
Setelah pulang dari tempat pelatihan, saya langsung ke tempat usaha Kaka saya, saya tidur di sana sementara.
Sedangkan ka Hesty menanyakan siapa mau bekerja di sini. Saya pun kasih tau kalau mau bekerja di sini santia dan nay. Mau menolak santia rasanya sungkan nanti di kata nya sombong, ya saya ajak nay saja untuk menemani santia saat kerja nanti, kalau hanya santia saja takut nya santia kecewa sama saya kalau ada perselisihan santia orang nya cantik dan gaul.
Saya sendiri tak gaul, kalau ikutan gaul rasanya kurang srek dengan santia. Dia yang pernah berpakaian hanya singlet saat tidur di asrama, saya sendiri tak pernah negur. Itupun ditegur pebimbing kami.
Saya khawatir juga, pacar saya kecantol sama dia karena dia lumayan cantik. Seandainya saya hanya berdua sama dia bekerja, takut dia kecewa aja diajaknya saya jalan-jalan, saya kurang suka diajak jalan ketemu lelaki. Saya pasti tolak ajakannya jalan-jalan. Sedang kan dulu dia ajak berbaur keluar kamar saja saya tolak.
Santia di kenal cantik dan di lirik banyak lelaki di asrama, maupun di luar asrama. Apalagi dia bekerja tempat kaka saya. Saya sudah menebaknya pasti tetangga, teman kaka saya atau kaka saya senang melihat kecantikan nya.
Saya tak iri dengan kecantikan nya, cuma takut aja dia menggoda pacar saya pikir saya sudah jauh kesana. Sedangkan nay lumayan cantik tapi anaknya kurang gaul pakaiannya pun sopan.
-------
Santia menghubungi saya, tidak saya angkat, rada malas - malas juga angkat, kalau dia SMS ya saya balas saja, karena kasihan.
Dia kata seminggu lagi mau kerja di sini, saya pun terkejut. Sedangkan nay saja belum tau kapan, saya hubungi aja nay kapan dia mau bekerja di sini.
Nay lagi diskusikan ke ibunya, mau bekerja di klinik cantik tempat magang nya dulu atau tempat Kaka saya.
Nay memilih di tempat Kaka saya, karena kalau ortunya mau ke kota satu arah dari klinik cantik Kaka saya. Sedangkan tempat magang nay tak satu arah.
Saya merasa aman ada nay, setidaknya santia ada temannya nay, terserah santia kalau mau jalan-jalan kecentilan ketemu lelaki pun saya tak masalah dia minta temani nay, asal gak ganggu privasi saya yang malas jalan-jalan. Kecuali saya kalau di ajak jalan ketemu perempuan di kenal mau saja atau di ajak pacar saya.
Kalau ingin memohon saya ajak jalan-jalan gak jelas jangan kecewa saya tolak. Saya anggap gak penting walau saya dicap kurang gaul.
------
Santia sudah tiba duluan di tempat usaha Kaka saya, ya dia kalau berpakaian memang singlet malam hari, takut nya pacar saya liat santia gak tau malu menutup badannya.
Ternyata santia sudah tau malu sekarang, mungkin sudah mengerti. Ada lelaki itu baik Kaka ipar atau Kaka saya saat malam hari datang mengambil sesuatu. Santia dia bergegas pake jaket tanpa saya tegur.
Santia mengeluh dia bekerja.
"Ternyata cape juga yah kerja nya, apalagi banyak pelanggan" ucap santia
"Emang awalnya begitu, nanti terbiasa kok san" ucap saya
"Sebentar lagi bapak aku mau belikan aku motor, biar aku bisa jalan-jalan bosan juga di dalam mulu" ucap santia
"Kapan san?" Tanya saya
"Seminggu lagi ren" ucap santia
"Kamu bisa datangkan pacar kamu yah san? " Tanya saya
"Gak lah pacar aku punya motor, aku bisa ketemu teman aku yang lainnya, mereka pada kuliah di sini" ucap santia
" Ouh begitu, aku aja gak punya motor, kamu enak udah dibeli kan" ucap saya
"Aku beli yang bekas aja kok ren" ucap santia
"Baguslah bapakmu masih peduli ke anaknya" ucap saya
"Nay kapan kesini ren?" Tanya santia
"Besok san, kamu tidur dengan nya yah, aku tidur di rumah ibu aku sementara" ucap saya.
