Dibalik Senyuman Indah

Dibalik Senyuman Indah
Mendaftar sekolah


__ADS_3

Saat pengumuman kelulusan SD, kami diajak ke kelas untuk tertib karena ibu kepala sekolah mau berpesan.


Tujuan setelah lulus SD kami semua mau sekolah dimana. Saya ditunjuk di tanya beliau, saya jawab mencoba daftar di mtsn.


Langsung beliau kaget. "Emang kamu bisa ngaji Al-Qur'an?"


Saya jawab " Alhamdulillah bisa Bu, cuma sedikit"


"Sedikit gimana?? Apa kamu sudah khatam?" Tanya beliau.


"Tidak Bu" saya senyum menunduk malu.


" Kamu gak pantas masuk Mts, ngaji belum bener, seharusnya kamu khatam dulu baru masuk mtsn" ucap ibu kepala sekolah didepan kelas.


Saya senyum dan ikut tertawa juga mengikuti teman lainnya.


" Kalian mau berlibur kemana??"


" Pantai aja Bu" teriak mereka


" Ya sudah, masih ada sisa uang kalian kemarin dari bayar keperluan ijazah, di pakai buat liburan, jadi kalian cuma bawa uang jajan dan makan kalian juga, sebaiknya kalian juga bawa bekal untuk cemil di jalan, kalian siap Minggu depan?"


" Siap Bu" teriak kami


" Jadi ibu minta surat ijin dulu dari ortu/wali kalian untuk ttd, kalau ortu kalian tak setuju jangan berbohong dan ttd sendiri yah"


" Iya Bu" kami bersorak gembira.


--------


Saat mau berangkat tamasya, teman-teman pada berebut kursi bis, saya datang terlambat lagi. Saya kecapaian karena saya terserang asma tiap minggu kadang sebulan sekali kadang 2 Minggu sekali, saya asma kambuh tidak begitu menarik nafas, hanya bunyi ngik hilang saat saya berhasil mengeluarkan dahak perlu tenaga dan malam jadi susah tidur.


Saya malas ngeluh, kurang di peduli kan sekitar juga. Apalagi musim dingin kambuh.


-----------


Saya datang hampir terlambat tetapi masih sempat. Saya di suruh ikut mobil bapak olahraga.

__ADS_1


Mereka berteriak " Renna aja masuk mobil bapak, dia kan udah biasa ikut mobil bapak"


Bapak ingin dua orang lagi, tapi tak ada yang maunya, satu orang hanya saya di tunjuk mereka. Ya sudah laki-laki ngalah dua orang.


Ikut bapak yah. Biar Rena ada temannya.


Saya seorang diri perempuan nya, saya ingin menagis tapi tak bisa karena malu, hanya diam senyum tak bersuara.


Selama tamasya di pantai saya hanya dapat pengalaman saja pernah ke sana, tetapi saya masih sendiri, tak begitu mereka hiraukan. Sedangkan reysa dan marimar tak ikut mungkin tak di ijinkan, saya mikir lebih baik tak ikut saja kalau begini. Saya harus selalu terlihat kuat dari olokan mereka saya berusaha tersenyum.


--------


Tante saya sebelumnya pernah menikah dengan mantan pacar nya, itupun saya tak tau. 


Malah tante saya menghindar karena mantan pacarnya tempramen. Mereka nikah sirih karena tante mungkin cari hiburan buat pelampiasan.


Saya sering mengantar surat mereka berdua, saya panggil paman. Tante malas bertemu dan bicara dengan nya, jadi yah saya khusus antar surat aja, karena paman tak memiliki hp.


Ternyata tante mau pisah saja, paman gak mau, akhirnya paman menyetujui daripada gak jelas begini kirim surat-suratan. Paman menjadi mantan suami kedua tante, padahal  saya sama paman sudah lumayan dekat karena beliau sering kasih ayam potong saat saya kirim surat ke tante.


-----------


Kami kaget dan di suruh ngumpul kesana, mana saya tak punya pakaian bagus kaya orang. Saya kesana bengong, kenal gak sama suami tante yang baru ini. Baru pertama kali bertemu, kenapa tante gak kenal kan terlebih dahulu ke kami, seperti mantan suami ke dua tante dulu.


Sedangkan kaka tiri dan didi anak angkat tante tak tau, mereka sibuk keluar dengan urusan nya. Didi asyik main game di toko orang.


Dengan tante mesra sekali, layaknya pengantin baru, tante belikan motor dan berangkat kan jadi tenaga asing, dengan berdalih ngutang sama tante, kami semua kaget. Secepat itu menikah secepat itu ditinggal suami barunya keluar negri.


