Dibalik Senyuman Indah

Dibalik Senyuman Indah
Bekerja di depot


__ADS_3

Pemilik depot makan sebut saja bunda aini, beliau berteman baik dulu dengan ibu. Tetapi beliau kurang merespon dengan saya, karena saya masih muda menurut beliau masih labil untuk bekerja.


Beliau kasih upah 3000 perhari, sama seperti lainnya, beliau bilang jangan kasih tau yang lain gajih saya sama dengan pegawai lainnya. Sama dengan jajan saya sehari, bedanya di sini saya makan pagi dan siang tersedia tak perlu masak lagi. Jajan pun saya jarang karena mau nabung.


Tetapi bunda aini menegur saya.


" kamu jangan minta lagi yah jajan sama tantemu, kalau sudah bekerja di sini jangan jajan lagi"


Saya iyakan saja, saya pikir mana cukup buat biaya buku dan biaya lain.


Mau menjawab tapi malu karena baru bekerja. Kok bisa beliau menyuruh saya begitu yah. 


Saya pun masih meminta sama tante hanya seminggu tiga kali, mau beli buku dll.


Alhasil bunda aini tau semuanya, mungkin beliau nanya ke tante, saya pun jadi malu ketahuan bunda aini dan di dengarkan pegawai lainnya.


Saya rasa mau berhenti saja, apa ini alasan buat saya berhenti kerja yah, karena dari awal tante gak mengizinkan. Yang mengajak saya ibunya bunda aini. 


Tapi bunda aini ingin menolak saya gak enak di dengar sama saya. Saat saya menjauh saya mendengar percakapan bunda aini dan ibunya.


" Ma dia kan masih muda, masih labil sebaiknya jangan bekerja di sini, mama ini ada-ada saja" bisik bunda aini.


"Biarlah, kita bantu dia agar bisa tau usaha kamu di sini bantu biaya sekolah nya juga,  dia udah pinter jualan jilbab ke mama malah mama dikasih harga murah" ucap ibunya.


Saya pura-pura tak mendengar padahal saya mendengar. Saya mudah di rayu oleh ibunya bunda aini. Saat kerja ibu Aini sudah tak ada karena beliau sudah pulang tinggal di kampung nya.


---------


Pekerjaan saya bagian cuci piring dari pulang sekolah sampai malam pukul 21.00 wita malam. Saya ambil juga piring bekas makanan orang.


Kadang jadi pelayan. Tapi jadi pelayan harus kuat ingatan, banyak pelanggan membuat kita lupa, jadi kembali cuci piring saja. Sudah merasakan nyaman karena banyak teman. Cuma saya paling muda. Saya ngerasa mereka memperlakukan dengan baik.


Ada kak imah, dia pernah suka dengan kak Ihsan, yang ditanyanya kak Ihsan mulu, tetapi dia malu bilang ke saya kalau dia suka dengan Ihsan. Saya tau dari ibu cerita kan kak Imah Kayanya suka dengan Ihsan dari kecil, karena mereka berteman dari kecil.


Hanya bertahan satu bulan saya kerja ada pengalaman dan hikmah dibalik semuanya saya banyak teman, ada pelanggan, teguran, dan bertemu teman-teman sd dan smp, serta bertemu teman kak Ihsan yang pernah saya kagumi, ternyata dia mampir bersama  teman perempuannya makan di depot.

__ADS_1


"Eh kaka,doyan makan disini juga yah?" Tanya saya


"Sebenarnya baru kali, cuma ngajak dia saja" jawab teman ka Ihsan


"Pacarnya yah ka? Hehee " Tanya saya


Mereka berdua hanya tersenyum sambil menulis pesanan, saya yang berdiri menunggu pesanan mereka.


"Ini sudah yah, jangan sampai ketuker dengan yang lain nya" ucap teman ka Ihsan


" Baik ka" ucap saya


Saya antar kan pesanan ke dapur. Saya terbengong menatap mereka ngobrol.


Kok ka Ihsan bisa mampir di depot ini yah pikir saya, apa dia sudah tau saya bekerja di sini pikir saya


Teman ka Ihsan pun menoleh ke saya, menatap saya. Saya pun langsung buang muka sambil ngelap meja jadi salah tingkah. Saya berpikir lagi kok dia menatap saya begitu apa dia kangen sama saya dulu hampir tiap hari main dengan Kaka Ihsan kerumah. 