"Kamu tidur sini aja ren" ucap santia
"Aku tidur dimana? Ranjang nya ada dua gini mana kamar nya sempit" ucap saya
__ADS_1
"Tidur di kolong ranjang aja ren" ucap santia ketawa
"Kamu aja kali" ucap saya
Ini saya malas ajak santia mau bekerja tempat Kaka saya, dia mulai bercanda takutnya merendahkan saya, sedang kan Kaka saya pun suka merendahkan saya juga. Takut nya dia pandai ambil hati Kaka saya. Lalu saya dibandingkan apalagi dia cantik. Waktu pelatihan saja pebimbing salah dalam penilaian karena teman-teman tak ada yang mengadu. Begitulah pikiran negatif saya.
-------
Nay mulai bekerja, mereka pun asyik bercengkrama syukurlah santia ada teman ngobrol nya yang nyambung, sedang kan sama saya dia masih sedikit sungkan untuk bercanda. Kadang dia saya jutekkin. Apalagi saya adik pemilik klinik cantik dia pasti takut saya adu macam-macam.
Saya pulang sore hari diantar hardy atau ka Ihsan, ibu dan ayah sudah keluar kota sudah ada usaha jualan perhiasan imitasi. Dengan modal ngutang ke saudara ayah.
Saya di rumah, tidur dengan ka Ihsan. Saya tidur dikamar depan, ka Ihsan tidur di kamar belakang. Sedangkan teman-teman kuliah ka ihsan datang ke rumah untuk bersantai.
Memang benar dugaan saya, ka Ihsan dan temannya suka melihat kecantikan santia. Mereka pun meminta saya untuk kirim salam ke santia.
"Ren, teman mu itu siapa namanya yang satu nya itu yang cantik?" Tanya teman ka Ihsan pernah mampir ke klinik cantik.
"Yang mana, dua-duanya cantik? Tanya saya pura-pura tak tau.
"Santia bro hahhaa" kata ka Ihsan
"Ouh dia hahaha, dia udah ada pacar" ucap saya
"Cuma pacar doang, sikat aja bro , hahahaha" ucap teman ka Ihsan
"Idihhhh" ucap saya
"Salam dari saya yah buat santia"ucap teman ka Ihsan
"Salam apa yah?? Tanya saya
Saya pun lanjut masak buat makan pagi buat pergi ke tokk, kadang saya naik angkot kadang di antar, saya rela keluar kocek transportasi biar saya gak terlalu dekat dengan santia. Agar ada nay yang menemani nya tidur di toko.
-------
Santia selama dua bulan kerja dia bilang ingin berhenti kerja bilang ke saya, dia kata dia mau kerja di kampung nya saja.
"Ren, aku maaf yah bilang duluan ke kamu, aku mau berhenti nanti saat gajihan aku kasih tau Ka Hesty" ucap santia muka lesu
"Emang kenapa san? Maaf kalau ada salah aku ke kamu" ucap saya
" Gak kok ren, aku emang gak bisa jauh dari ortu aku, aku kangen mereka, sedangkan nay di jenguk ortunya terus" ucap santia
"Yah gak apa-apa nay, kamu kalau kerja di sana semoga sukses yah, kalau bisa buka usaha peluang usaha sendiri, enak di kampung gak banyak saingan" ucap saya
"Aku juga gak terbiasa kerja ren, jadi rasa cape, sedangkan nay pintar ambil hati Kaka mu" ucap santia
"Kayagimana dia ambil hati Kaka aku san?" Tanya saya
" Aku sudah bersihkan menyapu mengepel, ngelap kaca di suruh Kaka kamu, nah saat kakamu gak liat atau tak ada di sini, nay itu malas-malasan ren, kalau ada Kaka kamu dia jadi rajin malah lebih rajin dari aku, aku mau lanjut di suruh Kaka kamu, aku malah kecapean makanya aku liat tin aja nay melakukan nya saat ada Kaka kamu" ucap Renna
" Kamu seharusnya ikut membantu juga, saat ada ka hesty, nah saat tak ada ka hesty tegur saja nay kalau pagi itu malas-malasan" ucap saya
" Aku gak enak negur dia ren, seharusnya dia ngerti, saat pagi harus dikerjakan bersama" ucap santia
" Nanti aku tegur nay nya san, kamu tenang aja" ucap saya
"Gak usah ren, aku juga mau berhenti, kalau bisa kamu aja negur dia saat bagi tugas pagi hari kamu dan dia" ucap santia
