Dibalik Senyuman Indah

Dibalik Senyuman Indah
anak buah nyebelin dan misteri sakitnya tante


__ADS_3

Satu minggu sudah tante berobat tempat tabib di luar kota, tak jauh dari kota saya.


Saya sendiri masih sendirian jaga toko. Sedangkan nay masih libur dia mungkin sudah pulang kerumahnya.


Saya ditelpon ibu untuk menjenguk tante kekota ibu tinggal. Sekalian saya ditawarkan berobat untuk saya karena saat menstruasi kram perut terus.


"Halo Ren, kamu kapan kesini, tante kamu nanyain terus?" Tanya ibu


" Belum tau bu, nay belum datang-datang juga terus siapa jaga toko" ucap saya


"Kamu telpon nay aja yah" ucap ibu


"Iya bu insha Allah" ucap saya


Saya coba hubungi nay, tak dia balas pesan saya. Menelpon tak di angkat, giliran ka hesty dia balas pesan. Saya ngerasa ada yang aneh sama nay, semenjak gak ada santia. Dia banyak ijin pulang emang dari dulu. Malah tambah sering ijin jalan sama tetangga namanya mbak mahira. Ijin pagi jalan pulang nya sore.


"Ren aku ajak nay jalan kepasar dulu yah" ucap mbak Mahira


"Mbak ini ajak jalan terus, ijin ke kak hesty sudah?" Tanya saya


"Ntar aku telpon ka hesti nya tenang aja kamu ren" ucap mbak Mahira


"Aku gak bilang yah ke ka hesty, nanti di kira aku tukang ngadu, mbak Mahira sendiri yang bilang ijin" ucap saya


" Tenang aja kamu ren" ucap mba Mahira


"Sampai kapan pulang nya mbak? Biasanya mbak ajak sampai sore, seharusnya dipotong gajinya tapi ka Hesti gak tau tu nay makan gaji buta" Ucap saya geram


"Kamu ren, sama teman kamu jangan gitu. Dia kan nemeni kamu tidur di sini" ucap mba Mahira


"Terserah deh, aku gak ngadu yah, kalau ka hesty tau, berarti tau sendiri. Bukan dari aku yah mbak" ucap saya


Mereka langsung pergi tanpa pamit, mungkin karena saya sindir begitu, tidak hanya sekali saja mereka ijin jalan keluar, tak terhitung berapa kali sudah.


Saat nay datang, saya ijin ke luar kota. Nay mau gak mau tidur di rumah ka hesty atau tidur di toko. Saya tak menanyakan itu karena tak sempat. SMS saja tak dibalas apalagi nelpon tak diangkat. Mungkin nay mulai tak menyukai saya masalah privasinya yang di rahasiakan nya.


------


Tiba sudah di kota, saya langsung menjenguk tante. Tante keliatan lebih bugar dan bisa duduk. Tante berpesan lagi agar aku cepat nikah. Saya bingung jawab apa, karena pacar tak melamar, apa saya harus bujuk pacar saya, malu rasanya juga perempuan dulu ajak nikah. Apalagi saya niat mau kuliah juga sama seperti ka Ihsan.


"Ren, kamu punya pacar kan, sebaiknya ajak nikah saja yah" Ucap tante


"Gak tau tan, saya masih niat mau kuliah tapi belum ada dananya" ucap saya


"Kamu kuliah dulu, tante gak sempat liat kamu nikah, sebaiknya kamu nikah aja dulu" ucap tante


"Malu aku tan, belum di lamar juga" ucap saya


"Kamu bujuk saja, atau tante Carikan suami untuk kamu, tante ini ingin sekali liat kamu nikah sebelum tante mati" ucap tante

__ADS_1


"Tante jangan ngomong gitu lagi, malu dengar ibu nanti" ucap saya


"Kamu cepat nikah yah ren" ucap Tante lagi


"Insha Allah tan" ucap saya agar tante tenang tak menanyakan lagi.


-------


Saya dipanggil untuk pengobatan nya secara tradisional. Pisau kecil yang tumpul sudah berkarat di putar di perut saya. Saya awalnya khawatir ketusuk perut, saat saya liat dia mengobati pasien lain tak ada luka atau ketusuk padahal pisau berkarat itu dia putar-putar ditusuk tak tembus.


"Sakit apa ini bu" tanya tabib


"Sakit perutnya saat haid pak" ucap ibu


"Buka bajunya bagian bawah saja yah, jangan di buka semuanya, malu di liat orang banyak" ucap tabib


Hahahahha yang lain tertawa


" Iya pak" ucap saya sambil menyingkap baju keatas sedikit hanya terlihat bagian perut saja, saya merasa ketakutan sedikit.


Di tusuk pisau itu di perut saya. Rasanya seperti di tusuk benda tumpul saja tapi tak tembus, lumayan sakit merasa seperti di tusuk pulpen yang tumpul. Tapi ini lebih berasa ada besinya.


Saya di suruh bersabar untuk di tusuk tersebut. Karena katanya mencari binatang kecil yang bersarang di Perut saya


Binatang kecil itu keluar, seperti anak kumbang yang sangat kecil, seperti kutu ayam. Tapi bentuknya seperti anak kumbang warna hitam. Saya tau kalau menurut persepsi lain itu cuma tipu muslihat sihir. Tapi saya merasa lega rasanya perut terasa enteng.


Kumbang itu hilang sekejap atau terbang saya kira begitu, kalau menurut orang kami itu dinamakan senggugut atau binatang kecil menyerang wanita haids.


