Dibalik Senyuman Indah

Dibalik Senyuman Indah
Kursus


__ADS_3

Saya mulai kursus di panti sosial, saya sudah mendaftar ke sana hanya sendirian saja meminjam kendaraan suami ka hesty.


Saya di beri arahan sebelum masuk sana oleh admin yang bagian pendaftaran kalau kursus ini tak hanya yang lulusan seperti saya lulus MA, jadi banyak yang tak lulus SD atau hanya lulus SD atau SMP, ikut pelatihan.


"Kamu renna, kamu lulusan MA yah?" Tanya ibu yang membimbing sebelum pelatihan kursus


"Iya Bu" jawab saya


" Kamu jangan sombong yah, tetap rendah hati. Kursus sini gak pandang dia lulusan sekolah apa, disini siapa yang mau bersungguh sungguh belajar saja"


"Baik Bu" ucap saya


" Banyak anak yang ingin pulang, gak sanggup kursus disini, makanya ada saja tingkah mereka gimana bisa mereka bisa pulang ke rumah, mereka sudah ada ikatan" ucap ibu pembimbing


"Iya bu" ucap saya


Kursus pelatihan di panti sosial selama 6 bulan tak boleh keluar panti atau pun pulang ke rumah walau itu dekat. Aturannya kalau ijin pun harus ada ortu/wali yang menjemput.


Beda dengan angkatan yang dulu, sekarang angkatan saya lebih ketat pengawasan nya.


Mulai Minggu depan saya harus kesana, mempersiapkan apa saja yang di bawa.


Di klinik cantik ada anak magang terpercaya namanya sisil dia anak yatim piatu sebentar lagi dia lulus sekolah. Jadi selesai lulus sekolah dia bekerja di toko. Dia memang anaknya rajin dan baik.


Berbeda dengan yaya, selalu absen saat magang ternyata dia bolos sekolah juga. Dia anak orang berada, suka semaunya membolos sekolah dengan pacarnya. Kata-katanya pun lebih kasar kalau bicara.


Saya pun lebih cocok dengan Sisil. Sisil bercerita kalau disekolah Yaya itu angkuh.


" Kak tau gak saya berteman dengan yaya itu hanya di magang aja" ucap Sisil


"Aku gak tau, emang ada masalah apa dengan yaya sil?" tanya saya


" Dia kalau di sekolah ada teman gengnya kak, mereka itu paling populer karena mereka gaul, Yaya pun sering ngejek aku ka" ucap sisil


"Ejek apa?" tanya saya


"Biasalah ka, banyak yang iri aku dekat dengan guru" ucap sisil


"Emang masalah apa buat dia, kamu dekat dengan guru?" tanya saya


"Dia kan sering bolos sekolah dan bolos di kelas kak, nah aku kebetulan jadi bahan pertanyaan guru, karena aku dekat dengan guru, kalau aku ini mauan kadang di suruh-suruh guru. Nah teman lainnya kan jaga jarak dengan guru, jadi aku yang tertuduh mereka" ucap sisil


"Kamu ada bicara apa ke guru sil, aku masih belum paham?" tanya saya


"Kan guru nanya kak, mana nih Yaya dan teman nya di kelas, semua teman itu gak ada yang berani jawab, Yaya dan temannya ibarat nya kaya preman jadi teman yang lain takut. Saya jawab ke guru mereka emang gak ada di kelas gak tau kenapa gak masuk, saat pelajaran guru ijin sebentar, kan guru balik kok murid sebagian udah gak ada" ucap sisil


" Kamu sekretaris?" tanya saya


" Bukan kak, sekretaris nya aja juga bolos sama Yaya hhee" ucap Sisil


"Ampun dah tu yaya, aku bolos dulu cuma sendirian gak ajak teman-teman. Itu karena terlambat sekolah jadi di pulangkan, jadi ada yang lebih parah dari aku yah, tapi Yaya ditakuti juga yah di sekolah" ucap saya