" Ya udah, kamu udah bilang ke nay?" Tanya saya
__ADS_1
" Belum ren, nay juga sering ijin pulang jadi kadang lupa mau membicarakan ke dia" ucap santia
" Kamu ada apa-apa kasih tau saya saja san, nay pulang ke rumah nya, kamu tidur sendirian kan? Biar aku yang Nemani kamu tidur" ucap saya
"Aku tidur ke tempat teman aku ren, gak apa-apa kok ren, aku ada teman juga di asrama kampus kabupaten" ucap santia
"Emang boleh kamu tidur sana?" Tanya saya
"Boleh kok ren, asal asal aku tinggal satu kabupaten" ucap santia
"Nay ini mentang-mentang dekat pulang mulu malah sering ijin kerja, gajih ya dipotong ka Hesty apa gak ya?" Tanya saya
"Gak tau juga aku ren, aku pernah ijin aja, di potong gaji ku oleh Kaka kamu, seperti dia dipotong" ucap santia
"Tapi dia ini keseringan ijin, dalam seminggu itu satu kali atau dua kali ijin san" ucap saya
-------
Ternyata aku salah pikir, yang bisa ambil ka Hesty itu keliatan lugu dan polos dengan bermuka dua. Tapi mau gimana lagi secara pakaian dia lebih sopan dan tutur katanya ramah.
Pasti dia juga tak mungkin menggoda pacar saya juga. Pikir saya dia juga pakaian masih kampungan tapi muka lumayan cantik. Tak mungkin berani menggoda juga.
Beda sekali santia pakaiannya lebih gaul dari saya ditambah muka cantik serta punya motor walau dia asal nya diam di kampung. Pasti banyak lelaki melirik, santia sudah punya pacar, pacarnya masih satu keluarga sama dia. Pacar nya juga kuliah di kota ini, saat pacar nya pulang kampung pun mereka masih bisa bertemu juga.
Saya sebenarnya senang santia tidak bekerja di sini lagi saya lebih leluasa bekerja dan juga lumayan naik gajih saya.
Nay baru bercerita dapat khabar dari lelin, kalau santia ada di kota ini dia bekerja di klinik cantik tempat mba Nany bekerja atau tempat magang mbak nany dulu.
"ternyata ren, santia kerja di tempat mbak nany magang dulu" ucap nay
"Berarti dia membohongi kita dong, kok lelin baru kasih tau, mba Nany dan ninis juga diem-diem ajak santia kerja di sana, aneh juga mereka ini" ucap saya
"Kamu tau gak, santia saat kerja kemarin dia sering ninggalin aku, tidur tempat pacarnya ren" ucap nay
"kalian pakai rahasian segala, kamu tinggal sendiri dong mau, tidur sendirian?" tanya saya
"kadang di ajaknya aku tidur tempat temannya, jadi kami datang pagi sekali" ucap nay
" maksudnya kamu gak tidur sendirian?"
tanya saya
"kadang tidur sendirian, dia jalan-jalan mending aku ikut daripada sendirian tidur" ucap nay
"ya ampun santia ada motor sudah ku tebak kerjaannya cuma buat jalan-jalan saja, makanya aku panggil kamu nay, biar dia tak seenaknya kerja di sini, terus dia tidur dimana kerja tempat mbak nany?" tanya saya
"kata lelin nay menyewa kos" jawab nay
"gak bener tuh anak, biarin aja, daripada dia lanjut kerja ntar aku malah geram" ucap saya
"Dia juga sering tidur tempat pacarnya, aku malah di suruh tidur tempat temannya" ucap nay
"siapa temannya laki-laki atau perempuan? " tanya saya
"perempuan ren" jawab nay
"syukur lah, awas kamu tidur tempat laki-laki, ntar kami di salah kan ibu kamu, ibu kamu kan menjaga banget pergaulan kamu" ucap saya
Nay pun langsung terdiam, seperti ada yang di sembunyikan nya biarlah dia berbohong atau tidak, ibunya berpesan ke kami nay jangan terlalu dekat dengan seorang laki-laki yang sering ajak dia jalan. Tapi saya malah kenalkan dia ke laki-laki yang sering ajak dia jalan.
bersambung
__ADS_1