
pov Manda
huff setelah kejadian perjodohan dimalam itu hati ku tak tenang,aku memang menggagumi sosok polisi Ilham tapi bukan berarti cinta kan,duh gimana cara aku berhadapan dengan papa nanti nya, seperti nya papa marah besar.
"Manda turun nak sarapan" panggil mama ku mengejutkan ku dalam lamunan,tak bisa di pungkiri aku masih enggan untuk keluar kamar karena kejadian semalam,dan aku juga belum siap berhadapan dengan papa ku.
hari ini saja aku bolos kerja karena tidak sanggup berhadapan dengan pak Bahri mungkin pak bahri juga kecewa dengan jawaban ku semalam.
sudah ada sekitar 25 panggilan tak terjawab dari hp ku siapa lagi kalau bukan sahabat ku Santi pasti menanyakan kenapa aku tidak kekantor.
drrt drrt drrt...
suara hp ku berbunyi lagi Tanpa melihat siapa yang telpon aku langsung mengangkat nya "ada apa Santi,udah banyak panggilan tak terjawab dari kamu,apa kamu gak bosan apa telpon aku terus,hari ini aku gak masuk kerja,mood ku lagi kurang bagus,"kata ku bertubi tubi tanpa jeda ingin aku ucap kata lagi terdengar suara dari ujung telpon sana
"maaf mengganggu,saya bukan Santi tapi saya Ilham,saya telpon cuma memastikan apa kamu baik baik saja setelah kejadian perjodohan itu, ternyata gara gara itu hari ini mood mu kurang bagus",kata Ilham
aku langsung terdiam dan tak percaya dia bisa telpon aku pagi ini,malu banget rasa nya ingin aku langsung mati kan sambung telpon ini tapi terdengar lagi dia ngomong, " Manda,maaf kalau dengan kejadian semalam hari mu tidak bagus hari ini,kalau kamu memang tidak suka perjodohan ini aku akan bilang pada keluarga ku" kata nya lagi
aku cuma bisa diam mendengarkan kan kata kata nya,apa aku terlalu jahat semalam ya, pikir ku lagi
"bukan begitu maksud ku,aku cuma gak mau pernikahan ini sia sia karena perjodohan,aku hanya ingin mengenali mu lebih dekat lagi"akhirnya nya aku berbicara pada nya
"sebenarnya kamu sudah mengenal ku melebihi keluarga ku,tapi karena ingatan mu belum kembali makanya aku terasa asing bagi mu"sahut nya dari seberang telpon, mendengarkan nya saja aku sudah tau pasti kalau dia sangat sedih
"kasih aku waktu"akhirnya aku berbicara lagi dan langsung menutup nya sepihak dan langsung melempar asal hp ku ketempat tidur.
aku beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.setelah ritual mandi aku langsung turun kebawah dan melihat mama ku sedang beres beres, seperti nya papa dan bang antoni sudah berangkat karena aku melihat cuma ada mama
"ma,apa papa dan Abang sudah berangkat"tanya ku
"sudah nak, jangan terlalu kamu pikirkan masalah perjodohan itu ya,oh ya kamu gak berangkat kekantor hari ini" tanya mama ku, seperti nya aku terlalu egois tanpa memikirkan perasaan orang tua ku.
"gak ma,aku lagi gak enak badan"jawab ku beralasan
mama seperti tau apa yang aku rasakan hanya bisa mengangguk dan langsung menuju ke dapur
__ADS_1
"Manda sarapan dulu ya,mama mau ke pasar belanja,jaga rumah, setelah sarapan istirahat ya sayang" pamit mama sambil tersenyum
setelah kepergian mama Langsung sarapan
pov Ilham
hari ini ku berani kan diri untuk telpon dia,merasa tak tenang setelah kejadian semalam, sampai semalaman aku tidak bisa memejamkan mata.