Saya mulai baper, tapi gak mungkin saya mulai sadar diri perlahan wanita di bawanya semok dan cantik.


Saya pun ada rasa syukur dari pekerjaan ini, walau saya ngelawan tante. Tetapi saya jadi malu dengan bunda aini serta orang terdekat  tante juga membela tante yang menegur saya untuk tak bekerja di sini.


Menyesal memang belakangan, tetapi ambil hikmah dari setiap kejadian.


-----------


Ingat dulu pernah di modali tante jualan es Limus saat jaga rental game kak malin, saya  hanya bertahan satu bulan saja, modal  gak cukup lagi buat jualan. Ternyata Keponakan kak Imah ambil uang saya.


Saat dia menyuruh saya ambil minuman, saya ambilkan, ternyata habis dia minum, buru-buru pulang, saya curiga ternyata dia ambil uang modal saya.


Lagi-lagi saya dimarahin tante, modal hanya 15000 untung nya pun sedikit.


Saya putar balik agar balik utang dengan menjual botol-botol bekas minuman tante saya jualin, itupun kurang. Ya sudahlah saya di suruh nagih hutang pelanggan tante, padahal jauh rumahnya, tapi gak dapat hasil, yang ngutang galak. Padahal gaya anaknya di sekolah selangit, ibunya suka ngutang susah di tagih.


Saya pun pulang pergi tangan hampa, disuruh tante bolak balik, saya tak menolak demi uang, tetapi saya belum jera dengan galakkan beliau, sampai beliau berkata.

__ADS_1


"Dasar gak tau malu, sudah dibilang nanti saya antar utang kedagangan tante mu, saya malu di liat yang lainnya, paham gak sih" Bentaknya pelanggan tante


Saya pun pamit, dengan sopan.


Dia tutup pintu dengan kencang.


Dari situ saya menolak di suruh lagi oleh tante nagih hutang, saya dipermalukan pelanggan nya dikata gak tau malu.


----------


Meinginkan sesuatu harus membantu mereka, kalau saya menolak saya gak dapat apa-apa. Tetapi kadang berpikir sudah berusaha membantu malah tak dibayar atau diupah tak sesuai, memang saya di tuntut tau diri, sudah di sekolah kan.


Beda Sangat dengan ortu kita sendiri, kadang kita tolak keinginan mereka, mereka hanya ngedumel ngomel saja ke anak, tidak menjelekkan nama baik anaknya kesana kemari.


Berbeda sekali tinggal bukan ortu kandung sendiri, sudah di bantu saja masih di salahkan, apalagi menolak nama baik kita tercemar hingga dikatakan yang kurang pantas di dengar.


Tapi pikir saya kita harus berani menolak, kita juga punya pekerjaan lain yang harus dia mengerti walau dia maunya dia di mengerti. Mungkin menurut pandangan orang sekitar lu siapa kok tak tau diri. Berani menolak permintaan tante atau saudara mu.


Yah memang di liat saya seperti tak tau diri, coba di posisi saya, saya mau mengerjakan pr atau ada tugas sekolah lain, di tuntut melakukan pekerjaan lain. Apalagi kita di suruh harus sehat seperti layaknya pembantu. 


Saya memang banyak tak menyukai karena lamban dan berani menolak, tapi saya punya badan harus di istirahat kan, apalagi saya ada riwayat asma.


Apa saya dikata manja, tak tau terima kasih, tapi saya rela tak punya jajan kalau menolak. Saya rela tak punya tabungan walau menolak permintaan orang lain, bagi saya kewarasan ialah mengistitahatkan diri.


Daripada rajin membantu, sering di salahkan, masih di kata hal yang menyakitkan seperti oon, bodoh, atau ****.


Saya juga tak pandai berbicara tapi saya tak suka berbohong, walau jarang berbohong bakal tarungkap oleh saya sendiri, saya yang mudah lupa atau keceplosan.


---------


Alasan berhenti kerja di depot sekalian mau ulangan semester naik kelas, saya jadi bisa fokus belajar malam hari nya.


Semenjak naik kelas 8, saya mencari teman agak kalem, ternyata kalem awalnya enak di ajak berteman malah lama-lama jutek gara-gara saya kasih tau dia suka sama seseorang. 


Dia sendiri membeberkan saya suka sama seseorang juga, ya saya beberkan juga. Dia seorang Kaka kelas lumayan berwajah tampan tetapi agak sombong.

__ADS_1


__ADS_2