" Iya ka, kalau aku sih gak takut, ngapain takut sama mereka" ucap sisil

__ADS_1


"Kamu kadang di ejek gimana sama mereka?" tanya aya


" Manggil aku dadu ka, si tukang ngadu, aku hanya ketawa senyum aja kak, mereka mau nampar saya" ucap sisil


"Kamu diam aja?" tanya saya


" Mau gimana lagi ka, masa berantem lawan mereka" ucap sisil


" Tapi gimana ceritanya kamu satu tempat magang dengan yaya?" tanya saya


" Kan Yaya jarang masuk sekolah kak, jadi mereka sudah pada milih magang berpasangan dengan teman, nah saya sendiri aja waktu itu magang sendiri milih di sini" ujar Sisil


"Lah Yaya belum dapat yah?" Tanya saya.


"Iya kak, jadi dia gabung sama saya dipilih ibu karena aku sendirian" ujar Sisil


" Pantes rada aneh Yaya yah, jarang magang jarang sekolah juga, kamu pasti di tanya ibu guru kan?" ucap saya


" Iya ka, Yaya minta saya untuk ijinkan dia, ya gimana lagi keseringan alpa mau gak mau dia di tegur guru" jawab Sisil


" Mau gaul, tapi salah jalur, yang disalahkan ntar kamu atau saya, kalau dia berkilah misalnya gak cocoklah, padahal salah dia sendiri suka keluyuran sama pacarnya kan?" ucap saya


" Kata teman-teman sih begitu?, Kok Kaka tau" ucap sisik


" Taulah, aku pernah bertemu dia di jalan dengan pacarnya ko, bilang ijin sakit, malah keluyuran, dia cuma senyum aja dijalan dengan saya, karena malu kali" jawab saya


"Dia emang gak sekolah juga ka bebebrapa hari" ucap sisil


"Lah aneh tu orang pasti dia gak suka juga sama saya, takut di laporkan ke ka Hesty dan kamu, keliatan dari raut wajahnya" ucap saya


"Kalau aja dia suatu saat balas dendam, tatapan matanya ngeselin, kaya mau nerkam saya, senyumnya kaya sinis gitu" ucap saya geram


" Dia itu emang beraninya ada teman-teman nya kak, kalau gak ada nyalinya juga ciut "


Ucap Sisil


Hahahahahha ketawa kami.


" Kalau aku kursus selama 6 bulan, kamu sendirian Berani aja kan hhee, mulai Minggu depan aku udah pelatihan nya" ucap saya


" Tenang aja kak, Kaka semoga sukses yah kursus nya hhaaa" ucap sisil


"Aamiin" ucap saya


" Katanya sih kak kata temen-temen, yaya itu h***l" ucap Sisil


" Kamu serius?? , Pantes mukanya senyum ngeselin kaya mau nabok aku" ucap saya


" seperti itu aku juga gitu dulu kak, senyum-senyum tapi sinis" cerita sisil


"Kamu bayangkan senyum kaya nabok orang gimana, nah kamu tu tau sil" ucap saya


"Iya kak, dia juga suka ketawa-ketawa kaya nyalahin orang, dia sendiri senyum sinis suka nyindir orang juga, tapi anehnya dia gak intropeksi diri" ucap sisil

__ADS_1


" Nah itu, paling ntar dia makin menjadi kalau ada kumpulan teman gengnya, kaya bermuka dua aja" ucap saya


"Temannya emang banyak kak, dia emang suka ngelucu dan pemberani" ucap sisil


" Kalau ada apa-apa temannya, dia dijadikan ibaratnya preman nya maju hadapin, makanya yang lain pada takut" kata siail


" Buset badan kecil-kecil hebat juga" ucap saya


Kami pun tertawa lepas hahabahahaha


-------


Udah tiba waktunya saya harus ke asrama tempat pelatihan, selama 6 bulan tak bertemu Hardy, mau gak mau saya harus percaya dengan nya. Hp saya titip ke hardy.


Agar saya masih terjalin hubungan dengan hardy dengan menitip hp, kalau saya tak menitip hp takut nya hardy merasa kesepian tak ada kenangan dari saya.


