Dijodohkan Dengan Polisi

Dijodohkan Dengan Polisi
membuat Manda jatuh cinta (2)


__ADS_3

sedangkan jeni dirumah bolak balik kayak setrikaan Karena menunggu kabar dari Abang nya, apa kah berhasil mengajak Manda berangkat kerja bersama


mama ana melihat anak gadis nya bolak balik didepan nya bingung "jeni??" panggil mama ana


"iya ma??" jawab jeni


"kamu kenapa bolak balik didepan mama kayak setrikaan gtoe,pusing mama tau" ketus mama ana


"hehehe gak pa pa kok ma" jawab jeni cengengesan


mama ana mendengar jawaban dari jeni hanya diam saja dan melanjutkan nonton TV.


tiba tiba


drrt drrt drrt drrt


suara hp jeni berbunyi, dengan cepat jeni mengangkat telpon nya " assalamualaikum bang,gimana apa berhasil" tanya jeni


"wa'alaikum salam, Alhamdulillah berhasil dek,Manda mau kakak ajak berangkat bareng" jawab Ilham seberang telpon


"horeeeee...." teriak jeni kegirangan


mama ana sampai terkejut karena teriakan jeni


"jeniiii,,,ini rumah bukan hutan,kok kamu teriak teriak sich,dan iya apa yang berhasil itu,sama siapa kamu ngomong, jangan aneh aneh ya" ucap mama ana marah


"hehehe,,,maaf ma,maklum lagi senang soal nya" jawab jeni sambil mengangkat jari berbentuk v.


sambil duduk didepan mama jeni pun berkata lagi, "ini loh ma,bang Ilham yang telpon,kata nya bang Ilham berhasil mengajak kak Manda berangkat kerja bareng,"


"oh ya,mana hp mu mama mau ngomong sama Ilham," kata mama ana sambil mengambil hp sama jeni


"assalamualaikum nak,apa betul yang dikatakan oleh adik mu" tanya mama ana


"wa'alaikum salam ma, iya ma" jawab Ilham


"ya sudah kamu dimana sekarang nak," tanya mama ana lagi


"aku udah sampai di kantor ma" jawab Ilham lembut


"ya sudah semangat kerja nya,ini bicara lagi dengan adik mu,mama mau nyiram bunga dulu" ujar mama ana


"iya ma!!"


"halo bang, gimana ceritanya nya,kak Manda mau barengan berangkat nya" tanya jeni penasaran


"tadi pas Abang kerumahnya Manda, Manda udah siap siap mau berangkat, untung aja Abang cepat datang, kalau terlambat 5 menit lagi, wah,,, pasti Manda udah gak ada lagi dirumah nya" cerita Ilham dengan semangat


"terus kok mau kak Manda ikut bareng Abang" tanya jeni lagi


"dengan sedikit bujukan dan ikut campur Antoni dan mama nya, akhirnya Manda mau Abang ajak berangkat bareng" ucap Ilham


"oh berarti bukan murni Abang ajak sendiri" kata jeni sedikit kecewa dengan penuturan Abang nya


"kalau murni kayak nya belum dek,sebab kan baru tahap awalnya nie" ujar Ilham lagi


"oke deh bang,yang penting untuk awalan sudah berhasil,coba nanti pulang kerja Abang jemput,bila perlu Abang aja makan malam bareng atau nonton bioskop gitu" usul jeni lagi memberikan jalan untuk lebih sering barengan lagi


"oke dek nanti coba Abang tanya lagi apa Manda mau, sekarang Abang mau tugas dulu, assalamualaikum" pamit Ilham kepada adik nya

__ADS_1


"wa'alaikum salam,"jawab jeni menutup telpon nya


jeni merasa senang akhirnya usaha yang dilakukan oleh Abang nya berhasil, semoga kedepannya nya lebih dekat lagi.


