Dibalik Senyuman Indah

Dibalik Senyuman Indah
Usai pelatihan


__ADS_3

Selesai sudah magang kami, teman-teman malah asyik bercerita mereka pamit dari tempat magang nya. Saya sendiri tak ada pamit saat terakhir magang pada hari nya di tentukan ke mbak suji pemilik usaha, saat sebelum terakhir magang karena sakit.


Mereka sibuk mendiskusikan tentang penilaian siapa nanti yang dapat juara saat terakhir pelatihan. Mereka memilih kelas tata busana mbak Iis karena dia selama tinggal di sini tak ada masalah dengan pertemanan dan pembimbing atau instruktur.


Kelas cantik mereka memilih mba Nany karena mungkin lebih tua dari kami, tapi kalau soal pertemanan mba Nany di hormati teman-teman tapi mba Nany tingkah nya seperti kekanakan dari mbak dedeh dan mba Iis, mulutnya asal saja menuduh orang lain.


Saya waktu berpikir kenapa mereka tak memilih saya, kalau masalah nilai saya lebih tinggi dari mbak Nany dan lainnya, ibaratnya mbak Nany nomor dua nilai nya. Saya nilai saat ulangan materi waktu itu 95, sedangkan mbak Nany 90. Mungkin masalah sikap aja saya banyak diam di kamar dan kurang berbaur kelain.


Kalau praktek saya rasa hanya di tegur melakukan kesalahan hanya dengan dua orang instruktur saja. Karena berbeda sekali di sini dengan praktek di lapangan. Kalau di pelatihan praktek nya benar-benar manual terbatas alat. Kalau di lapangan lebih mudah karena ada alatnya.


---------


Pagi hari kami bergegas untuk acara perpisahan. Kami bagian jurusan cantik merias mereka yang dipilih maju menjadi model pakaian mereka rancang oleh kelas tata busana. Ternyata yang di pilih santia dan ratna.


Ternyata mereka berdua yang dapat hadiah bisa dibawa pulang, dibilang siswa yang pandai saat pelatihan kursus, teman-teman pun pada bingung, kenapa seorang pembimbing bisa salah menilai


Apa yang mereka nilai dari ratna dan santia????


Santia kalau kebersihan kamar selalu berantakan, pelatihan baris berbaris juga sering di hukum, kalau membersihkan piket bagian kantor juga jarang dibersihkan. Ternyata pembimbing tidak melihat bagian ini.


Padahal mbak dedeh paling rajin membersihkan halaman asrama, sedang kan mbak iis paling rajin menghidupkan musholla dan membersihkan mushola tanpa pamrih.


Sedangkan mbak Iis juga saat ulangan materi dia paling tinggi nilainya di kelas tata busana.


Ratna bagian piket satu kantor TU dengan saya, dia sering terlambat membersihkan bagian piket satu ruang dengan saya. Saya hari-hari yang lebih sibuk membersihkan ruang TU yang diberakki kelelawar.


Kelelawar kalau sudah kering beraknya sangat susah dibersihkan kalau gak pake sikat, menurut saya saya lebih banyak piket kerjaan di ruang TU. Sudah banyak ruangnya, bagian WC nya, menyikat, menyapu dan mengepel saya kerjakan hari-hari.


Kalau menunggu ratna lama sekali dia datang terlambat, tapi kadang saya minta dia bagian siramin bunga. Tak pernah saya mengeluh ke pebimbing dan teman-teman. Makanya Ratna senang dekat dengan saya.


Anak-anak yang lain mereka hanya bagian menyapu dan mengepel saja, tidak ada WC. Dan sebagian lain anak-anak piket membersihkan bagian halaman saja tidak di ruang kantor.


Tapi mbak dedeh paling senang soal kebersihan kalau ada sampah segera dia buang.


Ternyata yang di nilai pembimbing bukan itu, di nilai mereka yang cantik. Memang santia dan Ratna cantik karena kulit mereka mulus dan lebih putih serta body ideal.


Saat teman-teman bertanya ke pebimbing dan mengadu kelakuan mereka. Pebimbing berkilah mereka berdua hanya mewakili saja.

__ADS_1


Tetapi malah hadiah nya tak dibagi-bagi ke kami kalau hanya mewakilkan saja seharusnya kami semua dapat hadiah nya juga jadi tak ada anak yang juara.


Mereka berdua simpan untuk diri mereka sendiri, seharusnya seorang pembimbing kasih tau yang jelas mereka hanya mewakili saja sebagai model anak yang rajin pelatihan. Tapi nyatanya tidak sesuai.


"Bu maaf yah, saya rasa yang cocok jadi juara pelatihan kan selama kursus mbak iis atau lili lah karena kalau ulangan nilai mereka tinggi" ucap tatah ke ibu pebimbing nya


"Mereka hanya model saja, kenapa kalian ini gak terima yah?" Ucap ibu pembimbing


"Ya bu, ratna kan biasa saja gak ada istimewa nya saat pelatihan malah ngerocoki ngajak becanda mulu beda sama mbak Iis atau lili" ucap tatah


"Sama santia juga bu, suka ngambek kan , cantik sih iya tapi jorok kalau soal kebersihan, pakaian nya aja sembarang taruh, aku marahin dia baru dia tanggap, malah dia kalau bersihkan kantor kadang perhitungan" ucap Riri teman sekamar sintia yang terakhir.


"Yah kan ibu dan bapak gak 24 jam melihat kalian apa saja dikerjakan, kecuali kalian ada ngelapor, tapi kebanyakan hanya diam saja, karena takut atau gak enak kan ya kan takut kalian bertengkar aja karena saling ngadu, iyakan?" Ucap ibu pembibing mereka.


