Dibalik Senyuman Indah

Dibalik Senyuman Indah
Berbicara sama patung 2


__ADS_3

Malam Minggu ternyata nay tak pulang kerumahnya, mungkin dia mau janjian dengan mamang, nay yang tak pernah bercerita mau jalan-jalan. Sedangkan saya tak jalan karena Hardy sibuk bekerja. Saya pun pergi ke rumah ka hesty.


"Kok tumben kamu gak pulang sore ini kerumah mu, biasa'nya kamu pulang?" Tanya saya


Nay pun buka suara


"Mau ketemu sama mamang ren hheee"


"Ouh gitu, aku gak jalan malam ini, aku mau ketempat ka Hesty aja" ucap saya


Nay langsung melewati saya dengan cuek, ternyata dia cari baju buat mandi sore hari. Saya kalau mandi habis magrib jadi agak santai.


Menjelang sore hari mau gelap, nay buka bicara dia mau ikut saya, saya kaget sekali ditanya alasan nya pun gak jelas seperti ada yang di tutupi nya.


"Ren, aku ikut kamu yah ke rumah ka hesty" ucap nay


Tanya saya


"Loh kamu kan mau janjian sama mamang, mau nunggu di sana saja?"


"Iya ren, nanti aku yang bonceng" ucap nay


"Emang kenapa kamu mau minta jemput mamang ke rumah ka hesty?"


"Gak apa-apa ren, aku mau di sana saja" ucap nay


"Ya tunggu habis isya yah, aku mah masih mau santai nih" ucap saya


Saya waktu itu belum terlalu curiga jadi santai saja mungkin nay gak bisa kasih kejelasan karena dia bingung jawab apa pertanyaan saya. Ternyata sungguh ternyata mantan nay sepupu nya mbak riris, nay bilang sih hanya putus komunikasi saja.


Mantan nay sepupu mbak Riris namanya dodo. Mengintai nay sejak dari tadi dia mengikuti saat berkendara motor, nay pun melaju cepat. Ternyata bisa dipepet Dodo.


"Nay, kamu ini gak jelas yah, nomor kamu di hubungi sudah tidak aktif lagi. Setelah aku dapat nomor kamu dari teman-teman kamu barusan, aku sms tadi kamu dan telpon gak di angkat" ucap dodo berbicara sambil mengendarai


Nay pun hanya terdiam seribu bahasa di jalan sambil menatap ke depan dia tak menghiraukan pembicaraan dodo.


Saya melihat itu pun jadi ikut angkat bicara, dari ngerecos saja Dodo di jalan membujuk nay butuh kejelasan.


"Nay, mau kamu itu apa sih? Aku sudah susah payah pulang kampung, minta tolong ibu bapak buat kita juga, tapi apa kamu malah menghilang, kamu punya pacar baru?" Ucap dodo


Nay lagi-lagi diam cuek saja.


"Nay jawab dong, dia tu memborong jalan aja atau halangin jalan orang" ucap saya jadi takut sama klakson motor orang di helat saat mengendarai


Nay dari tadi hanya diam membisu saja, saya pun langsung menghardik Dodo.


"Kamu ini yah, bisa gak di bicarakan di tempat saja bukan di jalan, lagian kamu juga yang salah gak aktif duluan nomor kamu" ucap saya


"Hey kamu gak usah ikut campur ini masalah aku dengan nay, asal kamu tau yah kamu sebaiknya diam saja. Aku ini banyak teman aku minta bantuan untuk mengintai nay" ucap dodo


"Gila lo nay, segitu amat pacar kamu ini mencari tau kamu, emang dia ini bos sampai teman-temannya pada asyik menginterogasi kamu" ucap saya sindir nay dan Dodo


"Denger yah nay, kalau kamu gak kasih kejelasan, kamu bakal aku teror terus, hidupmu nanti gak bakal bahagia!" Ancam Dodo


"Emang kamu siapa, menentukan masa depan nya" ucap saya


"Kamu ini dari tadi gak bisa diam, aku itu bicara ke nay" ucap dodo


"Gimana lagi, nay nya cuma diem aja" ucap saya geram sama lelaki bisanya lemes aja mulutnya menyumpahin orang

__ADS_1


"Ini urusan aku dengan nay, jangan ada orang lain ikut campur, hey kamu gak tau apa-apa masalah aku dengan nay" bantah Dodo


"Nay, temannya aja ikut campur introgasi kamu" sindir saya ke Dodo, saya berbicara ke nay.


"Maaf yah do, kamu jangan asal masuk rumah bos kami, jadi kalau mau berbicara kamu sama nay berjarak aja dari rumah bos kami" ucap saya


Dodo pun menghindar dari kami, dia tetap membuntuti di belakang. Kami pun tak tau dia berdiam dimana untuk menunggu nay.


