
Saat mendekati tahun baru, tante sakit dan mau berobat tradisional seorang tabib di kota mama saya tinggal.
Tetapi saat sampai di kota kami untuk bermalam satu malam tidur tempat kak hesty, terjadi sesuatu tak di inginkan tante Pd nya keluar darah mengalir keluar seperti air mancur. Saya waktu itu tak melihat hanya tidur di toko.
Saya dapat kabar dari ibu, tante masuk RS lagi, segera di tangani dengan mencari pendonor darah. Saya sempat bertemu tante saat sebelum beliau masuk RS.
Jam 12 malam hp saya berbunyi, ibu menelpon untuk saya segera ke RS besok hari, gantian sama kaka dan ibu.
"Halo Ren, kamu besok ke RS yah, tante masuk RS" ucap ibu
"Kok bisa bu, apa tante kesakitan?
Insha Allah Bu besok pagi" Tanya saya
"Tidak ren, tante kamu keluar darah mengucur deras, takutnya kehabisan darah makanya langsung di bawa ke RS" ucap ibu
"Kok bisa bu yah, sebabnya apa yah?" Jawab saya
"Mungkin ada yang menyerang tante kamu" Ucap ibu
"Ya Allah, kok bisa bu" ucap saya bingung
"Paling itu suruhan paman Kun atau mantan istrinya paman Kun nyerang tante, aneh banget keluar darah langsung banyak gitu" ucap ibu
"Gak boleh suudzon bu, mana mungkin paman begitu, kalau niat mau membunuh tante kenapa gak dari dulu" ucap saya
" Kecepatan yah ketauan dia pelakunya, lagian dia enak gak kerja, dia menikmati hasilnya, kamu seharusnya curiga karena kamu pernah satu rumah" ucap ibu
" Gak tau deh bu, saya satu rumah malah gak curiga, dia begitu sayang sama Tante saya liat. Sama kami di depan tante aja baik, kalau dibelakang paman cuek orangnya" ucap saya
"Justru itu, biar gak ketahuan mau menguras tante kamu. Tante di sayang-sayangi nya" ucap ibu
"Gimana yah bu, sebaiknya ibu banyak berdoa saja" ucap saya
"Kamu dari dulu memang susah dikasih tau masalah ini, anak zaman sekarang taunya cuma tahayul" ucap ibu
"Udah yah Bu, saya ngantuk mau tidur dulu" ucap saya
"Ya sudah tidur, besok jangan lupa ke RS, tante kamu juga sekalian ada yang ingin di bicarakan nya" ucap ibu
--------
Saya merasakan sakit bagian perut kiri, saya tau setiap bulan merasakan ini. Saya lagi menstruasi membuat kram otot perut. Saya paksakan untuk menjaga tante di RS.
Saya berangkat di antar ka hesty, sedangkan nay dia sudah pulang ke rumah nya duluan. Nay masih saja kebiasaan nya sering libur dalam setiap minggu.
Saya mulai iri ke nay, ditambah saya jarang bertemu ortu apalagi ortu sering merantau. Ingat teman lelin dan teman-teman saya lain diam saja saya diadu lelin. Di asrama saya saja yang sering di jenguk katanya lelin padahal saya cuma 4 kali saja dijenguk, sedangkan nay sering dan mbak nany juga.
Sudahlah saya maafkan saja, mungkin iri karena saya di jengukin pacar saya. Mereka lagi-lagi tak tau saya pacaran mulai dari pacar saya tak mempunyai pekerjaan dan dia hanya memakai motor butut saja.
Beda sama lelin dia matre, dia pingin laki-laki mempunyai mobil dan motor sport.
Tapi pede banget berandai memiliki laki-laki di nilai secara materi, memang wajahnya tak terlalu menarik tetapi body nya tinggi besar, kalau Pakaian sexy akan bagus lekukannya.
Beda sama kami rata-rata badan kecil bogel.
__ADS_1
-----
Tante ternyata dirawat di ruang yang bercampur dengan anak-anak dan dewasa yang lain, kata nya RS ini sudah penuh ruang lainnya. Kaka meminta ruangan VIP biar tante nyaman istirahat. Tetapi malah cuek sebaliknya susternya bilang penuh.
"Ren, akhirnya kamu datang, paman dari tadi jalan-jalan belum datang juga ke mari. Saya mau minum ren, tolong ambilkan tante agak susah angkat badan" ucap tante
"Ya Allah tan, kemana paman yah?" Tanya saya sambil menyodorkan minuman
"Katanya mau beli Pampers tapi lama sekali" jawab tante
"Tante, coba belajar naik untuk duduk sedikit" ucap saya
"Tante berat angkat badan ren" ucap tante
"Ya udah minum rebahan aja tante, saya gak kuat angkat tante" saya sodorkan minuman ke mulut Tante
" Tante sakit kepala ren, banyak sekali pasien di ruang ini kok jadi campur gini" ucap tante
" Tante sabar yah, kata kak hesty penuh, kita liat saja besok kalau masih penuh, tante mau pindah RS ?" Tanya saya
"Mau ren, tante sakit kepala dengar pasien anak menangis" ucap tante
"Yang sabar tan" ucap saya sambil menundukkan kepala ke ranjang Tante, karena saya kram di perut
Saya stelkan ayat Alquran agar tante mendengar kan murrotal daripada suara bising pasien yang lain.
