
Magang momok menakutkan bagi kami, karena kami harus di bimbing jaga sikap. Karena kami anak yang jauh dari orang tua. Saya sendiri tak boleh untuk magang tempat Kaka saya sendiri.
Ka hesty pun menjenguk saya di asrama, untuk menanyakan kapan magang nya dan meminta saya yang magang.
"Renna, kamu aja magang tempat kaka"
Ucap ka hesty
"Jangan kak, sesuai ketentuan di sini aja, saya malu kak mau protes" ucap saya
"Emang kamu tau siapa yang mau magang tempat Kaka?" Tanya ka Hesti
" Masih belum tau kak" jawab saya
"Kamu bisa nya apa magang tempat orang lain, mending tempat Kaka aja, mana ibu pembimbing kamu, Kaka mau bicara" ucap ka hesty
"Itu ka, ada di kantor, Kaka aja yang ngomong" ucap saya
Kami berdua mendatangi ibu Diah sedang di depan kelas sambil melihat aksi mereka anak-anak main voly.
"Ibu, Kaka saya mau berbicara hhee" ucap saya
"Mau bicara apa kaka mu ren?" Tanya ibu Diah.
"Ibu, bisa gak adik saya magang tempat saya aja? biar sekalian saya pantau" tanya ja hesty
"Tidak bisa mbak, udah kesepakatan kami memilih anak-anak sesuai tempat dia magang, kamu sendiri jangan harapkan adik kamu mulu, dia juga perlu belajar tempat yang lain" ucap ibu Diah
"Biar dia belajar tempat saya aja bu" pungkas ka Hesty
"Masa adik kamu dibawah ketek kakanya mulu, sekali-kali dia belajar tempat usaha orang lain, biar dia mengenal dunia luar seperti apa usaha mereka" ucap Bu Diah
"Ya sudah kalau gitu, maaf yah bu, soalnya takut aja dia berbuat ulah di tempat orang gitu" ucap ka hesty
"Insha Allah kami beri arahan sebelum magang, kalau anak kami ini harus sopan, ramah, dan baik-baik di tempat orang" ucap ibu Diah.
Kaka pun pamit, saya harus siap dengan segala resiko nanti di tempat orang lain. Memang saya bingung mau ngapain nanti menghadapi bos baru.
-------
Saya magang tak jauh dari tempat usaha Kaka saya, kalau jalan kaki pun bisa di datangin, tapi saya malu harus ijin keluar. Jadi selama magang saya malu-malu sedang kan pemilik nya banyak bicara, tapi ramah enak di dengar. Nama nya mba suji.
"Kamu kalau mau sesuatu atau makan atau minum ambil saja jangan sungkan, saya suka sama orang gak sungkan" ucap mba suji
"Iya mbak, tapi saya gak enak juga dilihat lainnya hhee" ucap saya
"Iya gak apa-apa, banyak kok anak magang sini senang, malah mereka gak sungkan, saya gak mau mereka malah gak betah di sini" ucap mba suji
"Iya mbak, maaf kalau seandainya ngerepotin hheee" ucap saya
"Gak apa-apa, Kalau teman kamu dulu, angkatan atas kamu, mereka sama seperti kamu malu-malu juga mereka pandai jaga sikap, tapi saya kurang suka itu dari sekolah lain mereka seenaknya aja turun masuk magang dan datang tak tepat waktu, tapi saya gak mempermasalahkan itu, yang penting mereka senang magang tempat saya" ucap mba suji
"Iya mbak, kami kan dari asrama di antar jemput hheee, jadi ontime tepat waktu, seandainya kaya mereka saya bisa juga terlambat hhee" ucap saya
__ADS_1
"Iya, soalnya ada keponakan saya nanti datang, dia mau tinggal di sini, dia sudah daftar sekolah juga. Tapi ini dia lagi pulang kampung" ucap mba suji
"Kamu kalau ada teman, ajak aja kerja di sini, saya juga cari karyawan" ucap mba Suji
" Iya mbak, nanti saya tanyakan. Teman saya ini banyak dari luar kota juga" ucap saya
"GPP, dia bisa tinggal bareng sama keponakan saya" ucap mba suji.