setelah mendengar suara nya tadi hati ku tenang dan dia cuma menjawab" kasih aku waktu" dan dia langsung matikan telpon nya tanpa mendengarkan lagi yang ingin aku ucapkan
"Ilham,apa kamu didalam,apa boleh mama masuk"seru mama ku dari luar kamar
"masuk ma" jawab ku dari dalam kamar
"kamu kenapa nak, seperti nya masih kepikiran Manda ya," tanya mamaku penuh selidiki
"apa kamu gak tugas hari ini" lanjut mama lagi
"pergi ma,ini mau mandi"jawab ku sambil mengambil handuk dan masuk kekamar mandi
"maaf kan anak mu ma,"guman ku
setelah rapi aku langsung turun kebawah dan bergabung sarapan dengan papa mama
"besok adik mu jeni akan pulang dari ambrik" kata papa ku memulai percakapan
"yang benar pa, akhir nya setelah sekian lama jeni pulang juga" ujar ku senang,iya aku mempunyai adik bernama jeni, orang lucu,ceria dan suka jahil tapi aku sayang banget sama adik
setelah sarapan aku pamit kepada mama dan papa untuk pergi bertugas, sepertinya papa tidak menyinggung kan lagi masalah perjodohan mungkin takut aku kecewa.
Manda yang dirumah sendiri merasa bosan,tapi mau gimana lagi dia itu kan kesalahan nya dia yang gak mau kerja.
tidak berapa lama mama Ita pulang,banyak banget belanjaan bulanan nya,Manda pun ikut membantu mengangkat barang belanjaan mama nya dan menaruh nya didapur dan tak lupa pula yang harus disusun ke dalam kulkas Langsung dia susun kan.
setelah siap semua dia pun langsung duduk diruang keluarga dan duduk manis sambil nonton TV
__ADS_1
walaupun dia nonton tv tapi pikiran nya masih saja teringat tentang perjodohan itu, akhirnya dia pun pergi ke dapur setelah mematikan tv nya
"ma,Manda boleh ngomong", tanya Manda takut takut
"mau ngomong apa sayang,kok tumben harus tanya dulu,biasa nya kan kamu langsung ngomong",ucap mama Ita heran
"ini masalah perjodohan semalam ma", lanjut Manda
"memang kenapa sayang,kan kami tidak memaksa kami untuk menerima perjodohan ini sayang",sahut mama Ita lagi sambil membersihkan ikan yang tadi dibeli,
memang ada bibi tapi kalau soal masak mama Ita pingin masak sendiri,bibi cuma bertugas membereskan rumah dan nyuci
"aku mau dijodohkan ma"Jawab Manda yang membuat mama terkejut dan senang tapi mama Ita juga meyakinkan diri apa betul yang dikatakan Manda
"yang betul sayang,kan sudah mama bilang kami tidak akan memaksa mu,apa karena papamu Manda",tanya mama Ita penuh selidiki
karena gak mungkin kan tiba tiba Manda setuju dengan perjodohan ini
"betul ma,Manda hanya ingin melihat papa dan mama bahagia, lagian mungkin sudah jodoh Manda pak polisi ilham," sahut Manda memberi keputusan dan meyakinkan kan mama Ita lagi,karena mama Ita sudah tau bagaimana sifat Manda.
"Alhamdulillah kalau begitu nak,papa mu pasti senang mendengar kabar ini"sahut mama Ita senang
"mama akan mengabarkan papa,"ujar mama Ita sambil mengambil hp nya dikamar tapi Manda mencegah nya
"tunggu saja sampai papa dan bang Anto pulang ma,Manda yang akan memberi tahu" ucap Manda lagi
"ya sudah kalau itu mau kamu sayang,mama mau lanjut masak dulu ya"ucap mama Ita
"apa manda boleh bantu ma"
"boleh dong sayang,mama senang kalau kamu bantu, jarang kan kamu membantu mama masak kalau siang,kalau pagi sih sering,mumpung kamu gak kerja sayang" ujar mama senang
"semoga perjodohan ini bisa membuat kamu lebih bahagia lagi nak"batin mama Ita
"semoga keputusan ku tidak salah" batin manda
__ADS_1