
kini mentari menampakkan sinar nya dan menyinari bumi
Manda perlahan-lahan bangun dari mimpi indah nya
dia pun membangun suami nya
"mas bangun mas udah pagi" ucap Manda sambil mengunjang badan Ilham
Ilham yang merasa terganggu pun membuka mata nya
"good morning sayang" ucap ilham sambil menciumi singkat bibi Manda
seketika pipi Manda merona
Ilham pun tersenyum melihat perubahan warna pipi Manda
"pagi pagi kamu sudah memakai blush on di pipi, pipi mu udah seperti buah tomat" ucap ilham pagi pagi menggoda istri nya itu
mendapat godaan dari istri nya, Manda pun merasa kesal dan memukul Ilham dengan bantal
"ampun sayang,,,," ucap Ilham pura pura sakit
Manda pun mengakhiri pukulan nya
dia kemudian beranjak dari tempat tidur nya dan menuju kekamar mandi, tidak lupa mengambil handuk
Ilham kemudian bangun dari tidur nya dan melihat putra nya yang masih nyenyak tidur di boxs bayi
"cepat besar sayang, bila besar nanti jaga mama dan kakak mu" ucap Ilham sambil mengelus rambut putra nya
mendapat sentuhan lembut Kenzo bergerak, tapi mata nya masih tertutup
tidak lama Manda selesai mandi
"Sedang apa mas" tanya Manda
"lagi liat anak kita" jawab Ilham
"ya udah mandi sana" suruh Manda pada ilham sambil menyerahkan handuk
"iya" jawab Ilham dan langsung menuju kamar mandi
Manda pun langsung memakai baju
setelah selesai Manda keluar kamar dan menuju kedapur
"masak apa bik" tanya Manda
"nasi goreng nya" jawab bibi
"masih lama, lauk nya apa bik" tanya Manda lagi
"telur mata sapi aja boleh nya" tanya bibik meminta persetujuan Manda
"boleh bik" jawab manda
"bibik lanjut aja buat nasi goreng nya, biar telur mata sapi nya saya yang goreng" lanjut manda
bibik pun mengangguk
setelah selesai mereka pun menata nya diatas meja makan
tidak lama Ilham keluar dari dalam kamar nya
disusul juga oleh kanza dan jeni yang keluar dari kamar kanza
mereka bertiga menuju ke ruang makan
"pagi ma" ucap kanza
"pagi sayang, iiihhh cantik nya anak mama" puji manda tertuju pada kanza
"pasti dong kan mau sekolah" jawab kanza
"pintar aunty mu, membuat kamu cantik sayang" ucap manda menuju jeni
"siapa dulu, kan aunty kanza" ucap kanza sambil membanggakan diri nya
"he he he iya iya" ucap Manda sambil mengangguk
"ya udah sarapan dulu" ucap Manda
__ADS_1
mereka pun makan bersama
sekitar 10 menit mereka sudah siap sarapan
hari ini kanza diantar oleh jeni, karena jeni kuliah
"ma hari ini kanza diantar aunty ya,,,?" ucap kanza
"boleh sayang" jawab Manda
"sayang mas berangkat dulu ya,,,?" ucap Ilham
Manda pun mengantar Ilham keluar rumah dan dibelakang diikuti oleh jeni dan kanza
sampai didekat mobil Manda langsung menyalami tangan suami nya itu
dan Ilham mencium kening istrinya
dan tak lupa kanza juga menyalami tangan papa nya dan lagi lagi Ilham mencium pipi kanan kanza
Ilham pun masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan rumah
sedangkan jeni pun memasuki mobil nya, kanza pun mau masuk kedalam mobil
tapi tidak lupa menyalami tangan mama nya
baru lah dia masuk
"ma kanza berangkat ya" ucap kanza pamit
"iya hati hati dijalan, Jen kakak titip kanza, kalau kamu gak bisa jemput kanza nanti, tolong telpon kakak ya,,,,?" ucap Manda
"siap kak" jawab jeni
jeni pun melaju mobil nya meninggalkan Manda yang berdiri didepan rumah
setelah mobil jeni tak lagi terlihat baru lah manda masuk kedalam rumah
"bik bibik" panggil Manda
"iya nya" jawab bibik
"Kenzo kan belum bangun, saya mau ketokoh kalau Kenzo bangun tolong mandiin bentar ya bik, habis itu antar ke saya" ucap Manda