jeni turun kebawah untuk bergabung dengan mama nya ditanam belakang rumah


sedangkan Manda yang lagi bekerja didatangi oleh buk gina "saya dengar kamu, dijodohkan dengan Ilham anak pak Bahri" kata buk gina sinis


"bukan dijodohkan lagi tapi udah ditentukan tanggal pernikahan" timpal Manda


Santi yang mendengar percakapan antara buk gina dan sahabat nya Manda terkejut "yang benar Manda,kok aku gak tau" tanya Santi sedikit kecewa


"maaf san,bukan aku gak kasih tau, tapi pertama dijodohkan,aku sempat nolak,tapi karena melihat orang tua kayak nya bahagia dengan perjodohan ini, akhirnya aku terima, rencana nanti siang aku mau cerita ke kamu,tapi duluan buk gina nih yang tanya" ucap Manda menjelaskan


"alah bilang nolak padahal dalam hati tu senang,apa lagi Ilham orang nya baik,tampan,dan seorang polisi lagi, idaman para wanita, kenapa harus kamu sih, seharusnya aku " ucap buk gina marah


"loh kok ibu jadi marah sama Manda,ya wajar lah Manda dijodohkan dengan pak Ilham,secara orang tua mereka memang sahabat sejak dulu,iya kan Manda" sahut Santi sambil bertanya kepada Manda


"iya,setahu ku sih gitu,,,!" kata Manda terputus dan kepala nya tiba tiba pusing


"duh Manda kamu kenapa" tanya Santi


"alah paling paling juga pura pura,biar di perhatikan oleh calon mertua tuh" ucap buk gina sinis


"gak tau san,tiba tiba kepala aku sakit,kalau selalu berusaha mengingat tentang masa kecil ku dan Ilham,sejak pulang dari rumah sakit Beberapa tahun yang lalu sampai sekarang aku belum ingat siapa Ilham," kata Manda sambil menahan sakit


"padahal jeni,bang Antoni juga Ilham udah mencoba membantu,tapi hasilnya nihil" sambung Manda lagi


"ya udah jangan dipaksakan dulu," ucap Santi khawatir tentang kesehatan sahabat nya yang satu ini


"udah udah jangan kebanyakan drama cepat kerja lagi,ini lagi saya tanya Manda kenapa kamu yang ikutan kesini sih" ujar buk gina marah pada Santi


buk gina yang kalah debat Langsung pergi dari situ


"Manda,kamu yakin gak pa pa," lanjut Santi khawatir


"iya,aku gak pa pa san,kamu jangan khawatir gitu,"jawab Manda lembut dan kembali duduk dan mulai kerja lagi


sedang bekerja tiba tiba terlintas bayangan masa masa lalu Ilham dan Manda di kepala Manda yang membuat kepala nya sakit dan tiba tiba Manda pingsan, Santi yang melihat langsung panik dan memanggil beberapa karyawan disitu untuk mengangkat Manda kesofa ruang tunggu,karena ribut ribut buk gina dan pak Bahri tiba tiba datang


"apa ini ribut ribut dan Manda kenapa bisa pingsan" ucap pak Bahri


"alah biasa tu pak caper dan pura pura pingsan lagi,Manda bangun pak Bahri nie," panggil buk gina sambil menggoyang kan badan Manda dengan kasar pak Bahri yang melihat langsung marah


"buk gina apa apaan kamu,orang pingsan kok kamu bangun kan secara kasar seperti itu" ucap pak Bahri


buk gina yang melihat wajah pak Bahri sudah merah padam langsung mundur dua langkah kebelakang


"pak apa kita bawa Manda ke rumah sakit,mungkin karena efek paksaan,makanya dia pingsan" usul Santi


"efek paksaan gimana maksudnya Santi?" tanya pak Bahri bingung


"gini pak tadi Manda berusaha mengingat kenangan tentang pak Ilham bersama dia pak" Jawab Santi menjelaskan pada pak Bahri