"Insha Allah nanti saya tawarkan mbak" ucap saya.
--------
Magang tempat kaka Hesty dipilih ibu pembinaan yaitu Ery, sikap nya pun berubah 180 derajat. Dulu dia dan Ninis jutek dengan saya sekarang mereka berdua jadi baik, mungkin karena Ery magang tempat saya. Dia pun mulai mendekati saya untuk berbincang selama dia magang tempat Kaka saya.
"Ren, tadi Kaka kamu menyuruh aku keramas, aku gugup takut salah di mata pelanggan hhee, ternyata pelanggan nya biasa saja" ucap ery
"Emang Kaka ku, butuh anak magang yang berani apalagi Kaka gak ada asistennya, asisten udah pada berhenti kerja" ucap saya
"Emang asisten yang terakhir kenapa berhenti ren? " Tanya Eri
"Kata Kaka aku sih dia pulang kampung, malah gak balik-balik lama" ucap saya
"Kakamu malah ajak aku buat kerja tempat nya, aku sih mau ren, tapi aku jauh kampung ku nanti ortu ku kepikiran, aku tolak aja tawaran Kaka kamu ren" ucap ery
"Ouh, paling nanti di suruh Kaka ku cari Yang lain" ucap saya
------
"Tadi ada orang, kasian sekali, dia menunggu jahitannya lagi aku rapikan, katanya ada klinik cantik plus-plus nah anak dia bekas bekerja di sana, keperawanan anak nya di rampas oleh om hidung belang, anaknya sendiri gak mau tapi di paksa bosnya. Ibunya pun ambil anak saya untuk pulang saja jangan bekerja di sana lagi, anak malah membantah, anaknya kabur dari usahanya, si ibu ini bingung mencari anaknya kemana, ternyata anaknya ada di luar kota sebagai pekerja ****" ucap esri anak tata busana teman sekamar Ery sekarang.
"Emang dia sebut klinik cantik mana?? Tanya mbak nany"
"Nah saya lupa, apa namanya, dia mengarah kayanya kearah kiri jalan" ucap esri
"Kamu jangan nuduh tempat saya magang yah, tempat saya magang baik-baik saja orang nya" ucap mbak nany
"Aduh aku lupa mbak, kalau gak salah klinik cantik sebelah kanan yah, namanya apa yah, klinik cantik jasmine kalau gak salah" ucap esri
"Jangan-jangan tempat kakaknya Reni tuh kan sama kliniknya" ucap mbak nany
"Adeuh mbak, jangan asal nuduh. Tanya sama Ery sana kalau gak percaya, klinik cantik Jasmine kan banyak yang ikutan namanya, kebetulan Kaka saya itu ambil klinik cantik dari bekas bosnya dulu bekerja itu pun di ijinkan bosnya, tapi malah banyak sekarang mengikuti nama tersebut, kalau kalian gak percaya jalan-jalan nanti udah bebas sekitar ran kota ini, banyak yang sama nama toko usaha" ucap saya
"Yang jelas bukan tempat magang saya yah" ucap mbak Nany
"Insha Allah aman saja tempat kita magang ini, ibu pembimbing gak mungkin salah pilih, udah ratusan lulusan alumni sini, jadi tau mana klinik cantik bermasalah atau tidak" ucap mbak dedeh
Kami pun terdiam, ada saja mbak nany sembarang menuduh tempat usaha ka hesty, mereka hanya mendengar saja belum ada bukti.
Paling tua di asrama ini ialah mbak Nany, emang benar apa di kata teman-teman kelakuan mbak Nany kaya anak-anak dia juga seorang janda belum punya anak, mungkin dia seorang anak bungsu dan ditinggal ortunya meninggal saat kecil. Mba Nany cerita di asuh oleh kakanya.
