
setelah masuk kamar dan mengganti baju tadi dengan baju tidur Manda langsung tidur
keluarga Ilham yang baru sampai rumah pun langsung kekamar masing masing, begitu Ilham masuk kamar, Datang lah adik nya jeni menayangkan kenapa Abang nya murung waktu selesai berbicara dengan Manda
"kenapa tadi wajah Abang murung setelah ngobrol dengan kak Manda" tanya Ilham penuh selidiki
"tidak apa apa jeni" jawab Ilham malas
"kalau memang tidak apa apa kenapa murung" ucap jeni lagi
"kamu janji ya,tidak cerita kepada mama papa," kata Ilham dan membuat adik nya berjanji kalau masalah ini jangan sampai papa mama nya tau
"iya jeni janji bang" sahut jeni sambil mengangkat tangan
"ternyata Manda menerima perjodohan ini karena ingin melihat papa dan mama nya bahagia dan bukan karena dia suka dengan abang" ucap Ilham sedih
"jadi karena itu Abang jadi sedih dan murung" kata jeni lagi
"iya dek"
"kalau menurut jeni ya bang, mulai sekarang Abang harus bisa membuat kak Manda menjadi suka sama Abang" kata jeni lagi menyemangati Abang nya
"sebenarnyaAbang fikir kan juga dek" sahut Ilham
"nah bagus itu" ujar jeni
"ya udah mendingan abang istirahat besok kita pikirin lagi gimana cara nya membuat kak Manda jatuh cinta sama abanh" lanjut jeni lagi
setelan curhat kepada adik nya Ilham merasa lega, setidak nya ada dukungan adik nya dan di ada yang semangati dia untuk berjuang untuk mendapatkan cinta Manda
akhirnya Ilham bisa tidur dengan nyenyak
jeni yang dikamar nya masih memikirkan apa yang Abang nya bilang,mulai besok dia akan membantu Abang nya untuk mendapatkan cinta kak Manda
"harus" batin jeni
pagi pun menjelang, Manda pun bangun dari tidur nya, tidak lupa dia menunaikan 2 rakaat nya, selesai sholat Manda turun kebawah untuk membantu mama nya membuat sarapan
selesai membantu mama nya buat sarapan Manda langsung siap siap untuk bekerja
dirasa sudah kelihatan rapi dengan baju kantor nya Manda langsung turun kebawah bergabung dengan keluarga nya untuk sarapan
"Manda,pergi kantor nya Abang antar aja ya" kata Antoni memulai percakapan
"gak usah bang,Manda bisa sendiri kok" tolak Manda halus
"ya sudah,kamu hati hati dijalan" ucap antoni lagi
__ADS_1
"iya Abang ku sayang" sahut Manda sambil tersenyum
setelah ngobrol singkat Manda melanjutkan sarapan nya.
