
jam sudah menunjukkan jam 5 sore Manda masih menunggu papa dan Abang nya pulang, dia mondar-mandir seperti setrikaan,mama Ita yang melihat nya hanya tersenyum
"Manda,lebih baik kamu pergi mandi dulu kan gak mungkin seperti ini menunggu papa dan Abang mu" ucap mama Ita sambil tersenyum kepada Manda
"eeemmm betul juga kata mama,ya udah Manda mandi dulu ya ma"kata Manda sambil berlalu pergi kekamar untuk mandi
setelah ritual mandi nya Manda langsung bersiap siap untuk bertemu dengan papa dan Abang nya, "seperti nya ada suara dibawah pasti Abang dan papa sudah pulang", guman manda
"pa,Manda mau ngomong",ucap Manda setelah berhadapan dengan papa nya, walaupun masih takut Manda yakin kali ini papa nya pasti senang mendengar pertanyaan nya ini
"bisa nanti saja,papa mau ke kamar dulu mau bersih bersih", sahut papa Dika sambil berjalan menuju kamar nya
Antoni yang penasaran terhadap adik nya lalu mendekat pada adik nya,dan melihat ke dua bola mata adik nya,dia langsung berkata "ada apa dek,kok kamu kelihatan nya grogi gitu didepan papa,"
"nanti juga kamu tau anto,"ucap mama Ita dan pergi menyusul suami nya yang sudah masuk kamar
"ada apa sich dek,,???" tanya Anto lagi penasaran
"habis sholat isya nanti Abang juga pasti tau, sekarang abang pergi mandi dulu sana,bau asam udah tue badan" kata Manda dengan nada mengejek dan lari dari hadapan Abang nya dan langsung naik ke atas menuju kamar nya.
tak terima dengan ejekan manda, Antoni langsung mengejar manda,tapi kalah cepat karena Manda langsung mengunci pintu kamar.
"awas kamu ya," ancam Anto dari depan pintu kamar manda,Manda yang didalam kamar pun hanya tertawa renyah.
Antoni sebenarnya senang melihat Manda tertawa lagi, padahal tadi pagi pas dia berangkat kerja jangan kan melihat dia tersenyum sarapan bareng pun gak.
setelah itu Antoni beranjak pergi kekamar nya untuk bersih bersih, setelah ritual bersih bersih selesai Antoni memainkan gawai nya dan ngecek apa ada pekerjaan yang belum selesai, ternyata sudah selesai semua nya.
malam pun tiba,Manda sekarang lagi terduduk didepan papa,mama dan Abang nya merasa dilihat Manda memberanikan diri untuk melihat wajah papa dan Abang nya,orang yang selama ini sangat sangat menyayangi nya.
dengan tarikan nafas yang pelan Manda mulai buka suara, "pa,ma,dan Abang antoni,Manda mau menerima perjodohan yang papa aturkan untuk Manda"
mama yang sudah tau tidak terkejut lagi,tapi papa dan Abang Manda terkejut, bukan apa baru semalam Manda menolak ini kok tiba tiba hari ini udah bilang mau.
__ADS_1
"Manda apa kamu yakin dek" timpal Abang anto sambil melihat ke adik nya dan meminta penjelasan lewat kontak mata kok tiba tiba Manda mau dijodohkan
"maaf sebelumnya karena Manda semalam udah buat keputusan tanpa memikirkan perasaan papa" sahut Manda bangun dan berjalan mendekati papa nya
papa Dika yang mendengar keputusan Manda sangat bahagia tapi dia pun bertanya kepada Manda "apa kamu yakin nak,papa sebenarnya juga salah karena marah pada mu semalam dan tidak memikirkan perasaan mu,maaf kan papa nak" ucap papa Dika sambil memeluk Manda
manda yang mendapat pelukan dari papa nya langsung menangis dan terharu akhirnya papa nya tidak marah lagi pada nya
Antoni dan mama Ita melihat itu pun merasa terharu
"ya sudah papa akan menelpon pak Bahri untuk memberikan kabar bahagia ini" ucap papa Dika bahagia, senyuman diwajahnya menggambarkan bahwa dia sangat bahagia malam ini.