Berbeda dengan mbak dedeh dan mbak sisi yang lebih muda dari mbak nany mereka kelihatan dewasa, bicara pun lebih tertata rapi ramah dan sopan tapi agak tegas.
Saya pun disini belum tentu dewasa juga, mereka yang lebih muda dari saya sudah bisa mengambil hati ibu pembimbing dan instruktur kelas jurusan. Saya di sini pun masih tahap belajar banyak teguran juga dari instruktur.
__ADS_1
Memang mereka ibu pembimbing tak pandang usia, latar belakang pendidikan, dan kekayaan.
Mereka pandang, yang pandai bersosialisasi dan pandai bergaul. Saya pun merasa kurang pandai masalah itu yang hanya banyak diam di kamar saja. Kecuali ada teman menjenguk mangajak ngobrol baru saya mau keluar kamar.
------
Sebentar lagi magang selesai. Saya saat terakhir magang malah absen karena ijin Sakit. Kemarin sebelum ijin saya paksa saja magang, saya mengira hanya flu biasa bisa saja sembuh sendiri nya. Tetapi malah membuat saya demam sampai saya menangis menahan demam sampai ke mata dan ke kepala.
Untung ada ibu pembimbing saya magang ibu leli datang ke klinik cantik mbak suji, beliau minta ijin untuk pamit anak magang sebentar lagi sudah berhenti magangnya. Saya pun di panggil ibu leli dan ibu suji tak saya hiraukan.
Akhirnya mbak suji masuk dan mengecek saya, ternyata beliau baru sadar saya demam.
"Kamu demam ren, kok kamu gak bilang sih, kan bisa ijinkan" ucap mbak suji
"Saya kira sakit biasa aja mbak" sambil saya menangis
"Maaf yah ren dan mbak suji, saya gak bisa anter rena ke asrama, nanti saya panggil bapak kikil untuk menjemput nya" ucap ibu leli
"Iya bu, biar istirahat dulu renna di sini" ucap mbak suji
"Sudah jangan menangis lagi kamu ren, malu sama mbak suji udah gede menangis hhhhhaaa" ucap ibu Lely
"Saya pamit dulu yah mbak, sebentar lagi Renna bakal dijemput, permisi" ucap ibu Lely
"Nggeh Bu, kalau bisa saya yang antar aja gimana Bu?" Tanya mbak suji
"Bisa saja, maaf ngerepotin yah mbak" ucap ibu Lely
"Iya gak apa-apa" ucap mbak suji.
Mbak suci menghampiri saya dia ingin mengantar saya ke asrama segera, agar saya bisa istirahat.
"Ren, kamu saya antar saja yah, kamu kalau masih sakit gak usah aja turun besok" ucap mbak suji
"Enggeh mbak, makasih banyak yah, maaf ngerepotin diantar segala" ucap saya
Setelah di antar ke asrama saya pun kurang semangat untuk pamit dengan mbak suji.
"Terimakasih yah mbak suji, kalau saya udah sehat, insha Allah saya besok turun" ucap saya
"Iya gak usah dipaksa ren, kamu perlu istirahat saja, ini ada upah buat kamu selama ini bantu saya di klinik cantik" ucap mba suji
"Loh saya gak minta upah mbak, saya cuma magang, terimakasih banyak yah mbak suji, saya terima, mohon maaf kalau saya ngerepotin lagi" ucap saya
"Iya gak apa-apa ren, saya pamit dulu yah"
"Iya mbak, hati-hati" ucap saya
Saya waktu itu jam makan dan minum mengambil sendiri saja. Beda sekali dengan teman lainnya mereka diambillin dan diantar makanan oleh teman sekamar nya.
Saya pun ambil makanan saat mereka sudah makan. Kadang saya paksa makan bersama. Tatah teman sekamar saya dia kurang peka, mau minta bantuan pun saya malu karena jarang bergaul sama mereka.
Buat apa saya lama-lama bersedih juga sebentar lagi kami selesai pelatihan dan pulang ke daerah masing-masing.
__ADS_1