Manda pun kembali kedepan rumah dan membuka kan toko
tak lama datang Tuti dan Meri
"assalamualaikum mbak" ucap mereka serentak
"wa'alaikum salam" jawab Manda
"gimana keadaan mu mer" tanya Manda
"Alhamdulillah udah mulai membaik mbak" ucap Meri
"Alhamdulillah kalau gitu" syukur Manda
"terus sekarang masih dirumah sakit mer" tanya Manda lagi
"masih mbak, belum diizinkan Pulang oleh dokter mbak" jawab Meri lagi
"oooo iya ya" ujar Manda lagi
setelah itu mereka pun mulai menyiapkan semua pesanan orang
πΌπΌπΌ
di kantor polisi, Ilham masih terus berusaha dalam melacak keberadaan para perampok itu
"kalau gini gak bakalan dapat perampok nya, aku harus tau titik dimana mereka berada" gumam Ilham dalam hati
kemudian Ilham menuju tempat hekker
"gimana sudah ada titik terang" tanya Ilham pada hekter setelah sampai diruang itu
"belum ada pak, tapi kalau mereka berbicara sekitar 10 menit saja kita bisa melacak keberadaan mereka pak" jawab hekter itu
"ini pak, hp nya sudah berbunyi, apa kah ini bisa bertahan 10 menit" ucap hekter itu lagi
mereka pun menunggu, tepat 11 menit hp perampok itu mati
__ADS_1
dan hekter menemukan mereka
"sudah ketemu pak, di jln xxx no 45" ucap hekter itu pada Ilham
Ilham mendengar itu pun langsung menuju keluar dan memanggil tim nya untuk berangkat
dapat kode dari atasan nya
para tim itu pun bergegas mengikuti Ilham
mereka pun berangkat menuju alamat yang di beri oleh hekter
tidak berapa lama tiba mereka pun sampai ke alamat itu
mereka pun langsung mendongkrak gedung yang ternyata sudah tak dipakai lagi
dan mereka menyusuri setiap sudut gedung itu
para perampok yang ada didalam terkejut karena melihat polisi tiba tiba datang
baku tembak pun tidak bisa dihindarkan lagi antara pasukan Ilham dan para perampok itu
"dor dor dor dor" suara tembakan
tiba tiba Ilham menembak satu pelaku, terkenak kaki perampok
"aaaaaaa" teriak perampok itu
"sial" umpat perampok yang kenal tembakan
"angkat tangan, jangan bergerak" teriak Ilham ketika salah satu perampok bisa dilumpuhkan
tiba tiba dari arah lain datang perampok yangau nembak Ilham
Ilham yang sudah siap ingin menangkap perampok mendapatkan tembakan di lengan nya
dan anak buah Ilham tidak tinggal diam
mereka pun langsung menembak orang yang menembak Ilham
orang yang ditembak pun langsung jatuh
pasukan Ilham pun mengepung semua perampok itu
ada sekitar 7 orang
mereka tak berkutik setelah semua pasukan Ilham menodongkan pistol mereka kearah perampok itu
Ilham yang terluka tembakan sudah diikat kan kain agar darah nya tidak terus keluar
dan dia berjalan mengikuti semua anggota nya
"panggil kan ambulance" perintah Ilham
"siap pak" jawab anak buah Ilham
dan dia pun langsung menuju mobil untuk menelpon ambulance
"halooo disini pasukan serigala, meminta untuk mengirimkan ambulance" ucap pasukan Ilham
"baik, ambulance akan sampai dalam 5 menit" ucap orang itu
setelah menelpon ambulance, Anggota Ilham pun beranjak dari ruang itu
yang terluka dipapah dan yang gak terluka dibiarkan berjalan tapi masih dikawal
tak berapa lama sudah datang ambulance
dan yang terluka dan meninggalkan dimasukkan kedalam ambulance
"pak, sebaik nya, bapak diperiksa duluan" ucap salah satu pasukan Ilham
Ilham pun mengiyakan
dan menahan ketika salah satu perawat itu membersihkan luka nya
bersambung
jangan lupa terus like dan komen
vote nya jangan lupa, biar author semangat nulis nya πππππ
__ADS_1
makasih yang terus mendukung karya author πππππ