papa Dika pun bangun dari duduk nya menuju ruang kerja untuk menelpon sahabat nya yang sebentar lagi menjadi besan nya.
dirumah Ilham masih suasana yang membingungkan karena Ilham dari sore habis pulang bertugas belum juga keluar kamar, padahal mama ana sudah beberapa kali mengetuk pintu dan memanggil nama nya
drrt drrt drrt drrt...
bunyi hp pak Bahri mengejutkan pak Bahri dan istri nya, setelah melihat siap yang telpon pak Bahri langsung mengangkat nya
"wa'alaikum salam pak,gimana pak tumben telpon malam malam,ada kabar apa nih" jawab pak Bahri
"ini pak, Manda tadi sudah mengatakan kepada saya kalau dia mau dijodohka dengan Ilham" jawab pak Dika
"Alhamdulillah kalau seperti itu,apa saya tidak salah mendengar nya pak" ujar pak Bahri senang, "Ilham pasti senang mendengar kabar ini pak", lanjut pak Bahri
"bisa saya bicara dengan Manda pak,supaya saya bisa yakin pak" lanjut pak Bahri lagi
"boleh pak,tunggu sebentar pak,saya akan memberikan telpon ini pada Manda" ucap pak Dika sambil keluar dari ruangan kerja nya menuju tempat dimana Manda duduk.
"ini pak Bahri mau ngomong sama kamu Manda" ucap pak Dika memberi telpon kepada Manda
"assalamualaikum om,ini saya Manda" ucap Manda sopan
__ADS_1
"Manda,apa betul yang diucapkan papa kamu kepada om tentang kamu mau dijodohkan dengan anak nya om" tanya pak Bahri " tidak ada paksaan dari kedua orang tua mu kan Manda,om gak mau kamu terluka gara gara perjodohan ini"lanjut pak Bahri dari seberang telpon.
"tidak om ini murni atas kemauan Manda om dan terima kasih om sudah menghawatirkan Manda", jawab Manda tulus
"ya sudah,om akan menyampaikan berita bahagia ini pada Ilham pasti Ilham senang mendengar kabar ini,kalau begitu om tutup dulu telpon nya, assalamualaikum" ujar pak Bahri senang
"wa'alaikum salam om" jawab Manda sambil memberi telpon kepada papa Dika
pak Bahri langsung mendekati istri nya, "perjodohan ini sudah diterima oleh manda" kata pak Bahri pada istrinya, " dan kamu boleh memberi tahu sekarang pada Ilham pasti dia senang" lanjut pak Bahri
istrinya mendengar penuturan dari suami nya langsung tersenyum bahagia akhirnya nya
dan dengan hati hati dia mengetuk kembali pintu kamar anak nya
"Ilham Ilham buka pintu nya,papa sama Mama ada kabar bahagia buat kamu,nak" kata mama ana sambil membuka kan pintu
tak lama kemudian pintu kamar dibuka juga,dan terlihat Ilham seperti kurang bersemangat
"ada apa ma" Jawab Ilham kurang semangat
"yuk kita duduk dulu diruang keluarga biar enak ngomong nya,kamu kok gak semangat gitu sich,ini kabar bahagia loh" kata mama ana antusiasi
sebenarnya melihat anak nya yang seperti ini membuat mama ana sangat prihatin, tapi setelah mendengar kabar ini pasti akan ada senyuman dibibir anak nya lagi.
Ilham akhirnya mau duduk diruang keluarga dan akan mendengar kan apa yang akan dikatakan oleh mama dan papa nya.
"Ilham,sayang akhirnya Manda menerima perjodohan ini nak," ucap mama anak senang
Ilham yang mendengar nya terkejut dan berkata "yang benar ma pa, Ilham gak salah dengar kan" senyum bahagia tersirat diwajahnya Ilham, mama ana melihat nya sangat bahagia, Ilham yang tadi murung kini tersenyum kembali
ya setelah jawaban malam ini raut wajah Ilham seperti tak semangat dan senyum nya hilang
tapi sekarang lihat lah,senyum nya seakan tak akan hilang setelah mendengar kabar bahagia ini.
__ADS_1
akhirnya semua senang, rencana besok Ilham dan keluar akan mengunjungi keluarga Manda dan menentukan tanggal pernikahan mereka.