Dibalik Senyuman Indah

Dibalik Senyuman Indah
Tukang adu


__ADS_3

Setiap ada berkunjung atau mengunjungi saya pasti teman-teman julid apalagi dia namanya lelin. Ada saja yang dia laporkan ke ibu pembimbing kami.


Kami setiap hari Jum'at berkumpul di kantor untuk menghadap ibu pembimbing, lelin selalu mengadu di hadapan ibu pembimbing kalau saya ada saja yang datang menjenguk. Beliau namanya ibu Diah.


" Kalian kalau ada kendala selama tinggal di sini, curahan kan saja" tanya Bu Diah


Kami hanya terdiam, sedang kan lelin angkat bicara. Dia dengan sigapnya mengadu ke Bu diah di hadapan saya. Selama ini dia tak pernah menegur saya hanya bisa mengadu saja.


"Bu, Rena kan di jenguk pacarnya kakanya kadang ortunya, kan enak banget dia di jenguk Bu" ucap lelin


"Benar Rena, ibu sudah bilang berapa kali kamu kasih tau mereka untuk tidak menjenguk kamu, yang lain itu iri sama kamu" ucap Bu Diah tanpa bertanya lagi ke saya


"Tapi Bu, saya sudah bilang ke ibu saya jangan di jenguk lagi, nah Kaka saya beda rumah jadi baru jenguk jadi kaka saya baru tau, sedang kan pacar saya juga baru tau bu, itu udah lama udah gak ada jenguk lagi Bu" ucap Saya


"Kalian kalau ortunya atau wali menjenguk tolong di kasih tau mereka, untuk stop menjenguk lagi, coba kalian pikir teman kalian yang jauh dari kampung menahan rindu ortunya mereka ingin bertemu tapi apa lah daya ortu nya jauh. Kamu ren, sudah ibu peringatkan kemarin malah ada yang jenguk" ibu menjelaskan tanpa mendengar kan alasan saya.


"Begini bu, kalau pacar saya udah lama kejadian nya datang kesini sebelum ibu beritahu, saya gak tau apa dia kesini lagi apa tidak bu, kalau dia datang saya kasih tau nanti. Kalau Kaka saya sudah kasih tau karena baru datang, sedang kan ibu saya datang saat nenek saya meninggal ibu cuma kasih tau, itupun saya seminggu baru tau nenek sudah meninggal" ucap saya


"Kamu jangan bantah lagi, sudah saja liat temanmu kasian kan" ucap ibu


Sebenarnya bukan hanya saya saja sering di jenguk mereka, ada juga nay dan mbak nany, mereka sama tempat tinggal asal satu kota sama kami.


Tapi hanya saya jadi korban di laporkan lelin. Mungkin karena saya di jenguk pacar jadi dia dan yang lain iri, sehingga anak pembimbing yang lain hanya diam saja tak membela saya.


Apa salah saya kurang dekat dengan mereka, saya hanya berdiam diri banyak kamar saja dan ditambah di jenguk pacar itu hanya sekali.

__ADS_1


Padahal waktu pacar atau Kaka saya menjenguk mereka berbondong-bondong mendatangi saya mau minjam hp Kaka atau pacar saya buat menelepon ortu nya. Ulah kelakuan lelin, santia, mbak nany, dan ery menghampiri saya. Teman yang lain mungkin malu mau meminjam hp saudara saya atau pacar saya.


Teman yang lain hanya diam membisu, seolah tak ada yang melaporkan nay dan mbak nany sering di jenguk ortunya. Saya mau bilang juga ke ibu Diah takut di musuhin nay dan mbak nany. Jadi saya pilih diam saja.


------


Saya pun mau mencurahkan hati saya ke ratna, cuma dia yang mendukung saya pacaran dengan yang Hardy, yang lain hanya diam sinis menatap saya waktu di jenguk pacar.


