Dibalik Senyuman Indah

Dibalik Senyuman Indah
Teman sakit


__ADS_3

Setelah makan malam kami kelabakan tatah sakit histeris di kamar listy, ternyata tatah sakit perut. Saya hanya terdiam saja menyaksikan nya, karena waktu itu belum akrab jadi saya mau mendekati menenangi pun sungkan.


Datang lah ibu yang mengawasi kami saat jam makan namanya ibu manah. Ibu manah ingin tatah setelah berobat dari rumah sakit silahkan pulang ke kampung saja, daripada di asrama sakit-sakitan.


Tatah tak menyetujui itu, karena dia tak mau ibu di kampungnya kepikiran dia sakit. Tatah dilarikan ke RS besar. Mbak dedeh, listy dan ibu manah bergantian menjaga.


Saya sendiri teman sekamar saja tak bisa menjenguk atau ikut menjaga. Sempat mbak nany bertanya, kenapa saya tak ikut menjaga.


"Kamu ren, kenapa gak jaga tatah dia kan teman sekamar kamu?" Tanya mbak nany


" Aku kalau di suruh mau aja, tapi gak di suruh gimana dong mbak" jawab saya


"Kamu sendiri apa sanggup jaga orang sakit?" tanya mbak nany meremehkan.


"Aku pernah kali jaga kaka aku masuk RS waktu dia melahirkan plus jaga bayinya baru lahir sampe begadang" ucap saya


" Kamu aja jagain tatah kalau misalnya gantian" ucap mbak nany


" Mbak nany sama aku aja mau kan?"


Ucap saya


"Aku mah ogah, gak sanggup" ucap mbak nany


"Aku sendirian mana sanggup juga mbak, kecuali ada yang menemani juga" ucap saya


"Kamu aja sama yang lain" ucap mbak nany


Saya pun pergi ke kamar, malam ini tidur sendirian lagi. Ternyata mba Dedeh membolehkan saya tidur di kamarnya karena mbak dedeh jaga tatah di Rs. Saya tidur di kamar mbak dedeh ada ratna teman sekamar mbak dedeh. Ratna memanggil saya untuk tidur di kamarnya


Saya memang akrab dengan ratna, tapi tetap jaga jarak karena saya sama ratna kadang ada perselisihan dia memang mau seenaknya kalau minta bantuan, kadang gak enak memarahinnya juga lebih baik saya jaga jarak, kalau saya merajuk dia bisa nyengir membujuk saya dengan merayu.


"Renni cantik, tolong dong pijat kaki ku kram nih, besok kamu yah sapu kamarnya soalnya kaki ku kalau belum sembuh juga, aku agak susah nyapu" ucap Ratna


"Tenang aja rat, gak kamu suruh aku bakalan nyapu, kamu gak usah risau" ucap saya sambil mijatin kakinya


"Kamu memang baik, cantik hati dan rupa pantas Hardy kepincut sama kamu ren" kata ratna


" Bisa aja kamu rat, lah pacar mu apa yang kepincut sama kamu rat?" tanya saya


"Hahahaha aku kan periang dan cantik ren, jadi kepikiran deh dia kok gak jenguk-jenguk aku yah, padahal dia kuliah di kota ini" ucap Ratna


"Kamu coba hubungi lagi nanti kalau bisa hp diambil ke pebimbing rat" ucap saya


"Gak berani aku, sebenarnya aku ini kangen aja, tapi malas juga nyuruh dia jenguk kesini" ucap Ratna


"Emang kenapa? Apa karena bakal di liat teman-teman lain, pengalaman dari aku di jenguk Hardy" ucap saya


"Iya begitu, mereka bisanya julid aja, kita pacaran kan lumayan lama kok mereka kaya gak percaya gitu sama kita" ucap ratna


" Ya lah, pacarmu pasti gaul kalau ke kota ini" ucap saya


" Kok kamu tau ren? Emang kamu pernah liat gitu" ucap Ratna


"Ya tau dong, namanya anak kuliahan kan pasti gaul kan lebih banyak temannya dari dia sekolah dulu" ucap saya


"Ya pinter juga kamu, tapi apa dia setia yah? Nah itu pasti pertanyaan teman-teman" ucap Ratna


"Sekalian pertanyaan kamu juga kan? Aku sih gak tau kalau belum ada bukti, cuma ngira-ngira kaya teman-teman itu namanya jatuh sirik" ucap saya


