
setelah mendapat telepon dari istri nya Ilham menjadi sedikit merasa bersalah
karena kesibukan nya itu membuat dia sering telat pulang ke rumah
kemudian dia menelepon adik nya jeni
"assalamualaikum bang" ucap jeni setelah mengangkat telpon
"wa'alaikum salam" jawab Ilham
"ada apa bang, tumben nelpon, kayak nya ada sesuatu nih" ucap jeni menebak
"iya nih, bisa gak kamu beberapa hari tidur dirumah Abang, sebab abang sekarang sibuk banget, dan pulang sering kemalaman, sayang kakak mu, dirumah cuma dengan keponakan ku" ucap ilham menjelaskan
"nanti coba jeni minta izin mama dulu, sebab jeni sekarang kan lagi sibuk kuliah" ucap jeni
"kuliah kan bisa dari rumah Abang" ucap Ilham
"iya sih bang, memang nya Abang sibuk apa sih, apa karena perampok itu ya,,,?" tebak jeni lagi
"iya Jen, apa lagi pelaku perampok itu belum juga tertangkap" ucap Ilham
"iya udah, nanti coba jeni bicara kan ini sama mama iya bang" ucap jeni
"iya dik, Abang tutup telpon dulu, mau melanjutkan tugas" ucap Ilham
"iya bang, hati hati ya, assalamualaikum" ucap jeni
"wa'alaikum salam" jawab Ilham
Ilham pun menutup telpon nya, dan kembali bergabung dengan tim nya
hari ini dia masih melakukan pencarian keseluruhan wilayah yang disebut kan oleh bram
dan nomor hp yang dilacak menunjukkan mereka sedang berkumpul dibangun kosong yang sudah tidak dipakai lagi
lokasi nya berada jauh dari perkotaan, kemungkinan kepelosok pedesaan yang terpencil
tim Ilham kemudian bergegas menuju ke lokasi yang di berikan oleh hekter yang melacak
sekarang mereka akan menempuh perjalanan sekitar 3 jam sedangkan hari sudah mulai sore
πΌπΌπΌ
sedangkan dirumahnya mama ana, jeni lagi mengobrol dengan mama nya, perihal yang diberi tahu oleh Abang nya
"ma, jeni boleh tidur dirumah bang Ilham" tanya jeni
"tumben kamu minta tidur disana, biasa nya setelah bersiap siap baru kamu minta izin" ucap mama ana heran
"gini loh ma, tadi bang Ilham nelpon, dia minta tolong kepada jeni untuk menemani kak manda" ucap jeni menjelaskan
"memang kenapa dengan manda, gak biasa nya Ilham meminta untuk menemani istri nya itu" ucap mama ana kembali keheranan
"gini loh ma, sekarang kan bang Ilham lagi menangani kasus perampok yang terjadi beberapa hari yang lalu, jadi bang Ilham sekarang sudah sering telat pulang, jadi takut terjadi sesuatu sama istri dan anak anak nya, maka nya, bang Ilham meminta jeni untuk menemani kak manda" ucap jeni menjelaskan panjang lebar kepada mama nya
setelah mendengar penjelasan jeni, mama ana pun mengerti
"wajar sih Ilham meminta untuk menemani istri, kan Kenzo masih kecil" ucap mama ana
"itu lah ma, gimana ma, boleh gak" ucap jeni
"ya boleh dong sayang, masak iya gak boleh" ucap mama ana
"oke kalau gitu jeni mau siap siap dulu" ucap jeni
mama ana pun. hanya menggeleng kan kepala nya melihat tingkah anak bungsu nya itu
jeni pun menyiapkan semua keperluan nya semasa tinggal dengan kakak ipar nya
seperti buku, baju dan banyak lain nya
__ADS_1
mama ana yang melihat jeni begitu banyak bawa barang pun berkata
"kamu mau nemenin kakak ipar mu atau mau ngungsi sih" ucap mama ana
"he he he, biasa lah ma, keperluan anak gadis memang banyak" ucap jeni ngeles
"ya elah, biasa nya yang banyak keperluan itu emak emak muda , seperti Manda" ucap mama ana
"jeni kan memang banyak keperluan, sama seperti emak emak muda" ucap jeni gak mau kalah
"serah kamu lah nak" ucap mama ana ngalah
mama ana pun pergi kedapur, dia ingin membuat makan kesukaan menantu dan cucu nya
"ma, mama" teriak jeni dari dalam kamar