Banyak yang dari luar daerah, mereka banyak lebih muda dari saya. Makanya kadang kelakuan mereka seperti kekanakan baru injak remaja suka adu mulut. Saya lebih baik sendiri dengan kurang berbaur. Ada lebih tua dari saya, mereka banyak tak suka karena yang lebih tua dekat dengan ibu pembimbing.


Saya ingin mendekati teman yang lebih tua dari saya, takut dimusuhi mereka, lagi-lagi lebih enak sendiri.


Saya satu kamar dengan sania, dia yang lebih muda dan cantik juga. Tetapi dia soal kebersihan dia sembarangan, pakaian bekas dia pakai suka naru sembarangan. Saya biarkan saja dia begitu, kurang lebih dia ini seperti ka hesty.


Kalau dia naru pakaian dekat saya, saya jauhkan dekat dia tidur.


Seperti nya dia kurang suka saya letakkan, tanpa saya tegur. Saya pun lebih enak dikamar baca novel. Karena ada perpustakaan juga. Sania pun mengajak saya untuk berbaur keteman lainnya, saya pun masih malu. Dia bilang jangan sendirian terus. Dia memang lebih muda tapi dia lebih pandai berbaur dari saya.


Saya mulai bergaul dengan teman Sania satu kampung namanya ninis, dia paling nyaring suaranya dari sania. Dia kalau berantem paling berani juga, tetapi saya rada malas bergaul dengan nya, dia mulai bosan dengan sikap ku yang lamban makan, dan kurang berbicara saat mereka ngumpul.


Ninis dan lainnya juga lebih muda dari saya, wajar mereka masih labil, belum paham akan dunia introvert. Beda teman sekolah saya SMA mereka banyak yang memaklumi saya, berbeda lagi teman Sd dan SMP banyak betul bullyan mereka kalau saya banyak diam.


Tapi saya berpikir lebih baik sendiri saja dulu, sikap mereka yang mulai menjauhi saya, dan ingin membully, saya selalu menghindar.


Saya makan satu meja dengan mereka satia, ninis, eni, dan siti. Mereka jadi kurang suka juga sama saya karena harus menunggu saya makan. Saya sebenarnya ingin nambah makan juga tapi alhasil lelet. Saya juga pengen gemuk, tapi hasilnya saya di bully karena lelet makan.


"Ren, hayo tambah makannya, biar kamu gemuk?" Ucap Eni


"Ayo ren tambah, kami nih udah nambah berapa kali, masa kamu cuma dua kali" ucap sania


Saya kuatnya cuma nambah dua kali, karena udah gak kuat lagi. Mau tak dihabiskan nanti mubasir, mau gak mau mereka semua menunggu saya selesai makan.


Kalau ditinggal satu orang makan, bakal di marahin pembimbing kami bakal dilapor ketua angkatan.


"Cepat dong ren kamu lamban sekali, kami mau mandi nih belum" ucap ninis


" Loh orang mandi pagi hari, kamu kenapa baru mau mandi" ucap saya


"Uhhhh, ni anak lelet sekali" ucap ninis


Saya pun terdiam, dan hanya senyum saja. Kalau makan sedikit takut nya saya lapar, mana di sini susah ijin jajan keluar.


--------


Kegiatan pagi hari kami membersihkan lingkungan asrama, lalu kami makan, ada yang belum mandi ada yang sudah mandi. Saya sendiri sudah mandi dan cuci pakaian pagi hari. Sedangkan lainnya baru bangun jam 5 pagi. Saya atau sebagian lainnya bangun jam 4 pagi, saya pun tidur malam jam 7 atau jam 8 malam.

__ADS_1


Sedangkan ninis, sania, Eni dan lainnya tidur jam 9 atau jam 10. Mereka nongkrong dulu di luar kamar. Karena belakang asrama ada laki-laki komplek juga nongkrong di sana.


Mereka asyik kumpul untuk bercengkrama. Saya di ajak sania saya pun tak mau, karena malas juga berhubungan dengan lelaki komplek sini.


__ADS_2