Dibalik Senyuman Indah

Dibalik Senyuman Indah
Batu loncatan


__ADS_3

Semenjak bertemu mereka, saya sungkan untuk komunikasi lagi, mereka berubah drastis. Ezra dan risda, padahal saya ingin curhat lagi masalah saya dengan kak hesty.


Mereka tak membalas pesan singkat saya lagi, entah kenapa saya mencoba menghubungi sepupunya namanya koko.


Dia kadang menelpon saya, kadang SMS tapi saya kurang suka sama dia. Dia ngajak ketemuan lagi, saya tak mau. Malu hanya bertemu dia saja yang seumuran ka ihsan.


Ternyata nomor saya di kasih ke sepupunya lagi namanya fauzan. Dia jauh lebih tua dari saya, dia menembak saya dan ngajak pacaran, saya terima saja, saya yakin orang baik.


Ternyata fauzan memberi nomor saya ke adik Ezra namanya uzin. Saya kaget nomor saya di sebar-sebar. Tapi saya gak mengapa karena saya hanya butuh nambah teman saja.


Ternyata uzin, menembak saya lewat pesan singkat sms. Saya kaget dan tak percaya, belum pernah bertemu kenapa menembak saya. Apa saya diceritakan Ezra atau Fauzan.


Saya tanya ke Fauzan lewat pesan singkat, dia bilang saya cocok dengan uzin saja karena dia merasa tua tak pantas pacaran dengan saya yang masih sangat muda.


Saya pacaran dengan uzin, ternyata dia masih imut perawakan kecil, berbeda dengan kakanya Ezra keliatan sudah dewasa secara fisik dan pikiran.


Saya tak tau mereka ternyata Ezra dan uzin seorang berprestasi yang sering menang memenangkan lomba.


Ternyata mereka cukup terkenal di sekolah nya dengan kecerdasan nya, saya yang tinggal dari kampung kekota hanya baru 2 tahun tinggal dikota belum tau banyak, atau belum banyak punya teman.


--------


Saya masuk sekolah dengan giatnya karena senang, habis putus dengan Fauzan saya ditembak adiknya uzin. Saya ceritakan ke Lisa teman akrab saya, saya percayai dia mau mendengarkan keluhan dan curhatan saya.


" Lis, aku putus Lo dengan fauzan." Ucap saya sambil senyum


" Emang kenapa putus ren?" Tanya Lisa


" Dia Anggep aku tu adik saja, gak pantes aku jadi pacarnya" ucap saya


"Kamu ga sedih gitu? malah senyum" tanya Lisa


" Aku pacaran dengan uzin Lis hhheee" ucap aaya


"Apa, serius kamu ren, emang uzin siapa?" Tanya lisa


"Itu loh pernah saya ceritakan Ezra, risda, dan teman-teman nya pernah main ke rumahku, nah Ezra ini memberi nomorku ke Fauzan Kaka sepupu nya kan" ucap saya


"Lah terus apa hubungan nya?" Tanya lisa


" Ezra punya adik nama nya uzin, nah Fauzan ini mengenalkan ku dengan uzin Lo" jawab saya


" Serius kamu pacaran dengan uzin????????" Tanya Lisa kaget


"Iya, emang nya kenapa? Salah yah?" Tanya saya


"Gak ada kok" ucap Lisa 


Lisa teman saya duduk satu baris dibelakang saya satu bangku dengan ria.


Ria punya saudara namanya riri.


Saya satu bangku dengan pipik, pipik anaknya cerdas, tapi dia kurang suka perbincangan dengan saya, dia suka membicarakan pelajaran, saya suka membicarakan masalah pacaran atau laki-laki baru di kenal.


Tetapi kadang pipik suka mendengarkan cerita saya dan Lisa, sedangkan ria kurang suka mendengar cerita saya.


Ria dan riri dikenal cantik dan pintar. Apalagi saudaranya Riri. Kalau saya bercerita dengan ria, dia pura-pura tak mendengar.


Hanya Lisa yang mendengarkan cerita saya walau Lisa kadang jutek sama saya.


Riri beda kelas dengan kami, saya satu kelas dengan saudara nya ria.


Ternyata saat setelah apel pagi, saya kaget saya di tanya pipik.


"Ren, kamu yakin pacar kamu itu baik? "


"Emang kenapa pik, kok kamu tumben nanyanya gitu?" Tanya saya "Emang kamu pernah bertemu pacar saya pik? Emang kamu tau" Tanya saya lagi


" Tau, saya sering dengar kamu cerita dengan Lisa" jawab pipik


"Cerita apa pik saya? Kamu mendengar cerita yang mana?" Tanya saya

__ADS_1


" Kamu jadian sama uzin kan kata lisa?" Keceplosan pipik 


" Kamu dengar yah? Aku kira tak mendengar, hheee" ucap saya


" Uzin itu kenal dengan ria, dia seorang yang berprestasi disekolah nya" ucap pipik


" Aku gak tau pik, cuma kenal lewat sms saja, kalau dia seorang cerdas disekolah apapun aku gak peduli" ucap saya


"Hati-hati aja ren, orang gitu di kenal banyak orang bisa menjadi-jadi dia banyak pacarnya" ucap pipik


"Aku belum ada bukti pik, kecuali kasih bukti" ucap saya


"Besok pagi aku dan Riri mau bicara ke kamu, biar jelas" ucap pipik


"Terserah saja pik, mau pagi aku tunggu. Tapi kenapa harus Riri? Kan biar saja ria, ria kan saudara nya" ucap saya


" Karena lebih nyaman dengan Riri saja okk yah" ucap pipik


Saya waktu itu tak mencurigai apa-apa. Mungkin Riri juga ingin berteman dengan saya.