"ada apa sih, teriak teriak, ini rumah jeni bukan hutan" balas mama ana berteriak juga dari dapur
"lah, mama sendiri pun berteriak" guman jeni sendiri dikamar
dari pada diomelin oleh mama nya, jeni pun tidak lagi memanggil mama nya
dia fokus membereskan barang nya yang akan dibawa kerumah Manda kakak ipar nya
setelah selesai dia pun melihat, di terkejut sendiri setelah melihat barang bawaan nya
betul kata mama nya, ini mau menemani kakak ipar nya atau mengungsi sih
dia pun tersenyum senyum sendiri
padahal dia pikir gak banyak tapi ini udah 1 koper dan satu tas
setelah itu dia membongkar kembali dan mulai membenahi dengan benar
ternyata setelah membenah dan memilih milih lagi, akhirnya tinggal satu koper saja
dikoper sudah ada baju beberapa lembar dan buku untuk kuliah nya
"ma lagi buat apa" ucap jeni ketika Melihat mama nya sibuk sendiri mengaduk adonan
"mama lagi buat kue untuk kamu bawa nanti kerumah Manda" ujar mama ana
"oooo iya iya, lebih ma ya, jeni kan juga mau" ucap jeni
"pasti sayang ku,,, oh ya kamu berangkat pakek apa, diantar atau bawa mobil sediri" tanya mama ana
"bawa mobil sendiri, karena jeni kan harus kekampus juga" jawab jeni
mama ana pun mengangguk dan kembali mengaduk adonan kue nya itu
jeni pun sekali kali membantu juga
πΌπΌπΌ
ditoko manda, Tuti dan Meri sudah selesai mengkeep semua barang dan Tuti pun mengambil hp dan menelpon kurir Yang akanengirim semua pesanan orang
"assalamualaikum pak" ucap Tuti
"wa'alaikum salam" jawab pak kurir
"tolong ambil barang kesini ya" ucap Tuti lagi
"oke tunggu aja" jawab pak kurir
Tuti pun menutup telpon nya
dan dia kembali fokus menghitung barang yang udah dikeep
tidak lupa dia mengecek nama nama alamat barang yang akan dikirim
tidak berapa lama pak kurir pun sampai
__ADS_1
"assalamualaikum" ucap kurir setelah berada didepan toko
"wa'alaikum salam" jawab Meri dan Tuti bersamaan
"masuk pak, kami lagi ngecek kembali barang yang akan kami kirim" ucap Tuti
pak kurir pun masuk
"berapa jumlah semua paket nya mbak" tanya pak kurir
"sekitar 45 paket pak" jawab Tuti lagi
pak kurir pun mengangguk
Meri mengangkat barang yang udah dicek oleh Tuti
dan meletakkan nya didekat pintu biar enak dibawa keluar oleh pak kurir
pak kurir pun mulai menghitung paket yang akan dikirim hari ini
dan kini pak kurir meletakkan kedalam tas paket nya
setelah semua barang sudah dimasukkan kedalam tas paket
pak kurir pun minta undur diri
"kalau gitu saya pamit mbak, assalamualaikum" ucap pak kurir
"wa'alaikum salam" jawab Tuti dan Meri bersama
setelah pak Kurir berangkat baru lah Meri dan Tuti membereskan semua nya
karena mereka pun akan pulang, apa lagi hari sudah menunjuk kan pukul 4 sore
setelah beres mereka pun menutup toko dan mereka menelpon Manda
sudah beberapa kali ditelpon tapi tidak diangkat, mereka beranggapan mungkin Manda masih tidur
Tuti pun minta pamit kepada bibik
dan mereka masuk rumah dan menuju dapur
ternyata bibi sudah didapur
"bik, bibik," panggil Tuti
"iya" jawab bibi
"kami pulang dulu ya, tolong bilang sama mbak Manda" ucap Tuti
"oh iya, nanti saya sampaikan pada nyonya" ucap bibi
Tuti dan Meri pun pergi meninggalkan bibi didapur dan mereka pun bergegas untuk pulang
"mer, kamu langsung pulang apa kerumah sakit dulu" tanya Tuti
"aku langsung kerumah sakit ti" jawab Meri
"ya udah aku ikut ya,,?" ucap Tuti
"boleh kok ti" ucap Meri
mereka pun meninggalkan rumah Manda
bersambung
jangan lupa tinggalkan jejak nya ππππ
jangan jadi pembaca gelap yaππππ
tolong author ππππ
__ADS_1
dengan ngelike dan komenππππ