" Kamu juga gak bertanya sama diri kamu sendiri, hardy bakal setia?" tanya ratna

__ADS_1


"Aku itu kalau berpikir kesana, kalau selama belum melihat dia berhubungan dengan orang lain saya gak apa-apa percaya aja, omongan teman kan belum ada bukti hanya mengira. Kalau gak melihat yah otomatis masa percaya?" ucap saya


"Kamu gak curigaan dong?" tanya ratna


" Gak lah, ngapain curiga toh kita gak bisa komunikasi dengan pacar juga, mau jalan pun keluar segala minta ijin, ya kalau di ijinkan kalau gak malu rasanya" ucap saya


"Sebenarnya aku malas juga pacaran itu dosa, tapi gimana yah ada yang suka kita lumayan cakep aku terima aja siapa tau berjodoh hhee" ucap Ratna


"Kamu memang cakep dari Sononya, pacar kamu juga?" tanya saya


"Iya dia putih dari aku ren, sama kaya pacar kamu" ucap ratna


" Pacar aku emang putih, tapi dulu biasa aja putihnya, sekarang aja agak gaul, dulu aku pacaran sama dia motor nya cuma butut aja Honda Astrea, dia juga sering minjam motor temannya buat ajak aku jalan" ucap saya


"Sudah kerja emang bisa beli apa dia mau, kamu sendiri gak malu gitu pacaran motor Honda?" Tanya ratna


"Gak lah, aku cuma orang biasa aja ngapain malu, lain aku anak orang kaya ya aku sesuai kan nyari laki" ucap saya


"Sombong lu ren, hhaaa" ucap Ratna


" Emang bener kan, sesuai kan aja, tapi dia sekarang sudah kerja aja banyak julidtin aku termasuk ibu ku, Kaka ku, dan teman teman di panti ini" ucap saya


" Kamu cocok kok ma Hardy ren, kalian mirip bakal berjodoh" ucap Ratna


"Insha Allah kalau Allah menghendaki rat, aku aja yang pacaran lama dengan nya, dengan yang lain malah banyak neko-neko nya malah ada yang ngetes aku, ampun dah" ucap saya


"Ngetes apa ren?" tanya Ratna


"Ngetes aku cemburu apa gak, mantan aku gandengan dan suap-suapan dengan sepupu nya di hadapan ku, aku gak marah malah dia yang marah katanya aku gak cemburu, cemburu sih kaga malah risih" ucap saya


"Walau sepupu aku juga cemburu ren, apalagi mesra gitu, pasti dipertanyakan mantanmu" ucap ratna


"Iya sih, aku juga kesinggung, udah dia mesra malah marah-marah sama kamu ngetes kamu, cemburu apa gak sebenarnya?" tanya Ratna


" Gak tau lah, aku kalau dia bilang sepupu aku gak cemburu, tampangnya juga biasa-biasa aja badan gendut dan maaf agak item, sebenarnya aku malas juga urus fisik orang lain, tetapi pikir aja masa sepupu nya mau sama dia begitu secara dia juga bukan orang berada juga, motor juga kadang minjam ke temannya" ucap saya


"Hahahaha kamu bener juga, tapi kamu beruntung dapat hardy udah mapan tuh sekarang" ucap Ratna


" Iya sih, aku gak ngarep dia mapan apa gak, yang penting aku ada teman di hati hhee" ucap saya


" Ciee, kamu cocok aja ren" ucap Ratna


" Kamu bisa aja rat, tidur yu udah ngantuk aku" ucap saya


" Yu, esok jangan lupa sapu yah ren" ucap Ratna


"Ish kamu ini, besok aja ingettin" ucap saya


---------


Sudah 5 hari tatah dirawat dan sudah pulang, dia ingin pindah kamar di bawah. Saya pun mengiyakan untuk angkut barang nya dan barang saya, semua saya yang angkut. Tetapi malah tidak jadi, padahal sudah saya angkut semua nya.


Tapi apa mau dikata saat tatah bilang di pindahkan balik ke kamar asal semula.