Suami tante ini berbeda sekali dengan mantan suami tante pertama dan kedua, dia rajin beribadah tetapi sinis dan cuek dengan kami di belakang tante, di depan tante dia mau ajak ngobrol kami dengan sok ramah.


---------


Saya mencoba daftar di mtsn khusus sekolah agama dan pengetahuan umum ada juga.


Tetapi saya tidak lulus, saya tak tau apa yang membuat tak lulus. Saya berdalih kasih tau ibu dan tante karena tidak bisa nulis Arab, mungkin ada yang salah dalam penulisan.


Saya masuk ke sekolah mts bukan negeri, tempat ibu pernah sekolah disana juga, tetapi di sana sekolah nya jarang ada guru masuk. Karena biaya sekolah di sana murah.

__ADS_1


Saya bahagia sekolah di sini, saya merasa di hargai, mungkin bisa dibilang mereka ini banyak kalangan kebawah yang bisa masuk sekolah di sini. Mereka menunjuk saya sebagai sekretaris, tetapi saya tidak mau. Karena saya belum ada pengalaman, syukur tak banyak yang memilih saya.


Saya waktu itu sekolah masih naik becak, guru memang jarang masuk, saya rasa sekolah ini pantas bagi yang suka santai, saya terlambat pun guru tak mempermasalahkan dan kadang tak ada guru nya. Teman pun asyik-asyik saja.


Kami asyik bermain dan bercanda, saya benar-benar hidup dan memiliki teman, mereka tak pandang pintar dan bodoh, tak pandang kaya dan miskin. cuma satu mereka suka bandingkan kecantikan anak cewek di kelas.


Pelajaran agama pun ada, umum juga ada. Tetapi sekolah ini di pandang sebelah mata lingkungan sekitar kampung. 


Karena muridnya tertentu yang suka bolos, karena sekolah di sini kurang ada pengawasan. Kami pun sering pulang cepat, mampir kerumah teman untuk belajar pr bersama.


---------


Kaka tiri saya dimodali tante buka usaha buka rental game agar anak nya Didi tidak main game di luar mulu. Tetapi malah buat ribut banyak suara anak-anak becanda, tante merasa merasa terganggu.


Menyuruh Kaka untuk berhenti usahanya, lebih Kaka fokus sekolahnya, tapi Kaka tak mau. Ternyata Kaka menggunakan hasilnya untuk bersenang-senang buat pacar nya.


Saya juga ikut membantu jaga rental, saya tak digajih, tetapi kata Kaka kalau mau jajan ambil saja.


Tante waktu itu belum tau, hanya saya yang tau. Saat tante tidur Kaka sering ajak teman ceweknya ganti-ganti.


Tante kurang keluar kamar, kecuali saat penting mau sholat dan makan. Atau ada tamu dan mandi.


Jarang sekali Kaka jaga rental, saat saya sekolah dia percaya kan sama teman nya.


Tante marah sama kaka, maksud tante saat pulang sekolah saja kaka jaga rentalnya. Jangan mudah percaya sama orang lain, dia tante kenal suka mabuk.


Kaka tiri hanya diam dan bingung, yah tante berani marah sama kaka saja, sama orang lain tak berani.


-----------


Tante menyuruh saya untuk mendengarkan cerita nya , bahwa suaminya yang baru ini mantan istri adiknya pelakor tante dulu. Paman kun namanya.


Saat tante dekat dengan paman kun, adik pelakor itu sering natap tante tajam saat tante usaha di pasar. Mungkin cemburu kedekatan tante dengan paman kun. Mereka cerai karena mantan istrinya selingkuh. Ternyata adik pelakor itu juga punya ilmu hitam, paman kun juga tau dan malah mendukung ilmu hitam mereka agar nambah kekayaan tapi cara mereka malah merebut laki orang, malah paman kun tau di mana dukun yang sakti sampai kepulau Jawa.


Tante percaya paman kun mau hijrah, makanya sering ibadah dan sholat kemesjid.


Tetapi ibu saya menampik tak percaya, Jangan-jangan mau harta tante saja.

__ADS_1


Hutang ke tante beli motor dan pergi jadi tenaga asing belum di bayar juga.


Setahun sudah paman datang dari luar negeri, ternyata tak membawa hasil buat bayar utang ke tante, alasan uang habis biaya transportasi. Padahal ibu saya menyarankan pulang jalur di tangkap biar murah. Tetapi dia tak mau, mungkin karena gengsi.


__ADS_2