Selama ini tak begitu mengenal nya.


-------


Saat itu pipik mengajak saya keluar kelas untuk berbicara. Riri dan temannya menghampiri  lalu ria dan lisa menyusul menghampiri kami. Kaget pasti saya seperti di serang, kok bisa mereka mendatangi saya, kata pipik hanya saya, pipik, dan riri.


"Ren, ini Riri mau bicara, tapi dia minta tolong dengan aku, biar kita bicara baik-baik" ucap pipik


" Gini Lo ren, kamu sebaiknya sudahhi saja dengan uzin, aku pun sudah memutusi nya seminggu yang lalu, tapi saya bingung mau bicara apa ke kamu, bukannya aku mau membubarkan hubungan kalian, apa kamu mau selama ini kamu dibohongin nya, kita ini korban uzin" ucap Riri


"Aku gak tau ri, maaf yah, tapi kamu sudah putusan kan, ya udah saya coba jalani dengan dia saja, lagian aku juga kenal lewat hp saja dan jarang bertemu" ucap saya


"Coba pikir ren, kamu gak tau apa dia lakuin di luar sana, apa kamu mau di bohongi nya lagi, justru jarang ketemu itu kesempatan nya mau coba selingkuh lagi" ucap pipik


Saya pun cuma mengiyakan dan diam tersenyum, tak mau melanjutkan pembicaraan.


Setelah itu mereka membahas Ezra, karena saya hanya cuma iya dan diam.


" Wah selamat Riri, cocok kalian berdua sama-sama cerdas daripada sama adeknya cerdas juga tapi pintar ngibullin perempuan hahaha " ucap pipik


hahahaha yang lainnya.


"Insha Allah ka ezra ini baik, ya pasti cocok dengan Riri, riri juga baik" ucap ria.


Ezra satu tahun diatas kami umurnya, makanya mereka memanggil ka ezra.


Ria dan riri kenal ezra saat mereka belajar mengaji satu tempat ternyata mereka berdekatan saja rumahnya.


"Laku amat yah kamu ri, habis putus dengan aar kamu jadian sama uzin lalu kakanya" ucap pipik


Hahahhaha ketawa mereka


Aar mantan riri saat mereka mts, ternyata aar dan riri pacaran selama 3 tahun, kemungkinan kandas karena aar sudah tak melanjutkan sekolah lagi karena aar ortu nya meninggal. Aar di kenal mantan ketua OSIS juga saat mts, sama seperti Ezra ketua OSIS di Ma sekolah nya.


Saya belum tau pasti kenapa aar dan riri putus, tetapi kata riri mereka masih berhubungan baik walau sudah putus. Saat itu saya juga belum mengenal aar.


Jadi belum mau cari tau masa lalu aar dan Riri karena saya tak mengenal mereka.


Di situ, saya hanya pura-pura senyum dan ikutan ketawa juga. Tapi dalam hati kok rasa sedih ezra pacaran dengan riri.


Ezra keliatan perawakan sudah dewasa, pasti di gemari banyak anak perempuan. Pasti lah dia di kelilingi penggemar nya. Termasuk saya mulai menyukainya saat pertama bertemu karena kedewasaan nya saja masih belum tau dia seorang ketua OSIS di sekolahnya pasti terkenal.


Setelah bertemu, di hubungi lagi dia berubah cuek, dan anehnya nomor saya di beri ke temannya, ke sepupunya. Sampai sepupunya mencomblangkan saya dengan adik ezra si uzin.


Uzin pun pernah bercerita, kalau fauzan sepupu nya itu mau mencari wanita yang matang siap di nikahi, makanya saya dikenalkan dengan uzin.


Tapi kenapa uzin? Dalam benak saya.


Kenapa gak ezra saja yang mendekati saya,  saya sudah mengaguminya dari awal, tetapi saya mudah hampa kalau ezra sudah mulai cuek tak menghubungi saling tegur  sapa seperti biasanya saat SMS.


Apa karena saya orang biasa, atau saya hanya batu loncatan saja, sebagai tes dia menyebarkan nomor saya untuk mencari pasangan hidupnya?

__ADS_1


Saya sebenarnya ingin berteman saja, saya sudah senang. Tetapi malah fauzan dan adiknya menembak atau katakan suka dengan saya. Saya pun baru pertama kali mengenal pacaran dengan fauzan.


Saya bertanya-tanya, apa Riri dan ria sudah kenal lama dengan Ezra dan fauzan ?


Setelah Riri putus dan aar, secepat itu mendapatkan izin dan Ezra?


