
tidak terasa hari sudah sore mama ana dan papa Bahri juga jeni pamit pulang
"pa, udah sore kayak nya kita harus pulang" ucap mama ana
"iya ma, tapi coba liat kanza lagi main dengan jeni, melihat mereka seperti itu seperti papa melihat jeni kecil" ucap papa Bahri sambil tersenyum
"iya pa, gak terasa anak gadis kita udah dewasa" ucap mama ana
"ma pa, ngomong apa sih, kayak nya seru, manda liat mama dan papa senyum senyum gitu" ucap Manda
"hhhheeee mama melihat kanza dan jeni sayang, melihat main seperti itu, seperti melihat jeni waktu kecil dulu" ujar mama ana
"mengenang masa masa kecil jeni ya ma" ujar Manda lagi
mama ana pun mengangguk
"kanza, granma pulang ya,,,!" ujar mama ana
"kok pulang sih granma" ucap kanza manja
"iya, granpa besok kerja, dan aunty jeni pun harus kuliah" ucap Manda menjelaskan pada kanza
Kanza yang mengerti kata kata mama nya pun mengangguk
Manda pun mengantar mertua dan adik ipar nya kedepan mobil
papa Bahri langsung membuka kan pintu dan papa Bahri masuk kedalam mobil
kemudian diikuti oleh mama ana dan jeni masuk kedalam mobil
mereka pun meninggalkan rumah manda
kanza melambaikan tangan kepada granma dan granpa juga aunty nya
setelah mobil mereka tak nampak lagi, baru lah Manda masuk kedalam rumah
"loh papa dan mama kemana sayang" tanya Ilham ketika keluar dari kamar nya
"sudah pulang pa" jawab kanza
"kok gak kasih tau papa nak" ucap Ilham lagi
"karena dipikir mama dan papa mas tidur maka nya mereka gak pamit sama mas" ucap Manda
"lagian mas ke kamar kok lama kali" ujar Manda lagi
"tadi kan mas tiba tiba ingin ke kamar mandi" ucap Ilham
"ya sudah kita masuk aja" ucap Ilham lagi sambil ngajak Manda dan kanza masuk
karena waktu manda mau masuk tadi, Ilham keluar rumah
"tunggu mas, aku mau ngecek toko dulu" ucap manda
Manda dari semenjak mertua dan adik ipar nya datang, belum juga melihat toko
Manda pun pergi menuju ke dalam toko
pegawai Manda sudah pulang dari tadi, karena peraturan kerja ditoko pulang jam 5 sore
setelah ngecek toko, merasa toko sudah rapi dan pesanan sudah dipeking semua, baru lah Manda keluar
Ilham dengan sabar menunggu Manda, sedangkan kanza sudah masuk duluan
"gimana sayang, pekerjaan mereka" ucap Ilham
__ADS_1
"rapi mas, dan semua sudah mereka Peking" ucap Manda
"kemungkinan besok mereka gak banyak kerjaan, sebab hari ini belum ada yang pesan barang" ucap Manda
Ilham yang kurang mengerti tentang pekerjaan istri nya itu hanya mengangguk kan kepala nya
setelah mengunci pintu toko, Ilham dan Manda masuk kedalam rumah
πΈπΈπΈ
di perjalanan pulang mama ana menelpon Ilham
karena waktu mereka pulang tadi Ilham tidak diluar kamar
"pa, mama telpon Ilham dulu, tadi waktu kita pulang dia kan gak tau" ucap mama ana pada suami
"gak usah ma, pasti udah dikasih tau sama Manda" ucap papa Bahri
mendengar perkataan suami nya, mama ana tidak jadi menelpon Ilham, dan meletakkan kembali handphone nya kedalam tas
sedangkan jeni sudah terlelap tidur
papa bahri yang fokus membawa mobil, tiba tiba melihat restoran dan berhenti didepan nya
mama ana yang penasaran pun bertanya, "ngapain kita disini pa"
"papa lapar lagi, kita makan dulu" ucap papa Bahri sambil membuka kan pintu
karena mobil berhenti, jeni pun terbangun
"kita udah sampai rumah ma" tanya jeni
"belum sayang, papa lapar lagi kayak nya, jadi kita mampir ke restoran" jawab mama ana
jeni pun melihat keluar jendela mobil, ternyata betul didepan restoran