"ya sudah,tolong kalian angkat Manda ke mobil saya,Santi kamu ikut saya,Rudi tolong kamu hendel semua jadwal saya,saya mau bawa calon menantu saya ke rumah sakit dan jangan lupa tolong telpon Ilham" ucap pak Bahri menuju ke mobil nya diikuti oleh Santi


didalam perjalanan ke rumah sakit pak Bahri menelpon pak Dika mengabarkan tentang Manda


pak Dika mendengar itu pun langsung pergi ke rumah sakit yang diberi tahu oleh pak Bahri

__ADS_1


sesampai dirumah sakit,Manda langsung di masukkan keruangan UGD


tidak lama setelah itu pak Dika datang dan langsung menghampiri pak Bahri,santi dan Ilham, Ilham langsung datang setelah mendengar kabar Manda pingsan


"kenapa bisa Manda pingsan pak" tanya pak Dika khawatir


"saya kurang tahu persis cerita nya,mungkin Santi bisa menjelaskan nya" sahut pak Bahri sambil menunjuk ke Santi


"begini pak,tadi buk gina tanya apa betul Manda dan pak Ilham dijodohkan,iya kata manda tapi Manda melanjutkan bukan dijodohkan lagi tapi tanggal untuk pernikahan pun sudah di tentukan, seperti nya buk gina marah dan saya pun tadi menjelaskan pada buk gina, gimana gak dijodohkan pak Bahri dan keluarga Manda kan bersahabat udah lama, mungkin Manda mencoba mengingat kenangan dengan pak Ilham,karena memang Manda tadi sebelum pingsan mengeluh sakit kepala" jelas Santi panjang lebar


pak Dika pun mengangguk angguk tanda mengerti


tidak lama keluar dokter dari dalam ruangan UGD, " keluarga pasien" tanya dokter


"saya ayah nya dokter" jawab pak Dika


"apa pasien mengalami amnesia" tanya dokter


"iya dok," jawab pak Dika


"seperti nya karena efek memaksa mengingat masa lalu anak bapak menjadi pingsan" ujar pak dokter


"tapi tidak apa apa,tidak ada yang serius, seperti nya ingatan anak bapak tentang masa lalu nya berangsur angsur terkumpul kan kembali"lanjut pak dokter


"Alhamdulillah,,!!" syukur mereka bersamaan


"apa boleh saya melihat calon istri saya dok" tanya Ilham


"oh tentu saja boleh, saya permisi dulu" kata pak dokter sambil izin pamit dari situ


mereka pun masuk ke ruangan tempat Manda dirawat, ternyata Manda sudah sadar dan bingung kenapa dia dirumah sakit


Ilham yang tau kebingungan Manda lalu berkata " tadi kamu pingsan dan papa dan Santi membawa kamu ke rumah sakit"


Manda cuma mengangguk tanda mengerti


"gimana Manda apa udah enakan,"sahut pak Bahri


"Alhamdulillah udah pak" jawab Manda pelan


"kalau begitu kamu istirahat aja dulu, Ilham tolong jaga Manda,om sama papa kamu dan juga Santi mau balik kantor" ucap pak Dika


"Manda pulang aja pa, gak usah inap,Manda baik baik aja kok" ucap Manda meminta pulang


"habis kan dulu infus nya, setelah itu baru boleh pulang" ucap pak Bahri


"iya Manda, seperti nya kamu masih lemas tu, wajah mu pun terlihat pucat" kata Santi menambah


Manda uang mendengar larangan pulang akhirnya pasrah


setelah kepergian pak dika,pak bahri juga Santi, Ilham memberanikan diri bertanya


"apa kamu sudah ingat tentang ku Manda" tanya Ilham


"udah bang" jawab Manda


Ilham mendengar nya merasa senang dan langsung memeluk Manda,


Manda yang mendapat pelukan tiba tiba tidak protes karena sudah lama dia tidak merasa kan pelukan hangat dari orang yang dicintai nya

__ADS_1


ternyata tanpa berbuat banyak akhirnya nya Ilham mendapatkan cinta dari Manda kembali


__ADS_2