Aar mantan ketua OSIS satu sekolah dengan Riri saat Mts dulu, sedang kan Ezra dan uzin hanya satu pengajian. Pasti mereka saling mengenal sekali.


Beda sama saya, saya hanya di kenal lewat pesan singkat saja. Seandainya saya satu sekolah pasti Ezra dan uzin ilfil dengan saya, kelakuan saya suka kurang disiplin dan kurang pandai bergaul sehingga banyak yang merendahkan saya.


Pikiran negatif saya menghampiri, kemungkinan ezra suka riri sudah lama mereka saling kenal . Karena riri pacaran dengan aar. Ezra tak mungkin mendekati riri. Mungkin hatinya Riri sudah di dekati nya.


Semenjak aar masuk sekolah mondok diluar daerah, riri dan aar pacaran LDR jadi mereka jarang bertemu dan ortunya aar yang kaya raya meninggal, begitu lah sedikit saya tau tentang mereka itu Hana kemungkinan saja.


Riri dekat dengan ezra, sehingga riri berpaling dari aar pada waktu yang tepat.


Ezra mendekati saya sebagai pertemanan, apa karena cuma hanya batu loncatan?


Sungguh sama-sama batu loncatan.


Riri dan Ezra sama-sama mengandalkan kepopuleran nya untuk pujian, tetapi dibelakangnya menyakiti hati orang lain secara halus.


Hanya Kemungkinan begitu pikiran saya berkecamuk. Saya seolah jadi korban, tapi begonya saya, kenapa saya terima pacaran dari adik dan sepupunya. Seperti dipermainkan di coba dan di tes watak seseorang. Seolah saya ini bodoh atau polos.


Saya baru tinggal di kota ini 2 tahun, pengalaman pacaran pun tak ada. Memang lebih pintar Riri, selain cerdas di sekolah, cantik, dia pun pengalaman pacaran selama 3 tahun.


Menurut saya itu semua bulshyit....


Biarkanlah mereka bahagia, di kenal baik semua orang. Tetapi banyak yang tak tau kisah saya yang saya pendam ini.


Saya hanya orang biasa, saya bercerita pun membela diri pasti tak ada yang membela. Jadi hanya diam dan senyum.


Ezra dikenal berprestasi sedangkan riri di kenal cerdas. Penuh sanjungan dan pujian. Mereka memang pantas di pandang takjub oleh orang lain untuk berpasangan.


Saya sendiri dari kecil, sampai besar hanya menerima hinaaan dan makian dari orang terdekat dan lingkungan.


Setelah tau itu semua, saya belum siap ngomong putus dengan uzin, tetapi saya hanya bertahan menunggu uzin yang memutuskan saya, saya ingin punya teman juga. Tetapi uzin jarang menghubungi saya, saat saya hubungi dia malah dengan pesan singkat putus, saya pun terima itu.


Saya yakin dia begitu ada yang lain, karena dengan saya susah bertemu karena jarak. Saya tak sakit hati dan tak memasalahkannya uzin memutuskan saya.


Ternyata benar pesan ibu waktu itu, saya pacaran dengan uzin. Saya kenalkan dengan ibu.


ibu tak menampik, saya kira ibu senang karena latar belakang nya anak berprestasi.


Tetapi nyatanya ibu kurang suka, mungkin karena dia masih keliatan kekakanakan karena perawakannya yang kecil.


--------


Tiap hari saya di sekolah mendengar ria bercerita ke lisa tentang ezra dan uzin, yang di sanjungnya, suara mereka yang merdu bernyanyi, saat ikut perlombaan cerdas cermat selalu memenangkan lomba tiap tahun. Yang disambut muda mudi menyaksikan nya, sedang kan saya hanya banyak diam di rumah tak begitu tau tentang itu.


Ria selalu menyindir saya, uzin dekat dengan beberapa wanita.


kemungkinan ria juga pengen dekat dengan seorang teman yang populer, tetapi dia selalu kalah dengan saudara nya Riri.


Saya pikir kemungkinan ria ini iri dengan saya pernah kenal dan dekat dengan ezra dan uzin.


Buat apa sirik dengan saya.


Tuhanlah yang mempertemukan kami, kepada Ezra dan uzin mereka dikagumi para hawa.


Tapi hanya tuhan yang tau isi hati manusia, yang mana tulus atau tidak.


Padahal saya mengenal mereka belum tau mereka seorang anak yang cerdas.


Seandainya mereka bukan seorang anak yang cerdas, yakinlah riri dan ria tak akan menyanjung dan mendekati mereka.


Tetapi takdir berkata lain, nasib mereka memang pantas dapat yang terbaik.


Saya hanya manusia biasa, mengenal pasangan tak dari pangkat, jabatan, cerdas, maupun harta. saya di pertemukan mereka mungkin karena kehendak Tuhan agar saling mengenal.


Siapa yang benar tulus atau hanya ingin meraih benar-benar kesuksesan nya agar meningkatkan jati dirinya.

__ADS_1


Saya disini dari awal tak mengenal latar belakang mereka sama sekali.


__ADS_2