dan mengikuti dari belakang, secruty disitu pun membuka kan pintu
"selamat datang direstoran kami pak, buk" sapa secruty itu ramah
papa bahri dan mama ana hanya mengangguk kan kepala dan masuk kedalam restoran itu
jeni hanya mengikuti mama dan papa nya saja
padahal jeni masih ngantuk
setelah duduk di kursi yang ada, pramusaji datang menghampiri mereka
"selamat datang pak, ibu dan adik, mau pesan apa" tanya pramusaji itu sambil menyerahkan buku menu kepada papa bahri dan mama ana
mereka pun melihat buku menu
"papa dan jeni mau pesan apa" tanya mama ana
"papa pesan nasi goreng dan teh hangat aja" ucap papa Bahri setelah melihat menu
"jeni pesan apa" tanya mama ana lagi pada jeni
"samain dengan papa aja ma, tapi minum nya jus alpukat aja" ucap jeni
"mbak, kita pesan nasi goreng 3, jus alpukat satu, teh hangat satu dan jus jeruk satu ya,,,!" ucap mama ana
"iya, buk, apa ada tambahan menu lain" ucap pramusaji itu lagi
"tidak itu aja" ucap mama ana
__ADS_1
"oke ibu, mohon ditunggu sebentar" ucap pramusaji itu dan langsung pergi untuk mengambil pesanan mereka
setelah menunggu sekitar 20 menit, akhirnya pesanan mereka sampai juga
" selamat menikmati pak buk" ucap pramusaji setelah meletakkan semua pesanan pelanggan nya
dan dia pun pergi dari situ
mereka pun makan dengan hening tidak ada yang berbicara saat lagi makan
πΈπΈπΈ
dirumahnya Ilham, Ilham mendapat telpon dari teman nya mengabarkan kalau Dewi bukan pindah, tapi mengundurkan diri dari kepolisian
alasan nya dia mau pulang kampung
Ilham mendengar nya hanya berkata " bagus lah"
Teman nya Ilham pun heran kok bisa Ilham santai gitu mendengar Dewi mengundurkan diri
mendengar perkataan Ilham lewat telpon seperti itu Dewi semakin sakit hati dan dia pun pergi mempersiapkan semua keperluan nya
dalam hati Dewi menggerutu dan menyesali kenapa dulu bisa suka kepada ilham
setelah mendengar kalau Dewi mengundurkan diri, Ilham bukan nya sedih malah cuek cuek aja
teman teman Ilham pun mengerti kenapa Ilham seperti itu
Manda yang mendengar Ilham berbicara di telpon pun hanya mendengar saja tanpa bertanya
setelah menutup telpon nya, Ilham merasa lega, akhirnya tidak ada lagi pengganggu di tempat dia bekerja
Manda melihat suami nya tersenyum pun bertanya
"mas siapa yang telpon"
"teman kantor" jawab Ilham
"tapi kok kamu senyam senyum gak jelas setelah itu" ucap Manda penuh selidiki
Ilham pun tertawa melihat istrinya itu bertanya penuh selidiki
"itu loh sayang mereka kasih kabar kalau Dewi mengundurkan diri dari kepolisian, setelah aku dan dia bertengkar" ucap Ilham menjelaskan
"yang benar mas, jangan bohong loh, aku ini lagi mengandung anak mu" ucap Manda penuh penekanan
"iya sayang aku gak bohong, kalau kamu memang kurang percaya dengan omongan suami mu ini, kamu boleh telpon teman kantor aku yang tadi" ucap Ilham menjelaskan kembali kepada istri nya itu
dia tau belakang ini paska hamil anak kedua nya itu, istri nya sedikit cemburu dan curigaan
jadi sebisa mungkin Ilham menjelaskan sampai Manda tidak ragu dan mencurigai nya
dia gak mau, anak dalam kandungan Manda kenapa napa kalau Manda banyak pikiran
Manda mendengar penjelasan suami itu pun mengangguk mengerti
bersambung
jangan lupa tinggalkan jejak nya ya para
pembaca, dukungan kalian sangat berarti untukkuπππ
like dan komen ππππ
terima kasih yang masih mendukung karya kuππππππ
__ADS_1
I LOVE YOU all