-------


"Halo ren, kamu cepat pulang Kaka sendirian di toko, nay ijin pulang malah meliburkan diri dia sekalian" ucap ka hesty


"Kak kan udah tau nay begitu tiap Minggu, aku nyari bantu ibu dulu ka biar bisa dapat duit ongkos pulang " ucap saya


"Kaka hutangin aja yah, nanti Kaka potong gajih kamu, nay ini pernah tutup toko sampai siang saat ka nelpon mbah nya mbak munirah kasih tau, nay gak ijin ke Kaka lagi" ucap ka hesty


"Dulu gak ijin dengan Kaka?" Tanya saya


" Dulu apa nya ren?" Tanya ka hesty balik


"Aku di bohongi mbak munirah dong, dulu sering ajak jalan nay juga saya bilang ijinnya ka Kaka bukan ke saya" ucap saya


"Kenapa gak kasih tau Kaka ren?" Tanya ka hesty


" Males aku kak, masa aku yang ijin kan ke ka hesty, nanti di kira tukang ngadu" ucap saya


"Ya udah kamu pulang yah besok" ucap ka hesty


"Insha Allah ka" ucap saya

__ADS_1


Begitulah ka Hesty gak mau keluar modal buat ongkos pulang membujuk saya, mau nya saya yang mengerti dia karena dia mau saya balas budi karena ka hesty pernah sekolahhin saya.


Saya jadi serba salah posisi, tante juga pernah sekolahhin saya juga. Jadi saya jaga toko jual perhiasan imitasi, ibu datangin tante untuk menjenguk.


Saya bilang ke ibu untuk pulang esok hari


" Bu, besok aku pulang yah, ka hesty nelpon katanya nay ijin tak masuk berpa hari, sebenarnya nay memang begitu tiap Minggu ijin. Sabtu pulang kerumahnya Senin kadang ijin kadang ada, jadi saya pulang yah Bu GPP kan" ucap saya


"Ya sudah kalau kamu mau pulang, tapi kamu sore ini pamit ke tante juga ya, sebenarnya tante kamu sudah segar makannya pun mulai enak" ucap ibu


"Kalau paman gimana bu? enak aja dia rawat Tante" Tanya saya penasaran


"Ah itu orang keluyuran terus, tante mu sering di tinggalnya sendirian, muncul pun hanya sekejab" ucap mama


"Apa bu, kasian tante yah semoga tante cepat sembuh" ucap saya


"Kalau mereka pulang, tante kamu nanti balik lagi penyakit nya" ucap ibu


"Ush Bu, gak boleh gitu, siapa tau tante pulang kangen rumahnya, bagaimana pun rumah tempat ternyaman nya" ucap saya


"Ibu gak nyaman liat tante kamu pulang, waktu tante dan paman naik haji itu, mama membersihkan rumah mereka, tangan mama ada sesuatu yang masuk kaya binatang kecil-kecil langsung masuk kekuku terbang gitu banyak, mama jadi takut tu rumah ada apa-apanya" ucap ibu


"Semoga aja gak apa-apa bu, ibu mungkin itu sejenis kutu " ucap saya


"Kutu gak begitu bentuk nya ren, kamu ini di kasih tau pasti gak percaya hal begitu an, coba kamu dulu berani sama ayah kamu, kamu di pisahkan sama ayah kamu kan udah sembuh kan kamu benci sama ayah kamu, karena ilmu hitam orang kirim udah luntur perbedaan jarak" ucap ibu


"Masa sih bu, aku lupa" ucap saya pura-pura lupa karena malas bahas masa lalu yang memalukan aku dulu sangat berani sama ayah bahkan membenci ayah.


"Apalagi kan ada tabib menyembuhkan jadi enak, tabib menyembuhkan sampai benar-benar sembuh" ucap ibu


"Mungkin juga tante takut uangnya habis Bu" ucap saya


"Nanti ibu kasih tau Tante kamu, uang bisa di cari, yang penting sehat dulu, kan dia ibu kirim makanan tiap hari Tante kamu, sedang kan paman malah makan di luar, gimana ibu gak geram, uang tante mu itu banyak saja. Hanya dipegang lakinya aja " ucap ibu


"Kasian tante yah bu, gak nyangka kejadian bisa begini" ucap saya


" Namanya juga hidup ren, ibu gak yakin paman Kun itu baik ke tante, dia itu ngincar harta tante, anehnya tante kamu kalau di hadapan suaminya hanya diam saja, tetapi dibelakangnya tante kamu mengeluh paman kun jarang di rumah, jalan-jalan nya gak jelas kemana aja, uangnya juga gak ada cuma bisa minta saja" ucap ibu


"Tante sakit, siapa yang usaha Bu?" Tanya saya


"Paman kamulah yang usaha, tapi itu uang dipegang nya semua" ucap ibu


" Berbeda sekali sama mantan suami nya dulu baik, tapi ya itu mudah tergoda perempuan" ucap ibu


Saya bingung mau bertanya apa lagi. Takut berdebat lagi sama ibu masalah menurut saya mustahil atau tahayul.


------


Sebulan sudah tante di rumah tabib tersebut, tabib tak minta pakai tarif beliau meminta seikhlasnya saja kalau orang mau berobat. Sebenarnya tabib ini illegal kurang di akui masyarakat, kata ibu tabib ini selalu berpindah tempat atau wilayah untuk mengobati orang. Karena pengobatan nya kurang dipercayai pemerintah daerah karena menurut medis alatnya gunakan tak steril.

__ADS_1


Beliau sampai kekota tersebut di sambut dengan baik dari masyarakat, tetapi belum sampai ke telinga pemerintahan.


Tante meminta pulang saja karena merasa sudah bosan dan baikkan, ibu waktu itu mencegat tante untuk masih di sini beristirahat. Tetapi tante menolak, bagaimana pun tante sudah milik suaminya.


__ADS_2