"Ren, tolong angkut lagi yah barang nya ke kamar kita yang dulu, gak jadi ren, ada ibu pembimbing aku mau menempati kamar bawah" ucap tatah


" Kenapa gak dari tadi sih, biar aku gak bolak-balik pindah kamar begini" ucap saya


" Kalau kita sebelahan kamar sama ibu pembimbing kita gak bisa teriak-teriak ntar" ucap tatah


" Ya udah, kamu urus aja tugas mu di kelas, biar aku yang mindah, tapi kamu nanti susun pakaian mu dan rapikan kasur mu" ucap saya

__ADS_1


" Sip deh, aku ke kelas dulu yah" ucap tatah


Tatah dia ambil jurusan bagian tata busana, tata busana memang sampai sore tugas nya karena mereka mempunyai tugas membuat pakaian.


Saya pulang jam satu siang setelah jam makan, kami bisa istirahat untuk tidur atau bercengkrama. Saya lebih memilih tidur dikamar atau kadang baca novel.


Mereka jurusan tata busana kadang malam pun tugas mereka membuat pola, mereka tugas bersama di kamar kami. Saya pun senang ada temannya, tapi saya memilih untuk diam atau tidur saja.


Kadang mereka ajak ngobrol atau berbincang, mereka tidak sombong lagi, mereka mau berbincang asyik dengan saya. Saya kadang tak menghiraukan mereka pakai bahasa daerah yang kurang dimengerti.


Mereka pulang jam batas jam 8 malam untuk berkunjung ke kamar teman. Tatah mulai bisa interaksi dengan saya dengan lainnya, selain dia periang dia suka bercanda juga.


"Kamu tau gak ren, aku sakit kemarin, aku tu gak mau disuruh pulang ke kampung gak mau?" Tanya tatah


"Gak tau? Emang kenapa tah?" tanya saya


"Aku gak mau ibu ku kepikiran, ibu ku pernah sakit stress berat, aku gak mau ibu kepikiran aja" ucap tatah


"Ouh baguslah kamu bisa kuat, kamu juga kenapa susah untuk tidur di kamar ini?" tanya say


"Itu mereka nakuti kamar kita di mimpikan mbak risty, jadi aku kepikiran" ucap tatah


"Alah kamu liat aku tidur dikamar ini gak kenapa-napa kan? Kalau pikiran kita takut ya bakal takut" ucap saya


"Itu mbak riris mimpi ada lelaki di kamar ini, lalu bunyikan main tangga " ucap tatah


"Kamu juga, gak bilang- bilang ke aku dari awal, lagian kamu pernah liat hantu apa" ucap saya


"Belum pernah ren, kalau inget ibu ku stress jadi kalau orang kampung bilang nya kesurupan" ucap tatah


"Kalau orang kampung emang begitu, Jangan kan di kampung, di kota juga sama anggap kesurupan padahal bisa di bawa ke medis" ucap saya


" Iya ibu ku dulu sempat stress, aku sakit mulu lagi kecil makanya aku lambat sekolah ren" ucap tatah


" Kamu bukti nya sekarang sehat aja gak bisa diam aslinya" ucap saya


"Hahahaha, kamu bisa aja menilai aku ren, aku emang begini orang nya suka bercanda" ucap tatah


"Kamu jangan kaget kalau aku bicara nyaring yah, nanti kamu kesel dengan ku" ucap tatah


"Gak kaget lagi aku, udah biasa dari awal makanya namamu tatah, ngomong nyaring gak ada stopnya" ucap saya


" Aku sebenarnya gak marah-marah, cuma bercanda saja dikira yang lain marah-marah" ucap tatah


"Kamu kalau marah cocok suara mu kan nyaring gak ada jeda kalau ngomong" ucap saya


" Emang cocok gimana ren?" tanya tatah suara khas nyaring


"Cocok jadi ema-ema kamu itu" ucap saya


" Kamu bisa aja, kalau aku nikah kamu datang yah ren" ucap tatah


" Insha Allah kalau ada rezeki bisa ke kampung kamu tah" ucap saya


"Emang kamu ada calon nya?" Tanya saya


" Doain aja ren, kamu enak ada pacar bakal jadi calon suami ren" ucap tatah


" Belum pasti ren, masih pacaran belum tentu calon " ucap saya


Waktu sudah jam 9 malam, tatah memang cepat tidur nya di ajak ngobrol, emang berbeda dari kami. Kami di ajak ngobrol susah tidur, dia malah langsung enak tidur habis di ajak ngobrol atau kadang di tanya gak nyahut, dengan suara dengkuran yang keras.

__ADS_1


__ADS_2