"Nay kamu gimana mau jalan sama mamang? kamu masih di buntuti nya" tanya saya


"Aku gak tau ren, dia masih sms Ngancam aku" ucap nay


"Kamu selesai kan aja masalah deh nay malam ini juga" nanti biar mamang nunggu sejam saja


Nay diam dan masih bingung, ternyata mamang sudah ada di depan rumah ka hesty menunggu.


"Cepat amat kamu mang, nay mau SMS kamu nanti aja jalannya" ucap saya


"Lagian ngapain nanti sih ren, nanti kemalaman" ucap mamang


"Aduh mang gini yah, nay ini masih ada masalah sama mantannya, aku suruh dia buat selesaikan masalahnya, daripada dia bingung begini, noh mantan pacarnya masih setia menunggu mengintai nay, gak tau dia ada dimana" ucap saya


"Emang ada dimana dia ren?" Tanya mamang


"Paling sekitar ran sini aja" ucap saya


"Terus gimana aku nunggu di sini saja ren?" Tanya mamang


"Ya iyalah, kamu takutnya ntar babak belur dapat mantan nya dan teman-teman nya" ucap saya


"Ya udah ren, kita tunggu saja di sini"ucap mamang


"Cepetan kamu samperin dodo, biar selesai masalah kalian, kamu hubungi saja Dodo nya, ketemu di belakang sana. Biar gak di lihat ka hesty" ucap saya


"Ya udah nay kaya takut, Aku antar nay dulu yah mang kamu tunggu sini, kalau ada ka hesty kamu bicara kan saja" ucap saya


Nay pun mehubungi dodo seperti terpaksa, mungkin dia malu dan juga kelihatan hanya diam saja. Aku bingung mau bertanya ke nay pasti tak dijawab atau di jawabnya tak jelas.


Saya duduk di depan komplek ada tiang semen selokan pembatas jalan komplek. Saya duduk di situ diam hanya menatap mereka saja. Takut dikata dodo ikut campur


" Nay, kamu sebenarnya mau nya gimana dengan hubungan kita ini, kamu masih mau lanjut atau tidak?" Ucap dodo


"Sudah saja" jawab nay singkat


"Sudah gimana nay? Kita jalin saja yah hubungan kita, tapi aku gak bisa cepat untuk menikahi kamu, aku juga butuh proses juga, ortu aku ingin aku selesaikan dengan saudara aku dulu. Tapi aku janji bakal ngebujuk ortu aku buat kita menikah, aku sudah berusaha membujuk mereka nay" ucap dodo


"Sudah saja yah, aku mau ke rumah ke ka hesty" ucap nay


"Kamu punya pacar lagi kan? Hayo ngaku ? Aku tau kamu mau janjian sama pacar kamu kan malam ini, teman aku banyak yang mengintai kamu" ucap dodo geram memegang tangan nay memaksa nay untuk tak pergi.


Saya bingung sama nay, apa istimewanya Nay sampai di kejar lelaki segitu nya. Malah teman-teman nya dodo care mengintai nay. Gadis kampung pakaiannya pun kadang minjam ke saya. Saya saja tak pernah di kejar laki-laki seperti itu, mungkin karena nay gak jelas jawab pertanyaan dodo, makanya dodo penasaran.


Nay pun pergi berjalan dikejar Dodo meninggalli saya duduk sendirian depan komplek. Dari tadi masalah mereka berdua tak selesai kejar-kejaran sambil dodo memegang erat tangan nay. Rasanya malu kalau di lihat orang lewat. Sudah jam setengah 9 mereka masih tak jelas juga. Nay hanya diam membisu saja. Dodo menyerocos marah dan ada rayuan juga. Saya hanya menyimak mereka dari tadi jadi geram.


"Cepetan dong nay dan Dodo, ni sudah jam berapa malu di liat orang lain" ucap saya teriak


Merek hanya cuek saja asyik seperti tak mendengar. Mereka dari tadi seperti terliat bermesraan berpegangan tangan dari kejauhan, saya langsung mendatangi mereka mau tak mau harus turun tangan ikut campur, kasian mamang nunggu depan rumah ka hesty.


" Maaf yah aku ganggu kalian, sudah selesai belum?" Tanya saya

__ADS_1


Mereka berdua hanya memandangi saya saja cuek.


Saya jadi serba salah di sini, mau gak mau saya harus ikut campur dan mengatur mereka juga. Mereka larut dalam pembicaraan gak jelas. Mamang yang sedang setia menunggu di depan rumah ka hesty, waktu semakin berjalan. Tidak enak di lihat orang lewat. Nay yang takut terjadi kenapa-napa nanti ortu nay menyalahkan saya atau kami, seandainya saya tinggalkan mereka berdua.


