


"Apa ini?" ucap Rey memegang kotak makanannya.


"Hanna buatin salad buah buat Rey. Hhhmm ... agar Rey makin sehat kalo makan buah-buahan. Hari ini Rey ekskulkan?" ucap Hanna.


"Wihh ... makasih loh baru kali ini ada yang buatin makanan khusus Rey. Iya Rey ekskul kenapa? Mau temenin?" ucap Rey.


"Kayanya gue harus temenin Rey deh agar Rey makin cinta. Sekalian gue mau panas-panasin hati Qila haha ..." gumam Hanna tersenyum.


"Han?" ucap Rey sambil melambaikan tangannya di depan mata Hanna.


"Hah? Maaf Rey. I-iya Hanna temenin Rey basket sekalian Hanna mau panas ..." ucap Hanna terhenti.


"Panas? Panas apaan?" ucap Rey mengangkat satu alisnya.


"Aduh Hanna ... bodoh banget sih!" gumam Hanna.


"E-ehh, maksudnya sekalian Hanna pengen tau main basket itu gimana gitu. Hehe ..." ucap Hanna.


"Ohh, haha ... ya udah nanti Hanna sekalian belajar aja sama Rey," ucap Rey tersenyum.


"Boleh, dimakan dong saladnya," ucap Hanna.

__ADS_1


Rey pun mengangguk sambil tersenyum. Setibanya Qila di sekolah Qila pun berjalan masuk ke dalam kelas, tetapi langkah Qila terhenti setelah melihat Rey yang sedang bercanda dengan Hanna.


"Deg!"


"Baru juga pagi. Hati ini udah ngerasain sakit melihat Rey sama Hanna ... sabar Qila ayo kamu kuat. Nanti juga aku pasti bisa bikin Rey kembali mencintaiku," gumam Qila di depan pintu kelas.


Qila pun berjalan masuk ke dalam kelas. Qila terkejut saat hampir semua teman-temannya menghampiri Qila.


"Qila, lo udah sembuh?" ucap salah satu murid.


"Gimana kabar lo?" ucap salah satu murid.


"Kok bisa ketabrak sih? Tapi gak ada luka berat, kan?" ucap salah satu murid.


Qila pun terdiam sejenak karena Qila bingung dengan pertanyaan yang begitu banyak.


"Alhamdulillah aku baik-baik aja kok. Gak ada luka berat. Aku sehat-sehat aja," ucap Qila tersenyum.


"Syukurlah ... pasti lo kaya gini gara-gara Hanna ya? Lihat tuh sahabat macam apa sahabatnya baru sembuh. Malah berduaan dan bikin sakit hati sahabatnya. Bukannya nanya kabarnya ya, jahat banget sih," ucap salah satu murid sambil melihat ke arah Hanna.


Hanna pun hanya terdiam mendengar perkataan murid tersenyum. Qila pun terkejut setelah mendengar perkataan itu tentang Hanna.


"Ehh ... engga kok ini bukan karena Hanna, Hanna gak salah apa-apa. Mungkin ini kesalahan aku karena gak hati-hati. Jadi, jangan salahin Hanna ini semua udah takdir," ucap Qila.


"Kenapa Qila baik banget sih sama gue ... kalo gue jadi Qila gak akan belain sama sekali," gumam Hanna.


"Sama aja kaya Rey tuh ... bisanya cuma nyakitin hati Qila aja. Lo gak bisa lihat apa Qila selalu berjuang demi lo, tapi lo malah gini," ucap Bimo.


"Apa maksud lo hah?!" ucap Rey sambil berjalan menghampiri Bimo.


"Ya gue cuma bilang hargai cewe yang udah cinta dan berjuang sama lo bro. Lo bakalan nyesel kalo Qila udah berhenti buat peduli sama lo!" ucap Bimo dengan tegas.


"Lo gak usah ikut campur urusan gue! Kalo lo ngerasa kasihan sama Qila pacarin sama lo sana!" ucap Rey sambil mendorong tubuh Bimo.


"Gak usah sambil dorong-dorong gue segala!" ucap Bimo kembali mendorong tubuh Rey.


Mereka pun akhirnya bertengkar.


"Ihh ... jangan berantem," ucap Hanna sambil melerai keduanya.


Tetapi mereka malah terus bertengkar sampai akan saling memukul. Qila pun mencoba memisahkan keduanya.


"Ihhh, stooopppp!" bentak Qila.


Mereka pun akhirnya berhenti.


"Kaya bocah tau gak! Masalah kaya gini sampai berantem segala," ucap Qila.


"Si Rey tuh yang duluan," ucap Bimo.


"Lo yang duluan!" ucap Rey.


"Udah stop! Rey, Bimo!" bentak Qila.


"Berhenti atau aku bawa kalian ke BK!" bentak Qila.


"Kring ... kring ... kring ...."


Rey dan Bimo pun berhenti bertengkar. Semuanya pun kembali ke kursi masing-masing. Karena pelajaran akan dimulai. Qila pun duduk di kursinya.


"Duh ... kok gue jadi canggung gini ya sebangku sama Qila," gumam Hanna.


"Istirahat gue pindah aja deh. Di belakang ada kursi kosong," gumam Hanna.


Guru mata pelajaran pun sudah masuk ke kelas dan memulai pembelajarannya. Seluruh murid memperhatikan dengan fokus setiap materinya.


******


"Fery! Kamu sudah tidak mengerjakan tugas lagi? Keluar kamu kerjakan di luar!" ucap guru.


Fery pun pergi keluar kelas untuk mengerjakan tugasnya, tetapi Fery malah bolos sekolah.


"Cih ... malesin banget mending bolos aja sampai pulang," ucap Fery sambil berjalan menuju parkir motor.


Fery pun melihat ke arah gerbang. Setelah merasa aman Fery pun menancap gas untuk pergi dari sekolah. Fery pun tiba di salah satu warung kopi.


"Ehh ... tas gue?" gumam Fery.


"Bodo ah ... besok aja gue ambil. Lagian tasnya cuma ada buku satu," gumam Fery.

__ADS_1


"Pak ... kopi sama mie rebusnya satu," ucap Fery.


"Sekarang gue harus berpikir lagi untuk mencelakai Rey. Rasanya gue udah muak lihat Rey. Oke buat bukti ke Qila gue bakalan habisin Rey sekarang juga. Lihat aja lo Rey," gumam Fery tersenyum.


__ADS_2