
sudah beberapa hari Ilham tidak bertemu dengan Manda, karena ini masa pingitan jadi mama ana melarang keras untuk bertemu dengan Manda.
"ma, telpon aja boleh kan" pinta Ilham
"tidak boleh Ilham,kenapa sekarang kamu jadi manja sih, tinggal beberapa hari lagi kok jadi kamu harus sabar" ucap mama ana tegas
dan langsung berlalu pergi dari hadapan anak nya,kalau gak pergi pasti dia akan merengek kembali.
sebenarnya mama ana tidak tega tapi mau gimana lagi udah tradisi seminggu sebelum akad nikah pengantin pria dan wanita tidak boleh bertemu dan tidak boleh telponan.
sedangkan Manda yang dirumah nya pun tak kalah bosan,dia gak diizinkan untuk melakukan apa pun,cuma bisa makan,minum,mandi,tidur dan nonton TV.
jeni yang melihat Abang nya pun iba tapi mau gimana lagi Abang nya harus menuruti semua tradisi yang sudah ada
"jeni tolong Abang dong,hp Abang mana" ujar Ilham
"hp Abang disita sama mama,hp jeni juga, Karena takut nanti jeni bantuin Abang kata mama dan papa" ucap jeni lemes
Ilham cuma diam mendengar penuturan adik nya,betul betul ketat aturan yang mama Ilham buat tak boleh dilanggar sedikit pun, buktinya hp jeni pun disita
Manda kini duduk di balkon kamar nya sambil melihat kebawah dan melihat saudara saudara dari mama dan papa berkumpul,bukan apa apa mereka membantu persiapan,karena nanti malam akan ada acara baca doa bersama.
kata mama Ita supaya acara yang dibuat akan berjalan lancar sampai hari akad nikah dan resepsi tanpa ada kendala.
semua sedang sibuk, dari orang yang masak,buat kue dan banyak lain nya
Antoni melihat mama nya sibuk dan bolak balik akhirnya mendekati mama nya
"ma, jangan terlalu capek,nanti mama sakit loh" ujar Antoni
"ya mau gimana sayang ini kan acara sakral untuk adik mu,coba kamu tolong bantu bantu mempersiapkan untuk acara nanti malam, mama mau ke dapur lagi mana tau ada yang belum cukup" ucap mama Ita
Antoni yang mendengar penuturan mama nya hanya bisa pasrah,papa Dika pun tak kalah sibuk membantu membuat acara doa bersama biar berjalan dengan baik
Antoni pun pergi untuk melihat adik nya,pasti dia bosan dikurung seperti itu,tak boleh keluar kamar kalau memang tidak perlu, keluar kamar hanya boleh waktu maka saja,apa itu tidak berlebihan.
__ADS_1
tok
tok
tok
"Manda,Manda,boleh Abang masuk" kata antoni sambil mengetuk pintu
"masuk aja bang" jawab Manda dari dalam kamar
"lagi apa dek" tanya antoni
"bisa abang liat sendiri,cuma bisa liatin orang itu pun dari sini,hp gak boleh pegang,huufff bosan bang," ucap Manda lesu
"sabar dek gak lama lagi kamu bebas" ujar antoni kasih semangat
manda cuma bisa mengangguk sambil tersenyum mendengar ucapan abang nya
"gak terasa dek ya,kamu sekarang sudah besar,padahal baru kemarin rasanya kamu minta gendong sama abang" ucap Antoni
"dan sebentar lagi rumah ini akan sepi" lanjut antoni
"hee, kenapa kamu nangis,jangan sedih gitu,walaupun kamu sudah menikah kamu tetap adik abang yang abang sayang" ucap antoni sambil mengelus kepala adik nya
"sudah jangan nangis lagi,kamu kok mau nikah menjadi cengeng sih,nanti hilang cantik nya" ujar antoni lagi
"ih abang nih,gak bisa apa sedikit aja gak usil,udah buat manda nangis malah di ejek lagi" ucap Manda dengan wajah yang cemberut
"uluh uluh uluh adik siapa nih, kok bikin gemes sih" ucap antoni sambil mencubit hidung Manda
"auww sakit bang" ucap Manda sambil memukul mukul tangan abang nya
akhirnya rasa bosan yang dialami oleh Manda terasa berkurang karena ada abang nya yang menemani nya.
tidak terasa hari sudah senja, sebentar lagi acara doa bersama akan dimulai
__ADS_1
dari persiapan kue dan minuman telah dipersiapkan,para tamu dan ustadz yang memimpin doa pun telah hadir,
setelah makan kue dan minum doa bersama pun dimulai
disana sudah ada manda dan keluarga nya, semua khusyuk dalam berdoa yang dipimpin oleh ustadz Yusuf, doa bersama ini meminta diberi kelancaran dalam acara pernikahan Manda dan Ilham.
setelah acara berdoa selesai semua para tamu dipersilahkan untuk makan,dan Manda pun kembali kekamar di antar oleh abang.
sepanjang pembaca doa tadi tak henti hentinya Manda menangis entah kenapa hati nya malam ini jadi melow.
setelah sampai kamar Manda langsung disuruh istirahat oleh antoni,Antoni balik kembali kebawah untuk menyapa para tamu dan Teman nya.
setelah acara selesai para tamu mulai pulang kerumahnya masing masing,
para saudara dari buk Ita dan pak dika mulai membersihkan piring kotor dan Antoni beserta saudara laki-laki yang lain mengangkat piring kotor untuk di bersih oleh para wanita yang ada di dapur
malam pun sudah larut semua nya pun langsung istirahat,
besok hari nya dirumah nya pak Bahri Ilham semakin gak kuat menahan rindu kepada Manda,sudah beberapa hari tidak ketemu dan tidak mendengar suara Manda,
Ilham terus memohon pada mama nya,tapi sang mama masih kekeh tidak mengizinkan,
"sabar ham,tinggal 4 hari lagi loh, setelah dikatakan sah nanti, setiap hari pasti ketemu mau siang malam dan kamu juga sudah bisa tidur bersama'" ujar mama ana panjang lebar sambil menggoda
mama ana pun langsung berlalu pergi dari hadapan Ilham.
jeni yang kebetulan lewat hanya bisa menahan tawa nya,kalau dia ketawa pasti abang nya marah besar pada nya.
diam diam jeni pun berbalik supaya jangan dipanggil oleh abang nya,karena untuk saat ini dia sangat malas,pasti abang nya mau curhat.
akhirnya nya terbebas lah jeni dari penglihatan Abang nya,
"jeni kemana sich, padahal kan tadi didekat sini,betul betul itu adik gak tau apa abang nya lagi galau gini" umpat Ilham
karena gak ada siapa siapa yang diajak bicara akhirnya Ilham kembali kedalam kamar nya
__ADS_1
sampai didalam kamar Ilham langsung merebahkan diri nya,karena percuma dia dibawah gak ada pekerjaan juga,karena semua udah dihendel sama keluarga papa dan mama nya
sedangkan dirumah Manda,antoni lagi bersantai karena acara dibuat digedung jadi otomatis dirumah gak ada acara selain acara berdoa semalam dan kini antoni lagi berkumpul dengan saudara yang telah datang dari beberapa hari yang lalu.