di kediaman keluarga pak bahri, Ilham lagi siap siap mau berangkat tugas,tapi adik nya jeni datang kekamar nya, "boleh masuk kak" tanya jeni dari luar kamar
"masuk Jen," jawab Ilham,jeni yang mendapat izin langsung masuk
"Abang mau berangkat kerja" tanya jeni lagi
"menurut kamu lihat" sahut Ilham
"kalau jeni liat sich iya" sahut jeni dengan wajah polos nya yang dibuat buat, Ilham yang melihat adik nya seperti itu langsung gemes dan mencubit hidung adik nya
"sakit bang" teriak jeni sambil memukul-mukul lengan Ilham biar dilepas kan
Ilham yang merasa sakit dipukul oleh jeni langsung melepaskan tangannya
"iseng kali sich bang,sakit tau" ucap jeni kesal karena sakit
"kamu sih wajah nya dibuat buat kan bikin gemes tau" ucap Ilham tanpa merasa bersalah
"bang,kenapa gak jemput kak Manda,biar lebih dekat atau lebih tepatnya biar kak Manda sedikit sedikit biar ingat tentang Abang" usul jeni kepada abang nya
"betul juga ya"
"oke makasih usulan nya dik" lanjut Ilham dan langsung keluar dari kamar nya
Ilham yang mendengar teriak kan adik nya membalik badan dan membuat yang jempol 👍
mama ana yang melihat anak nya keluar tanpa sarapan pun memanggil, "Ilham sarapan dulu nak"
" nanti ma, dikantor aja" sahut Ilham sambil keluar rumah menuju ke mobil nya dan langsung masuk dan melaju langsung ke rumah Manda
tidak berapa lama Ilham sampai dirumah Manda,Manda yang udah siap didepan pintu mau mengambil sepeda motor nya langsung berhenti mendengar suara klakson dan melihat siapa yang datang pagi pagi seperti ini
"Ilham, ngapain pagi pagi kesini" tanya Manda setelah melihat siapa yang datang
"mau jemput kamu boleh kan," jawab Ilham
"sebenarnya gak usah repot-repot karena saya udah biasa bawa sepeda motor sendiri" ujar Manda
"gak repot kok Manda,masak repot jemput calon istri sendiri" jawab Ilham lagi
dari dalam rumah keluar lah Abang nya Antoni yang mau berangkat kerja juga
"loh ada Ilham toh,kok gak ajak masuk sih dek calon suami nya" ucap antoni dengan gaya menggoda
__ADS_1
"gak usah bro,aku cuma mau jemput manda aja kok" ucap Ilham
"oh mau jemput calon istri nih ceritanya" ujar Antoni lagi dengan gaya yang sama
"apa sih Abang nie,siapa juga yang mau,orang aku mau naik sepeda motor sendiri" ucap Manda penuh kesal
"udah pergi aja sama Ilham,gak boleh tolak permintaan calon suami" ucap antoni sambil terkekeh
mama Ita yang mendengar perdebatan itu langsung keluar
"wah ada nak Ilham toh" sahut mama setelah melihat siapa yang ada didepan rumah
"mau jemput Manda ya nak" lanjut mama Ita
"iya Tante,tapi kayak nya Manda gak mau tan" Jawab Ilham yang menampakkan wajah pura pura lesu
mama Ita pun melihat itu merasa kasian dan mendekati Manda
"Manda kenapa gak terima tawaran nak Ilham" ucap mama Ita sambil membujuk Manda
"gak apa-apa Tante, kalau Manda gak mau" ucap Ilham
"Manda sayang gak boleh gitu" ucap lembut mama Ita
"iya iya Manda pergi sama Ilham" ucap Manda mengalah
"nah gitu dong dari tadi,jadi Ilham kan gak menunggu lama" oceh Antoni
Manda pun berlalu menuju mobil Ilham dan tak lupa pamit pada mama Ita dan Abang nya Antoni
"jaga baik baik adik ku ya bro,awas kalau lecek" seru Antoni kepada Ilham
"siap Abang ipar" jawab Ilham sambil memberi hormat
"Tante kami pergi dulu ya" pamit Ilham kepada mama Ita
"iya hati hati dijalan" balas mama Ita
mobil pun melaju menuju tempat kerja Manda
tidak lama sampai ditempat kerja nya Manda,Manda pun turun bdari mobil nya dan tak lupa mengucapkan kan terima kasih pada Ilham
" makasih ya udah antar sari ke tempat kerja" ucap Manda
"sama sama,pulang kerja nanti aku yang jemput ya,aku harap tak ada penolakan,plisss" Ilham memohon
"kita lihat aja nanti" jawab Manda enteng sambil berlalu pergi dan masuk kekantor nya
__ADS_1
Ilham pun melaju kan mobil nya menuju kekantor nya, dalam hati Ilham merasa senang karena bisa berangkat kerja bareng,
"permulaan yang baik, semoga kedepannya nya bisa lebih dekat lagi dan Manda bisa ingat tentang aku," guman Ilham pelan