"Ren, kok dokter belum datang juga yah, katanya mau mencari daun sirsak buat Tante" ucap tante
"Sabar aja tan, mungkin dokter lagi sibuk"
"Kamu kenapa ren, kok nunduk mulu kepalanya, mau rebahan yah?" Tanya Tante
"Gak usah tan, aku kram perut aja biasa datang bulan" ucap saya
" Ou kamu yang sabar yah, nanti ajak ibu mu berobat ke tabib di kota ibumu tinggal" ucap tante
"Insha Allah tan" ucap saya
"Katanya sih nanti kamu menikah susah punya anak" ucap tante
"Kan belum menikah aku tante, jadi masih belum di coba" ucap saya
"Makanya kamu cepat menikah ren, biar tante bisa liat kamu menikah dan ada cucu, sebelum tante meninggal" ucap tante
"Tante gak boleh ngomong gitu, insha Allah tante sembuh penyakit nya" ucap saya
" Tante sudah gak kuat ren, kadang sesak nafas" ucap tante yang mengidap penyakit nya selama 7 tahun tak pernah tante obati atau ganti pola makan.
"Insha Allah tante sembuh" ucap saya
Saya waktu itu masih bingung dengan penyakit tante, saya kira masih ada kesempatan tante untuk sembuh tetap ikhtiar melalui medis atau non medis.
Tetapi ka hesty malah meyakini tante gak bakal umur panjang karena sudah di vonis dokter 3 bulan lagi meninggal. Saya sendiri masih awam seperti lainnya masih percaya kematian di tangan tuhan, bukan dokter.
Paman Kun datang saat mau menjelang siang hari, ternyata paman Kun berkilah mencari ruangan yang lain.
__ADS_1
Saya awalnya curiga jadi simpatik, paman Kun memegang erat tangan tante berucap ramah dan pelan, dengan muka sedihnya.
Saya melihat nya malah kasihan. Paman kun dan tante menyuruh saya istirahat.
Saya pun susah istirahat sakit kepala dan mendengarkan pasien lain dewasa dan anak kecil merintih kesakitan. Apalagi anak kecil menangis dan teriak, pantes tante rasa tak betah di ruangan ini.
Menjelang malam pun saya begadang menjaga tante juga merintih kesakitan serta sesak nafas. Tante Demam dan sakit kepalanya. Saya pun juga menahan rasa sakit kram otot di perut.
"Ren tante sakit kepala, tolong minta obat dengan suster, mana anak orang menangis teriak nyaring sekali, tante gak bisa tidur" ucap tante.
"Iya tante, saya samperin susternya" ucap saya
Karena hanya ruangan bangsal biasa bercampur dengan lainnya jadi tak ada pencet bel memanggil suster, jadi saya harus jalan kaki memanggil suster.
--------
"Sus tante sakit kepala, jadi kasih obat yah tante susah tidur" ucap saya
"Sebentar yah, nanti saya keruangan" ucap suster
Saya berjalan kaki sekitar 50 meter. Harus bolak-balik memanggil suster, karena mereka lambat mengasih obat nya, siapa tau mereka lupa. Saya mau marah pun rasanya malu.
"Ren kok belum datang juga susternya" ucap tante
"Sebentar saya samperin lagi yah tante" ucap saya
Ternyata susternya marah ke saya karena saya di kata tak sabar.
"Sus kok belum juga obat nya di kasih tante saya kesakitan" ucap saya
"Sabar dong, kamu tunggu disitu" ucap suster ngebentak
"Cepetan yah sus" ucap saya
Tante jam 12 malam dia bisa tertidur dengan obat penenang atau penahan rasa sakitnya. Saya sendiri tidur lagi sambil duduk sampai jam 4 subuh saya terbangun tante dia bangun karena sakit kepala lagi.
Saya minta suster untuk tangani tante lagi.
Susternya berbeda lagi ini lebih sigap dan cepat. Saya bangun pagi jam 7 minta ijin pulang buat mandi dan makan ke Tante dan paman.
Kak hesty datang berpapasan dengan saya. Ka hesty minta saya cari ruangan yang lebih bagus yang kosong. Saya cari kesana kemari tetap penuh. Kak hesty minta pindah saja ruangannya ke RS lain agar dapat ruang VIP.
Saya minta ijin buat pulang mandi dan makan. Sesampai di toko saya buka toko, siapa tau ada pelanggan. Besok sudah mulai tahun baru.
Saya mencoba menelpon hardy, untuk mengajak nya menjenguk tante. Hardy belum tau pasti karena sibuk bekerja atau dia malu untuk ketemu keluarga saya yang ngumpul.
Saya sudah berjanji ke ibu dan tante untuk ke rumah sakit buat menjenguk. Malam harinya saya menunggu Hardy balas pesan. Ternyata dia sibuk tak bisa menjenguk. Bingung mau alasan apa ke tante, rasanya malu tak jadi kenalkan takut di omongin pacar saya gak peduli. Saya alasan sibuk dengan melayani pelanggan masih ada di malam hari.
Ka hesty pun menyuruh besok hari untuk buka saja tokonya kalau tak mau datang menjenguk. Tante mau pulang sore hari.
Saya berkilah tak mau buka toko karena mau istirahat saja, sedang kan Hardy dia sakit. Jadi saya ijin istirahat alasannya sakit kram perut saat menstruasi.
Setelah tante pulang dari RS kata ibu langsung ke luar kota, tempat ibu tinggal.
Langsung dapat perawatan dari tabibnya.
__ADS_1