"Ok nay, kalian gak malu di lihat orang lewat dari tadi, kamu gak kasian mamang menunggu, aku minta kalian cepatan Selesai kan Masalah kalian daripada berlarut dan malam semakin larut" ucap saya


"Nay dari tadi hanya diam saja ren" ucap dodo


"Aduh nay, tinggal ngomong aja susah amat, liat tuh makanya dodo mengejar kamu, kamu buat penasaran" ucap saya


"Begini yah ren, nay ini kemarin mengajak aku buat menikah saja keinginan ibunya nay segera di nikahkan daripada pacaran" ucap dodo


"Nay aja gak pernah cerita ke aku Dodo, aku tanya nay gimana hubungan kamu dengan Dodo, nay jawab nomor kamu gak bisa di hubungi, jadi dianggap nya kamu dan nay dah putus" ucap saya


"Malah nomor nay gak aktif ren, nay ganti nomor, kamu asal tau keputusan mau ibunya itu Januari, nah bulan Januari aku gak bisa kasih keputusan secepat itu, ibu dan bapak aku juga minta pendapat dan bantuan saudara aku juga ren" ucap dodo


"Pantes nay kamu susah aku hubungi, ternyata ganti nomor. Lah terus sekarang sudah ada keputusan dari ortu mu do?" tanya saya


"Ada ren ortu aku mau saja, tapi saudara aku susah di bujuk, nah aku udah datangkan saudara aku yang jauh minta bantuan dana, nanti saat aku udah lulus kuliah dan kerja aku ganti ren, kalau gak ganti pun gak masalah dalam keluarga aku. Tapi namanya utang harus aku ganti. Sebegitu Berat perjuangan ku meminta restu mereka karena demi nay yang bujuk aku untuk segera bulan Januari" ucap dodo


"Terus kenapa nay kamu ganti nomor?" Tanya saja ke nay


Lagi-lagi nay diam mematung saja. Saya sudah tau respon nay begitu karena saya lupa untuk memberikan pertanyaan kepadanya, mungkin karena rasa penasaran saya.


"Mungkin aku tak kasih kejelasan kapan bulan Januari nya tanggal berapa, aku bilang ke nay tunggu saja bersabar, aku lagi mengusahakannya, malah dia gak aktif nomor nya setelah aku hubungi" ucap dodo


"Aku bingung juga sama nay, dia cuma diam saja, hayo lah nay, ini udah jam berapa kasian mamang nunggu, kalau gak hari ini tuntas, kalian lanjut besok saja, biar mamang suruh pulang" ucap saya


"Mamang itu pacar nay kan? " Ucap dodo


"Bukan, hanya temenan saja mereka" ucap saya pura-pura takut terjadi apa-apa nanti ke mamang pikir saya


"Ren asal kamu tau, aku kemarin minta ijin untuk kerja bantu lahan sawit Kaka aku buat ngelamar nay, biar aku gak banyak minjam uang sama Kaka aku, tapi nay kurang ajar sekali tak tau pengorbanan orang lain. Dia yang bujuk aku untuk di nikahi, malah dia mau ninggalin aku" ucap dodo


"Aku gak tau nay cuma banyak diam saja gak pernah masalah kamu dan nay. Udah nay jelasin aja, apa keputusan kamu!!" ucap saya "maaf yah Dodo aku ikut campur ini udah jam berapa" ucap saya kedodo


"Udahan saja kita putus" ucap nay


"Kamu liat saja hidup kamu gak bakalan bahagia nay!!!!" Ancam dodo


"Kamu maksa aja do, dia gak mau. Lagian kamu ambil hikmahnya aja, siapa tau dapat yang lebih baik, masa kamu senang model cewe kaya nay gini sampai ngejar-ngejar, banyak cewe lain" Sindir saya sudah geram


"Ingat yah nay, makanya jangan main-main sama laki-laki soal pernikahan, kamu yang ajak kamu juga yang ninggalin, kamu bakalan gak tenang hidup kamu" ucap dodo segera pergi dari kami dengan emosi


"Hayo nay, kasian mamang nunggu. Laki-laki model begitu suka maksa-maksa ngancam lagi gak bener tuh emosian. Kamu sama mamang saja nay" ucap saya


--------


Ternyata mamang masih menunggu di depan.


"Wah kamu mang, sabar amat nunggu nay" ucap saya


"Gimana sudah selesai?" Tanya mamang


"Sudah" jawab nay


"Tenang aja mang, sudah selesai, tu lelaki emosian maksa-maksa lagi. Nay sudah gak mau. Lagian nay juga gak jelasin ke aku kenapa nay menghindar dari dodo" ucap saya


"Syukurlah jadi tenang aku ajak jalan nay" ucap mamang

__ADS_1


"Maaf yah mang dan nay, ini udah jam berapa, sebaiknya kalian ngobrol saja di sini, tapi jangan kemalaman yah. Besok aja kalian jalannya, aku masuk dulu" ucap saya


Ternyata mereka masih ngobrol sampai jam setengah 11 malam, aku lagi-lagi turun tangan untuk menegur mereka. Rasanya gak enak menegur mereka, takut di kata ikut campur. Mau gimana lagi kita hidup kan ada batasan nya kalau jalan dan bertamu. Nay ini berapa kali di bilangin tentang batasan waktu dia malah cuek saja. Tapi gak mau paham-paham sampai saya harus menegur mereka terus.


__ADS_2