"Iya Bu, apalagi kita jauh dari ortu, gak berani ngadu takut salah, gak punya teman ntar berantem" ucap Riri


"Ya sudah maafkan saja, kita terima saja pilihan pebimbing yang lain , mereka memilih model sekalian jadi peragaan busana kalian yang rancang" ucap ibu pebimbing mereka


"Ya tapi harus dibedakan aja Bu, bagian peragaan busana busana aja, bagian pelatihan yang juara nya di bedakan saja walau kurang cantik kaya kita ini, hahahahaa" ucap Riri


Begitu lah mereka ceritakan Riri dan tatah percakapan kepada kami, memang juga mereka tak pernah dilaporkan masalah nya santia dan ratna pandai bergaul dengan tingkah nya suka bercanda jadi anak-anak terhibur saat suntuk.


Mereka kurang melihat sisi baik seseorang jarang berbaur, jadi ada apa-apa masalah baru dah mendatangi teman yang kurang gaul buat diajak berteman, di situ dia baru sadar sisi baik seseorang.


Membuat saya malas berbaur dengan mereka, mereka sering mendekati anak komplek belakang mereka komplotan laki-laki muda nongkrong di sebrang asrama.


Mbak dedeh geram karena kalau di biarkan mereka makin ngelunjak. Dan berani sama mba dedeh, awalnya mereka kurang terima mbak dedeh jadi ketua angkatan.


Mba Dedeh pun bilang dia juga malas jadi ketua angkatan, karena mbak dedeh di pilih ibu pembibing mau gak mau harus di terima.


Mbak dedeh selama jadi ketua angkatan menurut anak-anak mbak dedeh cukup tegas, awalnya anak-anak ngelunjak dengan mbak dedeh, sekarang lebih kalem mereka ke mbak dedeh. Karena mbak dedeh gak tinggal diam kalau kelakuan mereka meresahkan sudah berisik di teras kamar asrama, tidur jam 9 lewat dan mengobrol dengan anak laki-laki belakang komplek dengan teriak kecentilan, gimana gak meresahkan warga atau kami.


------


Kami mempunyai adik tingkat sebagian anak ternyata lebih sexy dari kami pakaiannya. Ketua angkatan nya pun lebih lemot dan kurang tegas, mau gak mau kami sebagai senior angkatan menegur mereka.


Saya pun mau gak mau menegur adik angkatan untuk berpakaian agar lebih sopan, tetapi sama saja tak di gubris, karena mereka belum ditegur pembimbing.

__ADS_1


"Vava tolong pakaiannya agak tertutup kamu kan tinggal tempat orang, gak bisa seenaknya juga walau ini kamar kamu, tetapi hanya sementara saja" ucap saya


"Lagian kan di sini jarang ada lelaki ka, aku pengap gak pake baju singlet, udah terbiasa" ucap Vava


" Terserah kamu deh, aku udah negur kamu yah, tapi kalau di tegur pembimbing kamu baru kamu sadar" ucap saya


" Santai aja ka, sebelum mereka tau" ucap Vava


"Kan disini ada yang tinggal berdekatan rumah pembimbing, ada suami ibu pembimbing juga, kalau liat beliau kamu bisa di tegur" ucap saya


"Udah malam juga, kan gak keliatan juga ka" ucap Vava


"Kamu bantah terus va, terserah mu deh" ucap saya.


"Benar dikata Renna va, bukan kami mau ikut campur, kami ini sudah berpengalaman va, kita di sini gak bisa bebas juga mau keluyuran" ucap tatah


"Aku mau keluyuran kemana juga, hp di sita, rumah jauh" ucap Vava


"Kan siapa tau kamu gak betah va, jadi bersabarlah aja dulu" ucap saya


"Sudah malam va, kamu sudah saja berkunjung nya kekamar teman, nanti ditegur anak yang lain, kami mau tidur dulu yah" ucap tatah


Vava yang masih setia sama pakaian terbuka nya, yang lain pakaiannya sudah tertutup tak memakai singlet lagi saat di teras kamar. Kami pun mau gak mau harus ikut menegur Vava, tetap saja dia membantah.


--------


Besok hari kami pulang dan sudah tak tinggal di asrama ini lagi. Mereka sibuk berbenah barangnya, saya sudah dari tadi malam. Agar hari ini agak santai, tetapi teman dua orang lili dan riri belum pulang karena tiketnya habis jadi bisa dibeli hari ini besok mereka berangkat pakai bus.


Mereka malah menyuruh saya untuk jangan pulang dulu, untuk menemani mereka tidur malam ini.


Saya tak mengiyakan, saya ajak jalan-jalan saja ke mall agar mereka tak bosan siang ini, saya harus tetap pulang sore hari.


Kami berangkat naik angkot, hanya bermodal 5000 pulang pergi untuk satu orang, kami bisa sampai ke tujuan mall di kota ini.


Kami berfoto di foto box, dan sebagian berfoto di hp mereka, sedang kan saya tak ada hp karena hp saya saya kasih ke pacar saya untuk di simpan nya, karena saya gak mau hp di sita ibu pembimbing saat dulu pelatihan.


Saat pulang sudah sore hari memakai angkot, saya ijin ke mereka untuk pulang tak menginap bareng mereka tidur, mau gak mau mereka harus berani tidur berdua. Anak-anak yang lain sudah pulang kerumah nya atau daerah nya masing-masing.

__ADS_1


#saya memang tak pandai berbaur kalau banyak teman, tapi kalau ada apa-apa saya akan care.


yang jarang berbaur selalu dipandang rendah dan ada salahnya dimata mereka bisa di adu dombakan, tapi baru sadar saat ada yang dijauhkan teman-teman nya mereka memohon untuk minta bantuan.


__ADS_2