"Nay, kenapa yah cuma aku di laporkan lelin kalau ortu, Kaka ku, dan pacar ku yang menjenguk aku" ucap saya


"Kamu tau gak, kata mereka pacar kamu itu bisik-bisik ke kamu, mereka mendengar" ucap Ratna


"Bisik apa yah rat? aku lupa" Tanya saya


" O iya aku baru inget, ya ampun mereka tersinggung yah, aku kira gak tersinggung, itu Hardy cuma bercanda, liat ekspresi mereka kesenangan meminjam hp, kira baik-baik saja" ucap saya


"Aku tu males minjam hp kamu, mereka cepat banget ngumpul nya padahal kan aku di ijinkan kamu Minjam hp, mereka gak ijin malah nyerbu kamu" ucap Ratna


"Aku sih gak apa-apa aja siapa yang mau minjam, tapi kayaknya Hardy risih dia juga mau cepat pulang ke rumah nya. Mereka minjam lumayan lama, makanya Hardy nyindir, Hardy ini gak betahan kalau dia diam lama tempat orang" ucap saya


"Lagian kalau pacar kamu datang lagi gimana coba??" tanya ratna


"Aku gak tau rat, aku serba salah, kalau bisa tu hp aku ambil, aku ambil aja, biar kalian senang puas gantian menelpon" ucap saya


Saya pun pamit ke kamar, serba salah rasa nya mau melawan. Belum ada yang memihak dan membela saya. Bingung lagi sudah lima hari sepatu saya hilang.

__ADS_1


Saya harus berani ungkapkan ini ke mereka siapa tau ada liat sepatu saya. Sementara dua hari lagi ada pelatihan baris berbaris. Seperti pelatihan Pramuka yang di bimbing oleh anggota TNI.


Saya pun keluar menanyakan kesemua kamar teman, ada yang ikut mencari, ada yang cuek, ada yang risih.


"Kalau seandainya belum ketemu juga sepatu aku, aku mau gak mau bakal lapor ke ibu dan bapak pembimbing, biar kamar kalian nanti di interogasi lagi" ucap saya teriak mengancam sambil jalan depan kamar mereka karena saya sudah geram sama mereka yang suka iri sama saya.


Saya balik kekamar bingung harus pakai sepatu siapa? Mau beli gak punya duit. Mau gak mau saya siap di hukum pak anggota TNI tersebut karena saya tanpa sepatu, pikir saya.


Besok harinya Ninis teriak dari kamarnya memanggil saya, saya pun malas menghiraukan karena sibuk mau menjemur pakaian.


Setelah saya menjemur baru saya menghampiri nya siapa tau dia mau ngaku ambil sepatu saya, ternyata benar dia mengasih sepatu saya.


"Ren, ini sepatu kamu ada di kamar aku, aku kira kemarin sepatu aku karena mirip, aku bingung kok ada dua sepatu aku" ucap ninis


"Aneh kok ada di kamar kamu, aku aja gak ada lagi ke kamar kamu main-main, kamu juga jarang ke kamar aku main- main" ucap saya


"Aku juga gak tau ren, kok bisa ada di kamarku " ucap ninis seperti linglung ketakutan.


"Untung belum aku laporkan, bisa berabe kamu jadi tertuduh" sindir saya


"Aku gak tau juga ren, aku mau jemur pakaian dulu" ucap ninis kaya muka ketakutan pergi


Saya bisa melihat dari tingkah dan raut wajah nya. Biasanya dia paling berani di ajak berantem oleh yang lain, apalagi sama saya yang lemah ini. Saya jadi curiga tapi biar lah yang penting sepatu saya dapat, selamat tidak jadi di hukum pak anggota TNI tersebut.


Saya sangat bahagia rasanya bisa menemukan sepatu dan buat ninis seperti ketakutan mau saya laporkan. Saya gak mau lagi ada masalah lagi, sementang saya ini baik ke mereka dikiranya saya gak bisa mengadu.

__ADS_1


__ADS_2